
“baiklah, akan ku tunjukkan jalan menuju lubang kehancuran, ikuti aku. ” ucap pengawal dari Desa Pedang Kembar lalu berjalan.
“ya, mohon bantuannya. ” Deiki dan kesepuluh muridnya mengikuti dari belakang.
setelah cukup lama berjalan, setelah menepi dari pusat Desa Pedang Kembar, kini mereka sudah berpijak di tanah yang tandus, disitu terlihat lubang seluas lima ratus meter dengan bentuk melingkar.
Deiki memandang lubang yang luas itu, “jadi ini lubang kehancuran yang selalu di bicarakan itu, ya.. sungguh dahsyat untuk pertarungan satu lawan satu. ” ucapnya kagum.
“apa ini.? ” Sinam terkejut, “sekuat apa petarung yang mampu menciptakan kehancuran seluas ini.? ” ucapnya.
“benar, lubang ini terlalu luas, mungkin itu benar-benar pertarungan dahsyat. ” Sansiro terlihat terkejut, begitu juga dengan yang lainnya.
pengawal tersebut menoleh Deiki sambil tersenyum, “sepertinya anak dari Desa Yama tidak tahu banyak tentang Pedang Kembar. ” ucapnya.
“ya, aku hanya menceritakan tentang Legenda Shakayama. ” sahut Deiki datar.
pengawal tersebut menunjuk sekeliling sambil menoleh Sinam dan yang lainnya, di sekeliling sisi lubang yang lain terdapat banyak orang, khususnya orang dari Desa Arkan dan Sanji, sepertinya mereka ingin melihat lubang kehancuran tersebut.
“kalian lihat, orang dari Desa lain sangat ingin menyaksikan lubang kehancuran ini, itu karena Legenda Pedang Kembar sangat terkenal. ” ucap pengawal tersebut sambil tersenyum, “jadi, aku akan menceritakan semuanya agar kalian tahu.. yah, itu juga kewajiban ku. ” lanjutnya.
“kami akan mendengarnya, tolong beritahu kami. ” Sinam dan yang lain penuh semangat.
“lubang ini terjadi akibat pertarungan antara pengguna pedang kembar, Izuno Taro dan Aizawa Nogo. ” ucap pengawal tersebut.
“aku sering mendengar orang menyebutkan pedang kembar, tapi siapa yang menciptakan pedang tersebut. ? ” potong Harumi penasaran.
“yang menciptakan pedang kembar adalah anak kembar dari Shakayama, Asano Nogo dan Asato Nogo. ” jawab pengawal tersebut.
__ADS_1
“lagi-lagi Shakayama, sehebat apa sebenarnya orang itu.? ” batin Sinam.
“saat itu, Busur Panah Suci telah direbut oleh seorang wanita yang menolak kenyataan, kenyataan bahwa wanita hanya dijadikan pemberi keturunan.. dia merebut Panah Suci dan memberikan kutukan bahwa Panah Suci hanya bisa digunakan oleh wanita yang belum menikah, dia menggunakan Tujuh Pewaris Iblis untuk memberontak.. Panah Suci adalah senjata yang paling ditakuti oleh para Iblis, rasa takut itu membuat wanita itu bisa mengendalikan Tujuh Iblis. ” ucap pengawal itu serius, “disaat itu, karena kewalahan, si kembar Asano dan Asato memutuskan untuk menciptakan senjata untuk menghadapi wanita itu, Asano menciptakan Pedang Petir, sementara Asato Pedang Api.. seperti namanya, penggunanya bisa mengeluarkan Petir dan bahkan bisa menguasai elemen-elemen tersebut setelah lama menggunakan pedang tersebut.. namun yang jadi masalah.. ” dia menghentikan ucapannya.
“masalah.?! ” Sinam penasaran.
“masalahnya, Asano dan Asato memiliki sifat berlawanan, Asano terkenal bijaksana, sementara Asato terkenal dengan kekejamannya.. butuh waktu berbulan-bulan untuk menciptakan pedang kembar, masing-masing pedang yang mereka ciptakan seolah menggambarkan diri mereka sendiri. ” ucap pengawal tersebut, “walaupun keduanya bisa menjaga hubungan mereka sampai akhir, tapi pewaris pedang kembar tersebut berbeda, rumornya mereka akan terus saling bunuh, banyak juga sumber yang mengatakan bahwa Petir dan Api mulai saat itu saling bermusuhan. ” lanjutnya.
“begitu, ya.. aku sudah sering mendengar pertarungan antara pengguna Petir dan Api walaupun mereka bukan pengguna pedang kembar, jadi itu masih berkaitan dengan masa lalu.. ” ucap Deiki, “tapi, di era saat ini sudah tidak ada yang bisa mengendalikan elemen. ”
“setelah puluhan atau mungkin ratusan tahun berlalu meninggalkan era Asano dan Asato, saat Panah Suci juga menghilang, pedang kembar jatuh ke tangan dua petarung kuat, Pedang Petir jatuh ke tangan Izuno Taro yang memiliki julukan Si Petir Dari Timur, dia terkenal sebagai petualang yang begitu tenang. sementara Pedang Api berada di tangan Aizawa Nogo yang saat itu kebetulan pimpinan wilayah daerah ini, dia terkenal sangat kejam. ” jelas pengawal tersebut.
