
Hampir masuk waktu adzan subuh, bapak masih terus berjalan di dalam hutan untuk mencari arah jalan pulang, tapi bapak tidak menemukan jalan setapak yang akan menuntun nya ke luar hutan ini, akhirnya bapak memutuskan untuk beristirahat sejenak menunggu sampai siang menjelang nanti
Bapak berpikir bila berjalan di kegelapan ini hanya membuang waktu saja, jalan yang di tempuh pun tidak terlihat, dan resiko paling tinggi jika tidak berhati-hati, bisa saja bapak berjalan ke arah jurang, bapak pun akhirnya bersandar di batang pohon Pinus yang tumbuh tinggi di dalam hutan ini, bapak menyandarkan tubuhnya di sana untuk beristirahat karena kelelahan setelah sekian lama berjalan, dan akhirnya bapak pun tertidur pulas dengan beralaskan rumput dan berselimut dingin nya udara malam.
Suara kicau burung yang bersahut -sahutan membuat pagi di hutan ini tampak begitu ceria, angin segar dan suara gesekan dedaunan menambah keindahan hutan ini, tapi sayang jika hari berganti malam, hutan ini akan berubah menjadi menakutkan.
Perlahan mata bapak pun terbuka di saat suara burung terdengar di atas pohon yang dekat dengan posisi bapak sekarang.
Matahari belum menunjukan dirinya tapi cahaya nya mampu menerangi hutan ini, mungkin jika melihat jam, kita akan tahu jika pagi ini baru pukul tujuh pagi.
Bapak memegangi perutnya yang terasa perih, mungkin penyakit asam lambung bapak kambuh, sejak kemarin siang bapak belum makan, badan bapak tiba-tiba menggigil dan kecemasan menyerang bapak, nafas terasa sangat sesak hingga bapak beberapa kali menegakkan punggungnya dan menghirup udara untuk membuat paru-parunya bisa bekerja dengan baik dan agar nafasnya tidak sesak lagi, keringat dingin pun tiba-tiba bermunculan dari tengkuk dan juga kening, bapak teringat akan ibu, jika penyakit asam lambung nya kumat, ibu pasti akan selalu menyiapkan obat asam lambung yang biasa di konsumsi bapak, setalah itu ibu akan membalur seluruh punggung dan perut bapak dengan balsem, hingga bapak merasa nyaman lagi, tapi sekarang bapak harus berjuang melawan penyakitnya sendirian tanpa ibu dan tanpa obat,
Bapak hanya bisa berdoa agar penyakitnya segera pergi, tiba-tiba ada dua orang lelaki menghampiri bapak yang menahan sakit di bawah pohon Pinus, seorang lelaki membawa mesin Sinso untuk pemotong kayu, mereka berdua adalah para penebang pohon.
"Pak, lagi apa bapak di sini?!" Tanya seorang lelaki yang memakai jaket biru, tapi bapak hanya merintih sebab kepala nya tiba-tiba pusing, bapak ingin menjawab ucapan kedua orang itu, bapak pun ingin meminta tolong mereka untuk bisa keluar dari hutang ini, tapi sayang nya bapak tidak bisa bicara karena saking lemas dan pusing, dan akhirnya bapak kembali tidak sadarkan diri.
***
Ketika bapak membuka mata, yang pertama bapak lihat adalah cahaya, ternyata cahaya yang bapak lihat itu adalah lampu di ruangan ini, bapak menyipitkan mata nya karena silau oleh cahaya lampu di ruangan ini, bapak pun melirik ke kanan dan ke kiri, ternyata ini seperti ruangan rumah sakit, tapi bapak tidak melihat siapapun di sini.
__ADS_1
Bapak bangun dan berusaha untuk Duduk, seorang wanita memakai baju putih persis seperti baju perawat, masuk ke ruangan bapak, dengan membawa alat medis untuk menyuntik.
"Bapak sudah siuman? Saya permisi mau menyuntikan obat untuk bapak ke selang infus bapak ya.," Ucapnya sambil tersenyum.
