Suami Benalu Banyak Ulah

Suami Benalu Banyak Ulah
Di tagih hutang


__ADS_3

Sintingan mana aku sama kamu?, kamu mau jemput orang gak jelas, tapi minta duit sama aku!"


"Siapa bilang Tuti gak jelas?!, Dia itu...."


Seketika mulut Jang Entis langsung diam tidak meneruskan ucapan nya.


"Oh jadi kamu mau jemput Tuti?!, Emang siapa dia?"


Kang Entis gelagapan setelah aku menanyakan Tuti.


"Dia saudara jauh aku! Sudah lah,kamu gak perlu kepo, mana sini duitnya"


Kang Entis menengadahkan tangan nya meminta uang padaku, lucu sekali rasanya rumah tangga yang aku jalani sekarang ini, aku benar-benar sadar sekarang, jika kang entis itu memang seorang benalu yang menjelma menjadi suamiku.


Andai saja waktu bisa terulang, mungkin aku tidak akan pernah Sudi menjadikan dia sebagai suamiku.


Tapi semua sudah terjadi, dan mungkin ini lah takdir tuhan yang harus aku jalani.


Ujian kesabaran ku menghadapi kang Entis sudah habis rasanya, dan aku ingin segera mundur dari rumah tangga yang rumit ini.


Lebih baik aku segera pergi dari sini dari pada harus menghabiskan energi ku hanya untuk meladeni permintaan orang sinting ini.

__ADS_1


Aku melangkah pergi keluar rumah tanpa menghiraukan kang Entis yang berteriak memanggil manggil namaku 


"Asti.. as ... Mau kemana kamu!, Mana duitnya as!"


Teriak lah sekeras mungkin kang, aku gak perduli, aku terus berlalu dan langkah ke pangkalan ojek untuk pergi ke bengkel menjemput motor ku.


***


Maghrib aku sampai rumah, segera aku parkirkan motorku di depan rumah, rumah dalam keadaan terkunci dan gelap, rupanya kang Entis sudah pergi.


Sebenarnya aku punya niat untuk membuntuti dia dan ingin mencari bukti jika dia berkhianat, tapi sayangnya motorku tadi masih di bengkel.


Biarlah, nanti pasti akan aku cari cara biar aku punya bukti kesalahan dia di pengadilan perceraian ku nantinya.


Hp ku bergetar menandakan ada panggilan telpon masuk, ternyata mertuaku yang menelpon.


"Assalamu'alaikum Mak,"


"Asti,  Si Entis barusan minjam duit sama emak, dia bilang kamu yang nyuruh! Emang selama ini duit gaji kamu kemana sampai-sampai kamu nyuruh suami nyari hutangan ke sini buat kebutuhan kamu!, Bukan nya ngasih duit sama mertua malah nyusahin!" Oceh mertua ku,


"Asti tidak pernah menyuruh kang Entis pinjam uang Mak?" Aku jawab ucapan mertuaku jujur, karena memang aku tidak pernah menyuruh kang Entis.

__ADS_1


"Kamu jangan pura-pura tidak tahu untuk lepas tanggung jawab as, emak tidak mau tahu pokoknya besok pagi uang itu harus segera kamu bayar, kasihan si Euis duitnya di pinjam si Entis, susah payah adiknya nabung buat bayar setoran motor, eh di pinjam dulu duitnya, sekarang Emak tagih ke kamu malah cuci tangan!" Panjang lebar mertuaku ngomel membuat aku sakit kepala.


"Mak, yang pinjam uang kan kang Entis jadi lebih baik emak marah nya sama kang Entis saja , jangan sama Asti yang tidak tahu apa-apa.!" Aku mulai emosi mendengar ocehan Emak.


"Tidak tahu apa- apa gimana sih as!, Itu suami kamu loh, kamu harus tanggung jawab!" Seenaknya Emak bicara seperti itu, dia kira aku ini siapa yang seenaknya bisa dia maki.


"Mak, sebenarnya yang harus emak maki itu anak emak, yang hidupnya harus jadi benalu istrinya ini, bukan nya malah jadi marah - marah jelas sama Asti, sudah lah Mak, jika tidak ada hal penting lagi Asti mau istirahat dulu, assalamualaikum." Ucapku langsung mengakhiri obrolan di telpon, tidak lupaaku non aktif kan hape ku agar dia tidak bisa menghubungiku, aku harus jaga kewarasan karena besok aku harus bekerja.


Aku pun beranjak ke kasur untuk tidur, pintu rumah aku kunci, aku tidak ingin besok badan ku tetap segar agar aku tetap waras menghadapi berbagai cobaan hidup.


Pintu rumahku di gedor seseorang di saat aku mulai terlelap dalam tidurku, aku pun kaget langsung melompat dari atas kasur, gedoran ke arah pintu seperti sedang di Landa emosi.


Aku lekas membuka pintu rumah, di pintu sudah berdiri emak dengan tatapan tajam nya.


"Ada apa Mak?" Tanyaku setengah sadar karena baru bangun tidur.


Ada apa , ada apa? Bayar hutang si Entis!" Ucapnya sambil menengadahkan tangan .


"Asti tidak ada uang Mak,!" Ucapku kesal.


"Aku tidak mau tahu!, Bayar sekarang juga!" Emak benar - benar membuat aku emosi.

__ADS_1


__ADS_2