SINAM

SINAM
Kekalahan Ryugu


__ADS_3

“ apa.?! ” Satoru terkejut melihat Ryugu yang mengejarnya.


saat ini, Satoru berada di tepi lubang tersebut, dia hampir saja keluar, sementara Ryugu melesat cepat dengan belasan ekor darah yang siap menerkam.


Satoru terlihat serius, “ aku pikir dia hilang kesadaran, tapi ternyata dia masih mengejar ku. ” batinnya.


Tap.. Tap..


dengan sangat cepat, Satoru berlari menjauh dari Ryugu, dia sudah berada di luar lubang tersebut dan menuju hutan yang masih rimbun.


Grooo..


Ryugu berteriak, suaranya terdengar menakutkan, dia melesat cepat membelah angin, belasan ekor darahnya menari-nari di udara.


Sinam mencoba bangkit, dia memandang Ryugu dan Satoru yang sudah meninggalkan lubang tersebut, “ terlalu cepat.. aku tidak mungkin bisa menyusul mereka. ” gumamnya lalu berlari menyusul.


Tap.. Tap..


Satoru terus berlari, langkahnya yang sangat cepat membuat bentuk tubuhnya tidak beraturan, dia tidak terlihat kelelahan.


Satoru melirik ke belakang, disitu terlihat Ryugu terus menyusul, semakin lama jarak diantara mereka semakin terpangkas.


“ benar-benar cepat, dia mampu menyusul ku. ” batin Satoru.


Braak..


Tiba-tiba bumi di bawah Satoru hancur, lalu keluar ekor darah Ryugu yang berujung runcing, siap menusuk Satoru.


Tap..


Satoru mendarat di dahan pohon, “ hampir saja. ” gumamnya menoleh Ryugu yang di belakang, dia berhasil menghindar.


saat ini, Satoru dan Ryugu sudah memasuki hutan yang rimbun, belum terkena dampak pertarungan mereka yang sebelumnya.


Satoru tersenyum tipis memandang kearah pepohonan yang terbentang, “ dengan begini, dia tidak akan bisa bergerak secara leluasa. ” batinnya.


Tap.. Tap..


aksi kejar-kejaran kembali berlanjut, Satoru melompat diantara pepohonan dan arahnya tidak beraturan, sepertinya dia berniat melarikan diri.


Ryugu mencoba mengejar, namun beberapa saat dia berhenti, Satoru tidak terlihat lagi di pandangannya.


Grrooo..


Ryugu berteriak sekeras-kerasnya, terlihat hewan di hutan itu menjauh, burung-burung beterbangan meninggalkan hutan itu.


Sraaakk..


Ryugu memainkan belasan ekor darahnya, ekor itu memanjang dan melibas semua yang ada di hadapannya, pepohonan hancur berantakan rata dengan tanah.


Tap..


Satoru mendarat di dahan pohon, di belakangnya semua pepohonan hancur karena serangan Ryugu barusan, sepertinya dia hampir terkena dampaknya.


Satoru membalikkan badan, menatap kebelakang dengan datar, “ tidak ku sangka jangkauan ekornya sampai sejauh ini. ” gumamnya, “ nah, sekarang apa yang harus ku lakukan.? ” lalu tersenyum jahat.


Ryugu menoleh sekeliling seolah mencari sesuatu, hingga akhirnya pandangannya terhenti kearah Satoru yang berada di kejauhan, dia bersiap dan melompat tinggi ke udara.


Booomm..


Ryugu mendarat di depan Satoru, tanah tempat dia berpijak hancur, debu menyamarkan tubuhnya.


Satoru masih diam ditempat, dia menatap Ryugu datar, “ sepertinya mustahil bisa lari darinya.. ” gumamnya, “ tapi, sebenarnya kekuatan macam apa ini? Iblis Macan Putih, Serigala, Elang, Gagak, Ular, Kalajengking, atau Iblis Kupu-kupu, dilihat dari bentuknya, dia bukan pewaris Kekuatan Iblis. ” batinnya terlihat serius.


Sraak..


Ryugu mengubah posisi menjadi berjongkok, kedua telapak tangannya menempel di tanah, selanjutnya beberapa ekor darahnya melesat cepat memburu Satoru.


Brraakk..

__ADS_1


pohon tempat Satoru berpijak hancur berkeping-keping, kemudian kepulan debu datang menyusul.


Tap..


Satoru mendarat di tempat yang lapang, tidak ada pepohonan lagi karena terkena serangan Ryugu, sepertinya dia sempat melompat untuk menghindari serangan tadi.


Satoru menatap Ryugu, “ mau dilihat dari manapun, dia memang Iblis.. ” batinnya serius, “ apa yang harus ku lakukan? yang aku dengar, Iblis bisa beregenerasi walau sudah terkena tebasan. ”


Satoru memejamkan mata bersama angin yang berhembus, dia mengingat kejadian malam itu, sosok pria berambut putih yang telah melukis luka di pipinya, orang yang sangat dibencinya. orang itu adalah Uhara Denko, tapi Satoru belum mengenal Uhara sampai saat ini.


