Suami Benalu Banyak Ulah

Suami Benalu Banyak Ulah
jatuh


__ADS_3

Rosi seketika merasa lemas, dia tidak terima ada seseorang di antara dirinya dan Yoga,


"Ros, aku harap kamu sadar jika kita sudah berpisah, kita tidak bisa bersatu lagi, lebih baik kamu jalani hidup mu dengan tenang, jangan mengganggu aku lagi, aku akan berdoa semoga kamu mendapatkan jodoh yang lebih baik dari aku, kita tidak mungkin rujuk, jadi aku harap sama kamu untuk berhenti berharap.!" Ujar Yoga sedikit lunak berbicara, tapi di setiap bait tetap penuh ketegasan.


"Tidak mas! Aku masih sangat mencintaimu! Aku ingin kita bersama lagi! Aku mohon sama kamu mas! Aku ingin kita rujuk" Rosi pun langsung menangis tersedu-sedu, dirinya sangat kecewa karena sudah sekian kali yoga menolaknya, dia tidak bisa menerima kenyataan jika Yoga yang dulu sangat mencintai dirinya kini justru berbalik membencinya, Rosi sangat menyesal sudah pernah meninggalkan Yoga, kini Rosi merasa tidak memiliki harga diri lagi di hadapan Yoga.


"Baiklah mas jika itu mau kamu! Aku akan menerima keputusan mu, mungkin hari ini kamu terakhir melihat aku mas, mungkin besok kamu tidak akan pernah lagi melihat dirimu!" Ujar Rosi sambil menyeka air mata di pipinya dengan kasar.


"Ros, ayah mohon jangan berbicara seperti itu! Kamu masih punya ayah nak!" Pak Toni tidak terima anaknya berbicara seperti itu, sementara Yoga dan ayu hanya diam saja, mereka menganggap ucapan Rosi itu hanya gertakan saja guna untuk membuat Yoga merasa bersalah karna menolaknya.


"Maafkan aku ayah, Rosi tidak mau hidup lagi jika mas Yoga menolak aku! Aku ingin mati saja ayah!" Isak Rosi.


"Nak Yoga, ayah mohon dengan kerendahan hati nak yoga,berikan lah anak saya satu kesempatan lagi, saya berjanji akan membimbing Rosi ke jalan yang benar agar tidak melakukan kesalahan yang sama seperti dulu!" Ujar pak Toni sambil berlutut di hadapan yoga yang sedang duduk, sontak Yoga merasa risih di perlakukan seperti itu


"Bangun lah pak Toni, anda tidak pantas untuk memohon seperti itu kepada saya, aku dan Rosi sudah berakhir, dan selamanya kami tidak akan pernah kembali, aku harap kalian paham dan menghargai keputusan saya ini!" Ujar Yoga tetap kukuh dengan prinsipnya bahwa dirinya tidak ingin kembali lagi.


"Yah sebaiknya kita pulang saja, percuma kita berharap kepada mas Yoga,mungkin sekarang mas Yoga lebih suka melihat aku mati!" Ujar Rosi sambil berlari keluar rumah, pak Toni pun mengejar Rosi dan terus memanggil nama anaknya.


"Rosi! Tunggu nak, ayah mohon kamu tenangkan dulu pikiran kamu!" Ujar pak Toni sambil terus mengejar Rosi yang berlari ke luar pagar, lantas dirinya masuk ke dalam mobil nya yang di parkir di pinggir jalan depan rumah Yoga, pak Toni tertinggal jauh di belakan Rosi hingga pak Toni tidak bisa mencegah Rosi melarikan mobil dengan kecepatan tinggi.

__ADS_1


"Rosiiiiii! Tunggu ayah!" Teriak pak Toni, tapi semua nya percuma,karena Rosi sudah jauh mengendarai mobilnya,hingga tidak mungkin jika Rosi bisa mendengar teriakan pak Toni


Pak Toni langsung terjatuh lemas di pinggir jalan dengan kedua lutut menopang tubuhnya, dirinya tergugu menangis melihat kesedihan dan kekecewaan anaknya.


