Suami Hantu

Suami Hantu
Membantu Natalie part 4


__ADS_3

Milka dan yang lainnya sampai di gendung tempat beberapa tahun lalu Dilla di lecehkan.


Natalie menutup mulutnya dan tidak mengatakan sepatah kata pun. Saat ini, dia pasti merasa sangat tertekan.


"Dulu aku benar-benar tidak pernah menyangka jika pesta malam itu membawa bencana pada Dilla." Kata Cintya menghela nafas.


Sementara Niko, tanpa bicara dia sudah masuk ke dalam gedung lebih dulu, membuat Milka mengerutkan alisnya. Ada apa sebenarnya dengan Niko? Milka merasa Niko menjadi sangat aneh dan misterius.


"Kau mau kemana?" Teriak Cintya pada Niko.


"Aku akan masuk dan melihat-lihat dulu, kalian tunggu aku di sini." Kata Nicko.


Wajah Natalie kini sudah terlihat memucat, Milka tahu. Pasti sekarang Natalie si serang rasa takut yang sangat.


"Semua pasti akan baik-baik saja, jangan khawatir." Milka menepuk pundak Natalie mencoba untuk menguatkan Natalie, agar tak terlalu khawatir.


Niko sudah tak kelihatan, dia masuk ke dalam gedung, bahkan suaranya saja tidak terdengar. Yang terdengar hanya suara para jangkrik yang membising. Gedung itu sepertinya sudah lama terbiar tak di rawat lagi oleh pemiliknya.


Milka menatap Darent yang juga diam di sebelahnya.


"Apa kau merasakan sesuatu?" Bisik Milka.


"Tidak ada Yang Mulia." Sahut Darent.


Milka menjadi heran, seharusnya, jika ada roh jahat di sana. Pasti Darent akan merasakannya, tapi, Darent mengatakan jika dia tidak merasakan apa pun.


Tidak lama kemudian, Niko pun keluar. Semuanya langsung memburu Niko dengan pertanyaan-pertanyaan.


"Tidak ada apa pun di dalam sana, dia tidak ada di dalam. Mungkin tempatnya bukan di sini." Kata Niko.


Milka, Natalie dan Cintya diam berpikir, jika roh Dilla tidak berada di tempat itu, dia ada dimana? Seketika Milka mengingat sesuatu.


"Siapa kau sebenarnya?" Tatap Milka pada Niko, dia harus menanyakan itu, karena dia merasa jika Niko menyembunyikan sesuatu.


Namun, Niko hanya membalas pertanyaan Milka dengan senyuman yamg tak bisa Milka artikan, membuat Milka semakin geram.


"Kenapa kau tidak menjawab pertanyaanku?" Tanya Milka menahan lengan Niko saat Niko akan pergi.


"Aku kecewa karena tak di kenali." Ujar Niko lalu kembali melanjutkan langkahnya.


Milka mengernyit, apa maksud dari perkataan Niko, jika Niko kecewa karena Milka tak mengenalinya.

__ADS_1


"Sepertinya kita harus ke tempat lain." Kata Niko.


"Ke tempat lain?" Tanya Milka.


"Dimana?" Tanya Cintya.


"Ke tempat di mana wanita itu bunuh diri." Ujar Niko, yang artinya mereka harus ke sekolah Natalie saat SMA.


"Lalu apa yang harus kita lakukan sekarang? Jika hantu Dilla tidak ada di sini, apa kita harus ke sekolah Natalie malam ini juga?" Tanya Milka, Milka berpikir sebaiknya semua itu di selesaikan dengan cepat, agar hantu Dilla cepat pergi dan meninggalkan Natalie.


"Kita pulang dulu, nanti, jika waktunya tepat kita ke sekolah Natalie." Ujar Niko.


"Apa kita tidak bisa membereskan semuanya malam ini, biar Natalie capat bebas dari hantu itu?" Tanya Milka.


"Tidak bisa, kita juga harus membereskan sesuatu di rumah Tantenya Cintya." Kata Niko.


"Tante? Memangnya Tante kenapa?" Tanya Cintya pada Niko.


