SINAM

SINAM
Deiki Si Tangan Kematian


__ADS_3

“ hosh.. hosh.. ” Gouta kelelahan dan mengatur nafas, dia menatap Ryugu, ” aku sudah kehabisan Shaka. ” batinnya.


Ryugu tersenyum jahat menatap Gouta, “ ku bunuh kau. ” ucapnya mengerikan.


Wusshh..


Ryugu melemparkan kedua sabitnya kearah Gouta, sabit itu melesat dengan gaya berputar, sesuatu seperti darah mengikuti pergerakan sabit tersebut, terlihat begitu tajam.


Gouta membuka mata, “ dia datang.! ” dia bersiap dengan pedangnya.


Ctang..


Gouta menahan sabit darah Ryugu dengan pedangnya, namun dia terlihat kewalahan, sabit Ryugu terus berputar di sekeliling Gouta.


“ kenapa ini? sabitnya terus menyerang, apa dia mengendalikannya.? ” batin Gouta terlihat kesal, “ lalu darimana sebenarnya darah ini berasal.? ”


wasit menatap Ryugu, “ begitu, ya.. aku pernah dengar tentang Klan yang menyatukan diri dengan Iblis untuk menjadi kuat.. dan serangannya selalu menggunakan darah. mungkin anak ini generasi terakhir dari Klan itu, dan sepertinya dia sangat menderita. ” batinnya.


Greb..


kedua sabit tersebut kembali dan Ryugu langsung menangkapnya, dia tersenyum jahat menatap Gouta.


Tap.. Tap..


Ryugu berlari cepat memburu Ryugu, setelah cukup dekat dia melepaskan sabitnya yang langsung mengelilingi Gouta.


Gouta melirik kedua sabit tersebut yang mengelilinginya, “ apa yang akan dia lakukan.? ” batinnya serius.


“ Sabit Darah, Lingkaran Darah Kematian.! ” ucap Ryugu dengan wajah mencekam, terlihat begitu jahat dengan senyuman kematian.


Blaaarr..


detik selanjutnya, gumpalan darah muncul dan mengikuti setiap pergerakan sabit tersebut, tubuh Gouta tertutup gumpalan darah tersebut.


“ apa.?! ” Gouta terkejut, begitu juga dengan semua orang.


“ Aaaaakh..!! ” kemudian disusul dengan suara teriakan Gouta yang sangat keras, tubuhnya terangkat ke udara dibawa lingkaran darah tersebut.


Aozora terlihat ketakutan melihat itu, “ gawat, dia benar-benar lepas kendali.!! ” ucapnya lalu menoleh Deiki, “ guru, kau harus melakukan sesuatu.! ” lanjutnya.


Deiki tidak menjawab, namun tatapannya terlihat serius memandang arena pertarungan.


Sinam tercengang melihat serangan Ryugu, “ bagaimana mungkin seseorang menyerang dengan darah.? ” batinnya.


Buukk..


setelah cukup lama, akhirnya lingkaran darah tersebut hilang, tubuh Gouta terjatuh ke tanah dengan dipenuhi sayatan sabit, dia tergeletak


disisi lain, kedua sabit kembali berputar kearah Ryugu yang dengan santai menangkapnya, dia tersenyum jahat.


wasit menatap Ryugu serius, “ mengerikan, anak ini seperti tidak mempunyai perasaan.. ” batinnya.


beberapa saat kemudian, Gouta kembali bangkit dengan perlahan, kemudian berdiri menatap Ryugu, namun Ryugu tidak terlihat.


Gouta terkejut, “ dimana dia.? ” batinnya menoleh ke kanan dan kiri, tubuhnya di penuhi darah yang mengalir.


Deg..


Gouta merasakan sensasi dingin di kakinya, tepatnya di bagian betis, dia menoleh ke bawah.


“ Aaaaaa..!! ” Gouta berteriak histeris.


dibelakang Gouta, Ryugu berjongkok dengan lidah yang menjulur, dia menjilati darah segar di kaki Gouta, dia terlihat seperti monster.


menyaksikan kelakuan Ryugu, semua orang tercengang dan ketakutan.


Gouta berlari menjauhi Ryugu, “ aku menyerah, dia bukan manusia, dia monster.!! ” teriak Gouta dengan wajah ketakutan.


Tap..


Ryugu berlari mengejar Gouta, saat dekat dia melompat dengan tangan yang menggenggam sabit, dia ingin menusuk Gouta.


wasit cukup berjarak dari keduanya, “ oi, Ryugu, dia sudah menyerah, apa kau tidak dengar.!! ” dia berteriak dengan wajah panik, sementara Ryugu tidak menggubris.


Ryugu semakin dekat dengan Gouta, begitu juga dengan ujung sabitnya yang hampir menusuk punggung Gouta.


Buaakk..

__ADS_1


dengan tiba-tiba, bayangan seseorang melesat dan menendang tubuh Ryugu dari samping, saat Ryugu masih di udara.


