
“ semuanya demi menyelamatkan sejarah desa Elemen.. ” ucap Hikasa serius menatap Hitomi dan Himiko.
“ demi sejarah Desa Elemen? apa maksud mu.?! ” Hitomi bertanya serius.
“ jangan membuat ku tertawa dengan alasan bodoh mu itu. ” Himiko terlihat kesal.
“ percaya atau tidak, itu hak kalian.. ” Hikasa terlihat serius, “ tapi.. mengungkap kebenaran sudah menjadi kewajiban ku.. aku tidak meminta kalian mengerti.. tapi tolong dengarkan aku sampai selesai.! ” lanjutnya.
“ aku harap kau tidak melebihkan atau mengurangi, jadi berbicaralah jujur karena pada akhirnya kau tetap mati. ” ucap Hitomi serius.
Hikasa menghela nafas, “ semuanya berawal saat kakek kalian ingin meninggalkan desa untuk memperkuat diri.. dia berniat mencari penggantinya sebagai pimpinan desa elemen.. ” ucapnya.
“ pengganti kakek.? ” Himiko bertanya.
“ ya, pengganti kakek kalian.. saat itu kalian masih anak-anak dan belum tahu apa-apa. ” jawab Hikasa.
Hikasa mulai menceritakan kebenaran yang hanya dia seorang yang tahu, dimulai dari sekitar sepuluh tahun yang lalu...
di pagi hari yang cerah, seorang laki-laki lanjut usia duduk di kursi, dia terlihat sehat dan awet muda, rambutnya panjang, dia adalah Huyabasa Nogo, ayah dari Hikasa, Hikaru dan Hikari, serta kakek dari Hitomi, Himiko dan Sinam.
“ apakah sudah jelas siapa yang akan menggantikan ku.? ” tanya Huyabasa pada Hikasa dan Hikaru yang saat itu masih terlihat muda.
“ ayah, aku tidak keberatan jika Hikaru yang menggantikan mu.. dia juga tidak kalah hebat dibanding dengan ku.! ” ucap Hikasa menundukkan kepala.
“ kakak, aku juga tidak keberatan menggantikan ayah... tapi setengah dari penduduk desa tidak setuju, kau lebih pantas karena kau anak tertua. ” ucap Hikaru menunduk di samping Hikasa.
“ begitu, ya. ” Huyabasa terlihat berpikir, “ sekarang.. aku ingin bertanya pada kalian.. jawablah secara jujur.! ” dia serius.
Huyabasa menatap Hikaru, “ Hikaru, jauh dari lubuk hatimu.. apakah kau ingin menjadi pimpinan desa.? ” dia serius.
“ ya, aku ingin menjadi pimpinan desa.. aku berjanji akan membuat penduduk makmur saat ayah pergi.. ” Hikaru serius.
Huyabasa menatap Hikasa, “ lalu, bagaimana dengan mu.? ” dia serius.
Hikasa menundukkan kepala, “ aku tidak terlalu tertarik, tapi.. biar bagaimanapun aku adalah anak tertua, wajar jika penduduk berharap lebih.. jika mereka bisa menerima Hikaru.. dengan senang hati aku menerimanya.. ” ucapnya kemudian tersenyum.
“ begitu, ya.. ” Huyabasa menghela nafas, “ sekarang kumpulkan para petarung serta penduduk.. aku akan mengumumkan bahwa siapa yang akan menggantikan ku. ” ucapnya.
“ baiklah. ” Hikasa dan Hikaru pergi meninggalkan Huyabasa.
Tap.. Tap..
Huyabasa berjalan menuju sebuah rumah, disitu terlihat keluarga kecil sedang bersenda gurau di teras.
keluarga kecil itu adalah Hikari, Hayumi, serta Sinam yang saat itu masih berusia satu tahun, terlihat Hikari dan Hayumi memanjakan anaknya itu.
Hikari menyadari kedatangan Huyabasa, lalu menundukkan kepala, “ ayah.. tidak biasanya kau datang kemari, angin apa yang membawamu.? ” tanya Hikari, sementara Hayumi hanya mendengarkan.
Huyabasa duduk di teras berhadapan dengan Hikari, “ apa kau tahu bahwa penduduk sedang kesulitan memilih pemimpin desa.? ” dia bertanya datar.
