Suami Benalu Banyak Ulah

Suami Benalu Banyak Ulah
prustasi


__ADS_3

Anton diam saja tidak perduli dengan emosi istrinya, dia memilih tidur dari pada membujuk istri nya yang menangis.


Malam pun semakin larut, Anton tertidur nyenyak tanpa menyadari jika istrinya tidak ada di sampingnya, Euis malam ini tidur di kursi ruang tengah depan tivi, dirinya kecewa dengan Anton, sebab Anton tidak memperdulikan dirinya yang tengah mengandung buah cinta pertama nya ini, Euis semalaman menangis hingga tertidur.


Paginya emak bangun untuk bersiap ke pasar , emak ingin berbelanja kebutuhan warungnya di pasar , tapi begitu emak ke luar kamar emak melihat seseorang tertidur di ruangan itu dengan tubuh yang di selimuti dengan selimut tebal.


Emak mengintip siapa yang tidur di situ dengan mengendap-ngendap agar si orang yang tidur tidak mendengarnya, begitu emak menyibak kan selimut dengan pelan - pelan, maka wajah Euis lah yang emak lihat, emak heran melihat Euis tidur di sini, ini tidak pernah terjadi kepada Euis, biasanya Euis tidak bisa tidur di kursi panjang yang ada di depan tv, biasanya Euis akan mengeluh sakit badan nya jika tidak tidur di kasur empuk.


Tapi emak berpikir positif saja, mungkin Euis ketiduran setelah menonton tv, emak tidak ambil pusing dengan Euis yang tidur di sana, emak malah membangunkan Euis untuk meminta antar dirinya ke pasar.


"Is! Bangun is! Antar emak ke pasar yuk?"


Euis pun menggeliatkan tubuhnya karena merasa sakit tidur meringkuk seperti itu, Matanya pun seger terbuka dan langsung saja menatap kepada emak.


"Mak Euis sakit kepala, emak sama ojek saja ya Mak!" Ujar Euis malas pergi, sebab kepala nya sakit setelah semalaman menangis, dirinya pun baru satu jam tertidur karena memang tidak bisa tidur semalaman.


"Kamu kalau sakit kepala kenapa tidur di sini! Emak mint antar si Anton saja deh, sana bangunin dia is, jam segini mana ada ojek Euis!" Ujar emak.


"Emang jam berapa ini Mak?" Tanya Euis


"Jam empat pagi is!"


"Kenapa pagi sekali Mak! Emang emak gak bisa belanja nanti siang saja kalau ojek sudah ada Mak!"

__ADS_1


"Emak mau belanja sayuran is, emak kan jualan sayuran juga di warung, jika emak belanjanya pagi nanti ya sudah habis lah sayuran nya, mana ada orang jualan sayuran belanjanya siang sih is!" Omel Emak kesal karena Euis tidak mau mengantarnya


Dengan kesal Euis pun bangun, langsung dia mencuci mukanya, lantas mengeluarkan motor metik kesayangan nya yang sudah dua hari di bawa Anton entah kemana, tapi apesnya motor itu tidak bisa hidup, pas di cek ternyata bensin nya habis, Euis semakin kesal saja,


Euis lantas masuk kamar dan membangun kan suaminya.


"Kang bangun!"


"Kang bangun dong!" Euis beberapa kali membangunkan suaminya tapi tidak bangun juga, lantas Euis menarik selimut Anton dengan kesal, akhirnya Anton pun bangun


"Apaan sih malam-malam ribut saja kamu!" Bentak Anton.


"Kang motor tidak mau hidup tuh! Bensin nya habis sama akang!" Teriak Euis kesal.


"Bukan masalah belinya kang, tapi motornya gak mau hidup, aku tidak mau dorong motor sampai ke tempat isi bensin!" Teriak Euis semakin kesal dengan jawaban suaminya yang menggampangkan segala sesuatu.


"Tinggal naik ojek kan bisa is!" Anton bangun dan langsung duduk di sisi tempat tidur.


"Ojek mana jam segini ada kang!? Ini masih jam empat pagi bang!"


"Lagian kami mau kemana subuh-subuh sudah heboh mau pakai motor segala!" Muka Anton terlihat merah karena menahan emosi.


