Suami Benalu Banyak Ulah

Suami Benalu Banyak Ulah
menjemput ayu


__ADS_3

Sore ini Asti dan yoga berada di depan kantor dimana ayu dan Asti bekerja, mereka menunggu ayu di dalam mobil,


Tadi siang yoga yang sempat berpamitan dari rumah Asti untuk pulang ke rumahnya, ternyata datang lagi menepati janjinya di sore hari ke rumah Asti untuk menjemput ayu, bapak dan ibu memberi ijin kepada putrinya untuk pergi bersama dengan yoga, karena alasan mereka pergi berdua ingin memberi surprise kepada ayu, dengan mobil Pajero putih yang biasa di pakai oleh yoga, akhirnya Asti dan Abang teman nya ini meluncur untuk menjemput ayu,


"Itu ayu as,!" Tunjuk yoga ke arah ayu, Asti hanya mengangguk sambil matanya tidak lepas menatap ayu, dia sudah membayangkan jika begitu ayu duduk di bangku depan pasti akan teriak bila menyadari ada dirinya yang duduk di bangku belakang, Asti memang tadi pas berangkat dari rumah memilih duduk di belakang, karena dia merasa canggung jika duduk di sebelah yoga.


Ayu berjalan semakin dekat menghampiri mobil ini, yoga pun tidak turun dari mobil, dia stay di belakang kemudi, karena memang setiap jemput ayu, yoga tidak pernah turun dari mobil.


Ayu membuka pintu mobil lalu duduk di sebelah kakaknya, setelah menutup pintu mobil, ayu mencium tangan kakaknya.


"Hari ini bete banget bang gak ada teman, besok aku malas masuk kerja deh, aku juga mau mengajukan cuti tiga hari, terus nyusul Asti ke puncak.!" Mulut Ayu nyerocos sambil matanya terus memandang layar hape yang dia pegang, sedangkan tangan nya sibuk menggeser layar hape, tanpa menoleh kanan kiri, bahkan dia tidak sadar jika Asti berada di belakang nya.


"Emang kamu berani ke puncak sendiri?" Tanya yoga ngeledek.


"Ya di temenin Abang dong, anterkan aku kepada calon iparku, haha..." Ayu menjawab pertanyaan Abang nya dan di akhiri dengan tawa, sementara Asti wajahnya langsung merah mendengar kelakar ayu, Asti tersipu di panggil kakak ipar, hati wanita mana yang tidak GeEr bila di sebut kekasih seorang lelaki mapan dan tampan seperti yoga.


"Cie... Cie.. kamu naksir Umar ya, jadi sekarang Asti itu calon kakak ipar kamu ya?" Ledek yoga, sementara Asti langsung malu pada dirinya sendiri karena terlalu tinggi ekspektasinya , ternyata ayu memanggil dirinya kakak ipar karena ayu menyukai Umar.


"Apaan sih bang fitnah aja! Bukan nya Abang yang suka sama Asti, Abang bilang lesung Pipit Asti itu menambah manis wajahnya, jadi yang bener itu, Asti calon istri kakak ku dan menjadi kakak ipar aku dong.. weeek..!" Ujar ayu sambil menjulurkan lidahnya meledek kakaknya.


"Haha... Haha... " Yoga bukan menjawab tapi malah tertawa, sementara Asti wajahnya langsung merah karena salah tingkah, sedangkan yoga juga malu oleh Asti, karena apa yang di ucapkan ayu benar adanya, yoga memang suka melihat lesung Pipit Asti, itu pernah di utarakan kepada adiknya, karena di belakang ada asti makanya yoga hanya tertawa yang bisa menyelamatkan dirinya dari rasa grogi.


"Dih malah ketawa!" Sewot ayu sambil tangan nya membuka aplikasi foto untuk Selfi, ketika kameranya diarahkan ke wajahnya, dari pantulan kamera terlihat Asti di belakang ayu dengan ekspresi tersenyum dengan mengacungkan dua jari nya siap untuk kut berselfi bareng ayu, sontak ayu kaget.


"Aaaaaghhhh..!" Teriak ayu membuat yoga terlonjak kaget, ayu segera menoleh ke bangku belakang dan langsung terpekik lagi.


"Kamu bukan setan kan!" Ujar ayu setengah kaget.


"Sialan Luh ngatain gua setan!" Sewot Asti.


"Kok Lo ada di sini! Emangnya gak jadi ke puncak!?"

__ADS_1


"Jadi dong! tapi cuma satu malam doang, balik tadi pagi!" Jawab Asti.


"Sebentar.. sebentar... Aku kok bingung ya, sekaligus kaget! Kalian kok bisa jalan bareng? Apa aku ketinggalan berita ya jika sobat aku ma abang aku sedang pedekate!?" Ujar ayu sambil pandangan nya terus beralih dari yoga lalu ke Asti.


"Ngaco Lo!" Ucap Asti grogi.