“ ya, aku tahu itu. ” jawab Hikari.
“ lalu, kenapa kau selalu diam, ada saatnya kau harus bicara.. kau adalah adik dari mereka berdua. ” ucap Huyabasa datar, “ Sinam benar-benar menyedihkan, memiliki ayah yang tidak pantas untuk di banggakan.. satu-satunya yang membanggakan adalah ibunya yang mantan pewaris Panah Suci. ” dia menatap Sinam sambil tersenyum, lalu menoleh Hayumi.
“ aku tidak pandai menilai orang lain, itu sebabnya aku diam. ” ucap Hikari, “ tapi, jika dimintai pendapat.. ” dia menghentikan ucapan.
__ADS_1
“ apa yang akan kau katakan.? ” Huyabasa penasaran.
“ kak Hikaru memang hebat, dibandingkan kak Hikasa dia tidak kalah kuat, tapi.. ” ucap Hikari, “ kak Hikasa jauh lebih bijaksana, dia lebih pantas menjadi pimpinan.. lagipula dia anak tertua.. ” lanjutnya.
“ begitu, ya. ” Huyabasa berdiri dari duduknya, “ kalau begitu, aku pergi dulu. ” kemudian berjalan pergi.
beberapa saat kemudian, di halaman gedung pimpinan, terdapat banyak orang berserakan, itu adalah semua penduduk desa Elemen, sepertinya mereka diminta untuk berkumpul.
didepan orang-orang tersebut, terlihat Huyabasa berdiri dengan gagah layaknya seorang pemimpin, di samping kanan Hikaru berdiri mendampingi, di samping kiri Hikasa tersenyum ramah.
“ baiklah para penduduk ku, aku akan pergi meninggalkan desa Elemen.. aku akan mencari kekuatan.. aku ingin mengejar perdamaian.. aku percaya, dengan kekuatan kita bisa mencapai perdamaian.. aku tidak akan membiarkan orang-orang diluar desa kita menderita.. aku akan membuat perubahan pada dunia ini.. darah yang tumpah, air mata yang berlinang.. jeritan maupun tangis.. aku ingin menghentikan semua itu, perubahan akan tercipta hanya dengan kekuatan.. perang terus terjadi antara desa besar.. penindasan dan pembantaian mereka lakukan pada desa kecil, tapi, aku yakin mereka mulai mengakui keberadaan kita.. desa kecil yang disegani karena aku mampu menguasai lima elemen sekaligus.. kekuatan terbukti mampu mengendalikan rasa takut mereka, sampai sekarang mereka belum berani menyerang kita.! ” ucap Huyabasa keras penuh penghayatan.
“ hebat..! ”
“ pimpinan yang terbaik..! ”
“ pendiri desa luar biasa.! ”
“ kami akan selalu mendukung mu.! ”
setelah itu para penduduk bersorak sorai, mereka terlihat bahagia.
Huyabasa tersenyum menatap itu, lalu terlihat serius, “ oleh karena itu, aku akan menentukan siapa pengganti ku.. aku yakin kalian sudah tahu tentang ini..! ” ucapnya keras.
“ Hikaru..!! ”
“ Hikasa..!! ”
“ penguasa petir.!! ”
“ penguasa api.!! ”
dari yang terlihat, Hikasa dan Hikaru memiliki pendukung sama banyaknya, beberapa saat kemudian mereka mulai berpisah menjadi dua kubu.
“ apa.?! ” Hikasa terkejut melihat penduduk yang menjadi dua kubu.
“ kenapa jadi seperti ini.?! ” Hikaru kebingungan.
Huyabasa menatap penduduknya yang terbelah dua, “ sejak kapan penduduk ku menjadi terpecah seperti ini.? ” batinnya serius.
“ Hikasa..!! ”
“ ya, dia lebih pantas.! ”
“ dia adalah anak tertua, dia memiliki hak sepenuhnya.! ”
pendukung Hikasa berteriak.
“ Hikaru..!! ”
“ ya, dia lebih baik.! ”
“ dia juga kuat.! ”
pendukung Hikaru membalas, jumlahnya setara dengan pendukung Hikasa.
