Suami Benalu Banyak Ulah

Suami Benalu Banyak Ulah
teror


__ADS_3

Pagi menjelang siang ini membuat bumi hangat dengan sinar mentari, suara bising knalpot dari kendaraan roda dua berseliweran di depan rumah Emak, siang ini warung Emak terlihat tutup tidak seperti biasanya yang setiap hari warung emak akan buka tepat jam enam pagi, tapi sekarang jam sudah menunjukan pukul sepuluh siang belum ada tanda-tanda pintu warung itu terbuka, bahkan lampu depan warung pun masih menyala menandakan jika si pemilik warung tidak ada di rumah, atau pun masih tertidur.


Emak dan Euis sebenarnya sudah bangun dan bahkan Emak sendiri hampir tidak tidur semalaman mikirin uang setoran, setelah Emak berkeliling ke rumah tetangga pagi tadi, dan tidak mendapatkan hasil apapun, maka emak mengunci diri di dalam rumah, emak pun melarang Euis untuk melakukan aktivitas harian di dalam rumah, emak menyuruh Euis untuk diam di kamarnya saja, emak tidak ingin ada yang tahu jika di dalam rumah ini ada pegerakan manusia, emak ingin menganggap semua orang bahwa di rumah ini tidak sedang ada penghuninya, emak melakukan itu guna mengelabui para agen yang akan menagih uang setoran beras hari ini.


Tok..


Tok..


Tok..


Suara pintu kamar emak di ketuk sangat pelan oleh Euis, Euis memanggil nama ibunya membuat emak kesal, dirinya takut jika para penagih itu akan mendengar suara Euis.


"Mak, boleh Euis masuk kamar emak?!" Euis mengulang mengetuk pintu kamar dan meminta ijin masuk ke kamar ibunya, dengan penuh kehati-hatian emak melangkah jinjit agar tidak mengeluarkan suara derap langkah, emak membuka pintu kamar dengan sangat pelan,bahkan mungkin semut pun tidak akan mendengar langkah emak.


Euis masuk dan segera membuka mulut untuk bicara, tapi ibu ya langsung memberi isyarat agar Euis jangan bicara, Euis pun urung bicara kepada emaknya, dia lantas duduk di kasur emak menunggu emak yang sedang menutup kembali pintu kamarnya dengan pelan, kamar emak sangat gelap karena lampu kamar di matikan, tapi goreng jendela kamar emak tutup, satu-satu nya cahaya yang masuk hanya sinar hari yang masuk menembus dari tirai jendela, itu pun masih sedikit gelap.

__ADS_1


"Ada apa?!" Bisik emak kepada anaknya.


"Mak, Euis lapar, di rumah tidak ada lauk pauk, Euis masak mie instan boleh tidak!" Tanya Euis pelan.


"Makan saja yang kau pikirkan is! Masa kamu tidak bisa menahan lapar sampai urusan emak selesai!" Kesal emak.


Euis tidak menjawab, dia diam saja karena takut Kena semprot Emak, dirinya juga mengaku bersalah atas kejadian ini hingga Euis memilih diam dan mengalah.


Tiba-tiba pintu rumah di ketuk orang dari luar, suara seorang perempuan dan seorang lelaki terdengar di luar memanggil si empu yang punya rumah.


"Assalamualaikum! Mak.. buka pintunya Mak." Suara perempuan terdengar berteriak.


