Suami Benalu Banyak Ulah

Suami Benalu Banyak Ulah
rusuh


__ADS_3

"Kalian ngapain bisik-bisik!" Teriak emak sambil melangkah menghampiri kedua anaknya.


"Gak ada apa-apa Mak, besok aku mau pinjam motor sama Euis, buat ke rumah Asti! Iyakan is?!" Ujar Entis sambil cengengesan kepada adiknya, sementara Euis hanya memelototkan matanya sebal, karena harus mengiyakan motornya di pinjam lagi kakaknya, terpaksa besok dia harus naik ojek online lagi.


"Oh iya, sekalian emak juga ikut kesana tis!" Entis semakin lebar senyumnya ketika emak akan ikut dengan nya kerumah Asti, setidak nya dia ada kawan untuk menghadapi keluarga Asti.


***


"Semua barang kamu masukan saja dulu ke gudang as!" Ujar ibu.


"Iya buk, sebenarnya Asti juga gak butuh-butuh banget sama semua barang ini buk, tapi Asti tidak rela jika semua barang yang Asti beli dengan hasil keringat Asti dipakai oleh kang Entis dan istri barunya itu.!" Jawab Asti, mereka kini masih berada di dalam mobil truk, belum sampai rumah.


"Neng, kalau mau di jual saya mau beli tuh semua barang Eneng, asal harganya jangan terlalu mahal! Soalnya takut uang nya tidak cukup!" Supir truk itu mulai ikut bersuara, sambil tersenyum berharap Asti menjual semua barang nya dengan harga miring.


"Beneran mau kang? Kalau mau sok atuh berapa harga yang pantas untuk semuanya kang!" Tanya asti kepada sang sopir.


Akhirnya di perjalan pulang mereka pun membuat transaksi jual beli, dan dengan harga yang mereka sepakati. akhirnya barang itu pasti akan di beli pak sopir.


"Nanti pembayaran nya kita selesaikan di rumah saja ya pak!" Ucap Asti


"Siap neng!" Jawab pak sopir.


Ting..


Ada telpon dari Umar di aplikasi WhatsApp Asti,

__ADS_1


("Assalamualaikum.. teteh sama ibu di mana? Bapak barusan telpon aku katanya teteh pergi ke rumah si Entis! Kenapa kalian berdua nekad banget datang kesana?! Kenapa tidak menunggu aku atau bapak pulang dulu teh!") Umar yang sekarang berada di luar kota bersama yoga karena ada urusan kerjaan terlihat sangat khawatir kepada ibu dan kakak nya, sementara bapak juga kebetulan memang sedang tidak ada di rumah sudah dua hari ini, bapak terpaksa pergi ke kampung halaman nya untuk urusan penting! Rencana nya bapak pulang dua hari lagi, sementara Umar katanya pulang besok siang.


"Ih, ngomongnya satu-satu dong mar, teteh bingung jawab nya! Tenang mar, teteh sekarang ada di jalan arah pulang, teteh ke sana cuma ngambil barang saja, lagian teteh juga ke rumah kontrakan tidak cuma berdua kok, tapi bertujuh dengan orang yang membantu teteh angkat barang dan sopir truk.!" Ucap Asti menjawab telpon dari adiknya.


"Teteh sewa truk?!" Tanya Umar.


"Iya mar, tapi semua sudah selesai kok, ini arah pulang."


"Tapi tidak terjadi keributan besar Disana kan teh ?!" Umar masih terlihat khawatir,


"Ga ada mar, semua aman!" Ucap Asti menenangkan hati adiknya.


"Ok deh kalau begitu, hati-hati di jalan, kalau sudah sampai rumah kasih tahu Umar ya teh " Umar masih belum merasa tenang karena ibu serta kakaknya belum sampai rumah.


***


Pagi ini rumah Asti sudah heboh dari suara ketukan pintu yang di gedor Emak, sementara Asti di rumah hanya sendirian, sebab ibu sedang pergi ke pasar dari sehabis salat subuh ibu pergi ke pasar untuk belanja dan sekalian menjaga kios kelapa bapak, jika bapak tidak di rumah, ibu selalu membantu jualan di pasar,


Tok..


