SINAM

SINAM
Amukan Ryugu


__ADS_3

dari kejauhan, tepatnya di tengah-tengah hutan yang berantakan, terlihat bumi hancur dan membentuk lubang yang cukup luas, didalam lubang tersebut terlihat dua orang saling berhadapan, itu adalah Ryugu dan Satoru, sementara Sinam berada di tepi lubang tersebut.


Ryugu menatap Satoru datar, dia melihat luka Satoru yang sudah di jahit dan darah tidak mengalir lagi, “ begitu, ya.. dia mampu mereda pendarahannya. ” gumamnya pelan.


Satoru menatap lukanya, lalu menatap Ryugu sambil tersenyum jahat, “ memang mustahil ada anak seusia mu dengan kekuatan seperti ini, aku akan memaksa mu mengeluarkan semua kekuatan mu. ” ucapnya.


Sinam memandang Ryugu dan Satoru dari kejauhan, dia terlihat kesal, “ apa yang harus kulakukan? jika aku membantu hanya akan menjadi beban Ryugu.. ” dia mengadu giginya, “ aku pikir selama ini aku sudah bertambah kuat, tapi ternyata dunia Petarung dipenuhi orang-orang yang kekuatannya tidak masuk akal.. sial, aku terlalu lemah.! ”


Sriing..


Satoru bersiap dengan kedua pedangnya yang saling dihubungkan rantai besi di gagangnya, “ baiklah, aku datang..! ” ucapnya sambil melompat tinggi keatas Ryugu.


Ryugu menoleh keatas, disitu terlihat Satoru bersiap menyerang dengan kedua pedang.


Ryugu bersiap dengan kedua sabit berukuran besar, wajahnya terlihat datar.


Ctaang..


Satoru mengarahkan tebasan membelah kearah Ryugu dengan pedang tangan kanan, Ryugu menangkis dengan sabit tangan kanan, percikan api tercipta.


Tap..


Ryugu membalas dengan tebasan sabit tangan kiri, namun Satoru menginjak permukaan sabit itu menghindar dan melompat.


Satoru tersenyum jahat, “ terlalu mudah. ” batinnya.


saat ini, Satoru berada di atas Ryugu, tubuhnya kembali di tarik gravitasi bumi, disaat itu dia mengarahkan tebasan menyilang dengan dua pedang.


“ matilah.! ” teriak Satoru.


Ctaang..


sekali lagi Ryugu berhasil menangkis dengan sabit tangan kanan, namun tubuhnya sedikit terdorong ke belakang walau dia masih berdiri.


kedua pedang Satoru masih saling menahan dengan sabit Ryugu, disaat itu Ryugu melepaskan tebasan dengan sabit tangan kiri tepat kearah perut Satoru.


“ berakhir.. ” gumam Ryugu datar.


“ cih.! ” Satoru terlihat kesal melirik ujung sabit Ryugu yang terlihat menakutkan.


Traang..


saat ujung sabit Ryugu hampir mengoyak tubuhnya, Satoru sedikit menurunkan kedua tangannya yang menggenggam pedang, itu membuat rantai besi ikut turun dan menahan sabit Ryugu, Satoru terselamatkan.


Tap..


Satoru melompat mundur, menatap Ryugu serius, “ itu tadi.. hampir saja. ” gumamnya, lalu tersenyum jahat.


Sinam memandang pertarungan, dia terkejut melihat kehebatan Ryugu, “ Ryugu.. benar-benar hebat. ” gumamnya.


Wusshh..


Ryugu menatap Satoru datar, lalu melemparkan kedua sabitnya yang melesat kearah Satoru, sabit itu berputar mengelilingi Satoru dengan cepat.


Satoru melirik sabit Ryugu yang mengelilinginya, “ apa yang akan dia lakukan.? ” dia terlihat serius.


“ Jurus Sabit, Lingkaran Kematian. ” ucap Ryugu dingin.


Sraak..


beberapa saat kemudian, sabit yang berputar mengelilingi Satoru mulai diikuti oleh aliran darah, dengan perlahan darah tersebut mengelilingi Satoru dengan bentuk yang tipis dan tajam.


Satoru melirik sekeliling dengan serius, “ ini.. jadi dia memang menggunakan Jurus dengan darah, tapi.. dari mana darah ini berasal.? ” batinnya, perlahan lingkaran darah itu semakin mendekatinya dan siap membunuh, “ baiklah kalau begitu. ” lanjutnya.


Satoru menarik nafas, “ Jurus Pedang, Irisan Kematian. ” ucapnya sambil melesat cepat.


Zraasshh..


dengan jurusnya, Satoru menghancurkan lingkaran darah yang mengelilinginya, kini dia berada di luar lingkaran darah tersebut yang perlahan menghilang.


Satoru melirik kedua sabit Ryugu yang masih berada di belakangnya, lalu menatap tajam Ryugu yang berada di depannya ” sekarang.! ” dia melesat maju.


Tap.. Tap..