Braak..


tubuh Ryugu menghantam bumi, tanah hancur dan retak.


Tap..


terlihat seorang pria gagah berdiri di hadapan Ryugu, dia adalah Deiki.


Ryugu masih terduduk di bumi, dia menatap Deiki dengan wajah mencekam, senyum kematian terus melekat.


Deiki menatap datar Ryugu, “ apa kau tidak dengar dia sudah menyerah? kau sangat berlebihan Ryugu. ” ucapnya.


wasit menatap Deiki serius, “ Gouta beruntung, jika tidak dia sudah berakhir. ” batinnya.


dari suatu arah, terlihat para pimpinan menatap arena dengan serius, suasana terasa menegangkan.


“ guru Deiki cepat sekali. ” Sinam dan yang lain terkejut.


Ryugu menatap Deiki cukup lama dengan posisi duduk, namun tiba-tiba dia melesat kearah Deiki dengan kedua sabitnya.


Ctaang..


Deiki menarik pedang, dia menangkis kedua sabit tersebut dengan sekali tebas, Ryugu terhempas ke belakang walau dalam posisi berdiri.


Deiki menatap serius Ryugu, “ anak ini.. semakin aku melayaninya dia malah semakin hilang kendali.. ” batinnya.


Ryugu melemparkan kedua sabitnya kearah Deiki, sabit tersebut berputar mengelilingi Deiki bersama darah yang menggumpal.


“ Sabit Darah, Lingkaran Darah Kematian.! ” ucap Ryugu tersenyum jahat.


“ gawat.! ” Deiki terkejut.


Csss..


Deiki mengeluarkan Shaka Merah, Shaka tersebut terfokus ke tangan kanannya.


Zuoorr..


wasit terkejut, “ apa.?! ” batinnya, “ dia terkena Jurus anak itu.? ”


Fuhh..


beberapa saat kemudian, serangan darah Ryugu menghilang, debu beterbangan diantara tanah yang terkikis terkena serangan Ryugu, sementara Deiki tidak terlihat di situ.


Ryugu menatap tajam, dia seolah memastikan mayat Deiki, dan akhirnya dia tersenyum jahat walau Deiki tidak terlihat.


“ dimana dia.?! ” wasit terkejut karena tidak melihat Deiki, namun dia menatap bekas serangan Ryugu yang terdapat sebuah lubang yang sepertinya dalam.


Ryugu menoleh ke kanan dan kiri, tapi dia tidak melihat Deiki.


wasit tiba-tiba tersentak menatap Ryugu, lebih tepatnya sesuatu yang dibelakangnya, disitu Deiki berdiri dengan tangan kanan yang masih terfokus Shaka Merah.


“ dia cepat sekali.?! ” batin wasit, dia melihat ada sebuah lubang di bawah Ryugu, “ begitu, ya.. jadi dia tidak terkena serangan Ryugu, dia memfokuskan Shaka untuk membuat lubang dan berpindah ke belakang Ryugu melalui tanah, tangannya benar-benar kuat. ” batinnya.


Ryugu tersenyum jahat, menoleh kebelakang perlahan seperti menyadari sesuatu.


Ctass..


dengan sangat santai, Deiki menepuk wajah Ryugu yang baru saja menoleh dengan keempat jari bagian luar, tangan Deiki masih terfokus Shaka Merah, Ryugu terhempas dahsyat dan menghantam dinding arena yang langsung hancur, Ryugu tertimpa puing-puing.


“ apa.?! ” semua orang terkejut melihat aksi Deiki.


wasit menatap Deiki tidak percaya, “ apa-apaan kekuatannya itu? dia memukul sangat pelan, tapi dampaknya benar-benar mengerikan.. ” batinnya, “ jangan-jangan... dia adalah Deiki si Tangan Kematian.? ”


Deiki menatap Ryugu yang tertimbun puing-puing, “ kau memang kuat, tapi masih banyak orang yang lebih kuat darimu, jadi jangan angkuh dan turuti peraturan..! ” ucapnya datar.


diatas, Aozora menatap arena dengan tubuh bergetar, “ kenapa? guru Deiki hanya akan membuatnya semakin hilang kendali.. ” ucapnya dengan nada ketakutan, “ ini gawat.. ”


Braak..


Tiba-tiba, puing-puing yang menimpa Ryugu terlempar kesana-kemari, kemudian terlihat Ryugu berjongkok dengan wajah tertunduk, tidak terlihat ekspresinya.


“ Hiaaaa..!!! ” Ryugu berteriak keras menatap langit, matanya berubah menjadi warna hitam gelap, dia terlihat begitu marah dan seolah mengeluarkan kekuatan penuh.


Brakk.. Brak..

__ADS_1


setelah itu, tanah di sekeliling Ryugu hancur, kemudian keluar sesuatu berbentuk panjang dengan ujung runcing berukuran cukup besar, berwarna merah pekat seperti darah, terlihat seperti ekor dan jumlahnya cukup banyak serta siap menusuk Deiki.


