Suami Benalu Banyak Ulah

Suami Benalu Banyak Ulah
rencana jahat


__ADS_3

"Mak sebaiknya kita pulang! Asti tidak ada di rumah, besok kita kembali kesini lagi!" Ucap Entis menarik tangan ibunya.


"Tunggu dulu tis Emak penasaran dengan ucapan si RT ini!" Emak menepis tangan Entis yang sedang berusaha mengajak paksa emak pulang.


"Sudah lah Mak, tidak perlu di ladeni, kita pergi saja!" Entis terus berusaha mengajak ibunya pulang, dia tidak ingin kasus Euis di ketahui emak.


"Tunggu tis! Jangan tarik-tarik Emak!" Teriak Emak sambil berontak berusaha melepaskan pergelangan tangan nya dari genggaman Entis.


"Sudah lah Mak, nanti lagi kita kesini!" Ucap Entis tetap kukuh membawa Emak pulang, Emak tidak boleh tahu kejadian Euis di rumah ini, karena Entis masih mau memanfaatkan adiknya untuk minta uang, kejadian Euis dengan Umar itu adalah peluru buat Entis memeras adik nya, makanya dengan sekuat tenaga Entis menarik Emak pergi dari rumah Asti, Emak pun akhirnya pasrah menuruti anak lelakinya untuk pulang walau pun mulutnya nyerocos memarahi Entis yang menarik paksa dirinya untuk pulang, padahal dia sangat penasaran dengan ucapan pak RT.


Setelah kepergian Entis dan ibunya, Asti pun segera membuka pintu rumah, dan lantas menghampiri pak RT yang masih tegak berdiri di teras rumah.


"Terima kasih pak RT sudah menolong saya untuk mengusir mereka, saya juga minta maaf tidak langsung keluar pas tadi bapak datang kesini, saya malas meladeni dua orang itu pak, pasti ujung-ujung nya ribut,, mengundang kegaduhan dan mengganggu ketenangan orang lain nantinya, maka saya lebih baik menghindar dari pada melayani mereka pak!" Asti mengucapkan rasa terkasih kepada pak RT, sekaligus permintaan maaf karena dirinya sudah bersembunyi.


"Sama-sama neng, menurut saya sikap neng Asti sudah benar, sebaiknya memang lebih baik menghindari manusia macam seperti itu dari pada mengundang keributan." Jawab pak RT.


"Oh iya kalau begitu saya permisi dulu neng, saya harus bersiap berangkat kerja." Pamit pak RT.


"Iya pak silahkan, kebetulan saya juga mau bersiap kerja juga pak."


Pak RT pun pergi dari rumah Asti setelah memastikan jika rumah Asti sudah aman dari dua manusia aneh itu.


Asti segera masuk ke rumah untuk bersiap berangkat kerja.


***

__ADS_1


"Itu si RT sombong banget gaya nya tis! Kalau kamu tidak memaksa Emak pulang mungkin sudah Emak tampar mulut si RT itu!" Kesal Emak ketika mereka sudah sampai rumah Emak.


"Sudah lah Mak, nanti saja kita nampar mulut orang nya, sekarang Entis bagi duit dong Mak.!" Entis menengadahkan tangan meminta uang kepada ibunya.


"Duit.. Duit.. Duit.. aja yang ada di kepala mu itu tis! Makanya cari sana si Tuti itu! minta duit gusuran tanah itu Sama dia yang banyak, jangan minta duit sama Emak!" Teriak Emak kesal, Entis selalu saja meminta duit kepada dirinya.


"Makanya aku minta duit sama Emak buat beli bensin, aku mau nyari si Tuti Mak!" Entis tidak kalah kesal, setiap minta duit selalu di marahi.


"Nih dua puluh ribu cukup buat beli bensin, tapi dua ke depan jangan minta jatah beli rokok sama Emak, cari si Tuti sampai dapat! Jemput si Asti di rumahnya, bawa paksa dia pulang kerumah! Punya bini dua semua gak tahu diri!" Emak terus nyerocos kesal.


"Ya ampun Mak, dua puluh ribu cukup apa? Entis nyari si Tuti ke kampungnya itu jauh Mak, nanti gimana kalau motor mogok atau sore pulang, sedangkan aku tidak punya duit untuk makan di jalan!" Protes Entis kepada emak ketika di beri uang dua puluh ribu.