"Iya boleh sus, saya di mana?" Tanya bapak.
"Di rumah sakit, pak"
"Iya, Saya kenapa sus!?"
"Tadi siang bapak pingsan dan untung ada orang yang menemukan bapak di sana, dan membawa ke sini, untuk di berikan pertolongan."
"Berapa lama saya pingsan sus?!"
"Dari tadi siang pak, sekarang sudah lepas Maghrib."ujar suster itu lagi.
"Orang yang menolong saya ke mana sus?" Bapak ingin bertemu dengan orang yang sudah menyelamatkan nya dari musibah di hutan itu.
"Mereka sudah pergi pak, katanya mau mencari keluarga bapak, tapi sampai sekarang belum ada keluarga satu pun datang ke sini." Jawab suster itu.
__ADS_1
"Oh." Hanya itu yang bisa bapak ucapkan, dia pun bingung mau bertanya apa lagi,
"Sekarang bapak makan malam dulu, itu sudah ada nasi di meja, setelah makan , bapak minum obat ya." Bapak pun melirik meja yang di tunjuk suster itu, dan memang sudah ada makanan di sana, bapak mengangguk.
Suster itu pun mengambilkan makan untuk bapak, dan ketika suster itu menawarkan untuk menyuapinya, bapak menolak, dia bisa makan sendiri, walau tangan kiri di infus, tidak menjadi halangan untuk makan sendiri, badan bapak pun sudah lebih baik lagi, dan nampak lebih segar, wajahnya pun sudah tidak pucat lagi.
Bapak makan dengan lahap, karena memang dari kejadian kemarin siang dirinya di tipu dan hendak di rampok oleh pak Toni, dirinya sampai sekarang belum makan.
Suster itu pun menyiapkan obat untuk di minum bapak, lantas setelah semuanya di anggap beres, suster itu pun pamit kembali untuk ke ruangan nya, bapak pun mempersilahkan nya,
Setelah makan, tubuh bapak semakin bugar kembali, walau masih ada terasa sakit di leher dan rahang bapak, tapi semua tidak di rasa lagi,bapak ingin menghubungi keluarganya, tapi sayangnya bapak baru ingat, jika hape bapak tertinggal di kios sedang di cas, kemarin hape bapak mati lalu di cas, bapak yakin pasti ibu dan anak-anaknya menghubunginya ke hape itu, bapak termenung memikirkan keluarganya, pasti mereka sekarang panik mencari dirinya, dua hari menghilang pasti mereka sangat lah khawatir memikirkan dirinya, sedangkan untuk menghubungi mereka, bapak tidak hapal dengan nomor hape keluarganya, jangan kan mengingat nomor hape istri dan anaknya, bahkan nomor hape sendiri pun dia tidak ingat sama sekali.
Dia lantas meraba saku celananya, karena dia ingat dengan uang hasil jualan kemarin, dan ternyata masih utuh, bapak bersyukur telah bertemu dengan orang-orang baik di hutan itu, hingga membawanya kesini dengan selamat dan bapak sangat bersyukur mereka adalah orang-orang jujur, karena harta benda yang ada di tubuh bapak masih utuh, tapi sayang nya mereka sudah pergi entah kemana, hingga bapak tidak bisa mengucapkan terima kasih.
***
Asti menangis di pelukan ibu sesaat dia memberi kabar duka tentang Entis, ibu pun sama menangis, karena sedih dengan nasib anak-anaknya yang sedang berada dalam ujian.
Ibu tadi siang datang ke pasar untuk mencari keberadaan bapak yang dari kemarin tiba-tiba menghilang, tapi dari keterangan karyawan di kios pasar, bapak pergi menjemput barang dengan teman nya, hanya itu informasi yang ibu dapat dari karyawan bapak, ibu berpikir pasti ada yang tidak beres, karena jika bapak membeli barang jualan tidak akan selama ini, di hubungi dari kemarin lewat hape nya tidak di angkat dan ternyata hapenya ada di kios sedang di cas,ibu bingung harus kemana lagi mencari bapak.
__ADS_1