Suami Benalu Banyak Ulah

Suami Benalu Banyak Ulah
merenung


__ADS_3

Euis berteriak memanggil suaminya dengan deraian air mata, dia tidak menyangka jika Anton tega merampas uang itu semuanya, niat Euis nanti uang yang sembilan juta itu akan di simpan nya, dia akan mengumpulkan uang satu juta untuk mengganti uang yang akan di berikan dia kepada Anton, setelah uang itu genap menjadi sepuluh juta lagi, Euis akan menyimpan kembali uang emak itu di tempat semula, tapi kini uang itu raib semuanya di gondol Anton.


"Kamu kenapa is teriak-teriak! Si Anton minggat ?!" Emak keluar dari warung dan bertanya kepada Euis yang sedang menangis di teras rumah.


"Mak, Euis minta maaf" Euis langsung memeluk emak nya sambil meminta maaf, emak diam saja karena masih kesal dengan kejadian tadi di kamar Euis.


"Kang Anton jahat Mak" adu Euis.


"Bukan nya tadi kamu sendiri yang membela dia agar tetap tinggal di rumah ini! Emak tidak bisa nolong kamu dari kezaliman si Anton itu, karena kamu sendiri yang mau dia tetap tinggal di sini." Ujar emak mulai menyalahkan Euis.


Euis bingung bagaimana cara memberi tahukan kepada Emak jika uang miliknya kini sudah berpindah tangan kepada Anton.


"Mak, Euis minta ampun Mak, uang emak yang di amplop tadi di bawa kang Anton." Ujar Euis takut-takut mengakuinya.


"Uang yang mana?!" Emak bingung dengan ucapan Euis, tapi hatinya mulai gelisah.


"Uang yang ada di lemari emak, yang ada di dalam amplop coklat" ujar Euis menjelaskan.

__ADS_1


Emak langsung saja lari ke dalam kamarnya lantas membuka pintu lemari dan mencari amplop miliknya yang di simpan di bawah bajunya dalam amplop coklat, tapi uang yang dia cari memang tidak ada karena sudah di ambil Anton! Emak langsung lemas, seketika emosinya langsung naik!


"Euis..!!!!" Panggil emak dengan teriakan keras, membuat Euis langsung mengkerut nyalinya mendengar teriakan emak.


Emak yang sudah tidak sabar ingin menanyakan kenapa uang itu bisa berada di tangan suami anaknya itu langsung saja keluar kamar dan menghampiri Euis yang berdiri ketakutan di ruang tamu.


"Mana uang Emak!" Bentak Emak dengan emosi.


"Di.. di.. di bawa.. kang Anton Mak" gugup Euis menjawab pertanyaan ibunya.


"Maafkan Euis Mak, tadi Euis yang ambil uang itu, tapi Euis cum bermaksud meminjam uang itu sebanyak satu juta saja,tapi Euis takut emak marah dan membawa uang itu ke kamar, tapi ternyata kang Anton malah mengambil uang itu Semuanya,padahal Euis sudah melarangnya tapi kang Anton malah kabur Mak" jawab Euis menjelaskan kenapa uang itu di bawa Anton.


"Kamu sudah berani mengambil barang yang bukan hak kamu ya is! Semenjak kamu menjadi istri si Anton kamu justru sering mengeluh minta uang sama Emak, padahal sebelumny kamu selalu saja membuat Emak bangga, tapi sekarang Emak kecewa sama kamu! Buat apa kamu ambil uang satu juta itu!" Isak emak kesal.


"Maaf Mak, tadi Euis terpaksa mengambil uang itu karena kang Anton mengancam akan meninggalkan Euis jika Euis tidak mau memberikan uang sebanyak satu juta untuk dirinya, kang Anton ingin memulai bisnis dengan teman nya Mak, jadi dia minta uang sama Euis, oleh sebab itu Euis mengambil uang emak," Euis menjelaskan kronologi sebenarnya dengan terisak karena merasa bersalah.


"Kenapa kamu bodoh is! Dia hanya menggertak kamu saja untuk ninggalin kamu is! Kamu Seharusnya biarkan suami benalu itu pergi dari hidup kamu! Sekarang bagaiman cara Emak membayar setoran beras yang akan datang besok pagi is! Dari mana emak harus cari ganti! Emak tidak mau Tahu ya is! Emak ingin si Anton kamu telpon dan suruh dia pulang sekarang juga!" Ucap emak mulai terisak karena dadanya terasa sesak mengingat uang sepuluh juta itu untuk membayar setoran kepada agen beras, kini dia bingung bagaimana cara mengganti uang setoran itu kepada pihak agen, sedangkan dirinya sudah tidak Memegang uang lagi, hanya ada uang hasil jualan yang belum seberapa di dalam laci warung nya, sedangkan beras sudah habis terjual tapi uang setoran nya di gondol menantu yang tidak punya akhlak.