“ apa.?! ” Deiki terkejut dengan wajah tidak percaya.


Tap...


Aozora melompat ke arena, dia berlari ke arah Ryugu, air matanya menetes.


“ berhenti, sudah cukup, Ryugu.!! ” teriak Aozora, dia terus berlari mendekati Ryugu.


Ryugu menoleh kearah Aozora, dia terdiam, serangan ekornya terhenti.


Sinam memandang Aozora yang berlari kearah Ryugu, “ Aozora.!! ” kemudian melompat ke arena.


Tap..


Sansiro dan yang lain menyusul, kini semua pasukan Desa Yama sudah turun di arena.


Deiki menoleh Aozora, “ Aozora.. ” ucapnya lalu menoleh Sinam dan yang lain, “ kalian.. ”


Greb..


Aozora terus mendekati, dan akhirnya memeluk erat Ryugu, “ sudah cukup Ryugu, jangan biarkan kau kehilangan jati diri.. ” ucapnya lembut, dia masih meneteskan air mata.


Ryugu terdiam, bola matanya perlahan menjadi normal, semua ekor darahnya kembali masuk tanah dan hilang, dan akhirnya dia pingsan di pelukan Aozora.


wasit mendekati Aozora dan Ryugu, “ petarung dari desa Yama lagi-lagi membuat ulah.. ” dia menghela nafas, “ tapi tetap saja Ryugu memenangkan pertarungan ini. ” ucapnya sambil tersenyum.


Deiki menoleh wasit, “ ya, itu tidak bisa dipungkiri. ” ucapnya.


Gouta terduduk menyaksikan kejadian barusan, dia terlihat trauma, dia menatap luka di sekujur tubuhnya yang masih mengeluarkan darah, “ kenapa ini? kenapa darah ku terus keluar dan tidak mau berhenti.?! ” teriaknya panik.


Deiki, Sinam dan yang lain menoleh kearah Gouta, mereka terkejut.


“ apa.?! ” wasit terkejut, “ bagaimana mungkin.?! ” ucapnya.


“ luka akibat serangan Sabit Darah Ryugu akan terus mengeluarkan darah, itu salah satu kelebihan Sabitnya, jika tidak segera di jahit mungkin kau akan kehabisan darah. ” ucap Aozora menatap Gouta, dia masih memeluk Ryugu yang pingsan.


“ apa.?! ” wasit terkejut lalu menoleh kearah tim medis, “ kalau begitu, segera obati dia tim medis.!! ” teriaknya.


“ baiklah.! ” tim medis berlari membawa Gouta.


disisi lain, terlihat dua petarung berpakaian khusus petarung desa Sanji berdiri di depan gerbang desa Pedang Kembar, mereka adalah orang yang di perintahkan para petinggi Sanji untuk memberi kabar tentang kemunculan seseorang yang menguasai Elemen Api dan menghancurkan hutan.


“ akhirnya kita sampai juga. ” ucap salah satu, dia menatap gerbang yang terdapat ukiran Pedang Kembar sambil tersenyum.


“ ya, setelah sekian lama berjalan. ” sahut yang lain.


“ baiklah, ayo kita masuk.! ”


“ ya, saat ini pimpinan pasti sedang menyaksikan pertandingan persahabatan. ”


beralih ke para pimpinan, mereka terdiam menyaksikan pertarungan tadi yang cukup menegangkan.


Ikumo melirik kearah Mikami, “ Mikami, anak itu benar-benar menakutkan, dia seperti mempunyai kekuatan tersembunyi. ” ucapnya serius.


“ ya, aku sendiri belum menyadarinya. ” jawab Mikami, “ tapi, itu sudah cukup untuk membuat petarung Sanji ketakutan. ” lanjutnya.


Tap..


Tiba-tiba muncul dua orang mendekati para pimpinan, mereka adalah dua petarung tadi yang berada di gerbang.


“ kalian.?! ” Komuki terkejut, begitu juga dengan Ikumo.


“ fakta bahwa kalian ada disini, mengatakan bahwa desa sedang tidak baik-baik saja. ” ucap Komuki datar.


satu orang mendekati Komuki, dia berbisik ditelinga Komuki, sementara yang satunya lagi berbisik ditelinga Ikumo.


Mikami pimpinan Yama, Judoro pimpinan Arkan, dan Higuchi pimpinan desa Pedang kembar terlihat serius, mereka melirik kearah dua orang tersebut yang saat ini sedang berbisik.


“ apa.?! ” setelah mendengar bisikan kedua orang itu, Komuki dan Ikumo tersentak, mereka berdiri dari tempat duduknya dengan wajah serius.


“ apa yang terjadi.?! ” Higuchi bertanya dengan wajah serius.


“ aku Komuki pimpinan Sanji, meminta kalian para pimpinan untuk membubarkan pertandingan persahabatan ini, desa kami sedang bermasalah, kami harus segera kembali. ” ucap Komuki sopan.


“ apa.?! ” para pimpinan terkejut.

__ADS_1


__ADS_2