"Istighfar bang! Asti belum resmi jadi janda! Dia masih milik orang, jangan sampai Abang jadi pebinor loh bang!" Ayu melotot kepada kakak nya persis seperti emak-emak yang sedang memarahi anaknya.


"Lah, kalau Asti nya mau Abang rebut dari suaminya kenapa tidak yu, Abang sih tidak perduli ucapan orang!" Kelakar yoga sambil tergelak.


"Ih kalian tuh! Nyesel aku mau ikut jemput kamu yu, kalau aku cuma di ledekin doang!" Asti mengerucutkan mulutnya pura-pura merajuk padahal aslinya hati Asti kebat kebit bahagia mendengar celotehan yoga, walau pun yoga cuma bercanda tapi mampu membuat Asti bagai terbang di angkasa.


"Lagian siapa juga yang ledekin lu as, Abang gua itu sepertinya memang beneran pengen menculik Lo dari si Entis as." Ayu memasang wajah serius tapi sambil menahan tawa.


"Tau ah gelap!" Jawab Asti sebal.


"Terang gini kok gelap!" Jawab yoga sambil matanya tetap fokus memandang ke depan karena sedang mengemudi, tapi bibirnya tersenyum melihat ekspresi lucu dari wajah Asti yang terlihat dari kaca spion yang ada di dalam mobil.


"Emang becanda anak kekinian apaan?!" Jawab Asti sebal.


"Makanya Gaol dong jangan ngurusin dapur mulu" ayu semakin menjadi untuk meledek Asti.


"Dih gaol,?! Gaul kali buk!" Ralat Asti, dan akhirnya merekapun tertawa bersama.


"Eh tapi seriusan ini, kenapa kamu bisa ada di sini as? sama bang Yoga lagi?!"


"Surpreees!" Teriak yoga.


"Surprise kali bang!" Teriak ayu dan Asti bareng.


"Dih kompak!" Gelak yoga.

__ADS_1


"Ini serius aku tanya? Surprise kalian beneran bikin aku melongo loh!" Ayu merubah ekspresinya seperti orang yang lagi kaget melongo dengan mulut terbuka, sontak ayu mendapatkan toyoran di kepalanya oleh yoga.


"Persis kaya anak idiot kamu yu kalau gitu!" Ucap Asti tertawa, ayu mulutnya ngomel kepada Asti karena dikatain idiot, tapi setelahnya mereka pun tertawa bersama.


"Jadi rencana nya kita mau kemana ini?" Tanya ayu kepada dua orang yang berada di mobil ini.


"Pulang lah! Terus mau kemana lagi!?" Jawab yoga , tapi hatinya bimbang, dia sebenarnya ingin membawa Asti pergi ke suatu tempat, tapi malu mengatakan nya, yoga takut ajakan nya di tolak Asti, tengsin nanti dia.


"Ah gak seru, masa surprise nya gini doang, terus si asti mau di bawa pulang ke rumah kita gitu?!" Tanya ayu kepada abangnya.


"Enggak aku pulang ke rumah aku saja lah, mendingan kalian ke rumahku saja." Serobot Asti cepat.


"Dih gantian dong, aku kan sudah tahu rumah kamu, sekarang giliran kamu harus tahu rumah ku." Ayu sewot kepada Asti karena Asti seperti enggan ikut ke rumahnya.


"Jadi gimana ini, aku bingung nih, ke rumah kita atau ke rumah Asti? Biar jelas ini mobil Abang belokin nya." Ujar yoga.


"Ya ke rumah kita lah bang!" Kukuh ayu.


"Ya sudah deh aku ikut aja!" Jawab Asti pasrah, karena percuma beradu argumen dengan ayu, pasti ujung-ujung nya Asti yang kalah.


Akhirnya mobil pun meluncur menuju kediaman ayu dan yoga.


Setelah sampai ke tempat tujuan mobil pun masuk ke dalam halaman rumah yang cukup luas, hingga Asti sendiri menganga saking takjubnya, melihat rumah bak istana, dia tidak menyangka jika ayu adalah orang kaya, tapi lebih membingungkan bagi Asti kenapa ayu sampai mau kerja sebagai staf biasa di tempat dia bekerja.


"Ayo turun as, apa Lo mau di sini aja ma Abang gua?" Ucap ayu membuyarkan ketakjuban Asti kepada ayu.


"Iy.. iya.. yu." Asti menjawab sambil tergagap karena jadi sungkan dan merasa kecil, Asti sangat merasa minder kepada ayu dan yoga.


"Kenapa sih Lo?! Ngomong udah kaya Azis gagap segala!" Ledek ayu sambil cekikikan memperhatikan tingkah Asti.


"Hehe.." Asti tidak menanggapi ucapan ayu, dia hanya tertawa sambil menggaruk rambutnya yang tidak gatal.

__ADS_1


__ADS_2