“ jika orang itu berada di posisi ku, apa yang akan dia lakukan? apa dia akan lari.? ” gumam Satoru dengan mata terpejam, “ tidak, mustahil dia melarikan diri.. jadi, untuk bisa mengalahkannya, aku tidak akan melarikan diri dan melawan keraguan ku, ini adalah janji yang ku ucapkan setelah pembantaian Klan Taro.!! ” lanjutnya meyakinkan, lalu membuka mata.


disisi lain, di sebuah tempat yang tidak terjangkau cahaya, terlihat seorang anak laki-laki sedang tergeletak diantara darah yang menggenang, lebih tepatnya lautan darah, anak itu adalah Ryugu yang saat ini terlihat lemah dengan mata sayup.


“ siapa aku?.... kenapa aku berada di sini.? ” gumam Ryugu terdengar berat, “ sebenarnya... apa tujuan aku dilahirkan.? ” lanjutnya, dia terlihat bosan hidup.


Grooo..


didepan Satoru, Ryugu berteriak keras dengan mata menatap Satoru tajam, belasan ekor darahnya yang runcing siap menusuk.


Sriing..


Satoru terlihat serius, mengeluarkan beberapa pisau, mengaliri pisau tersebut dengan Shaka merahnya, lalu melemparkannya kearah Ryugu.


Craakh..


pisau pisau tersebut menancap di ekor Ryugu yang menjadi tameng, Ryugu memainkan ekornya hingga pisau itu terlepas dan tercampak entah kemana.


Csss..


terlihat jelas setiap luka tusuk dari pisau tersebut kembali sembuh, asap tipis juga muncul menghiasi.


Satoru terlihat serius, “ ternyata memang benar, dia sembuh dengan cepat. ” batinnya.


Ryugu berteriak keras, terlihat bersiap, lalu melesatkan semua ekornya kearah Satoru dengan cepat.


“ cepat sekali.! ” Satoru serius.


Tap..


Satoru menghindar, tempat dia berpijak hancur, debu menggumpal.


Buaakk..


Ryugu terus memburu Satoru dengan ekor darahnya, walau beberapa saat berhasil menghindar, akhirnya Satoru terkena pukulan ekor darah tersebut, dia terhempas jauh.


Buukk..


Satoru menghantam bumi, terpantul beberapa kali, berguling-guling dan akhirnya tergeletak lemah.


Satoru terlihat kesakitan, “ kuat sekali. ” dia terlihat kesal.


Tap..


Ryugu mendarat di depan Satoru yang masih tergeletak, ekornya menari-nari di udara.


Satoru melirik Ryugu yang cukup dekat dengannya, lalu kembali berdiri dan menatap Ryugu.


“ tidak ada pilihan lain, aku akan mencobanya. ” Satoru terlihat serius.


Sriing..


Satoru menarik kedua pedang kebanggaannya dari punggungnya, sepasang pedang yang saling terhubung rantai besi di gagangnya.


Ryugu menatap tajam Satoru, dia terlihat sedikit terganggu melihat Satoru yang menggenggam sepasang pedang itu.


Grroo..


Ryugu berteriak keras kearah Satoru, angin menghembus begitu kencang, seperti meriam udara.

__ADS_1


Sraak..


Satoru terdorong mundur, kedua kakinya mengikis permukaan bumi, namun dia masih dalam posisi berdiri.


Satoru menutup matanya dengan lengannya, “ padahal hanya teriakan, tapi tekanannya sudah seperti ini. ” batinnya mencoba memperkuat keseimbangan.


setelah beberapa saat seperti itu, akhirnya Ryugu berhenti berteriak, dan Satoru bisa mengambil nafas dan bersiap menyerang.


“ fiuh..” Satoru menghembuskan nafas lembut dan bersiap melesat, kedua tangannya menggenggam erat kedua pedangnya, “ entah hanya perasaan ku saja, tapi sepertinya sepasang pedang ku ini sangat ingin menebas mu.!! ” teriaknya sambil tersenyum jahat.


Ryugu menatap tajam Satoru dengan bola mata yang menakutkan, giginya terlihat begitu runcing, tubuhnya dipenuhi darah yang entah datang dari mana.


Sraak..


detik selanjutnya, Ryugu mengarahkan ujung ekornya yang runcing kearah Satoru, melesat begitu cepat.


“ Jurus Pedang, Tarian Pembelah Kehampaan. ” Satoru menjurus.


Sriing.. Sraak..


detik selanjutnya, terlihat cahaya putih bergerak kesana-kemari begitu cepat seolah mencincang sesuatu, bersama dengan terdengarnya suara daging yang terkoyak.


Tap..


Satoru mendarat dengan posisinya yang seolah baru menebas sesuatu, di sekujur kedua pedangnya menempel darah segar.


Satoru melirik ke belakang, “ apakah berhasil.? ” ternyata Ryugu ada di belakangnya.


Ryugu terdiam di tempat, awalnya dia terlihat baik-baik saja, namun tiba-tiba ekornya saling terpisah, tercincang habis, perutnya juga terkena tebasan dan hampir terpotong.


