Suami Benalu Banyak Ulah

Suami Benalu Banyak Ulah
perjanjian


__ADS_3

"kamu datang kesini minta uang sama anak saya , itu sudah termasuk ngemis!" Ujar ibu meremehkan.


"Beda lah!" Teriak emak tidak terima.


Yoga membisikan sesuatu di telinga Umar ketika perhatian semua orang sedang tertuju kepada percekcokan antara ibu dan emak, Umar tidak menjawab, dia hanya mengangguk, lantas Umar mendekati pak RT, Umar pun membisikan sesuatu di telinga pak RT menyampaikan permintaan yoga kepada pak RT, reaksi pak RT sama dengan Umar ketika tadi Umar di bisikin sesuatu oleh Yoga, pak RT hanya mengangguk tanpa menjawab.


"Tolong buat ibu-ibu yang hadir disini, yang tidak berkepentingan silahkan untuk membubarkan diri, kalian sebaiknya kembali melakukan aktivitas masing-masing lagi, saya ucapkan terima kasih sudah mau meluangkan waktu untuk ikut menyelesaikan masalah ini, tapi alangkah baiknya masalah ini di selesaikan dengan yang bersangkutan saja tanpa melibatkan orang lain, saya mohon dengan hormat supaya semua yang hadir di sini silahkan untuk kembali ke rumah masing-masing." Pak RT menangkupkan kedua telapak tangan di dadanya untuk meminta maaf agar semua orang mengerti apa yang barusan pak RT ucapkan, walau pun semua ibu-ibu kecewa dengan pembubaran oleh pak RT, tapi mereka juga menghargai privasi orang lain, mungkin masalah ini memang di anggap privasi hingga orang lain tidak perlu ikut campur.


Setelah semua tetangga pergi , Yoga dan Umar duduk di kursi Yang kosong, buk ustad yang memang di tahan ibu untuk tetap tinggal di sini di persilahkan duduk dekat Asti.


"Semua orang sudah pergi! Sekarang aku minta uang itu, biar aku segera pergi dari sini!" Ketus emak, dia mulai resah ketika semua orang sudah pergi, perasaan nya menjadi gentar, sebab di ruangan ini hanya ada keluarga Asti saja,


"Maaf sebelum nya pak RT, saya ingin memperkenalkan diri saya dulu, nama saya Yoga, saya sahabat Umar dan partner kerja Umar juga, keluarga ini sudah saya anggap keluarga sendiri, jadi saya mohon ijin untuk ikut memberikan saran di sini pak." Yoga memperkenalkan diri kepada pak RT,


"Iya pak Yoga, saya sudah pernah dengar sosok pak Yoga dari pak Parman," ujar pak RT sambil tersenyum,


"Jangan banyak basa basi deh! Aku buru-buru mau pergi! Asti! Cepat sana bawa duitnya, jika belum ada semuanya, lebih baik kamu ambil seberapa adanya dulu, kalau bisa jangan kurang dari tiga puluh juta!" Dengan enteng emak memerintah Asti untuk menyediakan uang sebanyak itu.


"Sabar buk, sekarang biar urusan Asti menjadi urusan saya, saya siap membayar uang yang anda minta." Ujar Yoga kepada emak, sontak saja ucapan Yoga membuat semua orang yang ada di ruangan itu terperanjat kaget, sementara Emak senyum sumringah langsung tercetak di wajahnya.

__ADS_1


"Nak Yoga, tidak usah nak," ujar ibu melarang,


"Tidak apa-apa buk, saya akan memberikan uang itu, saya ikhlas buk," ujar Yoga .


"Kamu seharusnya bersyukur ada yang mau nanggung beban kamu kepadaku, ini malah di larang!" Ujar emak sewot kepada ibu.


"Sudah-sudah, kita tidak perlu lagi ribut, ayo kita selesaikan masalah ini dengan secepatnya," yoga cepat melerai percekcokan di antara emak dan ibu, sementara Asti hanya diam saja tapi matanya menatap wajah Yoga dengan rasa penasaran, Asti masih syok atas ucapan yoga yang mau membayar seratus juta kepada emak.


