Suami Benalu Banyak Ulah

Suami Benalu Banyak Ulah
sampah masyarkat


__ADS_3

"Diam! Kalian jangan ikut campur urusan rumah tanggaku!" Teriak Entis penuh emosi, tangan nya terkepal karena menahan gejolak amarah di dalam dirinya,


Huuuuuhhhhh....


Suara riuh orang menyoraki Entis semakin santer, hingga ada beberapa emak-emak yang sengaja tertawa terbahak-bahak tapi tawa yang di buat-buat untuk meledek Entis, dan Entis pun semakin meradang!


"Kalian sepertinya sudah mulai berani ya! Apa kalian lupa siapa saya!" Teriak Entis


"Kami tidak lupa sama kamu tis! Kamu tuh sampah masyarakat yang harus di singkirkan!" Teriak seorang ibu yang memakai jilbab ungu, tapi seketika mulutnya di dekap oleh seorang lelaki, yang di duga suaminya, lantas lelaki itu meminta maaf kepada Entis, dan ibu itu di tarik paksa oleh sang suami untuk di bawa pulang.


Nafas Entis semakin memburu, matanya tajam menyapu sebagian orang yang masih ada di sana! Sebagian orang mulai ciut dan mulai berbalik pulang secara pelan-pelan, takut dengan ancaman Entis, karena sebagian orang tahu Entis itu preman yang suka membuat onar, mereka tidak takut terhadap Entis, yang mereka takutkan sekawanan Entis akan merusuh di kampung ini, karena pernah dulu kejadian seperti itu, salah satu preman kumpulan Entis,di gebukin warga karena mencuri motor, tapi malamnya entis dan sekawanan preman lainnya membawa senjata tajam dan berteriak-teriak menantang orang satu kampung ini untuk keluar, tentu saja semua orang merasa takut untuk meladeninya, mereka memilih bersembunyi di dalam rumah dan berpura-pura tidak mendengar.


Tapi untung nya ada ketua RW sigap menelpon pihak kepolisian dan melaporkan kejadian itu kepada polisi, kawanan preman itu di tangkap dan proses, walau pun mereka di tahan tapi tidak lama mereka semua bebas termasuk Entis, mereka di tebus keluarga masing-masing, Entis di tebus oleh emaknya, karena kejadian itu terjadi satu tahun sebelum Entis menikah dengan Asti, semenjak kejadian itu kampung terbilang cukup aman, tapi para preman itu masih tetap suka ngumpul dan mabuk-mabukan di basecamp nya, walau cukup meresahkan tapi tidak pernah berbuat onar lagi,


Asti dan ibu menggunakan kesempatan yang sedikit tegang ini untuk segera bersiap naik ke atas mobil, karena semua barang sudah masuk ke dalam mobil truk, Asti ingin segera pulang dan tidak ingin berlama-lama di sini!


Entis baru menyadari Asti tidak ada lagi di tempatnya berdiri tadi setelah terdengar deru mobil, di belakang mobil penuh barang dan juga empat orang lelaki yang mengawal Asti sekaligus orang bayaran untuk mengangkut barang milik Asti, sementara di depan hanya ada sopir, Asti dan ibu.


"Asti! Turun as! Kamu mau kemana!" Teriak Entis menggedor pintu mobil truk.


Tapi sayangnya tenaga Entis tidak akan mampu menahan mobil besar itu untuk berhenti dan mengeluarkan Asti dari dalam mobil, Entis terus berteriak memanggil istrinya.

__ADS_1


"Tis ada apa ini rame banget!" Emak tergopoh-gopoh lari ke arah Entis, nafas Emak tersengal karena capek, sementara Euis menyusul di belakang Emak.


"Kang ada apa? Itu kenapa rumah akang kosong gitu tidak ada barang nya?!" Tany Euis heran.


"Barusan Asti kesini Mak, dia membawa semua barang di rumah ku, tapi yang lebih parahnya lagi dia tidak ingin kembali sama aku Mak, dia tetap ingin cerai!" Ucap Entis sambil matanya terus menatap ke jalan di mana tadi mobil truk itu menghilang dari pandangan nya.


"Asti kesini!?" Tanya Emak ingin memperjelas pendengaran nya, Entis hanya mengangguk.


