Suami Benalu Banyak Ulah

Suami Benalu Banyak Ulah
hampir saja kecelakaan


__ADS_3

"Kita cari bubur ayam ya pak, ibu lagi pengen makan bubur ayam" ucap ibu kepada suami nya.


"Boleh buk, tuh di depan sana ada bubur ayam enak yang biasa bapak beli itu buk,, tapi kiosnya kecil , tidak apa-apa kan makan di sana!" Ucap bapak.


"Iya pak tidak apa-apa,yang pentingkan buburnya bukan tempatnya, sekalian kita bungkus buat Umar juga ya pak." jawab ibu.


Asti yang berada di kursi belakang sendiri diam saja sambil memejamkan matanya, mendengar obrolan ibu dan bapaknya, matanya masih ngantuk tapi perutnya terasa lapar.


"Nah sampai deh" bapak menghentikan mobilnya di pinggir jalan dekat kios kecil penjual bubur ayam, ternyata banyak pembeli di sana, mereka harus ngantri untuk bisa menikmati semangkok bubur ayam,


"Pak mau makan di mana ini? Bangkunya sudah penuh semua" ujar ibu sambil memperhatikan orang-orang yang sedang ngantri.


"Makan di mobil saja buk, biar bapak saja yang turun, ibu sama Asti diam di sini!" Jawab bapak sambil membuka pintu mobil, dan pergi menghampiri penjual bubur ayam.


"Buk, Asti mau keluar dulu ya mau menghirup udara pagi, siapa tahu kantuk Asti hilang." Asti berpamitan kepada ibunya untuk turun mobil.


"Iya teh." Jawab ibu singkat.


Asti segera turun dari mobil, dia tidak menghampiri penjual bubur , Asti berjalan di pinggir jalan untuk merenggangkan otot-ototnya yang di rasa sedikit tegang.


Ciiiiiiiiitt brak..


Sebuah mobil hampir bertabrakan dengan motor yang melaju kencang dari arah berlawanan, motor itu memakan sebagian jalan mobil, hingga sopir mobil itu kaget dan membanting setir ke arah kiri dan menghantam trotoar, pas di depan Asti, Asti syok dengan kejadian itu,dia gemetar karena hampir saja dia tertabrak.


Bapak dan ibu yang melihat kejadian itu berlari menghampiri Asti, bapak dan ibu tidak kalah shock begitu melihat anak perempuan nya hampir tertabrak.


"Kamu tidak apa-apa teh?" Ucap ibu sambil mengusap rambut anaknya, Asti hanya menggeleng,


Sementara banyak warga yang kebetulan ada di sana juga berlari melihat si sopir mobil itu, bunyi alarm dari mobil itu berbunyi terus, orang-orang khawatir jika si pengemudi mobil itu terluka.


Tapi tidak lama kemudian alarm mobil pun berhenti berbunyi dan si pengemudi keluar dari pintu mobil, dan langsung di kerumuni warga hingga Asti dan kedua orang tuanya tidak melihat wajah si pengemudi.

__ADS_1


"Ayo kita naik mobil teh, kita istirahat di mobil saja," ujar ibu sambil menggandeng pundak Asti, Asti pun mengangguk dan melangkah pelan menuju mobil dan di ikuti bapak dari belakang.


"Asti tunggu!" Suara seorang pria menghentikan langkah Asti, lantas Asti menoleh kearah suara, di sana berdiri seorang lelaki yang memakai setelan jas, menambah ketampanan si pria itu.


"Bang Yoga!" Ucap Asti spontan.


Yoga segera menghampiri Asti dan bapak, lalu mereka bersalaman.


"Nak Yoga!" Hanya itu yang ke luar dari mulut bapak.


"Maafkan saya pak, tadi saya hampir membuat Asti celaka, saya tidak tahu jika Asti ada sini,!" Ucap yoga menyesali kejadian barusan.


"Tidak apa-apa nak Yoga, tadi ibu lihat kejadian nya juga kok, motor yang salah tadi nak, bahkan si pengemudi motor itu juga sama sekali tidak berhenti walau tahu nak Yoga menabrak trotoar." Ucap ibu yang memang tadi melihat jelas kronologi kejadian tabrakan itu, yoga tidak bersalah.


"Tapi tetap saja saya merasa bersalah, saya tadi sempat shock karena hampir saja menabrak Asti." Ujar yoga benar-benar minta maaf.


"Sudah-sudah minta maaf nya,kami sedang memaafkan,tapi itu mobil nak Yoga bagaimana?" Tanya bapak.


