Suami Benalu Banyak Ulah

Suami Benalu Banyak Ulah
buka kado


__ADS_3

"Sa.. saya... Belum bisa... Menjawab sekarang pak, saya kaget dengan lamaran ini secara tiba-tiba, saya minta waktu untuk memikirkan lamaran bang Yoga, saya harap bang Yoga mengerti posisi saya, saya pernah gagal dalam rumah tangga, itu sangat menyakitkan saya, saya ingin meyakin kan diri saya terlebih dahulu untuk memutuskan menikah lagi atau tidak, karena Asti masih bingung." Ujar Asti sambil tangan nya terasa dingin dan bergetar.


Ayu merasa lemas karena menganggap Asti menolak lamaran kakak nya, ada rasa kecewa dan sedih di hari ayu kepada Asti, tapi balik lagi kepada urusan hati, ayu juga tidak bisa memaksa Asti untuk menerima Yoga sekarang, masih ada sedikit harapan, Asti hanya minta waktu untuk menjawab,


Lain dengan Ayu, justru Yoga menerima ucapan Asti barusan dengan positif, dirinya memaklumi jika Asti meminta waktu untuk bisa memutuskan lamaran dirinya, sebab Asti pasti merasa kaget karena dirinya tiba-tiba di kamar tanpa pacaran, walau hatinya sedikit was-was takut Asti nanti menolak cinta nya, tapi Yoga terus mensuport dirinya dengan positif bahwa Asti pasti akan melihat kesungguhan dirinya, Yoga akan menunjukan dan berusaha keras untuk merebut hati Asti, dirinya akan terus berjuang untuk mendapatkan Asti menjadi istrinya.


"Jadi kira-kira Asti kapan mau memberi jawaban kepada nak Yoga!?" Tanya bapak.


"Asti minta waktu satu bulan pak." Jawab Asti yakin.


"Apa itu tidak terlalu lama as?" Tanya ibu cemas, sebab ibu juga berharap jika Asti mau menerima Yoga.


"Asti butuh waktu untuk berpikir buk, Asti tidak ingin gegabah dalam mengambil keputusan," Asti kukuh dengan ucapan nya, Asti tetap meminta waktu satu bulan.


"Nah itu jawaban sementara Asti nak Yoga, bagaimana menurut nak yoga?" Tanya bapak sekarang beralih bertanya kepada Yoga


"Iya pak, saya hargai keinginan Asti, saya akan menunggu Asti, walau sampai kapan pun saya akan setia menunggu jawaban Asti pak! jangan kan satu bulan pak, bahkan selama seumur hidup saya pun saya akan siap menunggu jawaban dari Asti" jawab Yoga yakin, tentu saja jawaban Yoga barusan membuat semua orang mesem-mesem, karena di anggap lucu dan bucin.


Umar melihat suasana sedikit kaku lantas mencari ide agar suasana ini kembali mencari.


"Nah sekarang acarnya buka kado dulu yuk teh, pasti teteh bangga dong kado aku yang sangat spesial ini" kelakar Umar bercanda, tapi candaan Umar di rawat sangat garing di dengar semua orang, buktinya tidak ada yang tertawa satu pun, Umar cengengesan sambil garuk-garuk kepala karena mendapat pelototan dari ibu,


"Iya bener as, yuk kita buka kado" ujar ayu membela Umar yang terlihat kikuk.

__ADS_1


Asti pun mengangguk, mereka segera pindah ke ruang tamu kembali di mana tadi terletak kue dan juga beberapa buah kado.


"Ini kado dari aku teh." Ujar Umar sambil mengambil sebuah kado yang berukuran sangat besar, Asti bisa menebak jika kado itu pasti sebuah boneka, Asti segera membuka jadi itu, dan benar saja, jadi itu berupa boneka beruang yang sangat besar, dengan bulu-bulu yang sangat halus,


"Wih keren, makasih banyak ya mar, teteh suka kadinya." Ujar Asti memeluk adiknya.


"Iya dong, aku tahu kok apa kesukaan teteh." Ujar Umar bangga kadonya di sukai kakaknya.


"Ini kado dari aku as, buka ya." Ujar ayu menyerahkan kotak kado yang ukuran nya sedang, Asti pun langsung membuka kado itu, isinya ternyata sebuah tas dari barang terkenal, tas ini juga sudah bisa di pastikan harganya pasti mahal.


