
Ctaang..
Ryugu mengeluarkan sabit untuk menahan tebasan Gouta, keduanya saling dorong.
Gouta tersenyum remeh sambil mendorong Ryugu, “ boleh juga, ternyata kau tipe petarung yang menggunakan senjata sabit. ” ucapnya.
Ryugu terlihat tenang, dia mendorong balik Gouta dengan wajah datar.
Sreek..
Gouta terdorong, “apa.?! ” dia terkejut.
Sring..
Gouta menarik satu pedang lagi, kemudian mengarahkan tebasan ke arah Ryugu yang masih menahan pedang Gouta yang lain.
Tap..
Ryugu melompat mundur untuk menghindar, keduanya kembali menjaga jarak.
“ sampai kapan kau terus menghindar? keluarkan kemampuan dan hadapi aku.!! ” Gouta terlihat kesal.
Ryugu menatap datar Gouta, “ memangnya apa alasan ku sehingga harus menghadapi mu.? ” ucapnya datar.
“ kau menerima pertarungan ini, itu sudah cukup menjadi alasan. ” Gouta terlihat kesal, “ tapi baiklah, aku akan memaksamu untuk menghadapi ku. ” kemudian tersenyum jahat.
Deiki menoleh kearah Ryugu dari atas, “ Ryugu, ya.. dia hanya akan menyerang balik ketika tubuhnya mengeluarkan darah, intinya dia tidak akan melukai sebelum di lukai. ” batinnya.
dari sisi lainnya, para pimpinan empat desa besar sedang menonton dengan serius, sesekali mereka juga bersuara.
Ikumo menoleh Mikami Sato, “ desa Yama memang memiliki banyak anak yang menarik, tapi anak yang bernama Ryugu itu kurang beruntung, dia menghadapi Gouta. ” ucapnya.
“ benarkah.? ” tanya Mikami, “ memangnya apa yang bisa dilakukan anak itu, aku hanya melihat dia menggunakan pedang dari tadi. ” ucapnya remeh.
“ itu hanya pemanasan, sebentar lagi Gouta akan mengeluarkan Jurusnya. ” jawab Ikumo, “ aku tahu karena aku sendiri yang mengajarkan Jurus kepadanya. ” lanjutnya.
“ begitu, ya.. tidak ku sangka mantan Pimpinan Sanji mengambil murid. ” ucap Mikami.
“ ya, itu karena dia memiliki Shaka besar dan hebat mengendalikannya. ” ucap Ikumo.
“ jangan sombong dulu kakak, anak dari Yama itu juga terlihat belum serius.” Komuki sang pimpinan Sanji membuka suara, dia melirik Ikumo.
Ikumo menoleh Komuki, “ benar juga, kita tidak bisa menilai sampai pertarungan selesai. ” ucapnya sambil menatap arena pertarungan.
Ctaang.. Ctiing..
Gouta terus menyerang dengan tebasan dua pedang, sementara Ryugu menangkis dengan dua sabitnya, sesekali percikan api muncul dari gesekan senjata tersebut.
Ctaang..
Gouta dan Ryugu bertemu di udara sambil melesatkan serangan, lalu mendarat dengan posisi saling membelakangi.
Gouta terlihat kesal, “ sial, semua seranganku berhasil di tepisnya. ” batinnya lalu membalikkan badan menatap Ryugu, “ lalu.. apa-apaan tatapannya itu, dia benar-benar menyebalkan.! ”
Ryugu menatap datar Gouta, dia terlihat tenang dengan dua sabit di tangannya.
“ baiklah, akan ku paksa kau untuk serius.! ” teriak Gouta.
Tap..
Gouta menyarungkan satu pedangnya, lalu melompat tinggi keatas.
“ Jurus Sepuluh Bayangan Pedang.! ” ucap Gouta sambil memainkan pedangnya tersebut.
Csss..
detik selanjutnya, muncul cahaya hijau berbentuk pedang berjumlah sepuluh di depan Gouta, ujung pedang Shaka tersebut menuju kearah Ryugu.
Gouta mengangkat pedangnya keatas, “ maju.! ” teriaknya sambil menjatuhkan pedangnya, saat ini dia masih di udara.
Wusshh..
sepuluh pedang yang terbentuk dari Shaka hijau tersebut melesat kearah Ryugu.
Deiki terkejut menatap Gouta, “ dia sudah mampu menggunakan Jurus.?! ” batinnya.
beralih ke para pimpinan, Judoro pimpinan Arkan terkejut melihat Gouta, “ Jurus itu.?! ” ucapnya.
