SINAM

SINAM
Kebenaran Hikasa {4}


__ADS_3

“ jadi kau.. Pewaris Tujuh Kekuatan Ibils.. ” ucap Hikasa menatap Serano tidak percaya.


Serano tersenyum jahat, “ tidak, aku bukan Pewaris Kekuatan Iblis. ” ucapnya.


“ luka di perutmu sudah sembuh total, itu sudah cukup menjadi bukti bahwa kau bukan manusia.. ” ucap Hikasa serius.


“ manusia? hahaha.. ” Serano tertawa remeh, “ jangan samakan aku dengan makhluk rendahan seperti kalian. ” lanjutnya.


“ cih.! ” Hikasa terlihat kesal.


“ aku bukan Pewaris Kekuatan Iblis, tapi aku Iblis sepenuhnya.. ” Serano menyeringai, giginya terlihat menakutkan.


“ apa maksud mu? bukankah hanya tersisa tujuh Iblis, dan itu menyatu pada tubuh manusia. ” Hikasa terlihat bingung.


“ kau salah, aku adalah Iblis yang berhasil lolos dari Shakayama Nogo serta sahabatnya yang merupakan pimpinan Klan Taro saat itu. ” ucap Serano serius.


“ Shakayama Nogo.?! ” Hikasa terkejut, “ jika kau memang benar Iblis, kenapa kau berada di sini? apa tujuan mu.? ” tanya Hikasa.


“ tujuan ku, ya. ” Serano tersenyum jahat, “ sepertinya aku ingin menghancurkan desa ini. ”


“ apa.?! ” Hikasa terlihat kesal, “ kalau begitu, akan ku habisi kau.! ”


Tap...


Hikasa melesat sambil menarik pedang, kemudian mengarahkan tebasan kearah Serano.


Tap..


Serano melompat ke atap perumahan untuk menghindar, berdiri menatap Serano dengan tajam, bulan purnama di belakangnya membuatnya terlihat menakutkan, matanya bersinar terang.


Hikasa terlihat kesal, “ cih.! ”


Serano menatap Hikasa tajam, “ saat ini, aku tidak bisa menandingi mu, petarung dari Klan Taro itu menyegel sebagian besar kekuatan ku dengan pedangnya yang merepotkan. ” ucapnya.


Hikasa menatap Serano dengan tajam, “ kenapa kau ingin menghancurkan desa Elemen? aku yakin bukan hanya untuk bersenang-senang. ” ucapnya.


“ bukan kewajiban bagiku untuk menjawab pertanyaan mu, tapi baiklah, akan ku beri tahu sedikit. ” ucap Serano, “ aku ingin membuat Huyabasa Nogo menderita dan mengerti apa itu kebencian.. ” lanjutnya.


“ membuat ayah menderita.?! ” Hikasa terkejut, “ apa untungnya bagimu.? ”


“ untungnya, ya.. ” Serano terlihat berpikir, “ soal itu takkan ku beri tahu. ” lalu tersenyum jahat sambil menjulurkan lidah.


setelah itu, suasana menjadi hening, angin malam berhembus menerpa rambut Hikasa dan Serano.


“ sebenarnya.. apa tujuan orang ini.? ” batin Hikasa serius.


“ Huyabasa Nogo selalu berkata tentang perdamaian, tapi dia hanyalah sampah yang tidak tahu apa-apa, orang yang dari awal sudah dianugerahi dengan kekuatan seperti dia tidak akan pernah mengerti. ” ucap Serano penuh kebencian.


“ apa maksudmu.?! ” Hikasa menatap tajam.


“ Hikasa, apa kau tahu alasan kenapa orang terus bertarung, berperang serta menindas yang lemah.? ” tanya Serano serius.


“ untuk memperluas kekuasaan. ” jawab Hikasa.


“ memperluas kekuasaan? hehehe, ternyata manusia memang makhluk yang serakah, ya. ” Serano tertawa kecil, “ mungkin yang kau katakan benar, tapi ada alasan yang lebih menarik... yaitu kebencian..” kemudian tersenyum jahat.


“ kebencian..? ” Hikasa tertegun.


“ benar, kebencian.. cinta dan kebencian mustahil dipisahkan, ketika kau menyayangi seseorang, kau akan membenci orang yang ingin melukai orang itu.. kita hidup di dunia petarung, saling membunuh sudah menjadi hal wajar. ” jelas Serano, “ orang yang kehilangan cintanya.. tanpa sadar menerima kebencian masuk kedalam hatinya.. balas dendam adalah simbol dari orang yang hatinya penuh luka.. kemudian mencari kekuatan hingga akhirnya bertarung, dari pertarungan individu menjadi pertarungan kelompok yang disebut peperangan.. darah terus mengalir bersama kebencian yang semakin luas.. dunia ini akan semakin membusuk. ” dia terlihat mencekam.


