SINAM

SINAM
Kecepatan Petir Merah


__ADS_3

Hitomi dan Himiko menatap Hikasa kesal, keduanya seperti menolak semua kenyataan yang diungkapkan Hikasa.


Hitomi terlihat serius, “ Himiko, persiapkan Jurus terkuat mu, kita akan mengakhiri pertarungan ini.. ” ucapnya, “ semakin lama berbicara dengannya, dia terdengar seperti orang yang membuat buat alasan. ” lanjutnya.


“ baiklah, aku mengerti. ” Himiko menatap tajam Hikasa.


Hikasa menatap datar Hitomi dan Himiko, “ mungkin sampai saat ini kalian belum mengerti situasinya, suatu saat seorang petarung akan dipaksa untuk memilih, dan dalam pilihan iitu terkadang hanya ada paksaan. ” ucapnya, “ ada hal yang perlu kau ketahui Hitomi, semua yang kulakukan juga demi dirimu, aku ingin kau tetap hidup.. ”


“ berisik.!! ” Hitomi berteriak, “ jika seandainya aku berakhir seperti Himiko, aku pasti masih bisa bertahan hidup.!! ” lanjutnya.


Bzcipcipbzcipcip..


detik selanjutnya, Hitomi mengeluarkan Petir Merah yang dialiri di sekujur tubuhnya bercampur dengan Shaka, dia terlihat penuh kebencian.


Wushh...


angin kencang berhembus, debu beterbangan mengelilingi tempat Hitomi berdiri.


Hikasa menutup pandangannya dari debu, “ Petir Merah? ini berbeda dari yang sebelumnya, terasa jauh lebih kuat. ” batinnya.


Himiko melirik Petir Merah yang ada ditubuh Hitomi, “ begitu, ya.. dia akan mempercepat gerakannya dengan aliran Petir serta Shaka ditubuhnya. ” batinnya serius.


“ ayo maju.! ” ucap Hitomi.


Kraak..


Hitomi bersiap, tanah tempat dia berpijak hancur dan retak.


Wusshh..


detik selanjutnya, Hitomi sudah menghilang, hanya debu melingkar yang menjadi tanda kecepatannya.


Hikasa terkejut, “ cepat sekali.?! ” batinnya sambil melirik ke kanan kiri.


Himiko terkejut, dia sudah tidak melihat Hitomi, “ kemana dia.?! ”


detik selanjutnya, Hikasa merasakan sesuatu dan menoleh kebelakang, disitu terlihat Hitomi sudah siap dengan pukulan, di tubuhnya masih mengalir Petir Merah.


Buaakk..


Hitomi melepaskan pukulan, tubuh Hikasa langsung terhempas jauh dan sangat cepat.


*Krak...


Boommm*..


tubuh Hikasa terus terhempas, menghantam pepohonan sampai tumbang. tidak berhenti di situ, tubuhnya terus terlempar hingga akhirnya menghantam tanah yang berbentuk dinding, debu mengepul dahsyat.


saat ini, posisi Hitomi dan Himiko sudah berjauhan dengan Hikasa, namun terlihat jelas kepulan debu tersebut.


Hitomi menoleh Himiko, “ sekarang Himiko..!! ” teriaknya.


Himiko terkejut, “ apa maksud mu?! apa kau pikir dia masih bisa bertahan.?! ” teriaknya.


“ dia tidak akan kalah semudah itu.!! ” Hitomi berteriak, karena jaraknya dengan Himiko lumayan jauh.


Sriing..


“ baiklah.! ” ucap Himiko sambil menyarungkan pedangnya.


Tap.. Tap..


Himiko berlari mengejar posisi Hikasa, begitu juga dengan Hitomi.


Himiko sudah berada di depan gumpalan debu yang menutupi Hikasa, dia terlihat serius.

__ADS_1


Plaak..


Himiko mengadu telapak tangannya, dia bersiap, “ akan ku akhiri.!! ” batinnya.


“ Elemen Api, Bola Api Hijau.! ” ucap Himiko, kemudian bersiap menghembuskan sesuatu dari mulutnya.


Bllaarr..


dari mulut Himiko, menyembur api hijau berbentuk bola yang semakin membesar, itu tertuju kearah debu yang masih menggumpal, sepertinya dia ingin menghabisi Hikasa yang dalam kondisi lemah.


Wusshh..


Hikasa keluar dari gumpalan debu tersebut, dia melompat tinggi ke udara.


Bzcipcipbzcipcip..


ditubuhnya mengalir Petir Merah sama seperti milik Hitomi.


Bllaarr..


lalu disusul dengan api hijau Himiko yang menghantam gumpalan debu tempat Hikasa awal berada, tanah pun meleleh terkena api hijau tersebut.


Hikasa masih di udara, dia menoleh kearah dampak serangan Himiko, “ Api Hijau, ya.. jika satu detik saja aku terlambat, mungkin aku sudah berakhir. ” batinnya.


Himiko menatap Hikasa yang berada di atas, “ cih, dia menghindarinya..! ” dia terlihat kesal.


cukup jauh di belakang Himiko, Hitomi menyusul dan melihat kobaran api hijau yang menyala di tanah, “ Api Hijau? jadi Himiko sudah menguasainya. ” batinnya.


Himiko bersiap menyerang, terlihat dia seperti akan menyemburkan bola api.


“ tidak akan ku biarkan.! ” ucap Hikasa, dia mengarahkan dua jarinya kearah Himiko, sambaran Petir Merah menuju Himiko.


Blaarr..


