Suami Benalu Banyak Ulah

Suami Benalu Banyak Ulah
kaget


__ADS_3

"Sudah Ros jangan pernah memikirkan lagi si Yoga, ayah yakin kamu nanti bisa mendapatkan lelaki yang lebih dari Tiga!" Pak Toni sudah bingung harus berbuat apa, tapi dia ingin anaknya bisa melupakan yoga dari pikirannya.


"Tidak yah, aku mau mas Yoga!, Aku tidak mau hidup lagi jika mas Yoga tidak aku miliki!" Rosi dengan keras tetap kukuh ingin memiliki Yoga,pak Toni hanya bisa menangis melihat kondisi anaknya,


Rosi tiba-tiba meraung histeris lagi, dia terus memanggil Yoga, Toni dengan sekuat tenaga merangkul anaknya agar jangan berbuat nekad, dia terus menenangkan rosi, Rosi pun akhirnya diam berhenti menangis, pandangan nya sangat kosong menatap pintu kamar nya.


Sekejap kemudian Rosi langsung tertawa terbahak, seperti orang yang sedang mentertawakan sesuatu yang sangat lucu, tapi pak Toni bukan nya ikut tertawa justru malah merasa tersayat hatinya melihat tingkah anaknya ini,


"Jangan seperti ini Ros, ayah mohon! Sadar!" Ucap pak Toni sambil memeluk anaknya.


Tidak lama kemudian Rosi pun melemah dan langsung terkulai, Rosi pun akhirnya terlelap dalam pelukan sang ayah.


***


Sementara di kantor Yoga tepatnya di dalam ruang kerja Yoga kini Asti dan ayu sedang duduk di sofa sambil memainkan gawai masing-masing,


"Kemana sih Abang ku ini! Tadi aku di suruh kesini tapi dia malah pergi! Bete banget sih!" Ayu pura-pura marah kepada abangnya, padahal ini adalah sebagian dari rencana dirinya bersama kakak nya.


"Sabar yu, mungkin dia lagi di jalan?" Ujar Asti mencoba menenangkan hati sahabatnya yang sedang kesal.


"Aku sudah sabar dari tadi as, kita nunggu Abang ku sudah hampir tiga jam as! Di telpon juga tidak di angkat nya! Bikin orang sebel tahu!"


"Iya yu, mungkin saja bang Yoga sedang ada meeting sama klien nya yu, maklum saja kakak mu itu orang sibuk yu,"


"Iya aku paham, tapi jika dia memang sibuk! Seharusnya dia tidak usah menyuruhku datang ke sini!"


Asti diam mendengar ocehan ayu, menjawab juga akan percuma, lebih baik Asti diam, tapi dalam hati Asti pun berharap Yoga segera datang, Asti sudah tidak sabar ingin bertemu sang pangeran di hati nya ini.


"As, kita pulang saja yuk!" Ajak ayu ingin melihat reaksi Asti.

__ADS_1


"Loh kok pulang!?"


"Iya kita pulang! Aku bosan di sini! Mendingan kita pergi shoping aja yu as!" Ajak ayu.


"Gak mau yu, aku lagi malas pergi ke mana-mana!" Tolak Asti gelisah, dia takut ayu memaksa pergi dari sini, pasalnya Asti masih berharap ingin menemui Yoga di sini.


"Terus ngapain kita di sini!" Tanya ayu.


"Ya duduk saja dulu santai-santai di sini! Mumpung yang punya ruangan sedang tidak ada di sini!" Jawab Asti asal.


"Ngapain santai di sini! Gak ada hiburan sedikit pun,!aku Bosan di sini as,!"


Baru saja Asti akan menjawab ucapan ayu, tapi tidak jadi sebab handphon Ayu berbunyi, ketika ayu mengangkat telpon dari Abang nya itu.


"Halo bang! Di mana sekarang?!" Ayu langsung memberondong pertanyaan kepada kakak nya, ayu pun memperkeras suara telpon nya agar Asti bisa mendengar nya.


"Abang sedang ada meeting penting yu, sepertinya Abang tidak bisa datang ke kantor sekarang, Abang minta maaf ya yu," ucapan Yoga barusan mampu membuat hati Asti langsung parah, sebab dirinya sudah sangat berharap bisa melihat Yoga hari ini di sini, tapi ternyata Asti harus menelan kekecewaan yang sangat dalam karena rindu yang dia pendam selama dua Minggu ini harus menambah kesabaran lagi untuk bisa bertemu dengan Yoga.


