Suami Benalu Banyak Ulah

Suami Benalu Banyak Ulah
rencana


__ADS_3

Yoga pun langsung melajukan mobilnya ke alamat rumah Entis,


Sementara Asti yang sekarang berada di atas motor ojek online langsung turun ketika sudah sampai di depan rumah kontrakan Entis.


Asti bergegas masuk ke halaman rumah kontrakan sesaat setelah membayar ongkos ojek.


"Assalamualaikum!" Asti lantas menggedor pintu rumah kontrakan sesaat sudah mengucapkan salam, rumah terlihat gelap karena waktu sudah menunjukan pukul sebelas malam.


"Asti! Nyari si Entis ya?!" Tetangga Asti yang bernama Ceu Mumun menghampiri Asti.


"Iya Ceu Mumun, Asti ada perlu sama kang Entis!" Jawab Asti berhenti menggedor rumah Entis.


"Dia sudah tidak tinggal di sini lagi neng,semenjak neng Asti ambil semua barang rumah ini, si Entis tidak pernah kesini, kata yang punya kontrakan rumah ini mau di kontrakan saja sama orang lain, soalnya kang Entis sudah dua Minggu telat bayar kontrakan," jawab Ceu Mumun lengkap dengan informasi Entis.


"Loh emang istri barunya kemana?" Asti pikir rumah ini di isi Entis dan Tuti, tapi ternyata tidak, apa mungkin Tuti sama Entis pindah kontrakan? Atau tinggal bersama Emak.


"Eh neng Asti tidak tahu ya,? istri muda si Entis kan sudah kabur! Mungkin sudah dua Minggu ini dia kabur neng!" Asti langsung bengong mendengar Tuti kabur, dalam hati Asti tertawa,ternyata pelakor itu tidak tahan hidup dengan Entis, belum juga satu bulan mereka menikah si Tuti sudah minggat saja, apa kabar dirinya, dia sudah dua tahun bertahan dengan Entis padahal Entis bukan pria bertanggung jawab, Asti mentertawakan dirinya sendiri karena kebucinan nya dia menjadi bodoh! Ketika Asti mengingat hal itu, emosi Asti timbul kembali.


"Oh gitu ya Ceu! Apa mungkin kang Entis ada di rumah Emak Ceu?" Tanya Asti lagi.

__ADS_1


"Sepertinya kalau malam kayak gini si Entis pasti di tempat gubuk yang di tengah kebun itu neng," Ceu Mumun memberi informasi Entis ada di mana, sejujurnya Asti juga sudah yakin jika Entis sekarang pasti ada di basecamp nya, akhirnya Asti memutuskan untuk datang kesana saja untuk mencari Entis, karena Asti tersulut emosi sehingga Asti mengalahkan logikanya, dia tidak memikirkan keselamatan dirinya sendiri, yang ada di pikiran nya hanya ingin segera membuat perhitungan dengan mantan suaminya itu.


"Ya sudah kalau begitu, Asti permisi Ceu!" Asti segera pergi menuju basecamp Entis, setelah berpamitan pada Ceu Mumun, Asti berjalan melewati kuburan karena ingin segera sampai.


***


Kita kembali putar waktu untuk menceritakan Entis ketika berpisah dengan Asti di kantor pengadilan siang itu.


Entis dan Emak pulang dari pengadilan agama dengan hati yang dongkol,


Entis kesal karena Asti berhasil menceraikan dirinya, ada dendam dalam dirinya untuk keluarga Asti, Entis yakin jika Asti di pengaruhi oleh pihak keluarga Asti agar bercerai dengan nya, Entis berjanji dalam hati nya akan memberikan pelajaran berharga untuk keluarga Asti.


"Anak kurang @jar! Kalau kamu mau mati ya m@ti saja sendiri! Aku belum mau mati!masih banyak hutang yang harus aku lunasi!" Teriak Emak sambil memeluk Entis dengan kencang karena takut jatuh,


Akhirnya Entis pun berhenti melajukan kecepatan motornya karena sudah sampai di halaman rumah Emak, sontak Emak langsung memukul kepala Entis dua kali saking kesalnya karena tadi di bawa ngebut di atas motor, Entis hanya mengusap kepala yang sakit bekas pukulan emak sambil meringis,


"Ini kan kita selamat Mak! Tidak kenapa-kenapa! Tidak usah mukul kepala aku juga dong Mak!" Sewot Entis karena merasa kesakitan di pukul Emak.