"Si Euis Mau antar aku ke pasar ton! Kamu bukan nya bangun bantu si Euis buat beliin bensin malah sibuk bertengkar !" Emak tiba-tiba berdiri di depan kamar Euis, wajah emak terlihat sangat kesal, karena emak ingin segera berangkat ke pasar, tapi nyatanya nya anak menantunya malah sibuk bertengkar.

__ADS_1


"Iya Mak, maaf Anton tidak tahu jika Euis mau antar emak, tapi sepertinya jam segini tukang bensin belum buka Mak." Jawab Anton sedikit ciut melihat wajah emak yang cemberut.


"Terus aku harus bagai mana!" Tanya emak.


"Seperti nya emak harus nunggu sampai siang sedikit Mak, nanti biar Anton isi bensin nya dulu."


"Makanya bang, habis pakai tuh di isi lagi bensin nya jangan sampai kosong kayak gini! Jadi susah kan kalau mendadak ada perlu tuh! Aku dari dulu tidak pernah tuh motor sampai kering kayak gini!" Ujar Euis menyalahkan suaminya, Anton melotot tidak suka dengan ucapan istrinya itu, tapi Euis masa bodoh, dua langsung pergi keruang tengah untuk melanjutkan lagi tidurnya.


Sementara emak langsung pergi masuk ke kamar nya lagi, emak benar-benar marah atas kejadian ini, dirinya mulai sadar jika menantunya ini tidak bisa di andalkan, sudah pengangguran, sering kelayapan malam-malam , nanti pulang langsung bau minuman, persis Entis dahulu, emak merenung dengan kejadian ini, apa ini karma atas perbuatan anak lelakinya yang dulu sering mabuk dan juga pengangguran? Tapi emak segera menepis semu pikiran nya itu, emak segera berpikir positif jika Anton pasti sekarang sedang sibuk mencari pekerjaan, mungkin nanti setelah dia bekerja, Anton akan berhenti minum.


***


Sementara sekarang Rosi dan pak Toni kini berada di rumah kontrakan sederhana, Rosi sudah kembali dari rumah sakit, tapi sayang nya kaki Rosi tidak bisa seperti dulu lagi, Rosi harus bisa menerima jika dirinya kini cacat permanen, kaki Rosi kini panjang sebelah, Rosi setiap hari hanya bisa menangis karena tidak terima dengan nasibnya ini.


Sementara pak Toni sendiri merasa terpuruk dengan keadaan anak nya, sedih melihat nasib anak yang di bangga kan nya ini sekarang terbaring lemah dengan kondisi psikis yang terguncang karena tidak menerima kenyataan yang menimpa dirinya, Toni hanya bisa merenung dan menangis, tanpa bisa berbuat apa-apa.


Pak Toni merasa marah kepada Yoga karena tidak mau menengok Rosi sedikitpun, walau Yoga memang yang membayar semua biaya rumah sakit Rosi, tapi sedikitpun yoga tidak pernah memperlihatkan batang hidung nya di hadapan mereka berdua, pak Toni ingin sekali menggusur Yoga ke hadapan anak nya, agar Rosi bisa sedikit terhibur oleh kehadiran yoga, tapi semua itu tidak mungkin bisa dia wujudkan, jangankan menggusur yoga ke sini, baru menginjakan kaki di halaman rumah Yoga saja dirinya sudah dua usir satpam.


"Yah, kenapa nasib aku jadi seperti ini yah?' tanya Rosi.


"Sabar ya nak, mungkin ini ujian untuk kita berdua untuk bisa menjadi orang sukses Ros" ujar pak Toni Menghibur anak nya.


"Aku ingin bertemu dengan mas Yoga yah, tolong panggilkan dia kesini yah, dulu sewaktu aku masih menjadi istrinya mas Yoga, aku selalu di manjakan nya yah, jangan kan sakit seperti ini, bahkan baru sakit batuk saja mas Yoga pasti akan menghawatirkan aku yah, tapi sekarang mas Yoga sudah berubah, dia tidak perduli lagi sama aku! Aku ingin mati saja yah!" Teriak Rosi menangisi nasibnya yang kini sudah di campakkan oleh Yoga.

__ADS_1


__ADS_2