"Apa yu! Kamu sama Asti!?" Tanya Yoga pura-pura kaget.


"Iya sama Asti, A-S-T-I.!" Ucap ayu sambil mengeja nama Asti.


"Kenapa kamu tidak bilang dari tadi yu!" Ucap Yoga seolah kecewa baru di beri tahu jika Asti ada di sini.


"Dih emang Abang tanya aku ke sini sama siapa!? Tidak kan bang!" Jawab ayu, sementara Asti langsung tersenyum sumringah ketika Yoga menyebut namanya,


"Ya sudah kalau begitu tunggu Abang di sana ya, jangan pulang sebelum Abang datang!" Ucap Yoga mengultimatum ayu untuk tetap tinggal di ruangan nya.


"Ogah! Tadi katanya ga bisa datang! Aku mau pulang lagi aja bang, kasihan Asti nunggu kamu kelamaan!" Ujar ayu sambil melirik ke wajah Asti, Asti langsung mengangguk ketika ayu melihat dirinya.

__ADS_1


"Jangan gitu dong yu, aku paling dua jam lagi selesai meeting nya yu, aku janji deh akan anak kamu makan di mana pun kamu mau! Abang akan traktir apapun yang kamu minta!" Ujar Yoga membujuk ayu.


"Gak bisa! Aku mau pulang saja ! Nunggu dua jam itu lama bang! Kasihan Asti kelamaan di sini nanti Bete!" Ujar ayu.


"Gak apa-apa kok yu, aku gak bete!" Spontan Asti mematahkan ucapan ayu yang mengatakan dirinya akan bosan menunggu yoga di sini selama dua jam, tentu saja jawaban Asti itu terdengar oleh Yoga, dia langsung koprol senang di ruangan lain yang tidak jauh dari ruang kerja nya, karena Asti rela menunggu dirinya dua jam lagi untuk menemui Yoga! sebenarnya Yoga sekarang berada di kantor ini juga tapi Yoga bersembunyi di ruangan lain, ini juga ide dari ayu, Sebenarnya Yoga ingin menemui Asti dari tadi, tapi Ayu terus melarangnya dan harus menunggu sampai ayu memberi tahukan kapan Yoga harus muncul di hadapan ayu dan Asti.


"Kamu serius as mau nunggu Abang ku dua jam lagi!" Ayu pura-pura merasa tidak enak karena Asti harus menunggu abangnya dua jam lagi.


"Ehmm... Iya yu, aku tidak apa-apa kok!" Ucap ayu tersenyum yakin.


"Ok kalau begitu as, tunggu sebentar ya as aku ngomong lagi sama abangku!" Ujar ayu sambil kembali berbicara kepada kakak nya.


"Bang aku tunggu ya!" Ujar ayu, tapi tidak ada jawaban lagi, ternyata Yoga sudah mematikan telpon nya.


"Ih menyebalkan! Dia matikan telpon ga bilang-bilang!" Sewot ayu.


Asti merasakan kecewa seperti apa yang ayu rasakan, yoga mematikan telpon tanpa mau berbicara kepadanya walau hanya sepatah kata, padahal dia tahu jika ayu bersama dirinya tadi,


"Mungkin sedang sibuk yu" Asti mencoba membela Yoga.


Pintu ruangan Yoga Di ketuk seseorang dari luar, ayu yang baru akan menjawab ucapan Ayu langsung berhenti bicara,


"As tolong bukain pintu nya dong., Tadi aku kunci pintu nya" ujar ayu meminta tolong.


"Lagian ngapain harus di kunci segala sih! Aku malu yu buka pintunya, nanti orang kantor bingung lihat aku!" Ujar Asti segan.


"Udah buka aja kenapa as gak usah pake malu segala, buka pintu pakai kunci!" Ujar ayu menyebalkan.


Asti mencebik kan mulutnya, dia sebal dengan jawaban ayu.

__ADS_1


Asti melangkah ke pintu lalu memutar anak kunci dan membuka pintu pelan- pelan,


"Assalamualaikum Asti.. Apa kabar?" Asti langsung mematung di balik pintu setelah mengetahui siapa yang sedang berdiri di hadapan nya ini.


__ADS_2