Satoru berlari cepat menuju Ryugu, “ tanpa senjata di tangannya, aku bisa dengan mudah mengalahkannya, dia sama seperti ku, tipe Petarung dengan senjata. ” batinnya tersenyum jahat.


Ryugu menatap datar Satoru, dia memainkan kedua tangannya, kedua sabitnya melesat cepat memburu Satoru dari belakang.


Satoru melirik kebelakang, “ cih, dia bisa dengan mudah mengendalikan senjatanya, tapi.. ” batinnya tersenyum jahat, “ tetap saja akan berakhir. ”


Wushh..


walau masih cukup jauh dengan Ryugu, Satoru melesatkan tebasan kedua pedangnya dengan gaya memotong, kedua ujung pedang tersebut hampir mengenai wajah Ryugu yang langsung menunduk untuk menghindar.

__ADS_1


Ctaang..


detik selanjutnya, Satoru menyilangkan kedua pedangnya di punggungnya tanpa menoleh. benar saja, kedua sabit Ryugu menghantam pedangnya dari belakang.


Buuaakk..


disaat bersamaan, Satoru juga melayangkan tendangan lurus kearah Ryugu yang menunduk, telapak kaki Satoru mendarat dengan telak di wajah Ryugu.


Brraakk..


tubuh Ryugu terhempas jauh, lalu menabrak bumi yang seperti dinding dengan keras, terlihat tanah retak dengan debu yang langsung menyamarkan.


Cep..


kedua sabit Ryugu menancap di tanah, tepatnya di belakang Satoru.


“ Ryugu..!! ” Sinam berteriak, lalu berlari kearah Ryugu yang berada di kejauhan.


Satoru menatap datar kearah gumpalan debu, “ serangan seperti itu tidak mungkin membunuhnya. ” ucapnya.


setelah beberapa saat kemudian, debu mulai hilang, disitu terlihat Ryugu berdiri diantara tanah yang hancur.


Sinam yang sudah cukup dekat, menghentikan langkah dan menatap Ryugu, “ dia, baik-baik saja. ” lalu tersenyum.


Satoru menatap datar Ryugu, “ sesuai dugaan ku, dia baik-baik saja. ” gumamnya lalu tersenyum jahat.


Ryugu berdiri di antara puing-puing, dia menatap datar Satoru.


Tes..


Tiba-tiba darah jatuh ke tanah, tepatnya di dekat kaki Ryugu.


Ryugu menatap darah tersebut cukup lama, namun tetesan darah kembali terjatuh, seketika tatapan matanya menjadi kosong.


tangan Ryugu bergerak memegangi bibirnya, lalu dia melihat telapak tangannya, disitu terlihat banyak darah menempel, itu akibat tendangan Satoru barusan.


“ darah..? ” Ryugu terlihat ketakutan.


“ HIIIIAAAA..!!! ” detik selanjutnya, Ryugu berteriak sekeras-kerasnya, suaranya menggema di lubang tersebut tempat mereka berada.


“ apa yang terjadi.? ” Satoru kebingungan.


“ dia kenapa.? ” Sinam kebingungan menatap Ryugu, “ aku ingat, di Desa Pedang Kembar, Ryugu pernah mengeluarkan darah, seketika dia berperilaku aneh, tidak, lebih tepatnya tidak terkendali. ” batinnya.


beberapa saat berteriak, Ryugu terdiam sejenak, kepalanya tertunduk, matanya tertutup rambutnya yang terurai.


Deg..


Satoru tersentak, dia menatap Ryugu tidak percaya, “ ini.. aura membunuh yang benar-benar kuat.. ” batinnya.


Sriing..


kedua sabit Ryugu yang berada di belakang Satoru mulai bergetar.


Satoru melirik kedua sabit tersebut, lalu menatap Ryugu yang terlihat mulai mengendalikan sabit itu.


“ perilakunya berubah drastis, dia terlihat sangat haus darah. ” batin Satoru serius, “ padahal awalnya aku ingin melihat kekuatan sebenarnya, tapi sepertinya ini terlalu berbahaya, aku harus menyelesaikan ini sebelum kehabisan Shaka. ”


Tap.. Tap..


Satoru melesat cepat kearah Ryugu, dia melirik ke belakang, kedua sabit Ryugu mulai terangkat, lalu mengejarnya dari belakang.


Tap.. Tap..


Ryugu bersiap, lalu tiba-tiba melesat cepat, dia berlari kearah Satoru.


“ matilah, matilah, matilah.!! ” teriak Ryugu dengan wajah mencekam.


setelah melirik ke belakang, Satoru kembali menatap Ryugu yang berlari kearahnya, keduanya saling memburu.


Satoru melirik ke belakang, terlihat kedua sabit Ryugu sudah mendekatinya, dia terlihat kesal.


“ mengganggu saja.! ” teriak Satoru.


Ctaang..


Satoru melemparkan kedua pedangnya yang langsung bertabrakan dengan sabit Ryugu, setelah itu senjata tersebut tergeletak di tanah.


