Suami Benalu Banyak Ulah

Suami Benalu Banyak Ulah
bagi hasil


__ADS_3

"Bener kata si Entis, kita sebaiknya berpisah, kita cari persembunyian masing-masing, sampai kita mendengar kabar si Umar nantinya, apakah dia m@ti atau tidak setelah pengeroyokan tadi!" Ucap gandi membenarkan ucapan Entis.


"Terus uang ini bagaimana?" Tanya si oji menunjuk kan uang hasil jarahan nya,


"Hitung uang nya ada berapa? Bagikan secara rata saja." Ucap si Gandi sambil menyetir mobil.


"Ada tujuh juta ini uangnya," ucap si oji,


"Waw banyak juga ya!" Teriak Gandi, akhirnya dia menepikan mobilnya di bahu jalan, dia ingin melihat apa benar uang itu sebanyak tujuh juta.


"Sekarang kita bagi rata , tapi aku minta satu juta untuk bensin!" Ucap si Gandi yang langsung berbinar matanya melihat setumpuk uang merah itu, tidak ada yang berani membantah permintaan sibgandi, karena mereka tahu sifat si Gandi yang cepat marah.


Akhirnya mereka pun semuanya membagi-bagikan sisa 9puang hasil merampok itu untuk di bagi rata!


Gandi pun melajukan kembali mobilnya hingga tidak terasa malam pun semakin larut, tapi mereka masih berputar-putar tidak tentu arah.


"Kalian turun saja di sini! Kita berpencar! Gunakan uang kalian untuk bersembunyi!" Ucap Gandi lagi setelah sekian lama mereka berputar mencari tempat berkumpul, tapi tidak menemukan tempat yang cocok, akhirnya mereka sepakat untuk berpencar saja.


"Ya sudah kalau begitu kami turun saja disini, " akhirnya para preman itu turun dari mobil Gandi dan langsung pergi ke tujuan masing-masing, hanya Entis dan Gandi yang masih di dalam mobil.


"Sekarang kamu mau kemana tis!" Tanya si Gandi.


"Aku balik ke basecamp dulu ambil motor! Setelah mengembalikan motor itu aku berencana mencari Tuti ke kampungnya, jika dia ada di sana, aku akan ikut bersembunyi di rumahnya." Ucap Entis yakin jika Tuti ada di kampungnya.


"Oh ya sudah, kalau begitu, tapi aku bisa mengantar mu sampai gang kuburan saja ya, aku tidak bisa ngantar kamu sampai basecamp!" Ujar Gandi lagi.


"Iya tidak masalah!" Jawab Entis pasrah.


***

__ADS_1


Sementara yoga yang melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi merasa cemas dengan Asti, yoga pun menelpon anak buahnya untuk mengikuti dirinya, karena yoga tidak tahu bagaimana keadaan di tempat Entis, yoga tidak mencemaskan dirinya, tapi yoga hanya ingin melindungi Asti, jika terjadi keributan setidaknya yoga tidak sendirian, dia bisa meminta tolong anak buahnya untuk menyelamatkan Asti, begitu pikir yoga,


Ketika mobil yoga sudah memasuki perkampungan di mana Entis tinggal, yoga di sambut anak buahnya yang sudah tiba terlebih dahulu di sana, mereka menggunakan dua motor, yoga pun memerintahkan anak buahnya untuk mencari rumah Entis, seorang anak buah yoga bertanya kepada seorang lelaki yang sedang berjalan untuk pulang, yang kemungkinan si pria itu baru pulang kerja sip malam, dia pun menunjukan letak rumah Entis, ternyata tidak sulit mencari rumah Entis, hampir semua orang mengenal siapa Entis.


Yoga dan anak buahnya kini sudah sampai di depan rumah Emak, di sana sudah ada beberapa orang polisi yang memakai pakaian biasa, yoga yakin mereka pasti tim Buser, salah satu anggota Buser itu ternyata teman yoga, begitu melihat yoga dia langsung menghampirinya, pak Haris teman yoga menanyakan ada kepentingan apa hingga yoga malam-malam datang ke rumah ini, pak haris mengenal siapa yoga, lelaki kaya tapi baik ini tidak akan sembarangan menginjakan kaki ke rumah orang malam-malam jika tidak penting banget! apalagi di deking anak buah berjumlah empat orang dengan dua buah motor yang mengiringi mobil yoga


"Selamat malam pak yoga!" Sapa pak Haris kepada yoga.


"Malam juga pak Haris," yoga menerima jabatan tangan pak Haris.


Mereka pun berbincang sedikit, yoga mengemuka kan niatnya datang kesini, untuk mencari Asti, sedangkan para Buser itu datang kesini karena menemukan bukti dari cctv di jalan di mana Umar di keroyok itu semuanya ulah kawanan Entis, mereka sedang memburu para preman ini,


sudah ada beberapa yang tertangkap polisi dan kini sudah berada di kantor, berkat salah satu teman Entis juga akhirnya memberi tahukan jika Entis dalang dari pengeroyokan Umar,


"Ternyata kepentingan kira kesini ada keterkaitan satu sama lain! Asti yang saya cari adalah kakak dari Umar," ucap yoga,


Ucap pak Haris tersenyum.


Tim Buser sudah menggeledah rumah emak, mereka mencari keberadaan Entis, dan ternyata mereka tidak menemukan Entis di dalam rumah.


