Suami Benalu Banyak Ulah

Suami Benalu Banyak Ulah
bujuk rayu


__ADS_3

Kini di rumah Emak sudah tidak ada siapa-siapa lagi kecuali Emak dan Euis, setelah tiga hari kematian Entis, Euis tidak mau masuk kerja, dia masih dalam keadaan duka hingga tidak bersemangat lagi untuk bekerja, Emak pun meminta Euis untuk terus menemani dirinya, dia tidak bisa sendiri dalam rumah karena selalu teringat anak lelakinya itu, ketika Emak melihat kursi makan yang biasa Entis duduki ketika makan, seketika itu pula tangis Emak pecah, dia merasa rindu kepada Entis, walau bagai mana pun perlakuan Entis di luar sana, bahkan Entis di luar seperti preman, tapi Entis sosok anak yang penurut,dan takut kepada ibunya, dia juga sangat menyayangi adiknya walau terkadang bikin kesal Euis, tapi Entis sangat menyayangi keluarganya, tidak ada alasan bagi emak dan Euis untuk tidak menangisi kepergian Entis.


"Emak harus nuntut si Asti! Karena gara-gara dia lah kang Entis tiada!" Euis kini mulai memprovokasi ibunya lagi untuk terus membenci asti.


"Iya benar is, Emak harus ke rumahnya untuk meminta pertanggung jawaban, Emak tidak rela jika si Asti bahagia di atas penderitaan kita,!" Emosi Emak kembali tersulut ketika percikan api mulai di sulut oleh Euis, Euis senang Emaknya semakin membenci Asti, karena Euis sangat mendendam kepada bekas kakak iparnya itu Euis menganggap segala musibah yang terjadi kepada Entis berawal dari Asti.


"Jika Emak datang kesana, Emak jangan lupa untuk meminta ganti rugi sebanyak seratus juta, itung-itung balas Budi si Asti kepada kang Entis, semua pengorbanan kang Entis tidak sebanding dengan uang ganti rugi yang kita minta Mak." Euis mulai meluncurkan kembali panah panas nya untuk menghasut ibunya agar meminta uang.


Emak terdiam,dia memikirkan ucapan putrinya, dalam hatinya membenarkan apa yang Euis omongkan barusan, uang seratus juta itu memang tidak sebanding dengan nyawa anaknya, tapi setidak nya uang itu nanti akan bisa dia gunakan untuk hidup kedepan nya, dia bisa membuka usaha dengan itu untuk menyambung hidup, apalagi si Euis kini sudah berhenti dari tempat kerjanya, dari mana dia mendapatkan uang lagi kalau si Euis jadi pengangguran.


"Iya sebaiknya besok Emak datang kesana untuk meminta ganti rugi, tapi apa mereka punya uang sebanyak itu is?!" ujar Emak memutuskan untuk datang kerumah Asti, tapi Emak ragu jika keluarga Asti memiliki uang sebanyak yang dia minta.


"Itu urusan mereka mak, kalaupun mereka tidak punya, mereka harus mencari uang segitu sampai dapat, caranya bagaimana kita tidak mau tahu, yang penting uang itu ada Mak " jawab Euis begitu entengnya.

__ADS_1


"Ya sudah, besok kamu antar Emak kesana ya." Ujar Emak meminta Euis menemaninya.


"Waduh Mak, besok Euis ada perlu, Euis tidak bisa antar Emak, sebaiknya Emak minta antar tukang ojek saja," Euis segera menolak permintaan ibunya, selain Euis masih takut datang ke rumah Umar, dia juga ada janji dengan seseorang yang baru dua Minggu ini dia kenal, lelaki manis yang sering menghiasi mimpi indahnya, bahkan lelaki ini bisa membuat Euis berpaling dari kekaguman nya kepada Umar, Euis sedang jatuh cinta kepada seorang lelaki yang di kenalnya di internet dan pernah bertemu satu kali secara langsung dua Minggu yang lalu, Euis mulai tergila-gila dengan lelaki itu.


