
Hari ini Asti merasa tidak bersemangat, entah kenapa hari-hari yang di lalui saat ini terasa bosan dan suntuk, setiap Asti berada di kamar, Asti selalu memandang cincin berlian yang tersemat di jadi manisnya, cincin pemberian dari yoga mampu mengalihkan perhatian nya dari berbagai aktivitas, Asti seolah terhipnotis untuk terus mengusap cincin itu di saat hatinya gundah gulana, Asti pun tidak bersemangat untuk beraktivitas , kerjaan nya kini sering melamun di kamar, Asti memang sudah tidak bekerja lagi, dirinya hanya di rumah membantu ibu kerja beresin rumah, hingga jika pekerjaan rumah selesai ,Asti lebih sering berada di kamarnya untuk melamun, terkadang dirinya akhir-akhir ini sering berselancar di dunia Maya, Asti sering men stalking akun Lelaki yang memberinya cincin berlian di saat dirinya ulang tahun kemarin, tidak lain dan tidak bukan, yang dia lihat akun nya itu tentu saja akun Yoga, Asti selalu tersenyum jika melihat Poti profil Yoga, foto Yoga yang sedang berselfi di depan pantai Bali, Asti memandang penuh dengan kekaguman karena ketampanan wajah Yoga, Asti kini merasa sangat membutuhkan kehadiran Yoga setelah dua Minggu ini dirinya tidak melihat Yoga, dua Minggu sudah lamaran yoga dua Minggu yang lalu adalah hari terakhir dirinya melihat Yoga, karena hingga kini Asti belum melihat Yoga kembali, ingin sekali Asti menanyakan keberadaan yoga kepada ayu, tapi rasa gengsi nya mengalahkan rasa penasaran nya, Asti malu mengakui jika dirinya berharap bertemu dengan Yoga kepada ayu, Asti malu mengatakan jika dirinya sudah jatuh cinta juga kepada Yoga,
Deru mobil ayu di halaman membuat dada Asti bergetar, ayu tadi memang sudah menelpon ayu mau datang ke rumah, Asti berharap yang parkir mobil di halaman itu Yoga, segera Asti lari keluar kamar dan mengintip ayu, tapi dirinya harus menelan rasa kecewa, ternyata yang datang hanya ayu bersama sopir pribadinya,bukan bersama Yoga, lelaki yang di rindui nya selama ini, padahal Asti berharap Yoga yang mengantar ayu ke sini
"Assalamualaikum" teriak ayu sambil membuka pintu rumah.
"Waalaikum salam" jawab Asti,
"Ngapain berdiri di situ as?"
"Nungguin lu lah!" Teriak Asti.
"Nungguin aku atau nungguin Abang ku?!" Ujar ayu sambil menarik turun kan alisnya meledek Asti.
"Haha.... Terserah lu ja deh." Ujar asti malu di ledekin ayu,
"Ibu mana as?" Tanya ayu
"Lagi ke pasar, nemenin bapak di kios."
__ADS_1
"Oh gitu, gimana kalau hari ini kita main as, aku mau ajak kamu ke suatu tempat, kamu mau gak?" Ujar ayu mengajak Asti.
"Kemana?" Asti langsung bertanya karena penasaran.
"Aku mau ke kantor bang Yoga, aku ada urusan sedikit di sana,tapi jika kamu gak mau juga ga apa-apa!"ujar ayu memancing reaksi ayu.
"Mau kok!" Teriak Asti tanpa sadar.
"Biasa aja kali gak usah teriak! Aku juga gak budeku!" Sewot ayu tapi sambil meledek, ayu tersenyum melihat reaksi Asti, rupanya Asti termakan jebakan ayu, Asti spontan bilang mau, itu sudah menandakan jika Asti berharap bisa bertemu Yoga, ayu yakin jika Asti merindukan Abang nya, rencana dirinya dan Yoga ternyata sedikit ada hasilnya, Asti sepertinya memang merindukan Yoga setelah dua Minggu ini Yoga tidak menemui Asti, bahkan wa pun Yoga tidak pernah, itu lah yang membuat hati Asti gelisah, Asti takut Yoga berubah pikiran untuk menikahi dirinya, tapi Asti gengsi untuk mengakui jika dirinya menerima lamaran sebelum waktu yang di tentukan Asti tiba, Asti sedikit menyesal meminta waktu satu bulan untuk menjawab lamaran Yoga, Karena sebelum satu bulan juga Asti sudah mengakui jika dirinya sangat mencintai Yoga, dirinya mau menerima lamaran Yoga,
"Maaf tadi aku spontan, aku mau ikut yu," ujar Asti malu-malu.