Emak pun langsung lari kedalam rumah kontrakan anaknya ini, dia melihat rumah itu kosong tanpa barang kecuali pakaian-pakaian Entis yang teronggok di lantai kamar.


"Kurang @jar! Ini tidak bisa di diamkan! Aku harus kerumah perempuan si@l itu! Enak saja ngambil barang anak ku,!" Geram emak tidak sadar diri, padahal semua barang itu milik Asti bukan milik Entis, tapi dia merasa bahwa barang itu ada hak Entis, dia menyesal kenapa tidak menyuruh Entis untuk melelang semua barang rumah tangganya untuk di jadikan uang saja, kan lumayan bisa buat bekal Entis makan, begitu penyesalan Emak sekarang setelah tahu barang di rumah ini kosong di bawa Asti.


"Wah Mak, si Asti semakin kesini makin kurang @jar ya!" Euis ikut memperkeruh hati emak, dengan menghujat Asti.


"Sama kang Entis saja lah Mak, Euis besok ada kerjaan pagi banget, takut kesiangan kalau antar Emak dulu ke rumah si Asti gak keburu Mak! Sebaiknya Emak sama kang Entis saja ya!" Tolak Euis sambil memberi alasan dusta.


"Ya sudah besok biar si Entis saja yang antar emak!" Jawab Emak mengalah.


"Itu kang Entis ngapain bengong di sana sendirian,?!" Euis melihat Abang nya belum beranjak dari tempatnya, dan memang kini di sekitaran sini sudah sepi, semua orang sudah membubarkan diri lagi bersamaan dengan mobil truk yang di sewa Asti pergi.


"Tis! Sini!" Teriak emak memanggil anak lelakinya, dengan gontai Entis pun berjalan menghampiri ibu dan adiknya.

__ADS_1


"Malam ini kamu mau tidur di mana tis!" Tanya emak, sebab kamar tidur yang ada di kamar Entis sudah tidak ada, tidak mungkin Entis tidur di ubin kan.


"Entah lah Mak! Mungkin tidur di basecamp!" Jawab Entis, hanya basecamp satu-satunya tempat untuk tidur, walau di sana ada kasur lantai yang buluk dan tipis tapi setidaknya ada alas untuk tidur, tidak seperti di sini, tidak ada sehelai pun karpet yang di tinggalkan Asti di sini.


"Di basecamp kan kosong sekarang tis, temen kamu katanya pada belum mau nongkrong lagi disana, apa tidak apa-apa kamu tidur sendirian disana! kalau tidur di rumah emak juga gak apa-apa kalau kamu mau, tapi tidur di karpet karena di rumah juga tidak ada kasur lagi!" Jawab Emak menawarkan anak nya untuk tidur di rumahnya.


"Engga usah Mak, Entis tidur di basecamp saja," singkat Entis memberi jawaban,


"Euis sini bentar!" Entis menarik tangan adiknya di bawa ke halaman rumah.


"Apaan sih kang!" Ucap Euis ketus, hatinya sudah merasa tidak enak, pasti Abang nya minta sesuatu dari dirinya.


"Akang pinjam duit kamu dulu 200 ribu ya!" Euis makin cemberut mendengar permintaan kakaknya itu.


"Aku gak ada duit!" Jawab Euis tegas.


"Kamu kan baru gajihan is! Masa gak ada duit!"


"Yee.. gajih aku habis paket cicilan motor sama buat makan kita semua, pengeluaran aku sekarang besar kang, karena akang juga ikut makan di rumah, aku juga yang nlkasuh makan akang!" Jawab Euis kesal.


"Oh jadi kamu mau hitung-hitungan sama akang! Ya sudah akang akan cerita sama Emak jika kamu sudah pernah membuat keributan di rumah si Umar!" Ancam Entis,

__ADS_1


"Stttt..." Euis langsung menempelkan jari manis di bibirnya, memberi isyarat agar Entis jangan memberi tahukan kejadian itu kepada Emak, dengan berat hati akhirnya Euis memberi pinjaman kepada kakaknya


Entis tersenyum penuh kemenangan, sementara Euis menghentakkan kakinya penuh kekesalan, dia menyesal ikut kepo datang kesini, padahal seandainya dia tidak ikut ke sini pasti uang nya akan aman!


__ADS_2