"Ini semua gara-gara si Yoga! Dia terlalu keras kepala! Mentang-mentang kaya dia bisa berbuat seenaknya kepada anak ku! Jika terjadi sesuatu kepada anak ku! Awas saja kamu Yoga!" Gumam pak Toni sambil mengepalkan kedua telapak tangan nya.


Sementara Rosi mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi dengan berurai air mata, pandangan nya pun terlahalan oleh bening air mata yang berebutan jatuh di kelopak matanya, hingga Rosi tiba-tiba kaget karena di depan nya ada pengendara motor yang menyalip bis yang berada di jalur berlawanan dengan Rosi, hingga Rosi kaget dan membanting setir ke sebelah kiri jalan yang ternyata di sebelah kiri jalan itualiran sungai yang dangkal, tidak bisa di hindari lagi jika Rosi dan mobilnya terjun bebas ke sungai, Rosi pun langsung tidak sadarkan diri lagi ketika kepalanya terantuk di kaca mobil.


Jalanan pun langsung macet karena kecelakaan itu, banyak yang turun ke sungai untuk membantu Rosi keluar dari mobilnya, sementara pengendara motor yang hampir bertabrakan dengan Rosi hanya mengalami luka ringan,


Pak Toni yang baru sampai tempat kejadian merasa heran karena jalan nan macet parah, dia pun keluar dari taksi online untuk bertanya kepada seseorang yang berjalan di trotoar.


"Ada kecelakaan pak, mobil masuk jurang." Jawab lelaki itu.


Pak Toni merasa dirinya tersengat aliran listrik ketika mendengar ucapan lelaki itu, entah kenapa hatinya langsung tidak enak dan was-was, dirinya takut jika yang kecelakaan itu Rosi.


Tanpa sadar pak Toni langsung berlari ke ke depan, dirinya ingin melihat tempat kejadian itu, tentu saja sopir online yang di naiki oleh pak Toni langsung berteriak untuk menghentikan pak Toni, masalahnya pak Toni belum bayar ongkosnya karena memang belum sampai tujuan.


Pak Toni tidak perduli dengan teriakan pak sopir, yang ada di kepalanya hanya ada bayangan anaknya.

__ADS_1


Sementara di tempat kejadian di mana Rosi jatuh, sudah banyak orang 6ang turun untuk membantu mengeluarkan pengemudi mobil yang jatuh ke dalam sungai, mereka tidak tahu jika yang jatuh ke sungai itu seorang perempuan muda yang cantik.


Akhirnya dengan bantuan warga dan juga para pengendara yang berhenti untuk turun ke sungai membantu Rosi, akhirnya Rosi pun bisa di selamatkan dari maut, tapi sayang nya mobil Rosi tidak bisa di angkat dari sungai itu karena jika ingin mengeluarkan mobil Rosi tentunya mereka harus menggunakan alat berat.


Ketika Rosi sudah berhasil di angkat ke atas jalan seketika itu juga pak Toni baru sampai di situ, pak Toni langsung histeris melihat anaknya tergeletak di jalan untuk di berikan bantuan pernafasan oleh seorang pengendara mobil yang kebetulan lewat situ dan mengaku dirinya dokter.


"Rosi.. ini ayah nak! Bangun nak!" Teriak pak Toni, sontak saja semua mata yang tadinya memperhatikan Rosi kini tertuju kepada pak Toni


"Ini anak bapak?" Tanya seorang lelaki setengah baya bertanya kepada pak Toni.


"Iya ini saya pak! Tolong selamatkan anak saya! Bawa dia ke rumah sakit pak!' ujar pak Toni sambil menangis di sebelah namanya yang sedang di berikan pertolongan oleh dokter.


Tidak lama kemudian Rosi pun batuk batuk, semua orang mengucapkan syukur karena Rosi Sada dan selamat dari maut


"Ayah,!" Teriak Rosi memeluk ayahnya sambil menangis.


"Sebaiknya adik ini di bawa ke rumah sakit untuk perawatan selanjutnya, karena itu kakinya patah pak!" Ucap orang yang tadi menolong Rosi.


Rosi langsung melihat kakinya yang di tunjuk oleh lelaki itu, benar saja kaki Rosi terlihat bengkok seperti patah, sontak Rosi histeris melihat kaki mulusnya menjadi bengkok.

__ADS_1


__ADS_2