Hikasa terlihat serius, “ kau berkata bahwa kau adalah Iblis, tapi kau berbicara seolah kau tahu segalanya tentang manusia. ” ucapnya.


“ aku hidup sudah ratusan tahun, era Shakayama.. lalu Asano dan Asato anak kembar Shakayama.. pertarungan Izuno Taro dan Aizawa Nogo.. aku sudah lama mengamati manusia dan tahu banyak hal tentang kalian.. ”

__ADS_1


“ manusia memiliki cinta yang membuat bahagia.. lalu bisa membenci karena kehilangan cinta.. ” ucap Hikasa, “ manusia berbeda dengan makhluk lainnya, kami memiliki perasaan.. jika tidak memiliki perasaan berarti bukan manusia. ”


“ ya, ya, kau benar.. itulah yang membuat manusia jadi menarik. ” Serano tersenyum jahat.


“ tidak bisa dipungkiri, kami makhluk yang paling menjijikkan, cara pandang kami beragam, terkadang ingin melukai tapi tidak ingin di lukai.. hehehe, menyedihkan bukan.? ” ucap Hikasa, “ tapi, ada yang tidak kau tahu tentang kami.. ”


“ apa itu.? ” tanya Serano.


“ manusia bisa merasakan sakit orang lain. ” Hikasa tersenyum.


“ cih.. ” Serano terlihat kesal, “ kata-kata indah mu tidak lebih dari sebuah omong kosong. ”


Hikasa menatap Serano tajam, terlihat cahaya bulan terpantul dimatanya, “ kau bilang ingin membuat ayah menderita, tapi kenapa harus dia.? ” dia bertanya.


“ sederhana, dia sangat mirip dengan Shakayama Nogo.. ” jawab Serano, “ dia menguasai kelima elemen sekaligus, dia juga berasal dari Klan Nogo.. itu yang membuatku memilih dia. ”


“ memilih dia? untuk apa.?! ” Hikasa serius.


“ dia selalu berbicara tentang perdamaian, tapi sebelum itu dia tidak pernah merasakan kehilangan, hidupnya sesuai dengan yang dia inginkan.. aku ingin menggelapkan hatinya dengan kebencian karena penderitaan. ” jawab Serano.


“ setelah itu tercapai, apa yang akan kau lakukan.? ” Hikasa terlihat mencekam.


“ banyak hal yang tidak kau ketahui, Hikasa.. tapi aku juga tidak akan memberi tahu mu alasan ku... intinya.. ” Serano menyeringai, “ aku ingin menghancurkan manusia.. ” lanjutnya.


“ menghancurkan manusia.. ? ” Hikasa terlihat kesal. “ jangan bercanda.! ”


Tap..


Hikasa melompat ke atas, dia berdiri di atap rumah depan Serano.


Bzcipcipbzcip...


Hikasa mengalirkan elemen listrik di pedangnya, dia bersiap maju.


Wusshh..


Zrasshh..


detik berikutnya, darah menetes membasahi atap rumah, disitu terlihat Serano terluka dengan sebelah tangannya yang putus, saat ini keduanya saling membelakangi.


Bukk..


tangan Serano yang putus melayang tinggi, lalu jatuh ke bumi.


Serano melirik ke belakang, “ cih. ” dia terlihat kesal.


Hikasa membalikkan badan, lalu mengarahkan tebasan sambil melompat.


Traang..


Serano melompat mundur untuk menghindar, kini dia sudah berada di atap rumah yang berbeda dari tempat Hikasa berada, sementara serangan Hikasa menghancurkan atap.


Hikasa menatap atap rumah yang hancur, “ sial.! ” dia terlihat kesal.


Serano menatap tangannya yang kembali tumbuh, lalu menatap Hikasa, “ sudah aku katakan aku tidak bisa mengalahkan mu saat ini.. kita akan bertarung suatu saat nanti, itupun jika kau bisa mengalahkan Hikaru.. ” dia tersenyum jahat.


“ jangan berbicara seenaknya, aku tidak akan bertarung dengan adikku sendiri.! ” teriak Hikasa.


“ benarkah, kita lihat saja nanti. ” ucap Serano, “ aku akan tetap disini sampai desa ini hancur.. aku akan membuat mu bertarung dengan Hikaru, melakukan pertarungan mematikan dengan saudara sendiri, aku yakin itu sangat menarik. ” dia tersenyum jahat.


