
"Itu pasti lah bang, aku tahu Asti itu perempuan seperti apa, aku sangat mendukung banget jika kalian menjalin hubungan suami istri, tapi aku juga was-was Asti menolak Abang, aku tahu si Asti itu sudah jatuh cinta bang." Ujar ayu masih belum puas membahas tentang Asti.
"Kita sama-sama berdoa saja supaya Asti mau menerima lamaran Abang ya yu."
"Amin, dan semoga saja abangku juga bisa mendapatkan kebahagiaan nya,"
"Abang juga selalu berdoa yang sama untuk mu yu, kamu satu-satunya keluarga yang Abang punya, Abang ingin kamu juga mendapatkan jodoh lelaki baik dan mau bekerja keras, Abang sangat ingin kamu berjodoh dengan Umar, tapi sayangnya Umar adiknya Asti, apa bisa ya kita punya mertua yang sama yu?!" Ujar Yoga sambil tertawa.
"Dih Abang pede duluan, Abang aja belum tentu di terima sama si Asti, sudah ngomong ngelantur saja menjodohkan aku sama Umar." Ujar ayu bete sebenarnya di sisi hati yang paling dalam ada secercah cahaya terang ketika Yoga menjodoh-jodohkan dirinya bersama Umar, tapi rasa kagum dan suka itu segera ayu kubur dalam-dalam demi untuk kebahagiaan kakaknya, ayu juga sangat mendukung jika kakak nya menikah dengan Asti, dirinya akan mengalah demi kebahagiaan abangnya ini, biarlah rasa ini untuk Umar dia kubur di dalam lubang yang paling dalam.
"Haha.. iya ya yu, Abang terlalu berharap banyak, sedangkan Asti sendiri seperti ragu kepada Abang, tapi Abang akan terus berjuang untuk bisa mendapatkan hati Asti yu, Abang sudah kadung jatuh cinta kepadanya, Abang tidak bisa lagi berpaling ke lain hati, Abang hanya ingin Asti," ujar Yoga sambil tertawa mentertawakan dirinya sendiri yang terlalu bucin.
"Ok bang, sebaiknya satu bulan ini Abang tidak usah ke rumah Asti dulu bang, jika aku ke sana nanti, Abang tidak perlu jemput aku"
"Kenapa begitu yu? Kamu boleh ke sana tapi kenapa Abang di larang!?" Protes Yoga kepada adiknya, tentu saja ucapan ayu barusan membuat dirinya keberatan, jangankan satu bulan, satu hari saja dirinya tidak akan Sanggup jika tidak melihat Asti.
"Kalau aku tidak datang selama sebulan kesana, nanti Asti akan berpikir yang tidak-tidak sama aku bang, Asti akan menganggap aku ini marah karena dia tidak menerima langsung lamaran Abang tadi, aku takutnya nanti Asti menerima pinangan Abang dengan rasa tidak enak padaku bukan karena cinta tulusnya bang." Ujar Ayu mengemukakan pendapatnya.
"Terus, kenapa Abang juga di larang kesana selama satu bulan ini? Nanti dia bisa berpikiran yang sama dong seperti dia berpikir kepada kamu yu.?!"protes Yoga.
__ADS_1
"Iya jelas beda lah bang, kalau Abang tidak datang selama satu bulan, semua orang akan memakluminya, atau aku bisa saja bilang jika Abang sibuk ada urusan pekerjaan di luar kota, aku hanya ingin tahu bagaimana reaksi ayu jika Abang tidak datang menemuinya selama satu bulan ini?!" Ujar ayu sewot tapi lucu, yoga nyengir sambil garuk-garuk Kepala.
"Untung nya bagi Abang apa yu kalau satu bulan ini Abang tidak ke rumah Asti!"
"Aku ingin melihat respon Asti jika dia tidak melihat Abang," ujar ayu serius.
"Oh gitu, ya sudah deh aku ikut apa mau kamu saja yu." Ujar yoga mengalah,
Tanpa terasa ternyata mereka sudah sampai rumah, tapi ada yang aneh, sebab di depan pagar rumah Yoga seperti ada keributan.
Yoga langsung mendengus kesal, sebab di depan pagar rumahnya sudah ada Rosi dan ayahnya Rosi,
"Mau apa lagi mereka kesini!" Yoga juga tidak kalah kesal dari ayu.
Gerbang rumah terbuka karena satpam rumah yang sedang bersitegang dengan Rosi membukakan pintu gerbang karena bos nya sudah datang, yoga pun melajukan mobilnya dengan pelan langsung masuk ke dalam halaman rumah.
