
Saat Milka di kampus, sebuah pesan masuk ke ponselnya.
Pesan yang dikirim nomor yang tak di kenal.
Milka membaca isinya.
[Aku akan mengejarmu kemanapun kau pergi! Aku tidak akan pernah membuatmu tenang. Kau akan mati saat aku menginginkan kematian mu! Tapi. Sebelum itu aku akan melihatmu tersiksa pelahan-lahan!]
Milka bergidik ngeri membaca pesan itu, lalu karena penasaran dia pun membalas pesan itu.
[Siapa kamu? Kenapa kamu ingin mencelakai diriku?]
Tak butuh waktu lama. Pesan Milka di balas.
[Kau tidak perlu tau siapa aku, hal yang penting adalah, aku sedang mengincar dirimu, aku sudah mengusahakan yang terbaik untuk melarikan diri dari Underworld, dan aku akan segera mendatangimu, jadi tunggu saja!]
"Mil, kamu kenapa?" Tanya Gadis yang menghampiri Milka yang terlihat pucat.
Saat tak ada orang lain di kelas melainkan Milka dan Gadis, Darent keluar dari liontin Milka.
Meskipun dia berada di dalam liontin, Darent tidak akan pernah melihat apa yang terjadi.
Dan saat keluar dari liontin Milka Darent sudah siap siaga, mungkin saja roh jahat ada di sekitar mereka.
"Ini liat." Milka memberikan ponselnya untuk menunjukkan isi pesan itu pada Gadis dan Darent.
"Liat apa Mil?" Tanya Gadis heran, memangnya apa yang Milka ingin dia lihat.
Milka menarik kembali ponselnya dan melihatnya, hilang, pesan itu hilang, seperti tak pernah ada.
"Tadi ada Dis, kenapa sekarang nggak ada." Kata Milka heran, kenapa pesan itu hilang, padahal dia tak menghapusnya.
"Ada apa sih Mil?" Tanya Gadis, sementara Darent yang berdiri di sebelah Gadis juga ikut menatap heran ke arah Milka.
"Tadi ada pesan dari nomor yang nggak di kenal, dia mengancam akan membunuh aku. Tadi pesan itu ada, tadi kok hilang, padahal aku nggak hapus." Jelas Milka.
Milka merasa takut memikirkanya, atau apakah mungkin itu adalah orang yang lagi kurang kerjaan, dan hanya ingin mengerjai dirinya saja. Tapi, tentang pesan yang hilang itu, Milka tak tahu bagaimana menjelaskan dengan akal sehat pada dirinya sendiri.
"Apa mungkin itu kerjaan roh jahat?." Tanya Gadis, Milka menggeleng, dia juga tak tahu.
__ADS_1
"Darent, apa roh jahat bisa kirim pesan? Apa mereka punya ponsel?" Tanya Gadis pada Darent.
"Mungkin saja, mereka juga bisa menggunakan kekuatan mereka untuk melakukannya." Jawab Darent.
Milka dan Gadis sudah tak bisa lagi mengatakan apa-apa.
Mereka berdua juga baru tahu jika roh bisa menggunakan kekuatannya untuk mengirim pesan.
Dalam beberapa hari ini, Raja tidak pernah datang menemui Milka, tentang pesan yang di terimanya, sudah mulai sedikit di lupakan oleh Milka, dan menganggap jika itu hanya orang iseng yang ingin mempermainkan dirinya.
Di Underworld bawahan roh jahat yang melarikan diri telah di temukan saat melahap jiwa manusia.
Dia mendapat hukuman di gantung di lautan api tingkat 15, di sana Raja dan Rafhael menyaksikan roh itu menjerit meminta di bebaskan.
"Sepertinya perannya tidak terlalu besar Yang Mulia, dia hanyalah roh rendahan yang di manfaatkan,l, di janjinya kekuatan tinggi." Kata Rafhael.
"Teruslah mencari dan temukan keberadaannya. Dia sudah berada di dunia manusia, sudah sangat bahaya." Ujar Raja.
Sorenya Milka pulang sendiri karena Gadis harus pergi ke suatu tempat.
Milka menaiki bus untuk pulang ke Kosnya. Dari halte ke tempat kosnya hanya memakan waktu sekitar satu jam karena bus harus berhenti-henti untuk menurunkan penumpangnya.
Saat bus akan jalan, tiba-tiba seorang wanita naik dengan teegesa-gesa, mungkin dia takut ketinggalan bus.
Wanita itu memilih duduk di sebelah Milka.
Tanpa sengaja kami bertatapan, Milka melempar senyum, begitu pun dengan wanita itu, dia membalas senyuman Milka.
Wanita yang duduk di sebelah Milka terlihat berusia awal 30an. Dan, dia memiliki kulit putih pucat.
Kursi Milka berada tepat di sisi jendela, Milka melempar pandangannya keluar. Ternyata beberapa tahun tak ke dunia manusia membuat dia melihat banyak perubahan yang terjadi.
Gedung-gedung tinggi semakin banyak terlihat.
Sejak menginjakkan kaki kembali ke dunia manusia, Milka tak sempat untuk jalan-jalan, karena waktunya tersita mengurus untuk masuk kuliah dan juga pindahan ke kosnya.
Tiba-tiba saja, saat Milka berkelana dalam pemikirannya sendiri, bau tak sedap mulai tercium.
Mungkin bau keringat orang-orang yang berada di bus. Pikir Milka.
__ADS_1
Rasa pusing mulai menyerang kepalanya, Milka merasa mual dengan bau yang menyengat itu.
Karena sudah tak tahan lagi, Milka akhirnya meminta kepada supir bus untuk berhenti.
Milka turun dari bus, dan dia mulai bisa bernafas dengan lega.
Milka tak menyangka jika bau keringat orang bisa separah itu.
Akhirnya Milka putuskan untuk naik taksi saja pulang ke kos.
Hanya butuh beberapa menit, taksi pun sampai di depan kos Milka.
"Darent, kamu bisa keluar sekarang, kita sudah sampai di rumah." Kata Milka menyuruh Darent untuk keluar.
Darent pun keluar dari liontin berwarna hijau itu.
"Kamu bisa ke kamar kamu." Kata Milka.
"Tapi, saya harus melindungi Yang Mulia." Kata Darent yang ingin terus mengikuti Milka.
"Jika di rumah kamu tidak perlu mengikuti ku." Beritahu Milka.
"Kamu juga nikmati waktumu di kamar." Setelah mengatakan itu Milka pun masuk ke dalam kamarnya.
Darent merasa aneh dengan dia di perlakukan dengan sangat baik oleh Milka.
"Yang mulai memang sangat baik." Gumam Darent. Dia pun masuk ke dalam kamarnya.
Di kamarnya, Milka merasa rindu pada Raja, sudah beberapa hari Raja tidak datang menemuinya.
"Apa sesuatu terjadi di sana?" Tanya Milka pada diri sendiri.
"Tapi setidaknya dia mengabari ku." Kata Milka lagi.
Dia merasa kesal pada Raja. Milka merasa Raja sepertinya sudah tak perhatian padanya.
"Apa dia punya selir baru?" Pikiran yang tidak-tidak mulai muncul membuat Milka berperasangka pada Raja.
Mungkin saja itu adalah efek dia sedang hamil. Milka ingin lebih di perhatikan oleh Raja dan ingin selalu bertemu dengan Raja.
__ADS_1
Bab sebelumnya sudah author perbaiki ya, ada yang author ubah sedikit, jadi selamat membaca dan semoga menghibur kalian. Terim kasih pada yang sudah baca.