Suami Benalu Banyak Ulah

Suami Benalu Banyak Ulah
tragedi


__ADS_3

Setelah mengantarkan Euis ke rumah emak, lantas mantan suami Asti ini kini berada di sebuah rumah yang sudah di jadikan basecamp oleh para preman kampung ini, Entis langsung menyuruh teman nya untuk memberi minuman beralkohol dengan kadar tinggi, karena bajet sedikit dan personil banyak akhirnya mereka pun meracik beberapa minuman keras dan minuman berenergi ke dalam satu wadah besar seperti baskom, lantas mereka menambah beberapa bungkus losion anti nyamuk ke dalam wadah itu, menurut mereka losion anti nyamuk itu akan membuat mereka cepat mabuk, dan juga untuk mengirit bajet pengeluaran, dengan jumlah personil mereka yang cukup lumayan banyak, yaitu lebih dari sepuluh orang, maka mereka mengakali yang sedikit ini dengan tambahan yang murah tapi memabukkan, supaya minuman itu bisa cukup di konsumsi oleh mereka semua, di antara para preman ini hanya beberapa orang saja yang bekerja, kebanyakan mereka pengangguran, maka dari itu mereka ingin mabuk tapi bajet tidak ada, akhirnya mereka memilih alternatif nyeleneh, karena jika ingin benar-benar cepat mabuk, maka mereka harus membeli minuman keras itu dengan jumlah banyak, tapi uang nya tidak cukup, maka jalan satu-satunya mereka yaitu dengan menambah losion obat anti nyamuk, walau minuman sedikit tapi memabukkan! tanpa mereka sadari dengan cara itu bukan hanya mabuk tapi mereka juga sedang menggali kuburan nya sendiri.


"Aku kesal dengan adik ipar ku! Gara-gara dia aku gagal membawa istriku pulang!" Kelakar Entis sambil menenggak minuman nya.


"Cul*k aja terus kita sik-sa dia!" Ucap si Judi, dia pemuda pengangguran yang paling beringas di antara Teman-teman nya.


"Benar tuh kang! Aku siap mencul*knya!" Ucap Udin yang usia nya paling muda di antara semuanya.


"Aku tidak kepikiran sampai ke sana! Walau aku benci tapi aku tidak ingin masuk penjara gara-gara nyulik dia!" Ucap Entis sambil menggelengkan kepala, dia sama sekali tidak kepikiran untuk mencul*ik dan menyiks@ Umar.


"Ah Cemen Lo tis! Sudah di Carikan jalan keluar malah nolak! Menurut gua sih ucapan di judi itu benar, kita culik si Umar itu, kita cuma mau kasih pelajaran aja sama dia tis! Soal kendaraan pakai saja mobil majikan ku, hari Jumat mobil itu bisa aku pinjam, karena setiap Jumat ,bos ku ke luar kota , mobilnya nganggur di rumahnya, bisa aku pinjam tuh." Kata gandi teman Entis yang pernah meminjamkan mobil di saat menjemput paksa Asti di pabrik waktu itu, tapi gagal!


Entis diam tidak menyahuti, dia menenggak minuman keras nya lagi, tapi hasutan - hasutan teman nya memenuhi gendang telinganya, pikiran Entis pun akhir nya terpengaruhi oleh banyaknya hasutan setan yang berbentuk manusia di sekitaran Entis.


"Pokok nya Lo gak usah khawatir tis, penculikan ini hanya untuk membuat efek jera saja, jadi aman lah!" Ucap Santo yang kepalanya botak dan di lehernya ada tato bertuliskan bandit.


"Ok deh, tapi gua gak mau dia m@ti!" Ucap Entis pasrah, walau pun dia menyanggupi rencana teman nya tapi hati kecilnya menolak.


"Nah gitu dong! Baru namanya keren!" Ucap Udin sambil mengacungkan ibu jarinya.


"Kepalaku pusing" ucap judi sambil memegang kepalanya.

__ADS_1


"Haha.. baru sedikit sudah mabok! Cemen banget Lo!" Si Udin pun terbahak melihat si Judi memegangi kepalanya.


"Gua bukan mabok nyet, ini kepala gua sakit!" Judi marah karena tidak terima di ledek Cemen oleh Udin.


