
Mas aku hanya ingin mengucapkan bela sungkawa saja , walau bagai mana pun ibu mu itu pernah menjadi ibu ku juga, dia ibu mertua aku juga sayang sama beliau,"
Rosi semakin membuat Yoga kesal karena dia menjual kata sayang untuk almarhum ibunya, padahal Yoga tahu jika Rosi selama menjadi istrinya tidak sekali pun perhatian kepada ibunya itu,Yoga jadi kesal karena Rosi tidak mau pergi dari rumahnya, Yoga juga tidak ingin Asti beserta keluarga nya salah paham dengan kedatangan Rosi, yoga tidak ingin keluarga Asti mengira dirinya masih berhubungan dengan mantan istrinya.
"Sayang, itu di dalam rumah mu siapa!?" Rosi mulai
Sadar jika di dalam rumah yoga banyak orang yang tidak di kenalnya, Rosi yakin jika orang-orang yang berada di ruang tamu itu bukan saudara yoga, karena Rosi mengenal seluruh keluarga besar yoga.
"Bukan urusan mu! Lebih baik kamu pergi dari sini sekarang!" Ujar Yoga dingin, lalu Yoga masuk kembali ke dalam rumah tanpa menghiraukan lagi Rosi.
Tapi Rosi tidak kehilangan akal, begitu Yoga masuk ke dalam rumahnya, Rosi pun mengikuti Yoga dari belakang,
"Halo semuanya, perkenalkan saya mantan istri mas Yoga, " ujar Rosi langsung memperkenalkan diri kepada seluruh orang yang berada di ruangan itu, tentu saja itu membuat Yoga terkejut sekaligus marah!
"Saya turut berduka cita dengan meninggalnya mantan mertua saya, padahal saya ingin sekali merawat beliau lagi, saya punya rencana untuk mengabdikan diri saya untuk keluarga ini sampai saya tutup usia, tapi takdir berkata lain! Aku sangat sedih dengan meninggalnya ibu, tapi saya akan tetap mengabdikan hidup saya ini untuk mas Yoga, saya berencana untuk rujuk kembali!" ujar Rosi yang tiba-tiba menangis, emosi Yoga benar-benar di uji oleh Rosi, Rosi itu ternyata tidak memiliki urat malu, sudah di usir pun dia masih saja tetap bandel, bahkan sekarang dengan pedenya mengatakan ingin rujuk dengan nya di hadapan banyak orang, tapi yang membuat Yoga kesal Rosi ngomong ngelantur seperti itu di hadapan Asti, perempuan yang ingin Yoga dekati dan juga ingin dia lamar, Yoga jadi serba salah didepan bapak dan ibu, terutama Yoga merasa tidak enak kepada Asti, dirinya tidak ingin Asti menganggap ucapan Rosi itu benar.
__ADS_1
"Jangan mimpi kamu!' teriak ayu marah
"Aku tidak Sudi punya Kakak ipar seperti kamu!" Lanjut ayu dengan wajah yang merah padam karena menahan amarah.
"Dek, tolong jangan halangi kakak untuk mengabdikan hidup kakak bersama mas yoga! Kakak sangat mencintai mas Yoga yu, tolong pahami kakak!' ujar ayu memelas memohon untuk di kasihani.
"Kamu jangan ngelantur ngomongnya Rosi! Lebih baik kamu angkat kaki dari sini sebelum satpam mengusir mu secara paksa! Aku tidak ingin ketenangan kami terganggu karena kehadiran mu!" Tegas Yoga penuh penekanan.
"Sayang aku.."
"Jangan panggil aku dengan kata-kata seperti itu! Lancang sekali mulut mu memanggil dengan sebutan menjijikan itu terhadapku! Kamu pikir kamu siapa?!" Belum juga Rosi menyelesaikan ucapan nya, Yoga sudah marah besar kepada Rosi, emosi Yoga sudah benar-benar habis di buat Rosi.