Tok..


Tok..


Emak terus mengetuk pintu sambil memanggil Asti, sebenarnya Asti mendengar panggilan emak dan juga Entis memanggil-manggil namanya, tapi Asti diam saja, dia sadar sekarang di rumah ini sedang sendirian, jika dirinya nekad menghadapi Emak dan Entis sendirian, sudah bisa di bayangkan akan seperti apa dirinya nanti, pasti akan jadi bulan-bulanan kemarahan Emak, dan Omelan mantan suaminya, tapi yang paling Asti takutkan adalah takut Entis nekad menculik dirinya, karena kejadian tempo dulu di depan kantor, Asti masih menyimpan rasa trauma.

__ADS_1


"Asti buka! Emak tahu kamu ada di dalam!" Teriak Emak.


"Maaf kalian siapa pagi-pagi sudah bikin rusuh di rumah orang, teriak-teriak tanpa henti hingga mengganggu kenyamanan warga saya!" Seketika pak RT hadir di depan rumah Asti atas laporan tetangga Asti yang merasa terganggu dengan teriakan Entis dan juga Emak!


"Siapa kamu ikut campur urusan saya!?" Emak malah membentak pak RT, kontan pak RT sedikit kaget karena tidak menyangka dirinya akan kena bentak emak.


"Saya ketua RT di sini! Warga saya ada yang melapor jika merasa terganggu dengan teriakan anda dari subuh tadi! Makanya saya datang kesini !" Jawab pak Rt sambil mencoba menahan kekesalannya.


"Saya ada perlu sama menantu saya! Si Asti dari tadi saya panggil, tapi dia tidak mau keluar! Mertua sama suami datang bukan nya di sambut tapi malah di biarkan nya kami di luar!" Ucap emak sambil masih tetap ngotot bicaranya.


Pak RT heran dengan kelakuan mertua Asti, sebab yang pak RT tahu jika Asti sudah menggugat cerai suaminya, dan sudah menjalankan sidang pertama, tapi calon mantan mertua Asti seperti ini!


Sekarang pak RT mengerti, jika Asti memang ada di dalam rumah dan tidak membuka kan pintu untuk mereka memang itu keputusan Asti yang terbaik menurut pak RT, lebih baik menghindar dari manusia semacam ini dari pada memperpanjang urusan.


"Saya rasa Asti dan keluarga nya sedang tidak di rumah, sebaiknya anda nanti kembali lagi jika tuan rumah sudah ada."


Ucap pak RT membujuk emak untuk pergi.


"Apa perduli kamu sama urusan ku! Sebaiknya kamu jangan ikut campur! Sana pergi!" Bentak Emak kepada pak RT.


"Jelas saya ikut campur! Saya tegaskan kepada anda buk! Saya ini adalah ketua RT di sini! Jika ada warga saya yang merasa tidak nyaman dengan orang asing model anda sekarang ini, wajib bagi saya untuk mengusir anda supaya tidak ada keributan seperti tempo hari! Anak-anak anda datang kerumah ini hanya membuat onar saja! Sekarang anda pun sama ingin membuat onar di sini! Saya tidak akan tinggal diam lagi bila perlu saya akan seret anak perempuan anda ke kantor polisi dengan tuduhan pencemaran nama baik dan untuk kalian berdua saya akan laporkan atas kerusuhan yang membuat ketidak nyamanan warga saya!" Tekan pak RT tegas!, beliau pun tersurut emosinya dengan ucapan Emak.


"Maksud anda apa! Kenapa bawa-bawa anak perempuan saya!" Emak tidak mengerti ucapan pak RT, sementara Entis Langsung sadar dengan ucapan pak RT, dia pun harus segera membawa pergi ibunya dari sini, sebab Entis tidak ingin Emak tahu kejadian Euis dan Umar.


"Mak sebaiknya kita pulang! Asti tidak ada di rumah, besok kita kembali kesini lagi!" Ucap Entis menarik tangan ibunya.

__ADS_1


__ADS_2