Suami Benalu Banyak Ulah

Suami Benalu Banyak Ulah
tragedi


__ADS_3

"Sabar sayang! Jangan menjerit dahulu, aku kan belum ngapa-ngapain!" Ujar si Gogon sambil tertawa senang, karena buruan nya sudah berada dalam dekapan nya,


"Lepaskan!" Teriak Asti,


Si Gogon bukan nya melepaskan Asti tapi malah merobek pakaian Asti hingga terlihat jelas warna bra yang sedang di pakai Asti, Asti menjerit ketakutan.


Sementara si Togar yang mendengar suara perempuan matanya langsung terbuka, tapi bayangan Asti tidak begitu jelas di matanya, pikiran nya sudah di penuhi oleh khayalan dari efek minuman, hingga kesadaran nya sedikit hilang.


"Wah ada cewek, sini bawa! Cantik tidak!" Ucap si Togar.


"Dasar baj*ngan kalian! Lepaskan aku!" Asti terus berontak dari dekapan si Gogon, tapi tenaganya tidak cukup kuat untuk melepaskan diri, si Gogon tenaganya bertambah berkali-kali lipat karena di kuasai oleh hawa nafsu yang menguasai diri nya, sehingga sulit bagi Asti lepas dari dekapan si Gogon.


Si Togar pun bangun dari duduk santainya, dia berdiri sempoyongan mendekati Gogon, hingga jarak pandang nya mulai terlihat jelas, wajah Asti kini terlihat di matanya,, si Togar langsung membulatkan matanya ketika sadar jika orang yang tengah di paksa oleh si Gogon itu adalah Asti, seburuk-buruknya perbuatan teman si Entis, mereka tidak akan berani membuat kurang ajar terhadap istri teman mereka, apalagi yang setahu Togar, jika Entis cinta mati sama Asti, tentu jika si Entis tahu Asti sedang dalam bahaya dia akan mengamuk, Togar ingin menghentikan niat gila teman nya itu, belum juga kesadaran Togar kembali dan menghentikan aksi di Gogon, tiba-tiba dari arah pintu rumah datang Entis dengan emosi langsung menyerang si Gogon agar melepaskan Asti.


***


Kita kembali ke lima menit Sebelum Entis masuk kedalam gubuk dan menyerang si Gogon,


Setelah Entis turun dari mobil si Gandi di simpang menuju kuburan, dia lantas berjalan di tengah gelapnya malam, sengaja Entis memilih jalan yang gelap, agar tidak di ketahui oleh orang lain jika dia berkeliaran di daerah sini, niatnya setelah mengambil motor Euis di basecamp, dia akan mengembalikan motor itu ke rumah, setelah itu dia akan kabur sementara waktu ke kampung Tuti,


Entis yang sedang berjalan ke arah basecamp melewati kuburan, tiba-tiba mendengar suara teriakan minta tolong, suara itu mirip dengan suara Asti, Entis sempat bingung dan menganggap itu halusinasi dirinya, sebab dari tadi pikiran nya penuh dengan diri Asti, dan begitu dia mendengar suara Asti dia meragukan pendengaran nya, dia yakin jika dirinya sedang berhalusinasi,


Tapi semakin lama suara itu semakin dekat, seolah suara minta tolong itu terdengar dari arah basecamp, sontak Entis berlari kencang ke arah di mana suara Asti berteriak.

__ADS_1


Dan begitu dia masuk kedalam gubuk, dia melihat Asti sedang di paksa dan hendak di lecehkan oleh seorang lelaki yang tidak dia kenal di dalam basecamp, Entis langsung di kuasai amarah ketika melihat orang yang di cintai nya itu sedang dalam bahaya, walaupun Entis marah karena Asti menceraikan dirinya, tapi dia tidak akan berdiam diri jika melihat Asti dalam bahaya, Entis tidak rela jika Asti di sentuh oleh lelaki mana pun, karena dia ingin Asti adalah milik dirinya untuk selamanya.


"Bajing*n! Lepaskan istriku!" Teriak Entis sambil menarik rambut gondrong si Gogon, dia pun langsung melayangkan tinjunya di wajah si Gogon.


Si Gogon terjerembab ke lantai dengan kepala membentur lantai, si Togar yang melihat itu hanya diam terkesima,


"Anj*Ng kamu Togar! Berani kamu mau berbuat jahat kepada istriku!" Ujar Entis penuh emosi! Dia masih menganggap bahwa Asti adalah istrinya, sementara Asti begitu terlepas dari si Gogon langsung berlindung di balik lemari usang dia ingin berlari keluar tapi kakinya gemetaran saking takutnya, dan juga dia malu bajunya robek besar di bagian dadanya, pintu keluar pun terhalang tubuh si Gogon yang terjerembab karena serangan Entis.


"Bukan begitu kang! Ini salah paham!" Si Togar bingung untuk menjelaskan nya, karena kejadian ini terjadi secara tiba-tiba.