"Tidak pak, yang seharusnya pergi itu bukan keluarga bapak, tapi perempuan ini! Saya tidak punya kepentingan apa-apa lagi dengan nya, bahkan tidak ada lagi persoalan yang harus kami selesaikan, uran aku dengan perempuan ini sudah lama selesai pak, jadi Yoga tidak ada masalah lagi dengan nya." Yoga segera mencegah tamunya untuk pergi, karena Yoga tidak ingin mereka salah paham dengan kehadiran Rosi,
Sementara Yoga dan bapak sedang berbicara, mata Rosi tertuju pada Asti, Rosi penasaran dengan sosok Asti, apalagi Asti begitu dekat dengan ayu, yang Rosi tahu, ayu sangat pemilih memilih teman, bahkan Ayu tipe anak yang tidak suka berteman hidupnya hanya di habiskan di dalam kamar saja, dulu sewaktu dirinya masih menjadi istri Yoga, Ayu tidak pernah sedikitpun dekat dengan nya, ayu itu jutek dan dingin kepadanya, antara ayu dan Rosi tidak pernah ngobrol, bicara hanya seperlunya, dulu Rosi pun tidak ambil pusing, buatnya yang penting Yoga memberi apa yang dia mau saja sudah cukup baginya, untuk bisa dekat ayu dia sama sekali tidak tertarik, Ayu terlalu sombong menurut Rosi.
__ADS_1
Yoga lalu menarik tangan Rosi ke luar rumah, Rosi sempat melawan untuk tidak di tarik ke luar, tapi apa daya dia, tenaga yoga lebih besar di banding dirinya, hingga mau-tidak mau Rosi pun ikut terseret keluar.
"Sayang, lepasin tangan ku, aku hanya ingin menemani kamu mas, aku tahu kamu sedang bersedih!"
"Pergi kamu dari sini! Jangan pernah lagi kamu menginjakan kaki mu di rumahku!" Ujar Yoga sambil mendorong tubuh Rosi ke luar pagar.
"Kenapa kamu jadi sekasar ini mas!, Siapa perempuan yang berada di dalam itu sayang! Jangan bilang perempuan itu pacar kamu ya mas!" Ujar Rosi penasaran dengan Asti.
"Memang nya kenapa jika dia pacar ku! Bahkan jika dia jadi istriku juga itu bukan urusan mu!" Ujar Yoga sambil tersenyum meremehkan Rosi.
"Tidak mas! Aku tahu kamu masih sayang sama aku! Kamu tidak mungkin menikah dengan perempuan lain! Aku tidak ikhlas mas! Aku mohon jangan menikah dengan nya mas! Kita rujuk lagi ya sayang, aku mohon." Ujar Rosi tidak terima jika Yoga memilih perempuan lain selain dirinya.
"Rujuk?! Haha.. jangan mimpi kamu! Aku sudah menjatuhkan talak tiga untuk dirimu! Misalkan aku mau pun tidak akan mungkin bisa rujuk lagi! Dan untungnya aku sudah tidak tertarik tuh untuk rujuk dengan mu! Jadi aku harap sebaiknya kamu segera pergi dari rumahku,! Dari pada aku menyuruh satpam rumahku untuk mengusir mu!" Ujar Yoga sambil mengancam Rosi!
"Memangnya kenapa dengan talak tiga mas? Aku tidak perduli dengan jumlah talak mas! Selama kita masih saling mencintai, pasti bisa untuk rujuk mas,!" Ujar Rosi terlihat bodoh, dia tidak mengerti prosedur rujuk jika sudah di jatuhkan talak tiga.
__ADS_1
"Makanya belajar dulu ilmu agama sana, agar urat malu mu bisa nyambung lagi!" Ujar yoga sambil berlalu dari hadapan Rosi, dia segera masuk ke dalam rumah, dan tidak lupa Yoga menyuruh satpam untuk menghalau Rosi jika dia memaksa masuk kembali ke dalam rumahnya.
"Mas tunggu! Kamu tidak serius kan pacaran sama perempuan itu!" Teriak Rosi kepada Yoga, dia tidak bisa lagi mengejar Yoga karena langkahnya di halangi satpam rumah Yoga.