"Bang, saya tidak mau merepotkan Abang, biarlah urusan emak, biar saya nanti yang menyelesaikan." Ujar Asti pelan,


"Saya mohon as, kali ini biarkan saya ikut andil membantu keluarga ini, saya sudah menganggap diri saya ini bagian dari keluarga ini, saya tidak akan tenang jika kalian selalu di teror oleh ibu ini! Saya mohon as, ijin kan saya membantu kamu." Yoga memohon dengan tulus agar bantuan nya di terima, Asti diam tidak bisa menjawab, hanya matanya langsung berkaca-kaca, berbagai perasaan bersarang di hatinya.


"Bang, apa ini tidak berlebihan bang, apa sebaiknya kita laporkan saja ibu nya Entis ini ke polisi dengan tuduhan pemerasan!" Umar mulai membuka suara.


"Kamu itu kurang ajar sekali Umar!" Teriak emak marah dirinya akan di laporkan ke kantor polisi.


"Tidak usah mar, jika saya mau pasti dari tedu sudah saya lakukan, tapi di sini saya ingin menyelesaikan masalah ini dengan kekeluargaan saja, saya tidak sampai hati memenjarakan seorang ibu yang baru saja kehilangan anaknya, sebaiknya saya kasih dia uang yang dia Minta, tapi semua itu tidak dengan cuma-cuma!" Ujar yoga.


"Maksudnya?!" Tanya emak sudah mulai gelisah.

__ADS_1


"Saya akan membuat perjanjian dengan anda! Saya bersedia membayar seratus juta, tapi saya ingin anda tidak mengganggu keluarga ini selamanya, jika anda melanggar perjanjian ini, maka saya akan menjebloskan anda ke dalam jeruji besi! Saya tidak ingin anda menginjakan rumah ini dengan alasan apa pun! Bagaimana buk? Apa anda sanggup menandatangani perjanjian itu?!" Tanya Yoga kepada emak, tanpa pikir panjang Emak langsung mengangguk menyanggupi syarat yang di berikan Yoga,


Akhirnya surat perjanjian pun di buat atas kesepakatan bersama, Emak di berikan cek sebanyak seratus juta, tapi Emak menolak cek itu, dirinya ingin uang cas saja, akhirnya yoga menyanggupinya, Yoga menelpon anak buahnya untuk membawa uang yang di minta ke rumah Asti,


Siang itu juga akhirnya perjanjian dan pembayaran uang kepada emak sudah selesai, hari beranjak siang menuju sore, emak pun pulang di antar sopir pribadi yoga, karena walau sejahat apapun emak kepada keluarga Asti, tapi mereka semua mengkhawatirkan juga keselamatan emak yang membawa uang cas sebanyak itu, tentunya emak sangat senang dirinya di antar naik mobil mewah, apalagi yang sudah berada di tangan nya, rasa lapar pun tidak terasa , padahal emak belum makan siang, dirinya terlalu bahagia menerima uang sebanyak itu, seumur hidup nya baru kali ini emak mempunyai uang sebanyak itu.


Begitu sampai di rumah, emak menemukan menantunya sedang duduk santai di ruang tamu sambil ngopi.


"Si Euis mana?!" Tanya emak kepada menantunya setelah keluar kamar setelah menyimpan kantong kresek berisi uang di lemari bajunya.


"Kerja Mak." Jawab Anton sambil tersenyum.


"Kamu sendiri di rumah ngapain!? Kok gak kerja?" Tanya Emak.


"Saya belum bisa kerja berat Mak, tapi nanti saya akan cari kerja lagi Mak." Jawab Anton kikuk.


"Loh, emang selama ini kamu kerja di mana? Kok baru mau nyari kerja?" Emak memang tidak pernah tahu menantunya ini seorang pengangguran, sebab Emak tidak pernah menanyakan pekerjaan Anton kepada Euis.


"Saya baru berhenti kerja Mak, saya awalnya kerja di pabrik tapi karena banyak pengurangan karyawan saya terkena PHK Mak!" Jawab Anton berbohong.

__ADS_1


"Oh." Jawab Emak singkat, dirinya tidak begitu perduli dengan menantunya ini, dia bekerja atau tidak bekerja itu urusan dia sendiri, asal menantunya tidak merepotkan dirinya maka Emak tidak perduli dengan status menantunya yang pengangguran ini.


__ADS_2