Csss..


seluruh ekor darah Ryugu menghilang, tubuhnya kembali normal, namun lukanya tidak sembuh, tebasan di perutnya membuat tubuhnya hampir terpisah, dia terjatuh dan tergeletak lemah menatap langit sore.


Satoru membalikkan badan, dia menatap Ryugu dengan serius, “ kenapa? seharusnya jika dia Iblis bisa dengan mudah beregenerasi.. kenapa dia tidak melakukannya, jangan-jangan.?! ” dia terlihat berpikir, “ dia tidak bisa melakukannya. ” lanjutnya.


Tap.. Tap..


terdengar suara langkah kaki seseorang, mendekati tempat Satoru dan Ryugu berada, orang itu adalah Sinam.


Sinam menatap Ryugu yang tergeletak lemah penuh darah dari kejauhan, dia menghentikan langkah sejenak, “ Ryugu... kau.?! ” tanpa aba-aba, air mata menetes membasahi pipinya.


Sinam berlari ke arah Ryugu, “ Ryugu...!!! ” teriaknya, dia terlihat sangat sedih.


Satoru masih diam ditempat, dia memandang kedua pedangnya, “ aku merasakan ada kekuatan yang masuk ke dalam pedang ini. ” gumamnya datar, namun tiba-tiba dia tersentak, “ begitu, ya.. aku pernah mendengar tentang pedang pemimpin Klan Taro di era Shakayama, pedang yang mampu menyegel kekuatan Iblis.. Iblis yang terkena serangannya juga tidak mampu beregenerasi. ”


Sinam sudah didekat Ryugu yang tergeletak, dia berjongkok dan merangkul Ryugu, “ kenapa? kenapa kau melakukan ini.? ” tanya Sinam dengan air mata mengalir.


Ryugu terlihat lemah, “ tentu saja untuk menyelamatkan kalian. ” ucapnya pelan.


“ maksud ku.. kenapa kau menyelamatkan kami, seharusnya kau tidak perduli seperti biasanya. ” Sinam terlihat sangat sedih.


“ entahlah, aku juga tidak tahu, melihat dirimu yang mencoba menanggung semuanya sendirian, tubuh ku seolah bergerak sendiri untuk membantu mu. ” jawab Ryugu, “ mungkin aku terlihat tidak perduli, aku selalu memperhatikan semuanya. ” lanjutnya.


Sinam menatap perut Ryugu yang hampir terpotong, “ dengan luka seperti.. kau.. ” ucapnya sambil menangis, “ dasar payah, kenapa ini bisa terjadi? ini semua salah ku.!! ” teriaknya.


Ryugu melirik luka tebas di perutnya,“ kau benar, dengan luka separah ini aku akan berakhir.” ucapnya lalu menatap Sinam, “ berhentilah menangis, ini bukan salah mu, lagipula aku yang terluka, kenapa kau yang menangis.? ” lanjutnya.


“ dasar bodoh, walaupun kita jarang berbicara, tapi.. aku menganggap mu teman.. aku tidak ingin kehilangan teman ku lagi, tapi.. ” ucap Sinam masih menangis, “ tapi aku selalu gagal dan kehilangan orang-orang berharga bagiku satu persatu. ” lanjutnya.


Ryugu tertegun, “ teman.? ” ucapnya, lalu tersenyum tipis, “ begitu, ya.. sekarang aku mengerti ‘ teman ’ yang kalian maksud selama ini. ” lanjutnya.


“ teman adalah, seseorang yang bisa berbagi rasa sakit dengan kita, walaupun kita yang terluka, di bisa merasakan sakitnya, begitu juga sebaliknya. ” ucap Ryugu tersenyum, “ sekarang aku mendapatkan sesuatu yang sangat berharga didalam hidup, sayangnya itu ku temukan disaat aku menuju kematian.. ” lanjutnya.


“ aku percaya, jika ingin hidup dengan tenang, jangan pernah mencampuri urusan orang lain, itu sebabnya aku memilih sendirian dan berteman dengan kesepian. ” ucap Ryugu, “ seribu kebaikan tidak akan menjadikan mu layaknya malaikat, tapi.. dengan satu kesalahan cukup membuat orang menilai mu layaknya Iblis, itulah cara pandang manusia.. sangat menjijikan.. itu sebabnya aku tidak perduli dengan siapapun. ” lanjutnya sambil tersenyum tipis.


“ mungkin benar yang kau katakan, tapi, manusia memang tempatnya kesalahan, walaupun gagal menjadi orang baik, aku akan selalu mencoba menjadi orang baik. ” ucap Sinam, perlahan air matanya mulai mereda.


Ryugu menatap Sinam, “ benar yang kau katakan, kata kesalahan hanya tertuju pada manusia, jika kita takut melakukan kesalahan kita tidak akan berani melangkah.. tapi, aku adalah manusia, tidak, maksud ku Iblis yang penuh dengan kesalahan. ” ucapnya, lalu tersenyum.

__ADS_1


Sinam terkejut, “ Iblis? apa maksud mu.?! ” dia bertanya.


__ADS_2