Suami Benalu Banyak Ulah

Suami Benalu Banyak Ulah
fitnah


__ADS_3

"Bukan ngusir, tapi akang mau pergi, di sini tidak ada orang!" Ucap Umar agak sedikit terpancing emosinya.


"Kang boleh tidak jika saya numpang ke kamar mandi" ucap Euis.


"Silahkan, masuk saja ke dalam , kamar mandinya dekat dapur." Mau tidak mau Umar pun mengijinkan nya, karena dia tidak bisa melarang orang untuk numpang ke kamar mandi, Umar segera keluar rumah, dia tidak ingin ada fitnah jika ada perempuan berada di dalam rumah bersama dirinya, sementara Euis pun segera masuk ke dalam ruangan tengah yang menghubungkan ruang makan dan juga dapur, setelah menemukan kamar mandi Euis segera masuk, tapi satu menit kemudian Euis berteriak minta tolong, Umar yang berada di teras rumah merasa kaget dengan teriakan Euis, dia bingung antara masuk ke dalam rumah untuk melihat Euis atau dia biarkan saja, tapi di tengah kebingungan nya Euis semakin kencang minta tolong, Umar pun segera lari masuk kedalam rumah dan menghampiri Euis yang ada di kamar mandi, Umar takut ada sesuatu yang buruk terjadi pada tamu nya.


Setelah Umar tiba di depan pintu kamar mandi yang memang terbuka, Umar melihat Euis duduk di lantai kamar mandi, dia merintih kesakitan.


"Kenapa?" Tanya Umar bingung.


"Terpeleset kang, ini kaki aku sakit!" Ucap Euis mengiba.


Umar bingung bagaimana cara menolongnya, dia tidak mungkin menggendong Euis yang bukan mahram nya, dia pun tidak mungkin meminta bantuan kepada tetangganya, karena Umar takut jika nanti tetangga nya akan berpikiran negatif kepadanya yang berduaan di dalam rumah.


"Kamu bisa bangun sendiri kan?" Tanya Umar bingung.


"Kaki saya sakit kang, gimana mau bangun!" Jawab Euis bete, dia berharap Umar menggendong dirinya, tapi Umar malah menyuruh dia bangun sendiri


Di saat Umar bingung tiba-tiba terdengar derap langkah, dan ada yang berteriak memanggil Umar.


"Mar!, Umar!" Suara orang memanggil semakin dekat, tiba-tiba Euis bangun dari duduk nya dan langsung merobek baju kemejanya, hingga kancing kemeja Euis berjatuhan, Umar yang melihat itu hanya bengong karena kaget dengan kelakuan Euis, dan dengan cepat Euis memeluk Umar dengan erat sambil berteriak.


"Lepaskan saya kang!, Tolong!" Teriak Euis.


Sebelum Umar menyadari apa yang terjadi, orang yang memanggil Umar sudah sampai di tempat Umar dan Euis berada, ada sekitar empat orang lelaki yang masuk ke dalam rumah Umar, mereka semua tetangga Umar yang mendengar teriakan Euis tadi, makanya mereka langsung mencari sumber suara teriakan itu, dan mereka yakin jika orang berteriak itu dari rumah ini, dan ketika mereka sampai di sini mereka kaget melihat Umar dan Euis berpelukan tapi Euis berteriak minta tolong.

__ADS_1


"Apa-apaan ini mar?!" Bentak seorang bapak-bapak yang memakai kaos biru bernama pak Handoko.


"Tolong saya pak, kang Umar memaksa saya untuk melayani nya" ujar Euis sambil mendorong tubuh Umar sampai terhuyung, Euis berlari sambil merapatkan baju kemeja yang terbuka oleh kedua tangan nya dan dia berlari ke belakang punggung pak Handoko,


"Bohong!" Teriak Umar membantah.


"Saya benar kecewa sama kamu mar, padahal selama ini aku selalu menilai kamu baik, tapi ternyata kelakuan kamu bejat!" Ucap seorang lelaki yang bersama pak Handoko, ia bernama pak agung.


"Ini tidak seperti yang bapak-bapak lihat!" Teriak Umar panik.