Ketika Entis dan si Togar saling beradu argumen, kesempatan ini dipakai si Gogon untuk mengambil samurai yang berada di belakang pintu, tadi dia ketika sedang minum berdua dengan si Togar melihat ada samurai di sana, keadaan kini semakin tegang ketika si Gogon bersiap menyerang si Entis


"Breng$ek kamu! Berani kamu menghalangi niatku! Kamu harus m@ti di tangan ku!" Si Gogon yang sudah di kuasai emosi tidak lagi memikirkan apa-apa lagi, dia hanya ingin membalas rasa sakit tadi akibat jambakan dan bantingan serta hajaran Entis yang terasa sangat sakit di kepalanya.


Tapi si Gogon tidak mendengarkan larangan si Togar, dia mengayunkan samurai ke arah Entis, si Gogon terus menyerang Entis, sementara Entis terus berkelit, Entis takut jika samurai itu terkena tubuh Asti, Entis menarik lengan Asti untuk melindungi Asti di belakang tubuhnya, Asti semakin gemetaran ketika melihat samurai itu mengkilap terkena cahaya lampu.


"Jangan macam-macam kamu!" Teriak Entis sedikit gentar, karena dirinya tidak memiliki senjata apa pun.


Dengan cepat si Gogon langsung menu-suk perut Entis.


Creb...!!


Terdengar suara mengerikan ketika samurai itu menembus tubuh Entis, si Togar menganga karena shock, dan Asti langsung histeris ketakutan,

__ADS_1


"Lari as!" Teriak Entis kepada Asti, walau tubuhnya berlumuran dar@h, tapi Entis masih ingat dengan keselamatan Asti.


"Cepat.. la..la..ri.." dengan terbata-bata Entis menyuruh Asti lari.


Sementara si Gogon sendiri setelah menu-suk Entis langsung tersadar, tubuhnya bergetar ketakutan, di saat genting tiba-tiba masuk beberapa orang lelaki yang bertubuh tegap dengan membawa pistol, mereka langsung meringkus semua yang berada di sana, kecuali Asti dan juga Entis yang sedang terkapar bersimbah d@rah, sementara Asti tiba-tiba di tarik tubuhnya oleh seorang pria tampan yang tidak lain adalah yoga, yoga langsung memeluk tubuh Asti untuk memberi perlindungan, agar tubuh Asti yang hampir telanjang di bagian dadanya tidak terlihat oleh orang lain, Asti menangis sesenggukan di dada bidang yoga, dia benar-benar shock melihat kejadian ini, yoga langsung membuka kemeja yang dia pakai untuk menutupi tubuh Asti yang terbuka, dirinya rela bertelanjang dada di malam ini yang penting Aurat Asti terselamatkan dari mata semua orang yang berada di sana.


"Cepat panggil ambulance "ucap salah satu anggota kepolisian kepada teman nya.


Di gubuk itu kini telah ramai oleh polisi serta mengundang rasa penasaran warga yang masih terjaga dari tidurnya, mereka berbondong-bondong melihat apa yang sedang terjadi di basecamp nya para preman kampung ini.


"As.. astii..!" Panggil Entis, tangan nya melambai ke arah Asti memberi isyarat agar Asti segera mendekatinya.


Yoga yang sedang menyembunyikan wajah Asti di dadanya merasa kasihan, tapi dia tidak ingin Asti nantinya terguncang psikisnya jika membiarkan Asti mendekati Entis yang perutnya masih tertancap samurai, darah menggenang di membasahi tubuh Entis , kondisi Entis mengerikan hingga yoga tidak bisa membiarkan Asti mendatangi Entis,yoga tidak mengindahkan Entis lagi, dia langsung membawa Asti keluar dari gubuk itu.


Tiba-tiba Emak berlari masuk ke dalam gubuk itu dan histeris begitu melihat Entis terkapar bersimbah d@rah.


"Asti..!" Entis berusaha memanggil Asti, dan tidak menghiraukan ibunya yang meraung di sampingnya, Entis ingin mengejar Asti tapi tenaganya sudah tidak kuat, dia hanya bisa menitikan air mata karena rasa cemburu, dia sudah merelakan dirinya untuk melindungi Asti, tapi yang dapat pelukan Asti justru lelaki lain! Entis sakit melihat kenyataan ini, walaupun samurai itu masih menan-cap di tubuhnya, tapi rasa sakit hati nya jauh lebih sangat menyakitkan di banding samurai ini.


Entis pun akhirnya di bawa oleh ambulance untuk di larikan ke rumah sakit, sedangkan si Togar dan si Gogon di gelandang di bawa ke kantor polisi.


Asti pun akhirnya di bawa ke kantor polisi guna untuk melengkapi penyelidikan serta menjadi saksi dan sekaligus menjadi saksi korban.


***

__ADS_1


__ADS_2