SINAM

SINAM
Masa Lalu Ryugu Yang Menyedihkan


__ADS_3

“ Iblis? apa maksud mu.? ” tanya Sinam terkejut, dia menatap Ryugu dengan penuh arti.


“ uhuk.. uhuk..! ” Ryugu terbatuk bersama keluarnya darah dari mulutnya, bibirnya pun basah, saat ini dia terlihat menyedihkan dengan tubuh hampir terpisah dan penuh darah.


Ryugu menatap langit yang mendung sambil tersenyum penyesalan, “ ya, aku ini Iblis.. ” ucapnya.


Sinam tersentak, “ jadi.. kekuatan mu selama ini.? ” dia terlihat tidak percaya.


“ benar, aku adalah Iblis darah, tubuh manusia ku sudah menyatu dengan Iblis darah saat aku masih berusia dua tahun. ” jawab Ryugu, “ dan saat itu aku membunuh kedua orang tua ku.. tanpa ku sadari. ” lanjutnya.


“ apa.?! ” Sinam tersentak, lalu terlihat bersedih, ” aku tidak bisa membayangkan sesakit apa penyesalan yang menghantui mu. ” lanjutnya.


Ryugu menatap langit yang semakin gelap, “ aku berasal dari Klan Zukui, Klan yang ingin mendapatkan kekuatan secara instan.. dengan bersekutu dengan Iblis Darah, Klan Zukui mampu memenangkan banyak peperangan di era Shakayama, tapi.. ” dia menghentikan ucapannya.


Sinam menatap Ryugu serius, “ tapi apa.? ” ucapnya.


“ Iblis Darah tidak memberikan kekuatannya secara cuma-cuma, dia terus meminta darah, dan bahkan orang dari Klan Zukui.. ” jawab Ryugu, “ dan pada akhirnya, saat lebih dari sembilan tahun yang lalu, saat aku masih berusia dua tahun.. ” lanjutnya.


“ apa yang terjadi.? ” Sinam bertanya cepat.


Ryugu tersenyum tipis, perlahan dia mengingat kejadian bertahun-tahun yang lalu.


di sebuah desa kecil, tepatnya didalam sebuah rumah sederhana, terlihat sepasang suami-istri sedang memanjakan anak mereka yang berusia dua tahun, itu adalah Ryugu yang berambut hitam sama seperti kedua orang tuanya.


“ manis sekali, ibu yakin kau akan menjadi petarung kuat. ” ucap Ibu Ryugu sambil memeluk Ryugu kecil.


“ benar, ayah harap kau mengharumkan nama Klan Zukui di masa depan. ” lanjut ayah Ryugu sambil mencubit manja hidung Ryugu.


Tap... Tap..


terdengar suara langkah kaki seseorang, lalu terlihat seorang wanita tua berdiri di ambang pintu rumah Ryugu.


“ hosh.. hosh..! ” wanita itu mengatur nafas, sepertinya dia baru saja berlari.


ayah dan ibu Ryugu menatap wanita itu dengan serius, “ ada apa? sepertinya bibi membawa kabar penting. ” mereka terlihat penasaran.


“ jadi kalian memang belum tahu, ya. ” wanita itu mengambil nafas, “ ketua Klan Zukui meninggal.. ” lanjutnya serius.


“ apa.?! ” ayah dan ibu Ryugu tersentak.


setelah itu suasana hening, mereka terdiam dengan pikiran masing-masing.


“ begitu, ya.. wajar saja, ketua memang sudah sangat tua. ” ayah Ryugu mencoba mencairkan suasana dengan tersenyum.


wanita itu menatap ayah Ryugu serius, “ bukan itu maksudku, saat ini hanya ketua yang masih terikat kontrak dengan Iblis darah, tidak ada orang lain.. dan saat orang yang memiliki kontrak dengan Iblis darah mati, Iblis darah akan.. ” dia menghentikan ucapan dengan wajah ketakutan.


“ benar, saat ini hanya ketua yang menyatu dengan Iblis Darah, setelah dia mati, tidak ada lagi di Klan Zukui yang memiliki kontrak, Klan kita sudah bersih dan tidak perlu memberikan tumbal lagi. ” ucap Ibu Ryugu, “ lagi pula kita sudah tidak di jaman perang lagi, kekuatan seperti itu sudah tidak di butuhkan. ” lanjutnya.


ayah Ryugu menatap ibu Ryugu dengan serius, “ bukan itu maksud bibi, masalahnya ketua meninggal dan belum memutus kontrak dengan Iblis Darah, itu artinya.. ” dia terlihat serius, “ Iblis itu akan mencari wadah yang baru dari Klan Zukui.. ” lanjutnya.