__ADS_1


"Maaf Mak, kang Anton tidak punya hape lagi, hapenya sudah di jual katanya Mak, euis janji jika nanti kang Anton pulang, Euis akan kembalikan lagi uang itu" ujar Euis berjanji, tapi dirinya juga ragu jika Anton pulang nanti uang itu Masih ada di tangan suaminya.


"Emak pusing ngurusin kamu is! Punya suami tidak bertanggung jawab! Suami kamu itu suami benalu tapi banyak ulah! Emak stres mikirin rumah tangga kamu!"


Emak masih terisak karena kesal, dan marah bercampur menjadi satu.


Euis hanya diam saja tanpa menjawab ucapan Emak lagi,dirinya mengaku salah dan membenarkan apa yang ibunya ucapkan, sementara emak langsung pergi ke warung dan menutup warungnya yang akhir-akhir ini sudah mulai sepi karena banyak yang protes katanya warung emak terlalu mahal, dan di ujung jalan rumah Emak sudah ada toko grosir baru yang harganya lebih murah daripada di warung lain, sontak saja para pelanggan emak kebanyakan sekarang beralih ke tempat baru itu, emak menutup waring itu dengan hati yang terluka, emak ingin beristirahat dulu untuk memulihkan pikiran nya, emak lantas masuk Emak masuk kamar dan menangis dengan diam di sana, pikiran nya menerawang tiba-tiba teringat dengan Asti, anaknya dulu Persia dengan Anton, hanya beda nya Entis itu tidak pernah memeras mertuanya, hanya memeras uang istrinya saja, tapi sekarang Euis mengalami nasib yang sama dengan apa yang di rasakan Asti dulu ketika masih menjadi menantunya, tapi suami Euis lebih parah dari pada Entis, emak merenungi nasibnya sekarang dan mulai bertanya dalm hatinya sendiri tentang apa yang terjadi.


Apakah semua ini karma dirinya kepada Asti hingga anak perempuan nya mengalami hal serupa dengan apa yang sudah di alami Asti!


Emak terisak mengingat hal itu, kini hidupnya di ambang kehancuran, sebab warung yang menjadi mata pencaharian nya ini terancam bangkrut karena sudah jarang ada pembelinya, sementara Euis dulu mampu menafkahi dirinya kini keadaan nya sudah tidak bisa di andalkan lagi, Euis kini sedang hamil dan tidak bekerja, Emak bingung cara mengembalikan uang beras itu besok pagi, karena jika hanya menungggu uang yang di bawa si anton itu rasanya tidak mungkin kembali lagi.


Emak menangis sesenggukan karena sedih, hidupnya sekarang terasa susah, ingin sekali Emak memutar kembali waktu ketika Asti masih menjadi menantunya, dia pasti akan menyuruh Entis untuk bekerja dan menafkahi Asti, kini semua itu tidak mungkin kembali lagi, emak hanya bisa merenungi nasibnya dengan derai air mata, tidak jauh dengan Euis, kini Euis menyesali dirinya telah lancang mengambil uang emak hingga membuat emak mengurung diri di kamarnya.


Siang berganti malam dan malam berganti pagi,


Anton yang di tunggu oleh Euis dan Emak hingga pagi ini tidak muncul juga, Euis bingung harus mencari kemana suaminya ini, sedangkan Emak sudah mulai gelisah karena agen beras itu pasti sebentar lagi akan datang ke warungnya, sedangkan emak belum memiliki uang setoran itu, emak pagi-pagi berusaha meminjam ke tetangga nya, tapi satu pun tidak ada yang mau menolong, lagi pula siapa juga yang akan berani meminjamkan sepuluh juta tanpa jelas kapan akan di bayarnya, sebab emak hanya bilang jika nanti sudah ada uang emak akan mencicilnya, tentu saja semua bilang tidak punya uang kepada emak, jika ada pun mereka tidak mungkin berani meminjamkan uang sebanyak itu,

__ADS_1


__ADS_2