Suami Benalu Banyak Ulah

Suami Benalu Banyak Ulah
pulang


__ADS_3

Ibu bingung harus kemana mencari bapak, akhirnya ibu memutuskan untuk ke rumah sakit, begitu ibu sampai di rumah sakit dan masuk ke ruangan Umar, ibu harus di hadapkan dengan kenyataan pahit berikutnya, Asti Menangis tersedu di pangkuan ibu sambil mengadu tentang nasib buruk yang menimpanya kemarin, ibu sempat shock mendengar kisah anaknya yang hampir mendapatkan pelecehan seksual dari manusia durjana pemuja sahwat, tapi ibu bernafas lega setelah tahu anaknya selamat, hanya ada kesedihan yang mendalam atas meninggalnya mantan menantunya yang sempat ibu benci, tapi semua kebencian ibu kepada Entis berubah menjadi rasa kasihan dan sedih yang mendalam, ibu menggaungkan doa di dalam hatinya untuk Entis dengan tulus, agar arwah Entis di terima di sisinya dan di hapuskan segala dosanya, hanya itu untuk saat ini yang bisa ibu lakukan.


"Sudah teh, semua sudah takdir yang kuasa, kita harus sabar menghadapi ujian ini, sebaiknya teteh memanjatkan doa untuk arwah Entis, agar dia bisa di terima di sisi Allah Subhana wa taala." Ujar ibu sambil mengusap punggung Asti dengan lembut.


Ibu terus menyemangati Asti agar jangan larut dengan kesedihan, apalagi larut dalam penyesalan dan menyalahkan diri sendiri, ibu meminta kepada Asti untuk tetap menjalani ketentuan hidup ini dengan sabar dan ikhlas, akhirnya Asti pun mulai bisa menerima kenyataan, dan sadar akan musibah ini semua adalah ujian kesabaran nya.


"Apa sebaiknya kita melayat ke rumah kang Entis, buk?" Tanya yoga kepada ibu.


"Sebaiknya jangan datang kesana dulu nak yoga, ibu takut mereka akan mengusir kita, dan nantinya akan mengundang keributan, kasihan si mayit nantinya jika kita berdebat di depan jasad Entis" ujar ibu mencoba bijak, padahal hatinya ingin sekali melihat dan melayat ke rumah Entis, tapi ibu yakin nanti keluarga Entis pasti akan mengusir dirinya dan juga Asti, sebab dari cerita Asti tentang pengusiran mertuanya di rumah sakit , itu sudah cukup bagi ibu untuk berpikir ulang jika harus memaksakan datang ke rumah duka.


"Baik lah kalau begitu, sebaiknya kita mendoakan Entis dari sini saja," ucap yoga, lalu dia berpamitan untuk keluar dari ruangan, yoga lantas menelpon anak buahnya agar memesan karangan bunga untuk mengucapkan bela sungkawa dan yoga pun menyuruh anak buahnya agar menyerahkan uang belasungkawa atas nama keluarga Asti, untuk meringankan beban keluarga Entis yang di tinggalkan.


Setelah semua beres yoga pun langsung masuk ke ruangan Umar, dan yoga pun mengajak ayu untuk pulang ke kediaman nya, karena sudah dua hari mereka tidak pulang ke rumah, ayu tidak mau pulang karena dia ingin menemani Asti, yoga pun akhirnya tidak memaksa untuk ayu ikut pulang, sebab yoga juga sebenarnya ingin tetap berada di sini menemani Asti, tapi pekerjaan nya hari ini tidak bisa dia tinggalkan, ada beberapa pekerjaan yang memang harus dia tangani dan tidak bisa untuk di wakilkan, dengan langkah berat, yoga akhirnya pergi dari rumah sakit.


"Buk, apa sudah ada kabar dari bapak?" Umar yang dari tadi diam saja mulai menanyakan keberadaan bapak, ibu tidak langsung menjawab, dia menghela nafas panjang seolah ibu sedang menanggung pikiran yang berat.


"Belum mar, tapi menurut si Dudung, anak buah bapak itu bilang, bahwa bapak kemarin mau belanja isi kios ke teman nya, tapi tempat nya di mana,si Dudung tidak tahu mar!" Ujar ibu sambil matanya menerawang ke balik dinding.

__ADS_1


"Apa sebaiknya kita lapor polisi saja sekarang buk?" Asti memberikan usulnya agar kehilangan bapak segera di laporkan ke polisi.


"Kita tunggu sampai nanti malam teh, jika sampai besok bapak belum pulang juga, kita lapor kan jika kita kehilangan bapak." Kata ibu.


"Iya buk, kita sekarang lebih baik mendoakan bapak , agar di mana pun bapak sekarang berada, bapak tetap dalam keadaan sehat dan selamat pulang lagi ke rumah." Ujar ayu mengajak semua orang untuk berdoa, dan di amin kan oleh semuanya.


