
Terserah kamu lah is, tapi jika kamu minta sebanyak itu, emak tidak bisa kasih, karena emak juga mau jualan, uang modal itu harus banyak, sedangkan ini saja belum tentu cukup uang nya buat modal, tapi jika kamu mau minta , emak kasih kamu lima juta saja ya" emak keberatan jika memberikan Euis sebanyak itu.
"Mana cukup Mak uang lima juta buat ke Bali!" Jawab Euis cemberut.
"Kalau kamu tidak mau ya sudah! Emak tidak maksa! Biar uang yang lima juta nya emak pakai lagi buat modal!" Jawab Emak cuek,
"Ya sudah lah terserah Emak saja kalau begitu! Mana uang nya!" Akhirnya Euis mengalah dan menerima uang yang di berikan emak.
Emak pun memberikan uang itu dengan syarat Euis jangan minta lagi uang, soalnya yang itu mau di buat modal usaha.
Mau tidak mau Euis menyetujui persyaratan yang Emak buat, pasalnya jika menolak, uang itu akan di ambil lagi.
Malam nya ketika Anton pulang, Euis lantas menceritakan kepada Anton jika Emak hanya memberi dirinya uang lima juta, Anton kecewa mendengar itu, Anton terus menghasut Euis agar meminta uang lebih, tapi Euis menolak, dengan alasan emak marah nantinya uang ini akan di ambil lagi jika dirinya meminta lebih.
Dengan emosi Anton menendang kursi rias yang sedang Euis duduki, hingga tubuh Euis bergeser ke depan dan kakinya terantuk meja rias, sontak Euis kaget dengan perlakuan suaminya ini,
"Kang!" Teriak Euis.
__ADS_1
Anton tidak menjawab teriakan istrinya, Anton segera keluar kamar dengan wajah keras, dirinya kesal, sebab dia sudah berkhayal akan memegang uang banyak dan jalan-jalan ke Bali bersama istrinya, tapi semua itu gagal! Uang lima juta mana cukup untuk pergi berlibur., Anton bukan nya bersyukur memiliki istri yang mau menampung dan menafkahi dirinya, Anton malah memperlihatkan tabiat aslinya, ringan tangan dan juga tempramental.
Sementara Euis langsung menangis setelah kepergian suaminya, malam ini padahal Euis ingin memberi tahukan sesuatu yang penting kepada Anton, Euis ingin memberi kejutan kepada Anton jika dirinya hamil, Euis pun berpikir pasti Anton akan senang jika dirinya hamil,tapi ternyata semuanya jauh dari harapan nya, justru Euis alah mendapat tendangan dari suaminya, walaupun yang di tendang Anton itu kursi yang sedang dia duduki tapi Euis merasa sangat sakit hati, kaki yang sakit tidak seberapa, tapi hati Euis menganga karena perlakuan yang tidak mengenakan barusan.
Euis hanya bisa menangis di kamar tanpa mengeluarkan suara, Euis takut emak mendengar dirinya menangis.
Euis di panggil emak untuk makan malam, tapi Euis menolak, dia bilang jika dirinya belum lapar, akhirnya emak makan sendiri, setelah makan emak pun tidur,
Euis menunggu suaminya dengan kekecewaan, dirinya ingin protes dengan sikap Anton, tapi suaminya itu belum pulang juga dari tadi, hingga Euis tertidur dengan penuh rasa kecewa.
Menjelang pagi Anton pulang dengan mulut bau alkohol, Anton memaksa Euis melayani dirinya, Euis menolak karena masih marah atas perbuatan Anton tadi, tapi Anton tidak memperdulikan perasaan Euis, Anton terus memaksa hingga Euis tidak berdaya, Euis pun terpaksa melayani suaminya dengan deraian air mata.
Kini Rosi yang terbaring di rumah sakit hanya bisa merenungi dan menyesali perbuatan nya sendiri, dirinya menyesal menjalankan mobil dengan kecepatan tinggi hingga kecelakaan yang merugikan dirinya sendiri, sebab Rosi sekarang kakinya harus di operasi untung pemasangan pen, tulang kering Rosi patah hingga kemungkinan besar Rosi akan cacat permanen, kakinya memang tidak di amputasi, tapi tetap saja nanti jika Rosi sudah sembuh, dirinya akan berjalan dengan timpang, karena kakinya panjang sebelah.
"Ayah! Kenapa mas Yoga belum menengok aku yah?!" Tanya Rosi kepada ayahnya, pertanyaan yang sering dia tanyakan kepada ayah nya ini membuat Toni terdiam, hampir tiap hari Rosi menanyakan Yoga, tapi semenjak hari pertama Rosi masuk rumah sakit hingga sekarang hampir satu Minggu di rumah sakit, tapi Yoga tidak pernah menampakan dirinya di rumah sakit ini untuk menjenguk Rosi.