Bzcipcipbzcip..


Hikasa terlihat geram, dia mengadu giginya hingga bergetar, lalu mengaliri Shaka ke seluruh tubuhnya.

__ADS_1


“ akan ku akhiri disini.! ” ucap Hikasa.


“ jadi kau akan menghabisi ku, ya.. apa kau tidak takut melukai para pendu.. ”


Craakhh..


belum selesai Serano berbicara, Hikasa sudah membelah perutnya menjadi dua, tubuh bagian kanan Serano hancur dan penuh darah.


“ akh..! ” Serano kesakitan.


Tap..


Serano melompat mundur, dia melayang di udara, “ kau benar-benar cepat Hikasa.. ” ucapnya sambil tersenyum, perlahan tubuhnya mulai tumbuh kembali.


“ regenerasi tubuhnya benar-benar cepat, jadi ini Iblis yang sesungguhnya. ” Hikasa terlihat kesal.


“ aku tidak berniat bertarung melawan mu, Hikasa.. sebagian besar kekuatan telah tersegel. ” Serano mulai menjauh.


“ percuma kau lari, aku akan terus mencari mu, aku akan membunuhmu jika kita bertemu lagi. ” teriak Hikasa.


“ benarkah.? ” Serano tersenyum jahat, perlahan tubuhnya berubah menjadi sosok pria, itu adalah sosok Shoi yang telah terbunuh, “ walaupun saat ini kekuatan bertarung ku buruk, tapi penyamaran ku sangat baik.. aku bisa menjadi orang yang telah ku bunuh. ”


“ apa? Shoi.?! ” Hikasa terkejut, “ jadi selama ini kau menjadi sosok orang yang telah kau bunuh.?! ”


“ benar, aku mencicipi darahnya agar bisa menjadi sosok orang itu, ini merupakan keahlian ku. ” Serano menyeringai.


Hikasa terlihat kesal, “ aku terlalu meremehkan dia. ” batinnya.


“ Hikasa, aku akan memulai rencana ku dengan memecah penduduk desa ini, lihatlah, sebentar lagi semua orang akan penuh kebencian, hingga akhirnya saling membunuh.. cepat atau lambat kau dan Hikaru akan saling bunuh.. ” ucap Serano lalu melompat ke bawah, kemudian berlari kearah entah kemana.


“ takkan ku biarkan.! ” Hikasa melemparkan pedangnya yang dialiri listrik kearah Serano yang sudah jauh.


Wusshh.


pedang Hikasa melesat cepat, cahaya listrik tersebut terlihat indah di kegelapan malam.


Serano menoleh pedang Hikasa, “ cepat sekali.! ”


Cep..


pedang Hikasa menancap di perut Serano, namun Serano terus berlari entah kemana.


Tap.. Tap...


Hikasa mengejar Serano, dia berlompatan di atas perumahan, namun dia sudah tidak melihat Serano.


Hikasa menghentikan dengan wajah kesal, “ sial, aku kehilangan dia.! ” ucapnya.


Keesokannya harinya..


Hikasa berjalan kesuatu ruangan, itu adalah ruang pimpinan tempat Hikaru berada, kebetulan Hikaru hanya sendiri di tempat itu.


“ Hikaru, ada yang ingin ku sampaikan padamu. ” Hikasa membuka cerita.


“ ada yang ingin memecah belah desa, bukankah begitu.? ” sahut Hikaru.


Hikasa terkejut, “ kau.. sudah mengetahuinya.? ”


Hikaru terlihat serius, “ tadi malam ada yang mencoba membunuhku, tapi aku berhasil selamat, orang itu berkata bahwa kau yang yang menyuruhnya padahal aku belum bertanya.. ” ucapnya, “ orang itu benar-benar lucu, sepertinya mereka para pendukung mu, kakak..”


“ begitu, ya.. kalau begitu kita harus lebih hati-hati, Hikaru. ” ucap Hikasa.


“ ya. ” Hikaru tersenyum.

__ADS_1


“ bagaimana dengan Hikari? aku tidak melihatnya semenjak ayah pergi. ” Hikasa bertanya.


“ setelah ayah pergi, dia dan pasukannya menjaga area perbatasan, biar bagaimanapun saat ini pasti banyak musuh yang ingin menyusup.. sebagai ketua pertahanan dia harus lebih bekerja keras.. ini demi keselamatan desa. ” jawab Hikaru serius.


__ADS_2