Emak ketakutan ketika ditanya keberadaan Entis, emak hanya bisa menangis tanpa bisa menjawab, tapi ada seorang lelaki tetangga Entis memberi tahukan jika Entis sering ngumpul di basecamp, tentu itu membuat emak melotot kepada lelaki itu, tim Buser langsung bergerak menuju ketempat di mana biasa Entis berkumpul,


Yoga pun akhirnya memutuskan untuk ikut ke basecamp nya para preman itu, bersama tim Buser.


***


Kini Asti sudah berada di dekat gubuk yang di jadikan basecamp oleh para preman kampung, ada keraguan di dalam hati Asti untuk menghampiri gubuk itu, ada terbersit rasa takut untuk menghampiri Entis di sana, tapi sisi pikiran lain Asti berpikir jika dia akan sia-sia jika tidak menemukan Entis, dia sudah jauh-jauh dari rumah sakit ke sini hingga hampir tengah malam pun dia tempuh hanya untuk bisa menemukan Entis untuk memberi pelajaran tapi ketika sudah sampai sini dia harus mundur,!?


"Tidak! Aku harus berani kesana!" Ungkap Asti di dalam batin nya,

__ADS_1


Dengan langkah pasti Asti menghampiri gubuk itu, terlihat di luar nampak sepi, hanya ada motor metik, Asti tahu jika motor yang di parkir itu milik Euis, sudah pasti yang memakainya pasti Entis, Asti yakin jika Entis ada di dalam,


"Kang Entis! Keluar!" Teriak Asti ketika dia tiba di depan pintu gubuk.


Tidak begitu lama keluar seorang Lelaki yang berbadan kurus dan rambutnya gondrong bernama Gogon, dia teman si Togar, bukan asli preman sini, si Gogon adalah preman di terminal kota kota sebelah, yang sekarang sedang bersembunyi dari kejaran polisi, dia adalah seorang buronan kasus pemukulan kepada pedagang terminal, pelarian nya di bantu si Togar, dan kebetulan di dalam gubuk ini sedang tidak ada siapa-siapa, karena Entis cs sedang pergi.


Tadi sewaktu Entis dan yang lainya pergi , si Togar sedang tidak ada di basecamp karena sedang berada di terminal bersama si gogon, dia tidak tahu kemana teman-teman nya pergi, dia membawa Gogon kesini untuk bersembunyi sekalian untuk di perkenalkan juga kepada teman nya di basecamp, tapi ternyata basecamp dalam keadaan kosong, padahal si Gogon sudah membeli banyak minuman beralkohol, tapi sayang nya tidak ada orang!


Ketika si Gogon dan si Togar minum berdua, tiba-tiba terdengar suara perempuan memanggil, si Togar tidak sanggup bangun karena sudah pusing, sedang kan si Gogon badan nya masih kuat, dan belum terlalu mabuk.


"Ada cewek kesini gar!" Ucap si Gogon.


"Sikat aja bang! Lumayan mumpung di sini sepi!' ucap si Togar, dia berbicara sudah melantur hingga dia tidak sadar dengan ucapan nya sendiri, Togar pun tidak tahu jika yang datang adalah Asti.


"Wah mantap nih! Ya sudah aku jemput bidadarinya kesini dulu!" Ucap si Gogon senang karena Togar mengajak nya berbuat me$um dengan perempuan cantik, si Gogon sempat mengintip Asti dari jendela, jadi dia tahu jika perempuan yang datang kesini adalah perempuan cantik.


"Halo cantik! Kamu nyari saya ya!" Ucap si Gogon sambil mengedip-ngedip kan matanya nakal, Asti bergidik takut melihat penampilan si Gogon, rambut gondrong yang gimbal, membuat kesan buruk, apalagi di padu dengan pakaian Gogon yang menggunakan celana Levis yang sudah lusuh dan sobek, di tambah si Gogon bertelanjang dada karena tadi dia merasa gerah hingga membuka pakaian nya di saat minum bersama Togar.


"Mana kang Entis!" Teriak Asti


"Oh kang Entis! Ada di dalam sayang ku!" Jawab Gogon berbohong, agar Asti masuk kedalam perangkapnya dia mengatakan jika Entis ada di dalam, padahal si Gogon sendiri tidak tahu siapa si Entis itu, karena dia baru pertama kali kesini.


"Suruh dia keluar! Katakan aku mencarinya!" Asti mempercayai ucapan si Gogon jika Entis berada di dalam, sebab motor Entis berada di sana, serta Entis memang sehari-harinya selalu berada di sini.


"Dia mabuk berat teh, tidak bisa bangun! Coba saja lihat ke dalam kalau tidak percaya!" Bohong si Gogon terus melancarkan aksinya untuk menjerat Asti masuk ke dalam, tapi rupanya usahanya akan sia-sia karena Asti tidak akan mau masuk ke dalam, dia malah berteriak-teriak memanggil Entis.


Si Gogon berjalan menghampiri Asti yang sedang lengah, karena Maya Asti sedang melihat kedalam gubuk itu untuk menunggu Entis keluar,


Tiba-riba Gogon menyergap Asti, tangan Asti ditarik hingga badan Asti membentur dada di Gogon, dan begitu Asti berada di dalam dekapan nya, si Gogon langsung membawa paksa Asti masuk ke dalam gubuk, sontak Asti kaget dengan kejadian yang tidak di duga ini, dia berontak untuk melepaskan diri dari dekapan Gogon, tapi sia-sia, Asti menjerit kencang meminta tolong,, tapi percuma!, soalnya daerah ini jauh dari penduduk, kecil kemungkinan jika akan ada yang menolongnya, Asti pun sadar akan hal itu karena dia tahu persis keadaan di daerah ini,

__ADS_1


__ADS_2