Suami Benalu Banyak Ulah

Suami Benalu Banyak Ulah
kabar sedih


__ADS_3

Yoga mamacu kendaraan roda empat nya dengan kecepatan sedang, sore ini dia berencana menjemput ayu, padahal ayu tidak berpesan untuk di jemput Abang nya ini, tapi yoga berinisiatif untuk menjemput adiknya, bukan semata-mata hanya menjemput ayu saja Yoga datang ke rumah Asti, dirinya sudah dua hari ini tidak melihat wajah Asti, kerinduan nya dengan senyuman Asti yang menampakan lesung Pipit dan gigi gingsul nya membuat Yoga tidak bisa membendung kerinduan ini, menurut ayu ketika mereka berbincang tadi pagi ketika sarapan di rumah nya, tadi malam ibu menelpon ayu, ibu meminta ayu datang untuk menghibur Asti, karena dari kemarin siang Asti selalu mengurung diri, Asti selalu menangis di kamarnya, semenjak kedatangan emak tempo hari itu, makanya tadi pagi ayu langsung ke rumah Asti di antar sopir pribadinya, karena jadwal yoga padat hari ini maka yoga tadi tidak sempat mengantar ayu ke rumah Asti, tapi sayangnya, ternyata kedatangan ayu tidak bisa menghibur Asti, Asti tetap mengurung diri di dalam kamar, ibu Asti pun merasa ikut bersedih karena Asti dua hari ini sudah tidak mau makan sama sekali, di rayu apa pun sama keluarganya asti tetap tidak mau makan, Yoga merasa cemas, tapi apa daya, dia tidak bisa melakukan sesuatu apapun untuk menghibur Asti, Yoga yakin jika Asti berbuat seperti itu karena kedatangan emak tempo hari yang meminta Asti membayar ganti rugi atas kematian Entis, Asti pasti tertekan oleh permintaan emak itu,Sebenarnya Yoga akan menemui Emak untuk menyelesaikan persoalan ini, tapi Yoga belum sempat datang ke kediaman Emak untuk mengajak nya berdamai karena padatnya kesibukan Yoga,


Yoga sudah sampai di halaman rumah Asti, dirinya langsung di sambut Umar yang sekarang semakin sehat saja, Umar lalu mengajak yoga masuk ke rumah, sementara bapak sedang tidak ada di rumah karena sedang pergi bersama pak RT dan pak ustad untuk menghadiri undangan pengajian di desa sebelah, setelah Yoga duduk di sofa ruang tamu, ibu dan ayu datang menemui Yoga, lalu ayu kembali masuk ke dapur bersama ibu, ibu membuatkan secangkir kopi untuk Umar dan yoga, sementara ayu membuat pisang goreng, karena sebelum Yoga datang tadi ayu memang sedang menggoreng pisang,


"Apa kabarnya mar?" Tanya yoga sambil memperhatikan tangan Umar yang kini sudah tidak bisa di gerakan untuk bersalama dengan nya.


"Alhamdulillah bang, semakin sehat saja saya bang." Ujar Umar sambil tersenyum.


"Tapi masih tetap kontrol ke rumah sakit kan mar?" Ujar yoga.


"Iya bang, nanti dua hari lagi jadwal kontrolnya ke rumah sakit, mungkin dua hari lagi saya bisa mulai kerja lagi bang." Ujar Umar bersemangat, dirinya merasa tidak enak hati kepada yoga karena sudah lama dirinya tidak masuk kerja karena sakit.


"Masalah kerja tidak usah di pikirkan mar, kamu sehatkan saja dulu badan kamu, nanti sudah benar-benar sehat, baru kamu mulai bekerja lagi, untuk sementara ini pekerjaan mu sudah ada yang menggantikan dulu, nanti setelah kamu sehat kamu bisa menempati lagi posisimu di kantor, jadi kamu tidak usah memikirkan kerjaan dulu sekarang mar, di kantor aman kok, santai saja ok!" Ujar Yoga memberi mencoba memberi ketenangan kepada Umar, agar Umar jangan merasa bersalah karena sudah lama ijin kerja,


"Iya bang, terima kasih banyak

__ADS_1


Sudah mau memberikan waktu banyak untuk saya memulihkan kesehatan." Ujar Umar sedikit segan tapi senang.


"Santai saja lah mar, tidak usah formil gitu, kita ini anggap saja keluarga, jadi kamu jangan khawatir posisimu di kantor di gantikan orang, haha.." jawab Yoga santau sambil tertawa, sementara Umar hanya nyengir sambil garuk-garuk kepala,


"Makasih banyak ya bang sudah mau mengerti kondisi aku" ujar Umar segan.