“lalu, apa yang terjadi? apa mereka bertarung.? ” Jiromaru bertanya cepat.
“tidak perlu memotong, aku akan menjelaskannya. ” ucap pengawal itu, “saat itu, Izuno dan empat sahabatnya yang merupakan Pewaris Kekuatan Iblis kebetulan ingin memasuki Desa yang berada di bawah pimpinan Aizawa, mereka ingin membeli kebutuhan dalam perjalanan.. ”
“bukankah seharusnya ada Tujuh Pewaris Kekuatan Iblis, kenapa kau hanya mengatakan seolah ada enam.? ” tanya Deiki.
“memang benar ada Tujuh Iblis, tapi.. Iblis Macan Putih sangat jarang terlihat, dia lebih suka kesepian dan ketenangan.. ada yang mengatakan bahwa pewarisnya sangat jarang menggunakan kekuatan Iblis Macan Putih, dan bahkan Pewaris Kekuatan Iblis lainnya tidak menyadari ketika bertemu dengan Pewaris Iblis Macan Putih.. mungkin itu kelebihannya. ” jelas pengawal tersebut.
“begitu, ya.. aku pernah dengar tentang itu, setiap Iblis memiliki kelebihan masing-masing, seperti Iblis kupu-kupu yang bertarung menggunakan ilusi, lalu Iblis Elang yang bahkan pewarisnya bisa menentukan pewaris Iblis Elang selanjutnya. ” ucap Deiki.
“mendengar cerita tadi benar-benar membuat ku bersemangat. ” Sinam tersenyum semangat, “seandainya saja aku bisa mendapatkan salah satu Pedang Kembar, aku pasti menjadi petarung yang sangat kuat. ” ucapnya.
“semua orang menginginkan hal yang sama, tapi. ” pengawal itu menghentikan ucapannya sejenak, “setelah Izuno dan Aizawa, belum ada yang menjadi pengguna Pedang Kembar.. kedua pedang itu seolah hilang di telan bumi, tidak ada yang tahu keberadaannya, mungkin hanya orang terpilih yang bisa menyentuhnya.. dan seandainya itu terjadi, mungkin kita berada di era kehancuran..”
“eh.?! ” Sinam dan yang lainnya terkejut.
__ADS_1
“benar, era kehancuran, dendam dan kebencian terus bertebaran sehingga memicu pertarungan. ” lanjut pengawal tersebut.
Deiki melirik pengawal tersebut, “dia benar, saat ini sudah tidak ada yang bisa menggunakan kelima elemen, jika Pedang Petir dan Pedang Api muncul, tidak ada yang bisa menghadapinya. ” batinnya, “aku berharap kedua pedang itu terkubur selamanya. ”
pengawal tersebut menatap Deiki dan kesepuluh muridnya, “baiklah, sudah selesai ceritanya, aku akan segera pergi, jika kalian ingin mencari penginapan di Desa Pedang Kembar, kalian bisa menghubungi orang dari Desa kami. ” ucapnya.
“terima kasih banyak, kau sudah menambah wawasan kesepuluh murid ku. ” ucap Deiki.
“bukan masalah, aku hanya sedikit kecewa jika kalian tidak tahu tentang Legenda Pedang Kembar, cerita itu sangat berarti di Desa kami ini. ” ucap pengawal tersebut, “baiklah, aku akan pergi. ” lalu berjalan pergi.
Deiki menatap kesepuluh muridnya, “jangan pernah kalian lupakan cerita ini, mungkin Legenda ini sudah berlalu, tapi biasanya masa lalu bisa terulang kembali. ” ucapnya.
Tap..
pengawal itu terus berjalan, namun tiba-tiba dia menghentikan langkah dan melirik kearah Deiki dan kesepuluh muridnya, “aku lupa mengatakannya, diantara sepuluh murid yang kami siapkan untuk pertarungan persahabatan ini, ada satu yang mewarisi kekuatan Iblis, jadi kalian harus berhati-hati.” ucapnya.
“Pewaris Kekuatan Iblis.?! ” Deiki dan yang lainnya terkejut.
“apa.?! ” Saken terkejut, “pertama Satoji, sekarang satu lagi, semakin menarik saja. ” batinnya sambil tersenyum jahat.
Deiki menatap datar orang itu, “bukan masalah, kami juga membawa satu anak Pewaris Kekuatan Iblis. ” ucapnya lalu menoleh Saken.
“Saken Takeyomi sang pewaris Iblis Ular, sepertinya ini akan menjadi pertarungan sulit. ” ucap orang itu.
Deiki tersentak, “kau.. sampai mana kau tahu tentang kami.? ” ucapnya.
“sudah aku katakan, kami sangat menghargai masa lalu, semua yang berkaitan dengan masa lalu, kami akan mencari tahunnya, tapi sayang sekali, Desa Sanji dan Arkan tidak memiliki Pewaris Kekuatan Iblis. ” ucap pengawal tersebut sambil tersenyum.
__ADS_1