***


Pagi ini Bapak bisa pulang, karena kondisi fisiknya sudah mulai membaik,


Daerah rumah sakit tempat bapak di rawat cukup lumayan jauh dari rumah, makanya bapak segan untuk meminta seseorang agar mengabarkan keadaan nya kepada keluarga di rumah, selain jauh, bapak juga tidak ingin


Kini bapak sudah berada di dalam bus untuk membawanya segera ke kota tempat di mana bapak tinggal bersama keluarganya, bapak terus berdoa semoga keluarganya baik-baik saja.


Setelah hampir dua jam perjalanan bapak sampai di terminal kota, lalu bapak naik ojek yang mangkal di terminal untuk menuju ke rumah,


Setelah bapak tiba di depan pagar rumah nya, bapak sangat bersyukur karena kini dia masih bisa di beri kesempatan hidup dan berdiri tegak di halaman rumahnya ini, dengan keadaan sehat oleh Allah yang maha pengasih.

__ADS_1


Keadaan pintu pagar dalam terkunci, bapak tidak bisa masuk rumah, bapak yakin jika semua orang tidak ada di rumah, di saat bapak dalam kebingungan datang tetangga ibu yang bernama ibu Susi.


"Pak Parman baru pulang dari rumah sakit ya?, apa kabar Umar sekarang pak,? Maaf ya saya belum bisa jenguk Umar, karena saya juga baru pulang dari kampung, baru tahu tadi pagi jika Umar di rumah sakit." Buk Susi mengira bapak baru pulang dari rumah sakit sehabis menjaga umar di sana, buk Susi memang tidak tahu keadaan yang sebenarnya terjadi di keluarga bapak, karena buk Susi juga baru pulang dari kampung tadi pagi.


"Apa buk!? Umar sakit apa? Di rawat di mana sekarang Umar buk?" Bapak yang terkejut mendengar anak nya sakit dan di rawat sontak kaget dan khawatir,


"Loh! Memang nya pak Parman dari mana? Kok baru tahu Umar di rawat? Padahal katanya Umar di rawat sudah tiga hari ini loh pak?!" Buk Susi ikut bingung dengan pertanyaan bapak,


"Saya baru pulang dari luar kota buk, saya tidak membawa hp juga, jadi tidak ada yang kasih tahu saya, ibu tahu Umar di rawat di mana?!" Bapak sudah tidak sabar lagi ingin segera pergi ke rumah sakit.


"Oh gitu ya pak, yang saya dengar, Umar di rawat di rumah sakit Adikarya pak," jawab buk Susi, tanpa banyak bertanya lagi bapak segera pamit kepada buk Susi untuk segera pergi ke rumah sakit, bapak langsung menyetop ojeg pangkalan untuk menuju ke rumah sakit yang di sebutkan buk Susi.


Sementara ibu dan juga Asti sedang berunding untuk pergi ke kantor polisi, ayu juga sudah ada di rumah sakit setelah semalam pulang ke rumah di jemput abangnya, kini ayu sudah berada di rumah sakit setelah sepulangnya dari kantor untuk mengundurkan diri,ayu memutuskan Resign dari pekerjaan nya karena Asti pun sama resign dari pekerjaan karena permintaan ibu, alasan ayu resign karena ayu bilang tidak mau kerja lagi jika tidak ada teman, ayu bekerja di kantor itu hanya untuk mencari kesibukan saja, padahal jika tidak bekerja pun ayu tidak akan kekurangan, karena ayu sudah di jamin hidupnya oleh kakak nya, ayu pun sudah memiliki beberapa usaha di bidang passion, tapi yang mengelola orang lain, dia hanya memantau saja, ayu lebih memilih bekerja di kantor karena banyak teman, terutama memiliki sahabat yang bisa mengerti dirinya di saat sedih ataupun bahagia,Asti adalah sahabat sekaligus kakak buat ayu , tentu berbeda dengan alasan Asti, Asti berhenti bekerja karena dirinya tidak mungkin banyak ijin ke kantor sebab banyak masalah dalam keluarganya, ayu merasa tidak enak hati jika terus ijin ke kantor, maka dengan berat hati Asti pun mengundurkan diri.


"Yu, aku titip Umar sebentar ya, aku sama ibu mau ke kantor polisi dulu" ujar Asti meminta ayu menjaga umar.


"Santai aja as, aku bisa kok di andalkan!" Ujar ayu sambil nyengir, sementara Umar pun tersenyum.

__ADS_1


"Ya sudah kalau begitu, ibu sama Asti pergi dulu, " ujar ibu,


"Assalamualaikum." Ucap seseorang dari luar ruangan, dan pintu pun mulai terbuka karena di dorong dari luar.


__ADS_2