“ dan itu wadah laki-laki yang paling muda dari Klan Zukui.. ” ucap bibi menatap Ryugu dengan ketakutan.


Ayah dan ibu Ryugu menatap Ryugu kecil yang begitu polos, mereka terlihat bersedih.

__ADS_1


Kraak..


tiba-tiba terdengar suara sesuatu dari atas atap.


ayah Ryugu menatap keatas dengan tajam, “ dia disini. ” ucapnya serius.


“ dia disini.? ” bibi ketakutan dan mendekap ibu Ryugu.


Tes.. Tes.


darah menetes dari atas atap, terlihat begitu kental.


“ darah.? ” ayah Ryugu terkejut, lalu terlihat kesal, “ tunjukkan dirimu dasar sialan.!! ” teriaknya.


Tes..


sesaat berikutnya, tiba-tiba seluruh bagian rumah menjadi berwarna merah, terlapisi dengan darah.


“ AAAAKKHH..!! ” melihat itu, bibi sontak berteriak histeris.


“ bibi, tenanglah.. ” ucap Ibu Ryugu, namun dia juga terlihat ketakutan dan memeluk Ryugu.


Ayah Ryugu menatap sekeliling, “ tenangkan diri kalian, dia hanya menggertak, dia tidak sekuat itu ketika belum menemukan wadah. ” ucapnya.


Sring..


ayah Ryugu menarik pedang, lalu mengalirkan Shaka hijau ke pedang tersebut.


“ aku harus menyelesaikannya disini.. ” batin ayah Ryugu lalu melirik sekeliling, “ tapi, dimana dia..? ”


Zrashh..


“ Aaakkhh..!! ” ibu Ryugu berteriak histeris, dia memandang tangannya yang sobek cukup parah, darah mengalir deras.


bibi menoleh ibu Ryugu, lalu menatap Ryugu yang terlihat menakutkan, terlihat seperti Iblis dengan tubuh penuh darah.


“ Ryugu, jangan-jangan.. kau..? ” bibi menatap Ryugu, dia terlihat ketakutan.


Tap..


Ryugu melompat keatas, dan bergelantungan di atap, anak berusia dua tahun itu kini terlihat menakutkan dengan tubuh penuh darah.


ayah Ryugu menatap Ryugu, “ Ryugu.. ” dia terlihat bersedih.


Traang..


ayah Ryugu menjatuhkan pedang yang langsung tergeletak, menatap Ryugu dengan wajah bersalah dan menyesal, dia juga terlihat bersedih.


selanjutnya, Ryugu mengeluarkan ekor darah dari punggungnya, kemudian menyerang semuanya dengan ekor darah itu.


“ jika ini harus terjadi, ayah dan ibu rela menjadi tumbal mu. ” ucap ayah Ryugu, ibunya hanya bisa tersenyum menerima kenyataan pahit ini.


Zrashh..

__ADS_1


detik selanjutnya, terdengar suara daging yang tertusuk, darah berhamburan ke segala arah, terdengar juga suara teriakan bibi yang menyayat hati.


waktu kembali ke saat ini, dimana Sinam dan Ryugu berada.


“ begitu, ya.. ” Sinam bersedih menatap Ryugu, “ jadi ini terjadi karena kau adalah generasi terakhir dari Klan Zukui. ” lanjutnya.


“ membunuh kedua orang tua sendiri, ya. ” Ryugu tersenyum pahit, “ aku rasa tidak ada kesalahan yang lebih besar daripada itu. ” lanjutnya.


“ itu bukan salah mu, itu bukan kuasa kita dan tidak bisa dihindari. ” ucap Sinam.


“ anak berusia dua tahun, tapi bisa mengingat semua kejadian saat itu dengan jelas.. itu adalah bukti bahwa Iblis Darah yang saat ini berbicara dengan mu. ” ucap Ryugu menatap Sinam lembut.


Sinam tersentak, namun perlahan wajahnya kembali terlihat bersedih.


Ryugu memandang Satoru yang masih menatap pedangnya, “ lalu pedang orang itu.. itu adalah pedang Penakluk Iblis, senjata milik seorang samurai yang tidak lain adalah sahabat Shakayama.. memiliki kekuatan untuk menyegel kekuatan Iblis, dan jika terkena tebasan pedang itu Iblis tidak bisa beregenerasi.. ” jelasnya.


Sinam terkejut melihat Ryugu, “ jadi, kau benar-benar menyatu dengan Iblis darah, bahkan ingatan mu.. ” ucapnya.