"Kamu itu is, di mintain Emak segitu saja tidak mau, ini juga demi masa depan kita is.!" Emak kesal karena Euis tidak mau mengantarnya.


"Ya mau gimana lagi Mak, Euis juga besok pergi juga ada hubungan nya dengan masa depan Euis, lagian uang belasungkawa kemarin kan emak dapat banyak, sebaiknya Emak minta tolong tukang ojek saja, bayar dia pake uang itu Mak." Euis tidak mau mengalah, sebab pertemuan dirinya dengan Anton adalah sesuatu hal yang di nantikan, dulu pertama kali bertemu Euis sangat berkesan sekali dengan Anton, sayangnya semenjak bertemu waktu itu Anton susah di hubungi, alasan nya sibuk, tapi semalam Anton menelpon Euis meminta bertemu besok hari di taman dekat sekolah SMP yang ada di ujung jalan.


"Ya sudah lah, biar besok Emak minta tukang ojek saja nganterin Emak," Emak pasrah, karena kalau berdebat juga percuma, Euis itu keras kepala dan tidak akan mau mengalah, itu lah salah satu watak Euis yang tidak baik dari kecil hingga sekarang tidak pernah berubah.


Pagi ini Euis sudah berdandan menor dan juga wangi, dia merasa diri untuk menemui sang pujaan hati.


Euis mematut diri di kaca dengan setelan baju sedikit terbuka, belahan dada yang menonjol sengaja Euis buka sedikit agar terlihat sexy, rok pendek di atas lutut berbahan Levis pun mencetak ketat b*kong nya yang sedikit semok, Euis memakai sepatu sport, dan di pundak nya menyoren tas sandang yang kecil , hanya cukup dompet dan juga hape.

__ADS_1


Euis segera berpamitan kepada Emak setelah dirinya merasa sudah perfek, Emak hanya menyambut tangan Euis yang meminta cium tangan tanpa mengomentari penampilan putrinya itu, Emak pikir, wajar jika Euis berdandan seperti itu, namanya juga anak muda.


Euis lantas memesan ojek online untuk menuju taman , dan setelah sampai di sana ternyata Anton sudah menunggunya di sana dengan santai, penampilan Anton sedikit urakan, Anton memakai celana Levis berbentuk pensil yang sobek di bagian dengkulnya, baju kaos oblong berwarna hitam dan di lapisi rompi berbahan Levis, Anton menggunakan sepatu sport hitam, kuping dan hidung di tindik, dan terdapat tato di lengan kanan bagian punggung tangan membentuk tulisan nama Euis.


"Sudah lama nunggu kang?" Tanya Euis, sambil mencium tangan Anton, begitu dia melihat namanya terukir indah di punggung tangan Anton, hati Euis langsung berbunga, Euis menyukai penampilan Anton seperti ini, menurut Euis penampilan Anton itu sangat keren, padahal menurut orang lain mungkin penampilan Anton itu mirip preman tahun baheula.


"Lumayan sayang" ujar Anton sambil mengedipkan matanya, wajah Anton memang manis, pantas jika Euis menaruh hati pada Anton.


"Kita mau kemana kang?" Tanya Euis sambil memainkan tali tasnya karena grogi di lihatin terus Anton.


"Kita ke surga dunia sayang!" Ujar Anton. Sambil mengerlingkan matanya lagi, Euis tersentak kaget dengan maksud ucapan Anton barusan, tapi Anton hanya terkekeh melihat ketegangan di raut wajah Euis,


"Sudah yuk jalan, akang lapar nih belum sarapan, setelah sarapan kita lanjut ke luar kota, akang ingin mengajak Euis ke suatu tempat, di sana hawanya dingin dan pemandangan nya sangat indah, Euis mau kan?!" Rayu Anton sambil memohon.

__ADS_1


"Iya kang, Euis mau" jawab Euis pelan sambil menundukkan wajahnya.


__ADS_2