"Sebaiknya masalah ini kita selesaikan dengan perangkat desa saja, nanti kamu ceritakan kepada mereka apa yang sebenarnya terjadi," ucap pak Handoko kepada Umar.


"Baiklah, saya akan ikut saran bapak," ucap Umar pasrah,


Akhirnya Umar di suruh duduk di ruang tamu, Euis pun duduk di ruang tamu jauh dari jangkauan Umar, karena Euis takut Umar tiba-tiba menghajar dirinya yang telah berani memfitnah Umar, terlihat dari sorot mata Umar yang tajam, dia sangat marah dengan fitnah yang Euis lemparkan kepada dirinya.


"Assalamualaikum" salam semua orang yang baru datang, dan di jawab serentak oleh semua orang yang hadir di sana.


Istri pak RT yang bernama buk Nori segera mendekati Euis yang sedang tertunduk sambil menangis, buk RT lalu duduk di sebelah Euis.


Umar segera bersalaman kepada pak RT dan bapak-bapak yang ikut bersama pak RT, setelah itu mereka pun duduk untuk mendengarkan apa yang sebenarnya terjadi.


"Ada apa ini mar?," Tanya pak RT sambil menatap kedua bola mata Umar.


"Saya di paksa pak, saya datang ke rumah ini untuk mencari teh Asti, tapi tiba-tiba kang Umar menyeret saya masuk ke dalam rumah nya dan memaksa saya untuk melayani nafsu terkutuk nya, saya tidak terima pak!" Euis tiba-tiba berbicara menceritakan kejadian, yang padahal itu semua fitnah.

__ADS_1


"Bohong!, Dia berbohong pak , saya tidak pernah melakukan hal seperti itu kepadanya, dia memfitnah saya pak!" Teriak Umar murka.


"Sudah-sudah, tenangkan diri kalian, kita disini untuk mendengarkan kejadian yang sebenarnya jadi saya harap tidak ada kebohongan di antara kalian." Ucap pak RT menengahi


"Saya di sini korban pak, seharusnya kalian mendengarkan ucapan saya!" Teriak Euis sambil menangis, tapi anehnya dia menangis tidak mengeluarkan air mata, buk RT memperhatikan Euis dari tadi heran, sepertinya Euis berpura-pura menangis, tapi buk RT diam saja, dia ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi terlebih dahulu.


"Korban apa!? Bahkan saya tidak menyentuh kamu sama sekali, tapi kamu sendiri yang berlari meluk saya sambil teriak minta tolong!, Kamu sengaja memfitnah saya kan!" Teriak Umar emosi.


"Bohong! Justru kamu yang menarik saya ke kamar mandi dan merobek baju saya!" Teriak Euis sambil menangis, Umar wajah nya merah dan terlihat rahang nya mengembung menahan amarah, dia tidak terima dirinya di fitnah seperti ini.


"Sudah-sudah!, Sekarang saya ingin mendengar dari pihak perempuan dulu, siapa nama kamu neng?" Ucap pak RT bertanya nama Euis


"Nama saya Euis pak" jawab Euis sambil menunduk pura-pura menangis.


"Bisa kamu ceritakan awal mula kejadian ini?" Tanya pak RT kepada Euis.


"Iya pak" Euis mengangguk dan mulai menarik nafas untuk memulai cerita kebohongan nya.


"Jangan percaya ucapan dia pak!" Umar menyela ucapan Euis dan pak RT


"Kamu diam dulu mar, nanti ada saatnya kamu juga bicara." Ucap pak RT sedikit menghardik Umar.


"Sekarang silahkan kamu mulai cerita dulu" ucap pak RT sambil menoleh kepada Euis


"Begini pak, saya datang kesini mencari teh Asti, tapi ternyata teh Asti tidak ada, terus kang Umar merayu saya agar mau melayaninya, saya menolak, tapi kang Umar menarik saya masuk kedalam kamar mandi, dan baju saya tiba-tiba di robek oleh nya, saya takut makanya saya berteriak minta tolong, tapi kang Umar masih terus saja memeluk saya walau saya berteriak juga."

__ADS_1


Euis dengan lancarnya mengarang kebohongan.


"Bohong!" Teriak Umar.


__ADS_2