"Ngomong-ngomong bukan nya Asti dan bapak ibu,mau ke luar kota? Tapi kok sudah ada di sini lagi?!" Tanya yoga heran, dia tahu jika Asti sudah berangkat keluar kota dari Umar, Asti hanya tersenyum tidak menjawab, dia sungkan jika ikut ngobrol,. Lagi pula dia masih shock dengan kejadian barusan, jadi Asti hanya diam saja.


"Ceritanya panjang nak, sebaiknya kita duduk di sana yuk sambil sarapan, kebetulan tuh ada bangku kosong." Jawab bapak sambil mengajak yoga untuk sarapan, tapi tiba-tiba Asti menyenggol tangan bapak nya, dia merasa sungkan jika bapaknya mengajak seorang yoga makan di pinggir jalan,


"Kenapa?" Dengan polosnya bapak bertanya maksud Asti menyenggol tangan nya.


"Eh anu, bang Yoga pasti malu makan di pinggir jalan pak, dia pasti makan nya biasa di restoran!" Ucap Asti pelan kepada bapaknya, tapi masih bisa di dengar yoga.


"Siapa bilang,? Saya malah suka makan di pinggir jalan pak, karena kalau di tengah jalan saya takut kena tabrak" kelakar yoga sambil tertawa, bapak dan ibu pun ikut tertawa, sementara Asti wajahnya merah karena malu bisikan nya terdengar yoga.


Akhirnya mereka pun duduk di kios bubur, ibu duduk bersebelahan dengan bapak, sementara yoga duduk bersebelahan dengan Asti, Asti salah tingkah ketika duduk dekat yoga, karena dia merasa canggung duduk satu meja dengan yoga yang baru dua kali bertemu dengan nya.


"Nak Yoga memang sebelumnya mau ke mana kok bisa ada di sini?" Tanya bapak mulai mengajak yoga ngobrol.

__ADS_1


"Saya sebenarnya ada pertemuan di hotel Antoni untuk urusan kerjaan, tapi karena ada kejadian seperti ini, akhirnya saya meminta tolong kepada orang kepercayaan saya untuk menghandle nya pak." ujar yoga, sementara bapak hanya mengangguk anggukan kepalanya tanda mengerti.


"Permisi ini buburnya" ucap tukang bubur sambil meletakan bubur pesanan kami,


"Iya terima kasih" ucap bapak.


Akhirnya mereka pun menyantap sarapan bersama,


"Nak sebenarnya kami kemarin sudah berangkat ke luar kota, tapi kami harus segera pulang karena ada sedikit masalah," ucap bapak mengawali obrolan lagi.


"Masalah apa pak?" Tanya yoga spontan, tapi akhirnya yoga merasa tidak enak sendiri sudah bertanya masalah orang lain, dia takut Asti dan kedua orang tuanya menganggap dirinya lelaki kepo.


Ternyata orang tua Asti tidak ada punya pikiran apa yang ada di pikiran yoga, justru bapak antusias sekali menceritakan masalah yang di hadapi Umar kemarin, dan tentu saja yoga terkejut mendengar kabar seperti itu,


"Jadi begitulah nak, makanya bapak segera pulang untuk melihat keadaan Umar,,"


Ucap bapak mengakhiri ceritanya.


"Wah ini tidak bisa di biarkan pak, saya takut mereka akan terus mengganggu ketenangan keluarga bapak, ini bukan masalah kecil, sebaiknya laporkan saja kepada pihak yang berwajib atas tuduhan pencemaran nama baik, biar mereka jera!" Yoga geram mendengar Umar di fitnah seperti itu, dia menyarankan orang tua Umar untuk melaporkan Euis.


"Saya belum kepikiran ke sana nak Yoga, nanti kita bicarakan dengan Umar terlebih dahulu," ujar bapak bijak.


"Selamat pagi pak" seorang lelaki yang memakai seragam kerja yang bertuliskan nama dealer yang cukup terkenal di kota ini tiba-tiba menghampiri yoga.


"Pagi pak Yono, tolong urus mobil saya yang itu ya, derek sekalian ke bengkel" ujar yoga meminta perintah kepada anak buahnya.


"Apa bapak tidak apa-apa? Tidak ada yang luka pak?" Ucap pak Yono khawatir.


"Alhamdulillah tidak apa-apa pak, jangan khawatir ya."


Yoga tersenyum menyakinkan anak buah nya bahwa dirinya tidak apa-apa.

__ADS_1


"Apa bapak perlu mobil lagi untuk kendaraan , atau biar saya antar telpon supir kantor untuk datang kesini?" Ucap pak Yono menawarkan kendaraan untuk bos nya.


__ADS_2