“ sama seperti yang digunakan mantan pimpinan Sanji saat bertarung menghadapi Penguasa Air sembilan tahun yang lalu. ” sahut Mikami.
Ikumo tersenyum, “ ya, itu sama dengan teknik ku, bedanya hanya dia masih dengan jumlah yang kecil, Shakanya belum cukup untuk mengimbangi ku.. ” ucapnya.
__ADS_1
Judoro melirik Ikumo, “ benar jika Ikumo mampu menggunakan Jurus seperti itu dengan jumlah ribuan maupun jutaan, tapi fakta bahwa Jurus itu tidak bisa menembus pertahanan Hikari sang Penguasa Air tidak bisa di ubah. ” lalu tersenyum.
Ikumo melirik Judoro kesal, sementara Mikami melirik Judoro datar.
Tap..
Boomm..
Ryugu menghindari serangan Gouta dengan melompat ke samping, pedang Shaka hijau pertama menghancurkan dinding, asap mulai mengepul.
wasit terkejut melihat dampak serangan Gouta, “ hebat, jika Ryugu kena bisa bahaya. ” batinnya, “ pedang Shaka tidak memiliki bentuk fisik, jadi tidak bisa ditahan Ryugu dengan sabit, paling tidak dia harus menahan serangan Gouta dengan mengalirkan Shaka ke sabitnya. ”
*Booomm...
Boomm*..
serangan Gouta terus menghancurkan dinding, kepulan debu semakin tebal, sementara Ryugu berhasil menghindar dengan berlompatan kesana kemari.
“ cih. ” Gouta terlihat kesal, lalu melihat pedang Shakanya tinggal empat, “ baiklah, akan ku akhiri.!! ” teriaknya.
Wusshh..
keempat pedang Shaka tersebut melesat bersamaan kearah Ryugu, dan itu sangat cepat.
“ cepat sekali.?! ” wasit terkejut.
Ryugu baru saja mendarat di bumi, dia menatap serangan Gouta yang semakin mendekat, perlahan matanya melebar.
wasit menatap Ryugu dengan khawatir, “ gawat.! ” batinnya.
Tap..
Ryugu melompat keatas, dia melirik ke belakang dan tempat dia berpijak sebelumnya langsung hancur terkena serangan Gouta, kemudian dia menoleh ke depan dan langsung di sambut pedang Shaka Gouta yang siap menusuk, ini adalah pedang Shaka terakhir.
Gouta tersenyum jahat, “ kena kau.! ” ucapnya.
Csss..
Ryugu mencoba menghindar, namun pakaiannya sobek di bagian perut, terkikis sedikit.
“ apa? di hindari.?! ” Gouta terlihat sangat kesal.
Tap..
wasit menatap Ryugu tidak percaya, “ semuanya.. dihindari..? ” batinnya.
Deiki, Sinam dan yang lainnya tercengang melihat itu, seolah tidak percaya semua serangan itu di hindari Ryugu.
“ cepat sekali.? ” ucap Deiki.
“ jika aku di posisi dia, mungkin aku sudah berakhir. ” ucap Takeshi.
Tes..
bulir darah menetes dan jatuh ke tanah, tepatnya di dekat kaki Ryugu.
Ryugu menoleh tetesan darah tersebut, kemudian memegang perutnya yang terkikis serangan Gouta, lalu menatap telapak tangannya yang ternyata berdarah.
Ryugu awalnya terlihat tenang, namun perlahan raut wajahnya berubah setelah menatap darah di telapak tangannya itu, dia terlihat ketakutan.
“ Aaaaakkhh..!!! ” Ryugu berteriak histeris, suaranya menggema di arena.
“ kenapa dia.?! ”
“ apa yang terjadi.?! ”
semua penonton kebingungan dan bertanya-tanya.
Gouta kebingungan, “ ada apa dengannya.? ” gumamnya menatap Ryugu.
“ kenapa? mungkinkah lukanya cukup parah.?! ” wasit menatap Ryugu.
Aozora terlihat ketakutan memandang arena, “ gawat, dia hilang kendali.! ” ucapnya.
Buukk..
kedua lutut Ryugu jatuh ke tanah, dia menatap darah di telapak tangannya dengan wajah ketakutan.
“ hosh.. hosh..! ” nafas Ryugu tidak beraturan.
Sraakk..
__ADS_1
Ryugu mengusap darah di telapak tangannya ke wajahnya, matanya terlihat mengintip dari sela-sela jarinya, terlihat begitu tajam.
