Suami Benalu Banyak Ulah

Suami Benalu Banyak Ulah
peluk


__ADS_3

Sementara Asti, sewaktu masih di rumah sakit di mana Entis menghembuskan nafas terakhirnya, Asti beserta yoga ikut masuk ke ruangan di mana Entis terbujur kaku, Emak dan Euis menangis sambil memeluk jasad Entis, Asti dan yoga mendekat untuk melihat jenazah Entis, tapi tiba-tiba Emak mendorong tubuh Asti dan hampir terjerembab ke belakang jika yoga tidak sigap menangkap tubuh Asti, Euis berteriak mengusir Asti, ibu dan anak itu tidak ingin Asti ada di dekat Entis, bahkan untuk melihat wajah Entis yang terbujur kaku di atas kasur, pun Asti tidak di perbolehkan oleh mereka,


Yoga yang melihat situasi tidak memungkin untuk bisa melihat Entis pun akhirnya mengalah untuk membawa Asti pergi dari sana, Asti kukuh ingin melihat wajah Entis untuk terakhir kalinya, dan Asti ingin mengucapkan terima kasih karena Entis sudah menyelamatkan dirinya, walau Entis sudah tiada setidaknya Asti meminta maaf di hadapan jasadnya, tapi itu semua tidak bisa Asti lakukan, jangan meminta maaf, untuk mendekat jasad Entis saja Asti tidak bisa karena selalu di halangi Euis,


Asti terpaksa mengikuti Yoga pergi dari rumah sakit dengan kecewa karena tidak di beri ijin untuk melihat Entis yang terakhir kalinya.


Asti ingin ikut mengantar jenazah Entis ke kediaman nya, tapi itu tidak mungkin, karena emak dan Euis melarang Asti ikut, mereka terus menyalahkan Asti atas kejadian ini, hingga membuat mental Asti sedikit tertekan, yoga bisa membaca situasi , segera yoga membujuk Asti agar jangan memaksakan diri untuk pergi mengantar Entis ke rumah Emak, sebab yoga takut nantinya akan memperburuk keadaan di rumah orang yang sedang berduka, akhirnya Asti pun mengalah demi menjaga agar tidak ada keributan lagi, Asti pun memutuskan untuk segera ke rumah sakit dimana Umar di rawat, untuk memberi kabar kematian Entis kepada keluarganya, Asti ingin segera bertemu dengan ibu untuk mencurahkan segala sedihnya, Asti pun berharap bapak sudah pulang, dan sedang menunggu Umar bersama ibu.


Asti menangis di dalam mobil sepanjang perjalanan menuju rumah sakit, yoga yang menyetir menjadi sedih, akhirnya yoga berinisiatif sendiri untuk membawa Asti ke sebuah taman terlebih dahulu, karena jika Asti langsung di bawa menemui ibu dan Umar dengan keadaan kacau seperti ini, sudah pasti mereka akan panik, yoga tidak ingin ibu dan Umar bertambah beban pikiran nya dengan masalah ini, biarlah untuk sementara yoga ingin menenangkan Asti terlebih dahulu sebelum memberi kabar duka tentang Entis kepada ibu dan Umar.


Kini mereka tiba di sebuah taman, yoga memapah Asti untuk duduk di sebuah bangku, Asti tidak menolak karena pikiran sedang kacau, yang dia butuhkan sekarang hanya menangis.


Asti duduk di bangku itu dengan raut wajah sangat sedih, hingga membuat yoga turut merasakan kesedihan Asti, yoga pun dengan lembut mengusap punggung Asti untuk memberi kekuatan, Asti langsung memeluk tubuh yoga guna mencari sandaran atas kesedihan nya, pikiran Asti penuh dengan berbagai masalah, dari kasus Umar, dan menghilangnya bapak, dan kini di tambah kematian Entis, kematian Entis adalah paling berat untuk dia pikul, karena ada peran dirinya dalam kematian Entis,pikiran Asti bertambah kacau sekarang ini, setelah Emak dan Euis terus saja menyalahkan dirinya.

__ADS_1


Tiba tiba Asti histeris di dada bidang yoga, Asti tidak bisa menanggung beban ini sendirian, hingga tanpa sadar Asti menangis histeris di dalam pelukan yoga, Asti tidak sadar dirinya memeluk yoga karena pikiran nya penuh dengan penyesalan atas kematian Entis, Asti tidak tahan dengan ujian ini, dia menyesal telah datang ke basecamp itu, jika malam itu dia tidak datang kesana mungkin Entis tidak akan meninggal, begitu yang ada di pikiran Asti.


"Aku pembunuh! Aku jahat! Seharusnya aku tidak kesana!" Teriak Asti menggerung menangisi yang telah terjadi.


"Ssttt... Kamu tidak salah as! Mereka yang salah! Kamu hanya korban!" Ucap yoga menemukan Asti sambil memeluk Asti untuk memberikan ketenangan.


Untung saja di taman itu tidak banyak orang berlalu lalang, hanya ada satu dua orang saja, jadi Asti menangis tidak begitu mengundang perhatian banyak orang di sana.


"Saya menyesal bang,! Seandainya..." Ucapan Asti terhenti sebab di potong oleh yoga.


Asti semakin tergugu di pelukan yoga, tapi hatinya sedikit terbuka jika memang semua yang terjadi ini adalah takdir dari Allah.


Asti pun akhirnya melepaskan pelukan nya, dia duduk tertunduk , air mata masih deras mengalir di pipinya, yoga dengan lembut mengusap air mata Asti dengan penuh kasih sayang, hingga Asti menjadi malu di perlakukan seperti itu oleh lelaki yang bukan suaminya, Asti segera mengusap air matanya sendiri karena takut jika yoga melakukan nya lagi.

__ADS_1


Asti tersenyum ketika yoga terus memperhatikan dirinya, antara malu dan grogi,


"As, jika sudah merasa baikan sebaiknya kita ke rumah sakit sekarang ya, pasti ibu dan Umar sudah menunggu kita," ucap yoga mengajak Asti untuk menemui ibu dan Umar


Asti mengangguk setuju, lalu Asti mengikuti yoga dari belakang, tapi tiba-tiba yoga menggenggam tangan Asti untuk berjalan berdampingan, Asti juga tidak menolak, karena dia tidak ingin mengecewakan yoga yang sudah baik selama ini kepadanya.


***


Asti dan yoga telah sampai di rumah sakit, mereka langsung menuju kamar Umar, ketika mereka masuk kamar, Asti dan yoga bengong melihat pemandangan yang sangat langka, sebab ayu sedang menyuapi Umar makan,


"Ehmmm maaf ganggu." Seloroh yoga sambil menaikan kedua alis nya sambil tersenyum simpul kepada ayu.


"Apaan sih bang, ini Umar mau makan obat, tapi harus makan dulu, sedangkan tahu sendiri kan Umar lagi sakit tidak bisa makan sendiri, jadi aku suapinn Umar, bang!" Ujar ayu grogi dan malu di ledekin Abang nya.

__ADS_1


Asti sedikit kecewa, sebab dia berharap ada bapak dan ibu di ruangan ini, karena hanya mereka yang di butuhkan Asti, tapi bukan berarti Asti tidak senang dengan kehadiran ayu di sini, justru dia sangat senang ayu mau menemani adiknya hingga mau mengurus dan menyuapi Umar, tapi jika di sini ada bapak dan ibu, mungkin kebahagiaan Asti akan lengkap sebab di saat jiwa Asti terpukul, hanya orang dekat lah yang dapat mengerti dan memberi support untuk dirinya.


__ADS_2