Suami Benalu Banyak Ulah

Suami Benalu Banyak Ulah
minta bulan madu


__ADS_3

Anton sebal Euis seolah tidak suka dirinya menanyakan soal uang emak.


"Akang cuma nanya aja, tapi jika Eneng tidak mau jawab juga tidak apa-apa, akang sadar! Jika akang di sini belum bisa di terima sebagai keluarga, mungkin Euis masih menganggap akang ini orang lain! Akang minta maaf ya" ujar Anton sengaja berbicara nyinyir dan lebih ke nyindir, itu untuk membuat Euis merasa tidak enak hati kepadanya, dan benar saja dugaan Anton itu, Euis langsung memegang pergelangan suaminya agar tidak pergi dari meja makan, dirinya merasa tidak enak kepada Anton karena ucapan nya,


"Bukan begitu kang,akang itu bukan orang lain kok, akang suami Eneng,jadi wajar saja jika akang ingin tahu, sejujurnya memang Iya kang, uang emak sudah cair dari keluarga si Asti! Tapi Eneng juga tidak tahu uangnya di simpan di mana, sebab kata emak, Euis tidak boleh tahu! Uang itu kan mau di modalkan untuk berjualan bahan pokok di depan rumah, jadi mungkin emak menyimpan uang itu di bank!" Ujar Euis menjelaskan apa yang dia tahu, memang benar jika Euis sendiri tidak melihat uang emak itu, dia hanya di beri tahu sama emak tanpa memperlihatkan uang nya,


"Terus kamu memang tidak dapat jatah?!" Ujar Anton berharap istrinya ini kebagian uang emak, setidaknya Euis mendapat seperempat dari uang yang emak dapat. Walau hanya dua puluh juta pun Anton sudah senang.


"Jatah apaan sih kang! Itu uang kan buat modal usaha kang! Nanti juga jika usaha emak berhasil juga buat kita kang!" Ujar Euis merasa risih di tanya pembagian uang.


"Neng, bukan nya wajar ya jika anak minta jatah sama ibu, apalagi sekarang Eneng itu sudah menikah, sudah berkeluarga, jadi menurut akang wajar jika Eneng minta bagian, karena orang yang berumah tangga itu banyak kebutuhan, jangan sama kan Eneng sewaktu masih gadis!" Ujar Anton mulai mempengaruhi Euis.


"Apa benar begitu bang?" Euis bertanya dengan wajah polos.


"Benar lah, coba Eneng bayangkan, pasti ada perbedaan kan sewaktu Eneng lagi sendiri sama sekarang! Sekarang pengeluaran eneg sudah bertambah, uang ongkos Eneng kerja , motor Eneng akan pakai buat mencari pekerjaan, jadi Eneng butuh uang transport untuk bayar gojek, uang bensin akang juga Eneng harus kasih, uang rokok akang! Uang buat makan di luar jika malam, kita kan kalau malam tidak pernah makan di rumah neng, akang tidak selera jika makan malam di rumah dengan menu yang sama dengan makan pagi! Seperti sekarang ini akang sebenarnya tidak selera makan malam di rumah! Rasanya bosan!" Ujar Anton tanpa rasa sungkan merinci kebutuhan Euis yang harus di keluarkan untuk rumah tangganya, dirinya pun tanpa malu mencibir makanan yang baru saja dia santap dengan penuh nafsu, tapi bilang ke istrinya tidak nafsu makan!


Euis termenung mendengar perincian yang suaminya ucapkan, dirinya mengakui jika ucapan Anton ada benarnya, apa salah nya jika dirinya minta uang jatah kepada emak,


"Gimana neng?! Apa Eneng ngerti dengan ucapan akang?" Ujar Anton penasaran dengan jawaban Euis, karena


Euis dari tadi hanya diam melamun.


"Iya deh kang, nanti Euis coba minta sama emak, sekarang Euis mau bersihkan dulu meja makan nya,"ujar Euis sambil bangun dari tempat duduknya, dan membereskan piring kotor di meja makan, Anton pun segera beranjak pergi dari meja makan untuk pergi ke teras, Anton ingin duduk di luar sambil ngopi dan juga merokok.