"Wah tas nya keren banget yu, waduh kamu ngasih kado aku semahal ini apa tidak rugi kamu yu?!" Tanya Asti berkelakar.


"Dasar teman gak ada akhlak, bukan nya berterima kasih di kasih kado malah ngeledekin aku!" Sewot ayu pura-pura marah, semua orang pun tertawa mendengar celotehan ayu, Asti tertawa lalu memeluk ayu untuk mengucapkan terima kasih.


"Waduh bapak pakai ngasih kado segala, cukup dia saja Asti sudah senang, tapi dengan adanya kado ini Asti makin tambah senang loh pak." Canda Asti kepada bapaknya, suasana pun kembali ramai karena tawa dari semuanya,


Ternyata kado dari bapak adalah sebuah baju gamis cantik, lengkap dengan jilbab nya, Asti melirik bapaknya, hati nya sedikit tersentuh oleh kadi dari bapak, pasalnya Asti tidak memakai jilbab, dengan adanya kado dari bapak ini Asti merasa jika bapak berharap dirinya untuk menutup auratnya,


"Gimana teh suka tidak dengan kado bapak?" Tanya ibu kepada Asti.


"Sangat suka buk, Asti akan memakai baju ini nanti," ujar Asti jujur


"Kalau gitu ini jadi dari ibu, buak sekarang" ujar ibu memberikan kadonya, Asti pun langsung menyambut jadi dari ibu, lantas membukanya, ternyata kado dari ibu Sebuah kunci, Asti bingung karena kunci ini seperti kunci mobil, lantas Asti memandang wajah ibu penuh dengan tanda tanya.

__ADS_1


"Taraaa.... Teteh dapat kado mobil dari ibu" teriak Umar, Asti melirik adiknya tidak percaya, sebab ibu bisa beli mobil uang dari mana.


"Itu kunci mobil teh, ayo ibu perlihatkan mobilnya di luar." Ujar ibu sambil menuntun tangan anaknya untuk keluar rumah, Asti hanya bisa mengikuti ibu dari belakang dengan wajah bingung.


Benar saja, di luar ada sebuah mobil baru yang di hias oleh pita besar , Asti melotot tidak percaya dirinya dapat kado mobil dari ibu.


"Kapan datang nya mobil ini Buk? Kok Asti tidak tahu?!" Gumam Asti bertanya kepada ibu.


"Tadi sewaktu kita makan, kami sengaja diam-diam datangin mobil ini teh, ini kado memang sudah lama bapak dan ibu rencanakan, dan baru kali ini ibu bisa berikan, baru sekarang ibu bisa membelinya nak."


Asti sangat terharu dengan ucapan ibunya, dia pun langsung memeluk ibu dan bapak secara bergantian, Asti pun tidak lupa mengucapkan terimakasih,


"Ada satu kado yang tertinggal as!" Ujar ayu tiba-tiba.


"Ini kado dari bang yoga." Sambung ayu sambil menunjuk kotak kado berukuran kecil yang di pegang yoga,


Asti pun mengambilnya setelah kado itu di berikan yoga, lantas Asti membukanya, ternyata kado itu sebuah cincin berlian, Asti malu menerima nya, tapi yoga dengan tulus memberikan berlian itu memang hadiah ulang tahun untuk Asti, Asti pun mengucapkan terimakasih, dan acara buka kado pun selesai.


Acara malam itu pun berakhir dengan sedikit canggung, yoga dan Ayu pun berpamitan karena hari sudah mulai larut,


"Bang, jika Asti menolak gimana?" Ayu bertanya kepada abangnya setelah mereka berada di atas mobil.


"Jangan doakan seperti itu dong yu, sebaiknya kamu berdoa semoga Asti mau menerima Abang." Ujar Yoga sambil melirik adiknya yang duduk di sebelahnya.

__ADS_1


"Itu pasti lah bang, aku tahu Asti itu perempuan seperti apa, aku sangat mendukung banget jika kalian menjalin hubungan suami istri, tapi aku juga was-was Asti menolak Abang, aku tahu si Asti itu sudah jatuh cinta bang." Ujar ayu masih belum puas membahas tentang Asti.


__ADS_2