Himiko menahan serangannya, lalu menghindar dengan melompat ke samping, tempat dia berpijak sebelumnya hancur tersambar Petir Merah milik Hikasa dan menyisakan asap.


“ dimana dia.?! ” Himiko terkejut.


Hikasa dan Hitomi sudah berhadapan, keduanya menggunakan teknik yang sama, tubuh keduanya dialiri dengan Petir Merah bercampur Shaka.


Sriing..


Hitomi menarik pedang, Petir Merah langsung menyatu ke pedang tersebut.


Wusshh..


Hitomi melesatkan tebasan untuk memotong Hikasa yang langsung menghindar.


Greb..


Hikasa berada di belakang Hitomi, lalu mencengkram punggung pakaian Hitomi dan menariknya.


Hitomi melirik ke belakang, tubuhnya mulai terayun, “ cih.! ” dia terlihat kesal.


saat tubuh Hitomi terayun dan hampir menghantam bumi, dia berusaha mengarahkan tusukan kearah Hikasa dengan pedangnya.


Greb..


Hikasa menangkap tangan Hitomi yang memegang pedang, merampas pedang tersebut, namun pakaian Hitomi lepas dari genggamannya.


Tap..


Hitomi yang awalnya terayun, memaksa geraknya dan salto belakang walau hampir menghantam tanah, lalu berjongkok dibumi.


Buuaakk..

__ADS_1


Hikasa yang berdiri di depan Hitomi, tidak membuang-buang kesempatan, dia melepaskan tendangan yang langsung menghantam wajahnya.


” akh..!! ” Hitomi kesakitan, lalu tubuhnya terhempas serta berguling-guling di tanah.


Bzcipcipbzcipcip..


Petir Merah menghilang perlahan dari tubuh Hitomi, sepertinya dia ingin menghemat Shaka, saat ini dia masih tergeletak.


Hikasa menoleh kearah Himiko yang cukup jauh, ditubuhnya Petir Merah masih mengalir, dia memegang pedang yang dirampasnya dari Hitomi.


“ sekarang giliran mu.! ” ucap Hikasa, lalu melesat cepat.


disisi lain, Himiko sedikit kebingungan, dia tidak menyaksikan pertarungan antara Hikasa dan Hitomi barusan, itu terjadi terlalu cepat.


Hikasa mengelilingi Himiko, namun yang terlihat hanya cahaya Merah terang serta debu beterbangan yang menggumpal di sekitar Himiko, mungkin itu terjadi karena kecepatan Hikasa.


mata Himiko mencoba mengikuti pergerakan Hikasa, namun tubuhnya tidak berputar, “ dia cepat sekali. ” batinnya.


Hitomi sudah bangkit, dia menatap Himiko yang dalam bahaya, “ Himiko, di belakang.!! ” teriaknya.


Himiko mendengar itu, melirik ke belakang dan melihat ujung pedang Hikasa yang dialiri Petir Merah hampir menusuknya.


Ctaang..


dengan cepat, Himiko menarik setengah pedang kembar yang ada di pinggangnya tanpa berputar, sementara setengahnya lagi masih berada di sarung pedang tersebut. ujung pedang Hikasa menghantam permukaan pedang milik Himiko, sensasi panas dari pedang legendaris milik Himiko begitu terasa, percikan api tercipta.


“ apa.?! ” Hikasa terkejut, “ tidak ku sangka dia bisa menangkisnya.. ” batinnya, dia terus menekan tusukan pedangnya.


Himiko terlihat kesal, dia mengadu gigi, perlahan kakinya sedikit bergerak maju terdorong serangan Hikasa.


Bzcipcipbzcipcip..


Bllaarr..


Petir Merah terus mengalir di pedang Hikasa, di sisi lain pedang Himiko mulai mengeluarkan api, pedang Hikasa mendorong, dan pedang Himiko menahan, kedua pedang terus bertemu.


“ padahal seharusnya pedang yang berbenturan dengan pedang ku akan hancur.. ternyata Petir Merah memang sangat kuat. ” batin Himiko kesal.


Triing..


setelah cukup lama bergesekan, ujung pedang Hikasa hancur sedikit demi sedikit.


“ apa.?! ” Hikasa terkejut, “ padahal sudah dialiri dengan Petir Merah, tapi pedang ku tetap saja hancur, ternyata legenda Pedang Kembar bukan hanya sekedar omong kosong. ” batinnya.


Hikasa terus mendorong ujung pedangnya, namun pedangnya malah hancur perlahan.


Himiko tersenyum jahat, lalu menarik semua bagian pedangnya dan mengarahkan tebasan kearah Hikasa.


Sriing..


Hikasa melompat mundur ke udara, namun rambutnya terpotong beberapa helai.


Hikasa masih di udara, dia menoleh ke samping, di situ terlihat Hitomi melesat dengan tubuh dialiri Petir Merah.


“ dia datang. ” Hikasa tersenyum.


Bzcipcipbzcipcip..


pertarungan antara penguasa elemen petir terjadi, keduanya bergerak cepat sehingga membentuk dua cahaya merah yang terus bertabrakan, beterbangan di udara serta saling mengejar.


*Boomm..


Boomm*..


dentuman demi dentuman terus terjadi, api berkobar, debu mengepul, tidak butuh waktu lama tempat itu mengalami kehancuran parah.

__ADS_1


Himiko menyaksikan pertarungan mematikan antara anak dan ayah tersebut, yang terlihat olehnya hanyalah dua sinar merah yang berkali-kali berbenturan, “ jadi ini.. kecepatan penguasa Petir Merah.. ” dia terlihat tidak percaya.


__ADS_2