"Siip" ujar Yoga sambil mengacungkan jempol tangan kanan nya kepada Umar.


"Nak Yoga ini kopinya, dan ini pisang goreng bikinan ayu di makan ya" ujar ibu sambil menghidangkan semua di atas meja.


"Iya ini memang bikinan ayu, ibu cuma mengarahkan dan memberi tahu caranya saja, semua yang meracik dan menggoreng ayu sendiri" ujar ibu ikut bangga karena ayu sudah bisa memasak, selama ayu sering ke sini ayu memang sering belajar masak sama ibu di dapur, ibu ingat sewaktu pertama kali ayu memegang spatula atau sodet untuk menggoreng, walau sebelumnya ayu juga sangat kaku memegang spatula tapi kini ayu sudah mulai bisa memegang spatula dengan lihai, hanya saja jika sama minyak panas, dia masih sedikit takut, jika ayu menggoreng masakan nya, tubuh ayu selalu di jauhkan dari penggorengan tangan nya di panjangkan untuk membolak -balikan gorengan nya, itu juga sambil teriak-teriak ketakutan, dapur ibu jadi rame sama gelak tawa Asti dan teriakan ayu, tapi hari ini gelak tawa itu hilang karena Asti sedang bersedih di kamar, ibu juga sekarang lebih banyak diam dari pada bicara, padahal kalau di dapur ibu selalu cerewet, tapi sekarang ibu hanya diam saja, ayu pun sama, sambil menggoreng pisang, pikiran nya sedih memikirkan sahabatnya itu.


"Wah ternyata ayu sering di sini tuh banyak hal positif yang terjadi" ujar Yoga senang, ibu hanya tersenyum sambil mengangguk.


"Nak Yoga ibu permisi mau ke kamar asti dulu ya," ujar ibu berpamitan untuk ke kamar Asti.

__ADS_1


"Iya silahkan buk," ujar Yoga, jantung nya sedikit berdetak dengan kencang begitu ibu menyebut nama Asti, Yoga ingin sekali melihat Asti sekarang, rindu itu semakin menggebu setelah mendengar nama Asti di sebut ibu.


Ibu berjalan ke kamar Asti sambil membawa sepiring pisang goreng yang di ambil nya dari dapur,


Sementara ayu baru keluar dari dapur, lalu dia duduk di sebelah Abang nya sambil menyandarkan kepalanya di bahu Yoga terus tiba-tiba menangis di bahu kakaknya.


"Kenapa yu? Kamu sakit?" Tanya Yoga sambil meraba jidat adiknya dengan punggung tangan nya, ayu menggelengkan kepalanya, tapi air matanya terus jatuh di pipi mulusnya, membuat Umar dan yoga bingung dengan sikap ayu.


"Kamu kenapa yu?" Tanya Umar merasa tidak enak, Umar mengira ayu pasti kecapean di dapur, Umar jadi tidak enak kepada Yoga.


"Bang, barusan Ayu di telpon oleh pihak rumah sakit di tempat ibu di rawat, kata mereka ibu barusan jatuh di kamar mandi dan pingsan, sampai sekarang ibu belum sadar." Ujar ayu sambil memeluk kakaknya.


"Inalillahi, terus ibu bagaimana?" Tanya Yoga mulai ikut gelisah, dia lalu mengajak ayu segera pergi ke rumah sakit jiwa untuk melihat kondisi ibu mereka.


Ayu dan Yoga lantas berpamitan kepada ibu dan Umar, tentunya ayu juga berpamitan kepada Asti, Asti segera keluar dari kamarnya dan dia berniat ingin ikut, tapi di halangi ibu karena tubuh Asti yang tidak sehat, badan Asti panas dan badan nya lemas karena sudah dua hari tidak makan,

__ADS_1


Kerinduan Yoga untuk melihat Asti sudah terbayar begitu Asti keluar kamar meminta ikut ke rumah sakit jiwa, tapi yoga juga melarang nya dengan lembut karena ayu sedang sakit, asti pun akhirnya mengalah, dia masuk kembali ke kamar karena badan nya memang lemas, tapi sayang nya di tengah kebahagiaan Yoga melihat Asti, justru ada peristiwa sedih juga yang harus dia terima, yaitu kabar duka tentang kondisi ibunya yang jatuh dari kamar mandi, tadi begitu yoga menelpon pihak rumah sakit menanyakan keadaan ibunya, mereka bilang ibu belum sadarkan diri juga.


__ADS_2