Hape emak yang di simpan di meja ruang tamu tiba-tiba terdengar nyaring, rupanya Emak lupa membawa hape masuk ke dalam kamarnya,


"Mak, saya tahu emak ada di dalam rumah! Itu hape emak berbunyi di dalam, angkat tuh telpon dari saya Mak!" Teriak buk Yola dengan di barengi gedoran pintu hingga membuat emak semakin bergetar ketakutan,

__ADS_1


"Mak, saya datang kesini dengan baik-baik Mak! Jangan paksa saya membuat keonaran di rumah emak hanya karena emak tidak mau bertanggung jawab!" Buk Yola yang memang seorang juragan beras dan merangkap sebagai rentenir itu terkenal sadis jika menagih hutang kepada siapapun tanpa terkecuali jika ada yang tidak mau membayar hutang, emak memang tidak meminjam uang kepadanya, tapi emak mengambil beberapa karung beras untuk di jual di kios dagangan nya, emak yang memang menjual berbagai bahan pokok tentu saja membutuhkan beras untuk bahan utama dalam penjualan nya, sebelum nya setoran emak selalu lancar dengan buk Yola, hingga buk Yola memberi kepercayaan emak untuk mengambil beras dalam jumlah besar hingga mencapai sepuluh juta, tapi rupanya semua tidak sesuai dengan prediksi, kini hubungan kerja sama antara emak dan buk Yola terancam putus dan mungkin saja berakhir dengan keributan.


"Mak! Buka pintu ini atau saya akan melaporkan emak kepada pihak yang berwajib atas tuduhan penipuan!" Teriak buk Yola sangat yakin jika Emak itu berada dalam rumahnya.


"Is, gimana ini is,? Emak takut masuk penjara" bisik emak sambil terisak, Euis sendiri yang di tanya seperti itu ikut menangis dia bingung harus menjawab apa, dirinya tidak menyangka jika perbuatan nya kemarin mencuri uang emak akan berakibat seperti ini.


"Euis tidak tahu Mak! Maafin Euis yang sudah lancang hingga membuat emak dalam kesulitan seperti ini!" Isak Euis sambil berbisik,


"Mak! Baiklah jika kamu tidak bisa membayar uang saya sekarang , saya akan beri kamu waktu selama dua hari! Jika dalam dua hari ini kamu tidak mau mengembalikan uang beras milik ku, maka jangan salahkan aku jika saya akan membuat emak merugi nantinya!" Teriak buk Yola dari luar membuat para tetangga melongok kan kepalanya di pagar rumah emak, mereka tidak berani ikut campur urusan emak dengan buk Yola, karena mereka tahu watak buk Yola itu seperti apa!


"Mak, mereka sudah pergi?!" Tanya Euis dengan wajah yang pucat, dia baru pertama kali menghadapi hal seperti ini hingg dia menggigil ketakutan.


Emak mengangguk membuat Euis bernafas lega, sebab teror itu sudah berakhir, tapi emak masih saja diam dengan wajah murung, dua hari lagi buk Yola akan datang ke sini tentunya akan menagih uang nya kembali, dari mana emak harus mendapatkan uang sebanyak itu dalam jangka waktu dua hari,


"Is, emak harap si Anton secepatnya di temukan, kamu harus mencari dia sampai ketemu dan ambil uang emak berapa pun sisa yang ada padanya, emak tidak mau tahu is! Emak ingin dua hari ini uang emak kembali ke tangan emak." Tiba-tiba emak menekan Euis agar mencari keberadaan Anton, sontak Euis jadi bingung harus mencari kemana, selama ini Euis tidak pernah tahu kemana Anton pergi, bahkan di mana Anton nongkrong pun Euis tidak tahu.

__ADS_1


"Iya Mak, jawab Euis spontan, dirinya berdoa semoga saja Anton pulang hari ini dan masih membawa uang emak,


Setelah kepergian buk Yola, emak dan Euis tidak langsung ke luar kamar, perut mereka sudah berbunyi minta di isi, tapi mereka tetap bertahan di kamar, hampir satu jam setelah kepergian buk Yola, akhirnya ibu dan anak itu ke luar kamar juga, ruangan yang pertama kali mereka tuju tentunya ruang dapur, Euis segera membuat mie rebus dua mangkok , dan emak membuat teh manis dua gelas, setelah semua terhidang, mereka berdua pun makan dengan lahap sekali.


__ADS_2