__ADS_1


"Neng bikinin akang kopi ya, nanti antarkan kopinya ke teras!" Perintah Anton kepada istrinya.


"Iya kang." Jawab Euis patuh.


Anton berjalan ke ruang tengah, tempat di mana emak sedang nonton tv, televisi tetap hidup tapi emak sendiri sudah tertidur di atas karpet depan tv.


Anton melenggang langsung menuju ruang depan, dirinya tidak perduli kepada mertuanya,


***


Hari ini Euis pulang cepat, karena dirinya merasa tidak Enak badan, kepala nya pusing , bawaan nya mual terus, dari tadi dirinya bolak balik ke WC umum di pasar hanya untuk muntah.


Euis curiga jika dirinya hamil, karena sudah dua bulan ini dirinya telat haid, Euis senang jika benar dirinya hamil,


"Kamu pucat banget is, apa kamu mau emak antar periksa ke dokter!" Emak merasa sangat khawatir melihat Euis yang terbaring di kamarnya dengan wajah pucat, dari tadi semenjak Euis pulang ke rumah, Euis muntah-muntah terus.


"Tidak usah Mak, Euis mau tidur saja! Siapa tahu jika Euis tidur, nanti mendingan" ujar Euis yang memang malas untuk pergi ke dokter.


"Ya sudah kalau begitu, emak ke depan dulu mau lihat pembangunan kios dulu." Ujar emak sambil melangkah ke luar, tapi sebelum emak keluar kamar, Euis memanggil emak.


"Mak, Euis mau bicara sebentar sama emak!" Ujar Euis menghentikan langkah ibunya, emak langsung menoleh , emak mengurungkan niatnya untuk keluar kamar, dirinya balik badan menghampiri Euis.


"Ada apa?" Tanya emak.

__ADS_1


"Mak, boleh tidak Euis minta uang yang seratus juta itu sedikit!"


"Buat apa is? Kok tumben kamu minta uang sama emak!?"


"Euis pengen megang uang juga Mak, pengen ngerasain punya uang banyak" jawab Euis berdusta, padahal alasan utamanya ingin membahagiakan suaminya, jika dirinya banyak uang, pasti Anton akan semakin sayang kepadanya.


"Minta berapa?" Tanya emak tanpa banyak basa basi, dirinya memaklumi jika Euis ingin memiliki uang, karena selama ini Euis bekerja untuk membiayai kebutuhan dirinya, emak merasa tidak tega jika menolak keinginan anak nya.


"Dua puluh lima juta Mak" ujar Euis enteng, dirinya yakin emak akan memberikan uang itu, sebab barusan emak seperti memberi lampu hijau untuk meluluskan keinginan nya


"Apa!?" Emak melotot kaget mendengar nominal yang uang di sebut Euis, emak pikir paling Euis akan meminta uang dua atau tiga juta saja, tapi ternyata Euis minta uang dua puluh lima juta, emak heran dengan keinginan anaknya, untuk apa 7ang sebanyak itu!


"Dua puluh lima juta Mak, Euis minta seperempat dari hasil uang itu Mak, Euis ingin punya uang banyak!"


"Buat apa uang sebanyak itu is?!' tanya emak masih kaget dengan permintaan anaknya ini.


"Kan tadi sudah Euis bilang Mak, Euis ingin merasakan punya uang banyak! Euis pengen sesekali shoping dan jalan-jalan, dari Euis menikah sampai sekarang sudah beberapa bulan menikah, Euis belum melaksanakan honeymoon Mak, Euis ingin honeymoon ke Bali!" Ujar Euis merengek kepada ibunya agar uang itu di berikan.


"Honomun itu apaan sih is, Emak gak ngerti!" Ujar emak.


"Bulan madu Mak" ujar Euis.


"Oh, gitu! Tapi kan jika mau bulan madu itu

__ADS_1


Seharusnya kamu minta uang nya sama si Anton bukan minta sama emak is!" Ujar emak merasa tidak suka jika anaknya yang harus membiayai bulan madu!


"Tapi kan kang Anton belum kerja Mak, nanti jika kang Anton kerja juga pasti dia mau ngajak Euis kemana pun Euis minta Mak" ujar Euis membela suaminya.


__ADS_2