###
__ADS_1
Sekedar info
Sebenarnya Yoga juga ingin menengok Rosi, Yoga tahu Rosi kecelakaan karena pak Toni datang ke rumahnya di saat Yoga bekerja, pak Toni menitip pesan kepada satpam rumah untuk memberitahukan Yoga jika Rosi berada di rumah sakit karena kecelakaan, walau hatinya sudah mati kepada Rosi tapi Yoga juga memiliki sisi kemanusiaan, dirinya ingin memberi sedikit perhatian kepada mantan istrinya itu dengan menengok Rosi di rumah sakit walau hanya sebentar, tapi itu tidak bisa dia lakukan karena ayu melarang keras kakaknya untuk menjenguk Rosi, ayu terus memantau Yog, hingga akhirnya Yoga tidak bisa berkutik, tanpa sepengetahuan adiknya itu, Yoga membayar seluruh biaya rumah sakit, walau dirinya tidak datang, tapi biaya Rosi di rumah sakit, yoga yang menanggung, walau sebesar apapun kebencian yoga terhadap Rosi, tapi Yoga tidak tega melihat pak Toni kebingungan mencari biaya rumah sakit, tanpa sepengetahuan ayu, yoga menyuruh anak buahnya untuk mengurus biaya rumah sakit Rosi, bagaimana pun juga Rosi pernah menjadi bagian penting dalam hidupnya, hingga yoga tidak tega untuk mengabaikan pengobatan Rosi.
Tapi ayu tahu jika yoga menyuruh anak buahnya untuk membayar biaya rumah sakit, hingga akhirnya ayu murka, ayu mengancam kakaknya, jika Yoga sampai pergi menengok Rosi, apalagi sampai Yoga kembali kepada Rosi, maka ayu akan meninggalkan rumah Yoga dan akan tinggal di luar negri , tentu saja yoga keberatan harus jauh dari adiknya,dirinya tidak ingin terjadi sesuatu yang buruk kepada adiknya ini, Rosi adalah adik kesayangan yang harus dia jaga sampai tiba saatnya nanti ayu menikah dengan seseorang yang yoga percaya, Yoga tidak bisa melepas adiknya jauh dari dirinya karena ayu adalah gadis yang manja yang tidak akan bisa hidup tanpa bergantung padanya, Yoga belum percaya jika ayu bisa hidup mandiri.
Yoga akan memberhentikan biaya untuk Rosi, tapi akhirnya Ayu tidak tega juga kepada Rosi dan akhirnya ayu mengijinkan kakak nya untuk mengkoper seluruh biaya Rosi.
Alasan Ayu melarang keras kakak nya untuk menengok ke rumah sakit, ayu ingin kakak nya memutuskan hubungan apapun dengan Rosi, jika kakaknya nya ini sampai datang ke sana, ayu yakin Rosi akan mempergunakan kesempatan itu dengan membuat hati Yoga luluh, ayu tidak ingin itu terjadi, makanya ayu melarang keras kakaknya, tapi soal biaya rumah sakit, akhirnya ay mengijinkan juga.
###
Kembali kepada Rosi di rumah sakit.
"Ayah sudah memberi tahu Yoga Ros, tapi dia tidak datang! Mungkin dia sibuk?!" Ujar pak Toni.
"Tidak yah, dia pasti tidak mau datang kesini! Dia sekarang pasti sedang berbahagia bersama calon istrinya itu yah! Aku tidak terima yah, aku di sini kesakitan, tapi dia sedang bahagia! Aku harus ke rumah mas Yoga sekarang juga! Aku ingin bertanya kenapa dia kenapa mas Yoga tidak perduli lagi sama aku! Padahal aku sedang sakit yah!" Rosi menangis sambil berusaha turun dari kasur, pak Toni langsung melarang anaknya turun dari ranjang rumah sakit itu, pak Toni terus berusaha membujuk anaknya agar tenang, pak Toni terus bilang bahwa Yoga sedang sibuk, pak Toni berbohong dan berkata jika nanti Yoga pasti akan menengok jika pekerjaan Yoga tidak sibuk, hingga akhirnya Rosi mengalah dan kembali berbaring dan menangis di atas kasur hingga tertidur.
__ADS_1
Pak Toni merasa iba dengan nasib anaknya, pak Toni juga bingung dengan sikap Yoga, walau biaya rumah sakit di bayar oleh Yoga, tapi kenapa Yoga tidak mau menengok anak nya walau hanya sebentar saja.