Membereskan sesuatu di rumah Tante Sarah? Apa yang tidak beres di sana? Perasaan, semuanya baik-baik saja, Tante Sarah bahkan sangat baik pada mereka, menyambut mereka dengan hangat saat mereka tiba di rumah itu. Memangnya apa yang tidak beres? Apa maksud Niko sebenarnya? Pikir Milka.


Atau, apakah Niko salah bicara? Sepertinya Milka memang harus bertanya langsung pada Niko.


"Memangnya ada apa sama Tante Sarah?"


"Nanti kalian juga akan tau." Kata Niko.


"Sebaiknya kau lebih dekat dengan Tantemu dan pelajari lebih lanjut lagi tentangnya." Kata Niko melirik Cintya.


"Darent, kau tau sesuatu tentang Niko?" Tanya Milka yang sejak tadi melihat Darent hanya diam.


"Tidak Yang Mulia." Sahut Darent, tapi sepertinya dia sedang tidak berkata jujur.


Karena Niko berkata bahwa di gedung itu tidak ada apa-apa, bahkan hantu Dilla pun tak ada, Milka dan yang lainnya pun memutuskan untuk kembali ke rumah Tante Sarah.


Saat masuk ke dalam rumah, di sana ada seorang pria yang sedang berbicara dengan Tante Sarah.


"Kalian sudah pulang." Tanya Tante Sarah dengan senyumnya seperti biasa.


Milka dan yang lainnya pun membalas dengan senyuman, kecuali Niko, wajah tampannya tak pernah memperlihatkan senyuman.


"Ini Donny, iparku, dia dulu juga satu sekolah denganmu Natalie." Kata Tante Sarah memperkenalkan Donny.

__ADS_1


Natalie tampak melamun, mungkin mencoba mengimgat-ingat Donny.


"Maaf, aku tidak terlalu ingat dengan semua teman sekolahku." Kata Natalie.


"Sekalipun kau mengenalku, kau pasti sudah lupa, karena itu sudah sangat lama." Kata Donny.


"Apa kau mengenal Dilla?" Tiba-tiba saja Niko langsung menanyakan Dilla pada Donny.


"Dilla? Entahlah, aku juga sudah lupa." Sahut Donny.


Milka sempat melihat raut wajah Donny berubah, tapi dia kembali mengatur agar terlihat biasa-biasa saja.


"Aneh rasanya jika kau tidak mengenalnya, dia pasti cukup terkenal, bahkan sampai sekarang, karena dia satu-satunya orang yang mati karena melompat dari gedung sekolah." Kata Niko.


"Oh, ya, aku mengenalnya, ternyata Dilla itu yang kau maksud. Ku pikir kau menyebut orang lain." Ucap Donny.


Milka tak tahu kenapa Niko terlihat begitu menekan Dilla, apakah Niko mengenal Dilla. Ya, mungkin saja Dilla dulu adalah kekasih Niko.


Karena, tiba-tiba saja saat Milka dan yang lain akan berangkat, Niko mengetuk pintu mobil dan ikut ke tempat ini.


Milka jadi curiga pada Niko, di tambah lagi, saat sampai di gedung tadi, Niko langsung masuk ke dalam gedung.


"Malam ini Donny juga akan menginap di sini." Kata Tante Sarah.


"Waah, benarkah, itu bagus. Artinya, Niko punya teman sekamar malam ini." Kata Milka.


"Aku tidak mau tidur sekamar dengannya." Tolak Niko.


Milka kesal, Niko berperilaku seperti seorang tuan rumah.


"Kenapa kau seperti itu? Kau bukan tuan rumah, jadi iyakan saja." Ucap Milka pada Niko yang memang duduk di sebelahnya.


"Tidak apa-apa, Donny bisa tidur di kamar yang satu lagi." Kata Tante Sarah.


"Dia pasti merasa canggung jika tidur bersama seorang yang baru di kenalnya, para pria itu berbeda dari kita yang wanita." Ujar Tante Sarah.


Milka menjadi sangat kesal pada Niko, tiba-tiba saja Milka merasakan satu gerakan di perutnya, membuat Milka kaget.


"Kenapa Mil?" Tanya Cintya yang sadar.


"Aku hanya kaget, berpikir cicak jatuh di depanku." Bohong Milka.

__ADS_1


Sementara Niko menatap Milka penuh arti, lalu bibir Niko membingkai senyum yang juga tak bisa di artikan.


__ADS_2