“ benar, aku adalah Iblis.. aku tidak bisa menolak kenyataan itu. ” Ryugu terlihat bersedih, “ setelah aku membunuh ayah dan ibu ku, aku dibawa oleh ayah Aozora, teman ayah ku. ”


“ jadi kau tidak di terima di Klan mu, ya. ” Sinam bersedih.


“ kau benar, lagipula mereka sekarang sudah hidup tenang, tidak ada lagi di sana yang memiliki kekuatan seperti ku, tidak ada yang perlu di korbankan. ” jawab Ryugu.


“ ayah Aozora meminta ku untuk melindungi Aozora saat dia terluka, tapi jika dia tidak terluka aku tidak perlu ikut campur, dia harus menjadi petarung yang kuat.. ” ucap Ryugu, “ aku selalu melindungi Aozora, itu karena kebaikan ayahnya pada ku, aku merasa berhutang budi padanya.. ” lanjutnya.


“ siapa aku? kenapa aku harus dilahirkan? dan kenapa harus aku yang berada di posisi ini? itu adalah pertanyaan yang terus ku ajukan pada malam.. ” ucap Ryugu, air matanya perlahan menetes, “ aku selalu mencoba menutupi semuanya dengan wajah tenang ini, tapi aku.. tapi.. ” air matanya semakin deras.


Tes..


air dari langit mulai menetes, namun hanya gerimis saja, tapi setidaknya itu menyamarkan tangisan Ryugu.


“ ternyata benar, ya.. kita tidak akan tahu siapa diri kita yang sebenarnya sampai menjelang kematian.. ” Ryugu mencoba tersenyum, namun air matanya terus menetes, “ kenapa?orang berkata bahwa senyuman bisa menutupi luka, tapi kenapa aku tidak bisa melakukannya..? ” lanjutnya.


Sinam menundukkan kepalanya, “ sudah cukup, Ryugu.. menangislah, tidak ada yang melarang mu menangis.. ” ucapnya, air matanya kembali menetes.


Ryugu menatap Sinam, “ Sinam, aku berterima kasih padamu, kau sudah mengajarkan ku tentang kebahagiaan.. aku senang bisa mengenalmu. ” ucapnya, “ dalam kematian ku, aku bahagia karena tidak akan ada Iblis darah lagi.. di Klan Zukui maupun di dunia ini. ” lanjutnya.


“ apa memang harus seperti ini akhirnya..? ” Sinam terus menangis.


“ ya, aku sudah tidak terselamatkan lagi. ” jawab Ryugu, “ sekarang tidak ada lagi yang ku sesali, jika ada, itu adalah kenyataan hidup yang harus ku terima, entah mengapa sekarang aku malah membayangkan menjadi anak biasa.. tersenyum dan tertawa bersamamu, seolah aku berada di posisi Sansiro. ” lanjutnya.


“ tidak harus menjadi Sansiro untuk tertawa bersamaku, bagiku kau adalah Ryugu dan akan tetap menjadi Ryugu.. ” ucap Sinam.


“ uhuk.. uhuk..! ” Ryugu terbatuk batuk, “ sepertinya hanya sampai sini saja.. ” ucapnya.


“ Sinam, sepertinya kita harus berpisah. ” ucapnya, “ aku punya permintaan.. jika kau tidak keberatan, tolong lindungi Aozora seperti aku melindunginya.. sekarang aku mengerti, yang kulakukan selama ini bukan hanya karena sebatas balas budi, tapi kami sudah memiliki ikatan, dan itu tercipta karena kami menghabiskan waktu bersama. ” lanjutnya.


“ ya, itu pasti. ” ucap Sinam dengan isak tangisnya.


“ uhuk.. uhuk..! ” Ryugu terbatuk batuk, sekali lagi seteguk darah keluar dari mulutnya, “ Sinam.. maaf.. maaf aku harus.. pergi lebih dulu. ” lanjutnya.


Ryugu menatap langit, tetesan air gerimis menusuk wajahnya, “ kenyataan sialan, tidak bisakah kau memberikan aku waktu sedikit lagi? tapi.. setidaknya penderitaan ini sudah berakhir. ” dia tidak bisa berbicara lagi selain dalam hati, “ hehehe.. sampai akhir pun aku terus menolak kenyataan ini.. bagiku, kehidupan adalah kata lain dari penderitaan, ini benar-benar pahit.. ” batinnya sambil tersenyum pahit, lalu menutup mata perlahan.

__ADS_1


“ Ryugu. ” awalnya Sinam berucap tenang, “ Ryugu, Ryugu, Ryugu...!!! ” lalu berteriak keras sambil menangis.


__ADS_2