Suami Benalu Banyak Ulah

Suami Benalu Banyak Ulah
nangis


__ADS_3

"Tidaaaak! Ayah, tolong aku ayah!" Teriak Rosi histeris,sepertinya tadi Rosi memang belum menyadari jika kakinya patah, pantas saja dia merasa kakinya sangat berat untuk di angkat, rupanya kakinya patah.


"Tenang Ros, tenang! Ayah akan usahakan pengobatan yang terbaik untuk kamu nak, jangan khawatir ya." Ucap pak Toni menenangkan anak nya, dirinya bisa menenangkan rosi, sementara dirinya sendiri sangat panik dan kacau melihat kondisi anak nya.


Akhirnya Rosi di bawa ke rumah sakit, pak Toni terus menemani anaknya yang tidak berhenti menangis karena kesakitan,


***


Sementara Anton yang sekarang sedang merasa sangat bahagia karena peran suami yang di manja istri membuat dirinya lupa daratan, setelah seminggu yang lalu Euis memberikn dirinya uang sebanyak satu juta dengan alasan anak nya meminta di belikan sepeda goes, yang sebenarnya itu hanya akal-akalan Anton saja! Anton sama sekali tidak pernah memberikan nafkah kepada anaknya itu, jangankan membeli sepeda, untuk biaya hidup anak nya saja Anton malas untuk memberi, uang yang di berikan Euis itu habis di pakai mentraktir teman nongkrong nya untuk minum-minuman keras,


Siang ini Anton sedang duduk bersama teman-teman nya di dekat pasar untuk menenggak miras, sambil menonton penyanyi dangdut yang sedang bergoyang sambil bernyanyi, rupanya di dekat pasar ini sedang di adakan acara hiburan, jadi Anton semangat datang ke sini, di saku nya sudah ada uang sebanyak lima ratus ribu hasil memalak istrinya dengan dalih mau minta modal untuk mencari pekerjaan, tadi di rumah Anton berpamitan kepada Emak dan Euis untuk mencari pekerjaan, Anton meminta uang lebih kepada Euis sebelum Euis berangkat kerja tadi pagi, Anton meminta uang untuk biaya transpor dan juga uang makan siang, Euis dengan senang hati memberi Anton uang lima ratus ribu, Euis pikir tidak apa memberikan uang segitu kepada Anton, sebab Euis nanti jika tidak punya uang bisa minta sama emak, Euis sudah tahu jika Emak kini sedang banyak uang, Emak sudah berhasil meminta uang kepada keluarga Asti dengan istilah uang ganti rugi atas kematian Entis sebanyak seratus juta! Sementara Anton juga sudah tahu jika mertuanya itu sekarang lagi banyak uang, makanya tadi Anton meminta kepada Euis uang jalan lima ratus ribu,


Di panggung hiburan kini seorang biduan menyanyi sambil menenggak lenggokan tubuhnya mengikuti irama lagu yang di nyanyikan nya, biduan itu berwajah elok dengan dandanan yang mencolok, badan yang sintal dan b*k*Ng yang aduhai membuat mata lelaki mata keranjang langsung menelan ludah.

__ADS_1


"Ton, ayo sawer tuh biduan cantik!" Ujar teman Toni memanasi Anton


"Iya, masa bos diam saja lihat yang bening lagi tampil!" Sahut teman yang lain nya.


"Tukarin nih duit ku sama pecahan lima ribuan, biar lama nyawernya nih." Ujar Anton sambil menyodorkan uang pecahan seratus ribuan sebanyak empat lembar, sontak saja teman Anton yang bernama Opik langsung menyambar uang itu, dia lantas pergi untuk menukarkan uang Anton, dia pun tidak lupa menyelipkan uang sebanyak lima puluh ribu di saku celananya untuk membeli rokok, dia pikir itung-itung uang upah karena dirinya sudah mau menukarkan uang Anton.