"Haha... Ok as,kita berangkat sekarang ya, sebelum ke kantor Abang ku, kita mampir ke kios bapak dulu as, kita pamit sama ibu " ujar ayu mengajak berpamitan kepada bapak dan ibu.
"Tidak usah as, kamu begitu saja juga sudah cantik kok" ujar ayu pura-pura mencegah Asti untuk ganti baju, ayu yakin Asti tidak akan mau pergi dengan memakai baju rumahan untuk ke kantor Yoga, karena ayu yakin jika Asti berharap bisa menemui Yoga nanti, padahal Yoga akan bersembunyi tidak akan menemui Asti, ini semua memang sudah di rencanakan ayu dan Yoga,
"Enak saja! Malu lah aku pakai baju ginian, aku ganti baju sebentar" ujar Asti sambil kabur ke kamarnya, ayu tersenyum melihat Asti, ayu segera mengikuti Asti dari belakang.
"Yu baju ini cocok gak?" Ujar Asti sambil berputar di depan kaca.
__ADS_1
"Sudah as cantik kok, kamu pakai baju apa saja juga cocok kok, lagian kamu mau kemana sih dari tadi sudah tiga kali ganti baju gak ada yang cocok, gontai ganti malu, menurutku sih pakai apa saja bagus, tapi kamu gak pede, sudah buruan nyari bajunya as, kita cuma ke kantor Abang gau as, bukan mau kondangan!" Ujar ayu menyembunyikan senyumnya dari Asti, ayu tersenyum karena sekarang dirinya benar-benar yakin jika Asti berharap bisa ketemu abangnya di kantor, itu buktinya dari tadi Asti Gonta - ganti terus bajunya, Asti merasa kurang cantik, padahal menurut ayu Asti pakai apapun tetap cantik.
"Tunggu bentar lah yu, aku ingin terlihat perfek dong di depan semua orang, malu lah aku nanti nemenin kamu tapi dandanan jelek, nanti di kira nya aku baby sister kamu yu!" Ujar Asti bercanda, menyembunyikan perasaan yang sebenarnya.
"Ya sudah terserah kamu saja as, buruan dandan nya."
"Iya, iya bawel."
Asti pun akhirnya memilih pakaian yang di rasa cocok, lantas Asti merias diri dengan secantik mungkin, tanpa di sadari Asti ternyata ayu merekam tingkah polah Asti untuk di berikan kepada kakaknya, ayu tersenyum melihat Asti yang heboh berdandan untuk ikut dirinya ke kantor Yoga.
"Sudah siap as?" Ujar ayu setelah melihat Asti berdiri di hadapan ayu dengan membawa tas jinjing kecil yang cantik, Asti sudah menjelma menjadi sangat cantik sekali setelah dandan dari tadi.
"Wih kayak mau kondangan saja kita as." Ledek ayu.
"Sudah ah ayo berangkat, jangan protes terus!" Sewot Asti sambil mengajak ayu untuk segera pergi.
Mereka pun akhirnya berangkat memakai mobil baru Asti, Asti kini yang mengendarai mobil itu, karena ayu memang tidak mau menyetir, padahal ayu bisa mengendarai mobil, tapi ayu paling malas membawa mobil sendiri, dirinya lebih suka menggunakan sopir atau minta antar Abang nya jika ingin pergi, mobil ayu memang sudah kembali lagi ke rumah ayu setelah tadi sopir mengantar ayu sampai rumah Asti.
Di perjalan ayu mendapatkan telpon, ternyata dari Yoga.
__ADS_1
"Halo bang" ujar ayu menjawab telpon Abang nya.
"Yu kamu di mana!? Jadi ga ke kantor Abang!? Tapi Abang gak bisa ketemu kamu pasalnya Abang ada urusan yang sangat mendadak yu, nanti kamu tunggu Abang di ruangan Abang saja ya, masalahnya Abang gak bisa nunggu kamu, tapi nanti jika urusan selesai aku segera ke kantor yu, " suara Yoga terdengar oleh Asti karena ayu memang sengaja menlodspeker suara hapenya.