
"Jika kamu merasa ada yang mau kamu sampaikan, sebaiknya kita semua bicara di dalam!" Ujar Yoga dingin.
Rosi tersenyum penuh kemenangan, dirinya merasa jika Yoga sedang memberikan lampu hijau kepadanya.
"Baik lah sayang, terima kasih sudah mau menerima ku kembali." Ujar Rosi sambil berjalan mengikuti Yoga masuk ke dalam rumah, pak Toni pun masuk ke dalam rumah mengikuti yoga dan anak ya, mang Udin barusan menyuruh pak Toni masuk atas perintah Yoga sendiri.
Begitu Yoga memasuki ruang utama rumahnya, Ayu langsung melotot kepada kakaknya, dirinya merasa keberatan jika Rosi kembali menginjakan kaki nya di rumah ini, rasa benci ayu kepada Rosi sangat dalam, hingga dia tidak rela rumahnya di kunjungi oleh mantan kakak iparnya itu.
"Mau ngapain dia di ajak masuk rumah kita bang?!" Protes ayu.
"Biarkan saja dulu dia yu, kita selesaikan semuanya sekarang, Abang ingin masalah di antara Abang dan dia selesai sekarang juga, biar dia tidak terus menggangu Abang!" Ujar Yoga mencoba menjelaskan alasan nya menyuruh Rosi masuk.
Yoga menyuruh Rosi dan pak Toni duduk di sofa ruang tamunya, dia sendiri duduk bersebelahan dengan ayu, wajah ayu terlihat sangat masam , Rosi pun sebal kepada ayu, ingin sekali Rosi menampar wajah Ayu yang di rasa terlalu ikut campur dalam masalah dirinya dan Yoga sekarang ini, tapi mana mungkin Rosi berani berbuat kasar kepada ayu, sebab ayu adalah adik kesayangan yoga, bisa-bisa dirinya di usir lagi dari rumah ini.
"Silahkan kamu jelaskan apa alasan kamu datang kesini?!" Ujar Yoga dengan wajah datar.
__ADS_1
"Ehm.. itu mas, anu..." Rosi terlihat gugup ketika di tanya seperti ini, padahal tadi di luar sebelum yoga mengajak Rosi bicara di ruang tamu, Rosi begitu agresif sekali, tapi kini dia merasa canggung dan gugup.
"Wah lama tidak jumpa rupanya kamu sudah jadi gagap ya!" Sindir ayu sambil tersenyum miring, tentu saja ucapan ayu membuat Rosi tersinggung, Rosi pun langsung menatap tajam wajah ayu, tapi ayu sedikitpun tidak merasa takut, justru ayu malah menantang tatapan tajam Rosi dengan tatapan meremehkan.
"Bisa to the poin ngomong nya Ros!" Yoga menengahi peperangan dingin antara ayu dan Rosi, Yoga ingin segera menyelesaikan masalah ini, makanya dia langsung bertanya secara langsung ke intinya, Rosi pun langsung mengalihkan pandangan nya dari ayu ke wajah Yoga, dia menatap wajah yoga dengan mata sayu, dirinya berharap Yoga bisa menerima niat baiknya untuk kembali merajut kisah yang terputus agar bisa tersambung kembali, sementara pak Toni hanya diam tanpa bisa mengucapkan sepatah katapun, dirinya menyerahkan semuanya kepada Rosi untuk bicara, dan pak Toni pun tidak berani untuk memaksa Yoga untuk kembali kepada Rosi, karena apa pun yang akan dua katakan kepada Yoga, tentu Yoga tidak akan pernah mau mendengarnya.
"Aku datang ke sini ingin mengajak kamu rujuk mas! Aku tahu aku dulu pernah salah, tapi bukan kah setiap manusia itu tempatnya salah dan khilaf, aku ingin memperbaiki rumah tangga kita dari nol kembali mas" ujar Rosi langsung ke intinya.
Ayu tertawa mendengar ucapan Rosi barusan, membuat wajah Rosi memerah karena kesal di tertawakan ayu.