Anton pun tidak menghitung uang itu lagi, dia percaya saja kepada teman nya itu, dirinya pun juga sedang berada dalam pengaruh alkohol hingga tidak mungkin teliti untuk menghitung uang nya, begitu Opik memberikan uang itu, Anton segera naik ke atas panggung dan berjoget, Anton sangat agresif kepada si biduan itu, dia jogetnya terus mepet sambil mengacungkan uang pecahan lima ribuan di genggamannya.


Biduan itu terlihat sangat risih di perlakukan seperti itu oleh Anton, apalagi dari mulut Anton tercium bau alkohol membuat sang biduan terus menjaga jarak jogetnya,


Biduan itu pun langsung berhenti menyanyi dan langsung berlari ke belakan seorang pemain organ, Anton marah di perlakukann seperti itu oleh sang penyanyi, dirinya merasa telah di permalukan di depan banyak orang.


Anton mendekati sang biduan, sambil matanya menatap tajam kepada perempuan itu, seketika panitia penyelenggara segera naik panggung dan mengaman kan Anton agar segera turun panggung, tapi Anton bukan nya turun tapi malah semakin murka, dia mendorong salah satu pria yang ternyata seorang anggota panitia, sontak perlakuan kasar Anton tidak bisa di terima oleh mereka, dua di antara panitia itu lantas mengapit Anton di dua sisi, mereka memaksa Anton untuk turun panggung, sontak acara hiburan itu kini berubah menjadi menegangkan, pasalnya dua emang Anton ikut naik ke atas panggung untuk membela Anton, tapi sebelum mereka berbuat anarkis di atas panggung, sekelompok aparat langsung terjun untuk mengamankan keributan itu, sontak para preman cere ini ketakutan, nyalinya langsung ciut ketika melihat sekelompok pria berseragam polisi menghampiri panggung hiburan, para preman segera turun kembali dari panggung dan meminta maaf , kecuali Anton yang memang tidak bisa bergerak karena masih di apit oleh dua orang panitia penyelenggara, mereka membawa Anton ke bawah dan kebelakang panggung, tentu para polisi itu pun mengikuti Anton ke belakang.

__ADS_1


"Mau jadi jagoan kamu!" Bentak seorang aparat kepada Anton.


"Ampun pak! Saya minta maaf, saya hanya bercanda!" Ujar Anton sambil cengengesan, tapi raut ketakutan ketara jelas di matanya.


"Sekarang kamu minta ampun! Tadi gayamu seolah paling jagoan saja kamu! Mau aku bawa ke kantor kamu!" Teriak polisi itu sambil melotot.


"Ampun pak, saya minta maaf! Saya berjanji tidak akan mengulanginya lagi! Ampun pak." Ujar Anton memohon di kasihani agar bisa di lepaskan dari lingkaran para polisi yang menginterogasinya


"Bawa saja dia ke kantor!" Ujar salah satu polisi yang lain nya, wajah Anton langsung pucat, dia takut di bawa ke sana, Dulu dirinya pernah masuk penjara selama satu malam karena kasus pencurian ayam, tapi untungnya waktu itu Anton langsung di tebus oleh mantan istrinya yang di saat itu masih berstatus istrinya, jadi Anton lolos dari jeratan hukum.


Walau satu malam, tapi cukup membuat dirinya trauma, Anton babak belur kena pukulan, maka dari itu Anton langsung takut di bawa ke kantor polisi, tiba-tiba Anton pun menangis.


"Jangan pak! Saya minta maaf sudah bikin keributan, saya berjanji tidak akan mengulanginya lagi pak!" Ujar Anton menangis.

__ADS_1


"Tadi saja kamu garang seperti preman, kamu seenaknya mau melecehkan perempuan di atas panggung di hadapan semua orang, tapi sekarang kenapa nangis!" Ujar seorang polisi yang kepalanya botak sambil menjitak kepala Anton .


__ADS_2