“ ku bunuh kau.! ” ucap Ryugu dengan wajah mencekam, dia menatap Gouta.
Deg..
Gouta tersentak menatap Ryugu, dia seperti ketakutan.
Gouta menelan ludah, “ tatapannya.. penuh dengan nafsu membunuh. ” batinnya.
wasit tercengang menatap Ryugu, “ aura yang begitu mencekam.. ” batinnya.
Greb..
Ryugu melemparkan kedua sabitnya ke atas, lalu melompat dan menangkapnya di udara.
Tap..
Ryugu mendarat di bumi, lalu memain mainkan dua sabitnya, perlahan darah muncul dan melebar mengikuti pergerakan sabit tersebut.
“ Sabit Darah, Tarian Darah Pencabik.! ” ucapnya dingin.
Zuoorr..
kedua sabit tersebut masih di tangan Ryugu yang masih diam ditempat, namun darah yang menyelubungi sabit tersebut melesat kearah Gouta, terlihat menari-nari dengan tajam dan tipis bersama tekanan udara yang meningkat.
Gouta terkejut, “ apa? dia menggunakan Jurus dengan darah.?! ” batinnya ketakutan menatap serangan Ryugu.
“ darah.? ” wasit tercengang dan melompat untuk menjauh, “ jangan-jangan.. ” batinnya.
“ Hiaaa.!! ” Gouta berteriak, melompat keatas sambil memainkan pedangnya, dia seolah menguatkan diri.
“ Jurus Sepuluh Bayangan Pedang.! ” ucap Gouta.
Csss..
detik selanjutnya, muncul sepuluh Pedang Shaka berwarna hijau sama seperti sebelumnya, kemudian pedang Shaka tersebut melesat kearah serangan Ryugu yang semakin mendekat.
“ aku akan mengalahkan mu.! ” Gouta terlihat bersemangat, sepertinya rasa takutnya sudah menghilang.
wasit menoleh kearah serangan Ryugu, kemudian menatap sepuluh pedang Shaka milik Gouta, keduanya hampir bertemu.
“ mereka beradu Jurus? kalau begitu aku harus siap dengan dampaknya.!! ” dia terlihat waspada.
Zuooorr..
serangan Ryugu dan Gouta beradu, ledakan dahsyat terjadi bersama tekanan udara panas yang menghempaskan, debu beterbangan dan asap mengepul.
wasit menutupi pandangannya dari debu, “ sangat menakjubkan, petarung tahun ini benar-benar luar biasa. ” batinnya.
Gouta memandang debu yang menggumpal, “ apa aku berhasil menahan serangannya.? ” batinnya.
Wusshh..
Tiba-tiba serangan darah milik Ryugu menembus dan muncul dari dalam gumpalan debu, dan menuju kearah Gouta walau mulai melemah.
“ apa.?! ” Gouta terkejut.
Tap..
dari atas, Tiba-tiba Ryugu muncul sambil tersenyum jahat, dia mengarahkan kedua sabitnya kearah Gouta, darah tipis mengikuti pergerakan sabitnya.
“ matilah kau.!! ” teriak Ryugu terlihat mencekam.
Gouta menoleh keatas dan terkejut, “ bagaimana bisa dia sudah disini.? ” batinnya lalu menoleh serangan darah didepannya yang semakin mendekat. “ tidak ada pilihan lain.! ”
Gouta memainkan dua pedang di tangannya dengan cepat, bergerak indah mengelilingi tubuhnya, perlahan gerakan pedang tersebut membentuk sinar berwarna hijau melingkar yang siap melindungi.
“ Jurus Pedang, Lingkaran Pedang Shaka.! ” teriak Gouta.
wasit menoleh Gouta terkejut, “ dia masih punya Jurus.?! ” batinnya.
Blarr..
serangan darah Ryugu bergesekan dengan pertahanan Gouta yang berwarna hijau, namun darah pencabik milik Ryugu hancur setelah bergesekan cukup lama dengan pertahanan Gouta.
Ctang..
detik selanjutnya, Ryugu yang berada di atas melepaskan tebasan sabit kearah pertahanan Gouta, namun dia malah terpental.
Tap..
__ADS_1
Ryugu berhasil mengembalikan keseimbangan, lalu mendarat dengan cantik, terlihat dia tersenyum jahat.
“ hosh.. hosh.. ” disisi lain, Gouta terlihat kelelahan dan mengatur nafas, Jurus yang melindunginya sudah menghilang.