__ADS_1
“ ini menjadi rumit.! ” batin Hikasa terlihat kesal.
“ jika akhirnya seperti ini, seharusnya dari awal aku menyerahkan ini pada kakak. ” batin Hikaru.
Huyabasa memandang para penduduk serius, lalu melirik Hikasa, “ Hikasa memang lebih bijaksana, dia juga anak tertua, tapi.. ” batinnya kemudian melirik Hikaru, “ Hikaru lebih menginginkan posisi ini.. dia kuat dan tegas.. jika aku menyerahkan posisi ini pada Hikasa, aku takut Hikaru berpikir bahwa aku meremehkannya.. bagaimanapun Hikasa senang jika Hikaru menjadi pimpinan.. ” batinnya.
Huyabasa memandang penduduk dengan serius, “ baiklah, aku akan mengumumkan siapa yang akan menggantikan ku.. ! ” teriaknya, penduduk desa menjadi hening.
greb..
Huyabasa mengangkat tangan Hikaru keatas, “ mulai sekarang, Hikaru yang menggantikan ku menjadi pemimpin desa Elemen.!! ” teriaknya.
“ eh.?! ” Hikaru terkejut dan menatap Huyabasa, “ ayah.?! ” ucapnya.
“ aku harap kau bisa menjadi pimpinan yang baik. ” ucap Huyabasa menatap Hikaru.
“ tentu, aku akan menjadi pimpinan yang baik, ayah. ” ucap Hikaru tersenyum hangat.
“ jika kau mengecewakan kami, aku akan meminta Hikari untuk menjadi pimpinan.. ” ucap Hikasa tersenyum lembut. “ hehehe. ” lalu tertawa kecil.
“ tenang saja kakak, aku tidak akan mengecewakan mu.! ” Hikaru tersenyum hangat.
“ bagus, penguasa api menjadi pimpinan.! ”
“ sudah kuduga, Hikaru memang lebih baik.! ”
“ ya, dia pantas memimpin desa Elemen.! ”
mendengar ucapan Huyabasa, para pendukung Hikaru semangat dan bersorak.
“ apa-apaan ini.?”
“ bukankah penguasa petir lebih bijaksana.? ”
“ kau benar, dia anak tertua, dia lebih pantas. ”
disisi lain, para pendukung Hikasa terlihat tidak terima, mereka bersuara pelan, namun Huyabasa dan dua anaknya mendengar itu.
Huyabasa menatap pendukung Hikasa, “ ada apa? kenapa kalian tidak terima? Hikaru dan Hikasa sama-sama anakku, keduanya sama-sama bisa ku percaya. ” ucapnya.
mendengar itu, semua pendukung Hikasa terdiam, tidak ada yang menjawab, suasana menjadi hening.
Tap.. Tap..
sampai muncul seorang laki-laki dari gerombolan pendukung Hikasa, dia berdiri menatap Huyabasa.
“ keduanya memang bisa kau percaya, tapi tidak dengan kami.. Hikasa lebih bijaksana, dia lebih pantas.. ” ucap pria itu, “ jika Hikaru memimpin saat kau sudah pergi, kami tidak tahu apa yang akan terjadi. ” dia adalah Serano yang memiliki rambut pendek berwarna coklat.
Hikasa menatap tajam Serano, “ cih.! ” dia kesal dan terlihat curiga.
Huyabasa menatap Serano, “ jadi, kau ingin seperti apa? jika Hikasa menjadi pimpinan, yang lainnya tidak akan terima.. ” ucapnya menoleh pendukung Hikaru.
“ aku memberi usul, bagaimana jika mereka berdua bertarung, pemenangnya akan menjadi pimpinan.. ” ucap Serano serius.
“ bertarung.?! ” Huyabasa, Hikasa dan Hikaru terkejut.
__ADS_1
“ ya. ” jawab Serano, kemudian menundukkan kepala, terlihat dia tersenyum kematian dengan gigi-gigi yang runcing. namun, tidak ada yang menyadari itu karena Serano menunduk, termasuk Huyabasa dan dua anaknya.
Hikasa menatap curiga Serano yang menunduk, “ siapa... sebenarnya orang ini.? "