Rosi berlari mengikuti mobil yoga dari belakang, mau tidak mau satpam pun kewalahan menahan Rosi dan juga pak Toni,
Mobil yoga berhenti, Yoga dan Ayu pun langsung keluar dari mobil, sementara pak Toni bisa di tahan oleh satpam rumah yang kebetulan malam ini yang berjaga di rumah yoga hanya ada satu orang saja, itu membuat satpam tidak bisa mencegah Rosi yang merangsek masuk ke dalam area rumah yoga,
__ADS_1
"Sayang, aku mau bicara serius sama kamu, ini penting sayang!" Rosi berlari menghampiri Yoga yang baru saja keluar dari mobil, Yoga diam mematung tanpa menanggapi ucapan Rosi .
"Hei perempuan gatal! Mau ngapain lagi kamu kesini! Kamu tidak ada waktu buat melayani ocehan kamu! Sebaiknya kamu pergi sebelum aku menyeret kamu keluar!" Ujar ayu yang langsung menghampiri kakak nya, ayu langsung berdiri menghalangi Rosi yang ingin mendekati Yoga.
"Dek ayu, kakak mohon kamu jangan ikut campur urusan aku sama bang Yoga, aku ingin bicara empat mata dengan bang Yoga, saya mohon dek ayu mengerti!" Ujar Rosi secara tidak langsung menyuruh ayu pergi.
Ayu kesal, baru saja ayu akan menjawab omongan Rosi tapi langsung di halangi oleh Yoga dengan mengangkat satu telapak tangan nya untuk menghentikan ucapan ayu
"Abang akan memberikan waktu dia lima menit untuk bicara, Abang harap ayu masuk duluan ke rumah, nanti Abang menyusul! jangan khawatirkan Abang yu, Abang tahu apa yang akan Abang lakukan!"
Ujar Yoga memberi perintah kepada adiknya untuk masuk kedalam rumah nya, ayu kesal di perintah oleh kakaknya untuk masuk rumah, dia ingin mengusir Rosi, tapi apa daya jika Abang nya sendiri meminta seperti itu, ayu menghentakkan kaki nya karena sebal, lalu dia berjalan masuk kedalam rumah.
"Ada apa?" Ujar Yoga dingin.
"Sayang, aku tahu kenapa kamu belum mau rujuk sama aku itu karena kamu sudah terlanjur menalak aku dengan talak tiga, setelah aku bertanya kepada seseorang, ternyata jika kita mau rujuk aku harus menikah dulu lalu bercerai, setelah bercerai baru aku bisa kembali bersama kamu, aku punya ide sayang, aku akan pura-pura menikah, terus kita akan rujuk sayang!" Ujar Rosi dengan ceria, walau sebenarnya ada rasa takut untuk mendekati Yoga, tapi Rosi tidak akan menyerah untuk bisa mendapatkan Yoga kembali ke pangkuan nya.
"Terus!" Ujar Yoga masih dengan sikap yang dingin.
"Maaf pak, saya tidak bisa menghalau buk Rosi masuk ke dalam sini, karena tadi saya menghalangi pak Toni." Ujar mang Udin satpam Yoga, pak Udin bekerja bersama Yoga sudah lama, dan tentu saja dia kenal dengan Rosi dan Toni, mang Udin memang sudah di perintah oleh Yoga jika ada Rosi stang ke sini tidak boleh masuk ke dalam area rumah nya dengan alasan apapun,maka dari itu tadi mang Udin dan Rosi bersitegang di depan pagar, dirinya tidak terima karena mang Udin tidak membolehkan dirinya menunggu yoga di dalam rumah, padahal kondisi pisik Rosi masih lemah karena sedang sakit, tapi demi ambisi nya 6nruk mendapatkan Yoga kembali, Rosi tidak perduli dengan keadaan dirinya, sementara pak Toni tidak bisa berbuat apa-apa ketika anaknya memaksa ingin datang ke sini, dirinya sengaja mengawal Rosi karena takut Rosi kembali drop, begitu dirinya di halangi tidak boleh melewati gerbang rumah yoga, pak Toni hanya bisa pasrah, dirinya tidak perlu masuk ke sana yang penting Rosi bisa masuk dan bertemu dengan Yoga, pak Toni hanya bisa melihat dari luar gerbang dengan perasaan sakit melihat anaknya di cuekin oleh Yoga.
__ADS_1
"Tidak apa-apa mang Udin, kali ini biarkan mereka masuk ke rumah, aku ingin tahu apa mau mereka!" Ujar Yoga menyuruh mang Udin untuk membiarkan pak Toni masuk.