"Terserah kamu tis! Kalau kamu lapar di jalan ya gampang, mulut kamu buka lebar-lebar, makan tuh angin sebanyak mungkin! Nanti juga kenyang perutmu!" Ucap Emak sambil berlalu meninggalkan Entis yang bengong mendengar ucapan Emak.


Entis pun menghentikan kakinya dengan kesal, karena dia tidak berhasil minta uang kepada Emak, Entis keluar dan membawa motor Euis pergi basecamp, mulai tadi malam teman-teman Entis sudah mulai lagi berkumpul di sana , kesehatan si judi dan si Obi pun sudah jauh lebih baik, tapi kedua orang itu belum bisa ikut nongkrong lagi, karena si Obi dan si judi tidak di perbolehkan keluar oleh keluarga nya masing-masing.


"Wih si bos datang! Ayo kita pesta lagi!" Teriak salah satu teman Entis yang bernama Tobing!


"Pesta air mata kayaknya!" Timpal salah satu orang teman yang lain, karena dia melihat ada mendung di mata Entis.


"Air hujan kali!" Ucap Entis sambil mengerucutkan mulutnya,


"Kenapa bos! Kok mukanya kesel gitu?!" Tobing bertanya kepada Entis.


"Lagi bete!" Entis pun menceritakan kekesalan nya kepada Asti yang mengangkut barang-barangnya dari rumah kontrakan, dan kesal karena Tuti kabur entah kemana!

__ADS_1


"Bini pertama lo itu sebaiknya Lo culik aja tis! Kan dia masih jadi bini Lo, jadi Lo masih berhak atas dirinya!" Si Tobing mulai mempengaruhi hal yang tidak baik kepada Entis.


"Bener tuh kata si Tobing! Aku siap membantu!" Kata teman Entis yang bernama Yono.


"Masalahnya Asti itu sulit aku temui! Licin sekali dia sekarang,,!" Keluh Entis.


"Ya kita intai dulu lah di rumahnya, jangan langsung di culik, kita intai dia sampai ada kesempatan, setelah ada kesempatan baru kita culik tuh bini Lo, Lo sekap tuh bini Lo sampai bunting,! Kalau sudah bunting kan bini Lo juga tidak bakalan minta cerai tis!" Togar yang tadi diam kini ikut bicara, karena Togar dulunya seorang residivis jadi jika ide untuk kejahatan, otak nya selalu encer.


Entis merenung, bukan dia tidak setuju dengan ide si Togar, tapi semua itu butuh biaya, sedangkan dia sendiri lagi tidak punya uang!


"Gua mau ikutin ide lo gar, tapi gua lagi gak ada duit gar!" Ucap Entis jujur.


"Nah itu dia! Kita sekarang juga lagi mikir gimana caranya dapat duit! Sebaiknya nanti malam kita mulai bergerak mencari sasaran yang empuk untuk kita gasak uangnya!" Ujar si Yono bersemangat.


"Iya bener, kita terpaksa me-ram-pok dulu nanti malam, biar kita punya uang!" Ucap si Togar, sontak Entis menggeleng cepat, karena mer@mpok bukan ide yang bagus menurutnya, Entis tidak ingin masuk penjara! Atau di ba-kar hidup-hidup jika ketahuan warga. Iiih mengerikan!


"Tidak! Aku tidak setuju kalau seperti itu!" Tegas Entis.


"Terus gimana dong cara dapetin duitnya tis, sedangkan barang-barang rumah tangga Lo sudah raib di ambil bini Lo, mau jual apa lagi! Atau mau Jual ginj@l lo sendiri!?" Yono sebal Entis tidak ikut mendukung rencana nya.


"Apaan sih Lo kok bawa-bawa ginj@l gua segala, nanti soal duit biar gua pikirin lagi, yang jelas tidak melakukan yang melanggar hukum!" Ucap Entis sewot.


"Lah Lo mau menculik si Asti itu juga udah melanggar hukum tis!"


Togar ikut berbicara.

__ADS_1


"Tapi si Asti bini gua, tidak ada yang melanggar hukum jika aku menculik istri sendiri!" Teriak Entis kesal!


"Ya sudah terserah Lo aja deh!" Si Togar dan si Yono akhirnya mengalah, malas harus ribut dengan teman sendiri.


__ADS_2