"Iya bener, gua dari tadi malah ngerasain kepalaku sakit!" Ucap si Obi yang dari tadi diam saja kini ikut bicara.


Tiba-tiba si Obi muntah di tempat itu.


"Ih jorok banget sih Lo nyet! Kalau muntah tuh sana keluar!" Bentak si Gandi.


"Gua gak kuat kang! Huek..huek..!" Tiba-tiba si judi pun muntah juga di sana, akhirnya tempat itu riuh oleh makian dan juga kekesalan para preman kepada si judi dan si Obi yang muntah di sana, bahkan si judi muntahan nya masuk ke dalam baskom minuman.


"Brengsek lu!" Si Entis kesal, karena minuman yang masih banyak itu harus di buang akibat terkena muntahan si judi, padahal minuman itu di beli oleh uang pinjaman kepada emaknya.


"Tolong gua juga, gua gak bisa bangun, dadaku sakit gak bisa nafas." Si judi pun meminta pertolongan.


Para preman yang tadi mamaki kawan nya yang muntah itu akhirnya jadi khawatir, mereka segera mendekati si Obi yang terkapar di tembok rumah itu, tiba-tiba si Obi muntah darah!


"Obi! Lo kenapa!" Pekik si Udin.


"Ayo cepat bawa ke puskesmas!" Ucap si Gandi tegang.

__ADS_1


Akhirnya ruangan itu jadi riuh memanggil si Obi yang tidak sadarkan diri.


Sementara si judi teriak-teriak kesakitan!


"Kayaknya si Obi keracunan losion anti nyamuk deh,, tadi gua lihat dia menyedot losion anti nyamuk dari bungkusnya, dia bilang biar cepet mabok!" Si nata preman pasar yang badan nya cungkring ikut bicara, karena tadi dia sempat lihat si Obi menghisap kemasan losion anti nyamuk.


"Si judi juga tadi sama kayak si Obi" ucap si Udin, yang mereka memang sahabat dari kecil, jadi pas si judi nyedot bungkus losion bekas si Obi, si Udin melihat jelas, karena si judi duduk bersebelahan dengan si judi.


"Pada sok jagoan sih Lo pada!, Jadi kayak gini kan akhirnya!" Teriak si Gandi kesal.


"Sudah-sudah gak usah ribut sekarang mendingan naikin si Obi sama si judi ke atas motor, ayo kita ke puskesmas." Teriak Entis panik, melihat si judi juga nafasnya tersengal-sengal, tapi dia tidak muntah darah.


Para preman itu semua dengan susah payah menggotong Obi dan juga judi ke atas motor, karena motor hanya ada dua maka satu motor hanya bisa di naikin 3 orang saja, Entis membawa motor untuk mengantar Obi dan di belakang Obi ada nata yang bertugas menahan badan Obi, sementara motor satu lagi di kendarai oleh Gandi membawa judi, dan Udin berada di belakang judi untuk menjaga judi agar tidak jatuh, dua motor itu pun segera melaju meninggalkan beberapa preman yang tidak bisa ikut karena tidak ada kendaraan lagi.


empat orang preman yang tertinggal di basecamp segera membubarkan diri, mereka ingin cepat pulang, mereka khawatir jika ikut keracunan juga.


Sementara dua motor yang melaju ke puskesmas kini telah sampai di gerbang puskesmas, tapi sayang nya Setelah sampai puskesmas Ternyata di sana gelap, jelas saja gelap karena puskesmas hanya buka setiap harinya dari pukul 7 sampai pukul 5 sore, jika malam puskesmas desa ini tutup, jadi kalau ada pasien darurat bisanya pada lari ke rumah bidan desa yang selalu siap 24 jam.


"Sial tutup! Ini gimana?!" Kata Entis kalut, kepalanya juga sudah mulai pusing.


"Kita ke bidan Eni saja, bidan desa kita!" Ucap Udin.

__ADS_1


"Ya sudah ayo cepetan putar ke sana motornya!" Teriak Gandi kepada Entis yang berada di depan motornya.


Mereka pun putar balik menuju rumah bidan Eni.


__ADS_2