"Ehm.. maaf jika ayah ikut campur nak Yoga, niat anak saya itu baik , dia sudah mengakui kesalahan nya, dan dia ingin menebus rasa bersalah nya kepada nak yoga dengan mengabadikan dirinya kembali kepada nak Yoga." Ujar pak Toni ikut tidak tahan ingin ikut bicara.
" Terus bagaimana dengan si Ronal pak Toni! Bukan kah kata pak Toni waktu itu si Ronal itu calon mantu idaman!" Sindir Yoga kepada pak Toni, karena dulu pak Toni pernah bicara seperti itu kepada Yoga setelah palu hakim di ketok atas perceraian dengan Rosi,
"Iya ayah juga salah menilai dia nak, ternyata Rosi tidak bisa berpaling dari nak Yoga, dia sering menangis mengingat nak Yoga, makanya Rosi pergi meninggalkan Ronal demi nak Yoga." Ujar pak Toni berbohong.
__ADS_1
" Haha.... Meninggalkan si Ronal atau di tendang si Ronal?!" Tawa ayu semakin pecah begitu mendengar ucapan pak Toni, ayu dan Yoga sudah tahu jika si Ronal itu sekarang sudah mempunyai korban baru lagi, korban nafsu bejatnya si Ronal, bukan rahasia umum jika Ronal itu suka sekali memelihara perempuan-perempuan cantik tapi itu semua hanya mainan saja, karena si Ronal tidak pernah berniat untuk menikah.
"Bukan nya si Ronal mengusir Rosi ya dari rumahnya? Si Ronal itu sekarang sudah punya peliharaan baru loh pak!" Ujar Yoga sambil tersenyum miring.
"Cukup! Kalian tidak usah menghinaku terus! Aku kesini tidak sedang membahas si Ronal, tapi saya hanya ingin memperbaiki hubungan saya dengan mas Yoga! Saya mohon biar baik saya di terima mas?!" Ujar Rosi teriak tapi wajahnya memelas meminta yoga untuk menerima diri ya kembali.
"Maaf Ros! Antara aku dan kamu tidak akan pernah rujuk! Aku sudah menalak mu dengan talak tiga!" Ujar Yoga tegas dan yakin.
"Kita masih bisa bersatu mas, walau kamu menalak aku dengan talak tiga, kita masih bisa melewati nya, aku punya rencana untuk menikah lagi dengan orang bayaran, tapi pernikahan ku itu hanya pura-pura mas, setelah itu aku minta cerai, nah setelah aku bercerai dengan dia, kita bisa rujuk lagi mas" dengan enteng nya Rosi mengemukakan niatnya kepada yoga, dia pikir bisa dengan mudah bisa rujuk dengan Yoga, Rosi sudah tidak tahu malu lagi, ambisi nya sudah mengalahkan logika nya.
"Cukup! Pede sekali kamu Ros! Kamu punya rencana seperti itu seolah aku ini akan menerima mu kembali! Aku tegaskan kepada kamu! Aku tidak akan pernah kembali dengan mu apalagi sampai rujuk! Aku sudah memiliki calon istri! Jadi aku harap kamu berhenti berharap kepadaku!" Yoga sudah muak dengan ucapan Rosi, dirinya ingin Rosi tahu jika dirinya sudah memiliki pujaan hati, agar Rosi sadar dengan terbangun dari mimpi untuk kembali kepadanya.
"Tidak! Kamu bohong mas! Kamu belum punya calon kan!? Aku yakin kamu masih cinta sama aku!" Teriak Rosi tidak percaya.
"Dih maksa! Aku kasih tahu sama kamu ya Ros! Kakak ku ini akan segera menikah! Calon nya juga lebih baik dari pada kamu!" Ujar ayu memperkuat ucapan kakak nya.
__ADS_1
"Haha... Kalian bohong! Jika benar mas Yoga sudah memiliki calon istri! Siapa dia?! Mana dia sekarang?!" Rosi kukuh jika yoga sedang berbohong memiliki kekasih, padahal hatinya sendiri percaya jika Yoga memiliki kekasih baru, tapi karena rasa kecewa dan tidak terima jika Yoga akan menikah dengan orang lain, maka Rosi berusaha sekuat tenaga jika Yoga hanya membohongi dirinya jika Yoga akan menikah dengan orang lain!