Craakhh..


Satoru menoleh ke arah Ryugu, namun dia langsung disambut dengan cengkraman tangan Ryugu, bahu Satoru sobek dan mengeluarkan darah.


“ cih. ” Satoru terlihat kesal.

__ADS_1


Buuaakk..


Satoru membalas dengan melesatkan tendangan kaki kanan ke arah leher Ryugu, namun kakinya terhenti saat sedikit lagi menghantam Ryugu yang ternyata menahan dengan tangan kanannya.


Satoru melirik tajam Ryugu, tiba-tiba dia tersentak, dia melihat mulut Ryugu penuh darah seperti memakan sesuatu.


“ kau.. jangan-jangan.. ” Satoru terlihat penuh amarah, lalu melirik bahunya yang sobek mengeluarkan darah, “ beraninya kau memakan daging ku, dasar Iblis.!! ” teriaknya.


Buuaakk..


Satoru melayangkan tinju ke arah Ryugu yang juga melepaskan tinju, keduanya beradu pukulan, gelombang udara menghempaskan debu.


Sraak..


keduanya terdorong mundur, namun Ryugu terdorong lebih jauh.


Tap.. Tap..


Satoru kembali memburu Ryugu, dia terlihat sangat kesal.


Satoru melayangkan tendangan kaki kanan dari samping, Ryugu menunduk dengan cepat, lalu melepaskan tendangan untuk menjegal kaki kiri Satoru.


Tap..


Satoru mengangkat kedua kaki kirinya dan berputar, kini kedua tangannya menempel di tanah.


Boomm..


Satoru menghantam kepala Ryugu yang masih menunduk dengan tendangan kapak kaki kanan, kepala Ryugu masuk ke dalam tanah.


Satoru membenarkan posisi, lalu tersenyum jahat menatap Ryugu, “ sepertinya kau memang bukan manusia, dasar sialan. ” ucapnya.


saat ini, posisi Ryugu benar-benar kacau, kepalanya masuk ke bumi, sementara kakinya berada di atas, dia seolah tidak berdaya.


Braakk..


tiba-tiba Ryugu bergerak, dia mengangkat kepalanya dari timbunan tanah, dia berjongkok menatap Satoru sambil tersenyum jahat, darah di sekujur wajahnya membuatnya terlihat mencekam.


Satoru menatap Ryugu, “ yang benar saja.? ” dia melompat mundur.


Tap..


Satoru mendarat di dekat pedangnya, mengambil pedangnya dan bersiap.


Ryugu menatap Satoru sambil tersenyum jahat, dia masih dalam posisi jongkok, kedua telapak tangannya juga menempel di tanah.


“ ku bunuh kau, ku bunuh kau, ku bunuh kau.!! ” ucap Ryugu seperti haus darah.


Sraak.. Braak..


setelah itu, tanah di sekeliling Ryugu hancur, dari dalamnya muncul belasan benda panjang berwarna merah seperti darah, besar seukuran tubuh manusia dengan ujung runcing, terlihat seperti ekor atau senjata tidak terkalahkan.


“ apa.?! ” Satoru terkejut, “ benda apa ini.?! ”


Sinam tersentak, “ ini..? ” batinnya, ingatannya tentang Ryugu saat mengamuk di Desa Pedang Kembar kembali teringat, “ gawat, Ryugu semakin tidak terkendali. ”


Grooo..


Ryugu berteriak sambil memandang kearah langit, belasan ekor darah di sekelilingnya mulai menari-nari.


“ saat itu, Aozora memeluk Ryugu untuk menghentikannya.. ” batin Sinam, “ tapi, saat ini Aozora tidak ada, jadi aku.. ”


Tap.. Tap..


Sinam berlari mendekati Ryugu.


“ Ryugu, ada apa denganmu? sadarlah..!! ” teriak Sinam.


Braaak..


tanpa menjawab, sehelai ekor darah Ryugu melibas Sinam yang langsung terlempar, lalu tergeletak di tanah.


Sinam tergeletak di tanah, dia memandang Ryugu dengan wajah kesakitan, “ sial, dia tidak mendengarkan ku, sepertinya hanya orang terdekatnya yang bisa menyadarkannya. ” batinnya kesal.


Satoru menoleh Sinam yang terkena serangan ekor darah Ryugu, lalu menatap serius belasan ekor darah tersebut.


“ begitu, ya.. jadi dia benar-benar hilang kesadaran. ” batin Satoru, “ benda itu benar-benar berbahaya, sebaiknya aku mundur. ” ucapnya.


Tap..


Satoru melompat mundur, lalu berlari cepat menjauh dari Ryugu, dia mulai berada di tepi lubang tersebut.


Wusshh..

__ADS_1


tiba-tiba Ryugu mengejar, dia melesat cepat di udara, terlihat belasan ekor darah tersebut menyatu dengan punggungnya.


Satoru melirik ke belakang, “ apa..?! ” dia terkejut.


__ADS_2