"Kamu kalau mau m@m-pus sendiri saja tidak usah bawa Emak! Jangan karena stres mikirin si Asti lalu mau ngajak Emak m@ti!, Enak saja! Mendingan kamu cari lagi perempuan yang lebih cantik dari si Asti dari pada Lo stres!" Emak terus nyerocos.

__ADS_1


Entis tidak menjawab makian Emaknya, dia langsung tancap gas untuk pergi ke gubuk basecamp, sementara Emak hanya bisa menyumpah serapah kepada Entis tanpa bisa di dengar anak nya lagi, karena Entis sudah pergi jauh dengan motornya.


Entis masuk ke basecamp dengan wajah merah padam menahan kesal, di dalam sana ada hampir sepuluh orang, semua sedang kumpul terkecuali si Togar tidak ada di tempat itu, entah kemana dia.


Entis pun langsung mengajak teman nya itu untuk menculik Umar, dan Asti, akhirnya Entis pun mulai ingin melaksanakan aksinya yang sudah di rancang sejak kemarin, mereka segera meninggalkan tempat itu menuju rumah Asti menggunakan mobil si gandi, motor Entis di simpan di basecamp, setelah lama mereka mengintai rumah Asti tapi Umar dan Asti tidak terlihat keluar rumah, Entis bosan menunggu, tapi dirinya yakin jika Asti atau Umar pasti keluar rumah.


Hingga akhirnya sore itu mereka melihat Umar keluar rumah dengan seorang perempuan mengendarai motor Umar, awalnya Entis dan kawan nya mengira yang di bonceng itu Asti tapi begitu mereka mengikuti Umar ternyata bukan Asti, Entis pun sempat kecewa karena rencana untuk menculik Asti tidak bisa di laksanakan sekarang, akhirnya di tempat sepi motor Umar di hadang, lalu dengan beringas mereka menghajar Umar, sementara Entis sendiri tidak ikut memukul Umar, dia berdiri di depan mobil dengan menggunakan jaket hitam masker serta kupluk yang menutupi kepala, Entis pun memakai kaca mata, dia tidak ingin Umar melihatnya, tapi tiba-tiba si nata mengeluarkan pisau dari balik punggungnya, Entis melihat itu panik! Dia berteriak agar si nata jangan menggunakan pisau! Tapi terlambat! Pisau itu menembus pundak Umar, dan Umar roboh terkapar di aspal, bersamaan robohnya Umar ke aspal, datanglah serombongan masa yang berteriak menghampiri kelompok Entis, sontak para preman itu berhamburan naik mobil dan dengan segera melarikan diri setelah sempat menarik tas perempuan yang bersama Umar.


"Breng-sek kamu nata! Seharusnya kamu jangan menggunakan pisau! Aku tidak ingin adik iparku mati! Aku hanya ingin memberi pelajaran saja bukan memb*nuhnya!" Teriak Entis kesal.


"Maaf bang?" Si nata menunduk takut dengan Entis.


Semua orang yang berada di dalam mobil pun kini hening tidak bersuara lagi, mereka larut dengan ingatan kejadian pengeroyokan barusan,


"Wah lihat nih hasil jambretan aku! Duit nya banyak coy, ini juga ada hape mahal nih, malam ini kita pesta!" Tiba-tiba si oji yang dari tadi memegang tas milik ayu berteriak girang, sebab begitu dia membongkar isi tas, ternyata uangnya cukup banyak, si oji, yang sekarang sudah sehat dari keracunan itu dia mulai ikut bergabung lagi, tidak ada rasa kapok nya dia walaupun kemarin dia hampir mati, bukan nya taubat malah sekarang dia sudah ikut berbuat keonaran lagi dan melakukan tindak kriminal,


"Wah pesta minuman dong! puas kita!" Teriak yang lain,


"ayo kita beli minuman." Jawab yang lain nya.

__ADS_1


"Tidak! Kita tidak bisa berkumpul untuk beberapa saat ini, kita harus berpencar, aku yakin perbuatan kita terendus polisi,! sekarang pergi cari tempat aman dulu masing-masing, sebaiknya kita menghindar dulu, cari tempat persembunyian, kita berkumpul jika situasi aman!" Ucap Entis penuh gelisah, karena sejujurnya baru kali ini Entis membuat orang cidera, walau bukan dengan tangan nya sendiri tapi otak kejahatan nya adalah dirinya, makanya Entis sangat cemas dan ketakutan, dia takut di buru polisi sekarang,


__ADS_2