Suami Hantu

Suami Hantu
Perjalanan pulang


__ADS_3

Hantu Dilla sudah terungkap, rohnya sudah di penjara di Underworld menunggu penghakiman yang akan di dapatnya.


Sementara Donny, dia masih di rawat di rumah sakit dengan pengawasan pihak polisi, karena dia harus mendapatkan hukuman atas perbuatannya yang sudah membantu hantu Dilla membunuh, dan tentunya, Donny menjadi tersangka utama.


Pihak polisi tidak tahu jika Donny berkomplot dengan roh untuk membunuh, sekalipun di beritahu tentang itu, polisi juga tidak akan percaya.


Milka dan yang lainnya kembali ke kota tempat mereka tinggal, malam itu setelah menyelasikan semuanya, mereka memilih untuk pulang malam itu juga.


Di dalam perjalanan karena merasa sangat kelelahan dengan yang mereka lalui, Milka dan Natalie tertidur dengan lelap.


Sementara Cintya mengemudi, Darent juga masih terjaga, begitupun Niko yang duduk di belakang bersama Milka dan Darent.


Milka menyenderkan kepalanya di pundak Niko, yang lain juga tak mempermasalahkan itu, karena mereka berpikir, mereka sudah jauh sangat akrab karena kejadian yang mereka alami di rumah Tante Sarah.


Namun kejadian tidak terduga terjadi,


Cintya yang mengemudi seperti tidak mengenal jalan ditempat itu, jalan itu seperti bukan jalan yang mereka lalui saat mereka datang.


Cintya kemudian berbelok kearah kanan, dibawah cahaya mobil, jalanan kelihatannya cukup rata, dan juga lebih luas. Tetapi tiba-tiba saja mobil terbalik, Milka dan Natalie teebangun kaget.


Ketika mobil terus terbalik-balik, mereka baru menyadari kalau mobil mereka terjatuh kebawah jurang. Dan untungnya beberapa pohon menahannya.


Jika bukan kerena pohon yang menahan, mungkin mereka sudah kebawah jurang dan mati.


"Sialan!" Umpat Cintya takut bercampur kaget, meskipun itu bukan kata-kata yang cocok saat dalam bahaya.


Dan, untung lagi mereka semua memakai seatbelt, hanya bagian siku dan tangan yang lecet karena tadi membentur jendela, sedang Niko dan Darent lebih condong melindungi Milka.


"Ada apa sebenarnya ini? Tadi aku melihat jelas didepan ada jalan, dan ketika di lewati malah jatuh kejurang, ini benar-benar sangat tidak masuk akal!" Cintya frustasi tak tahu apakah dia harus menyalahkan dirinya, karena mengemudi dalam keadaan yang sedikit mengantuk.


Karena takut jika makin lama berada di dalam mobil, kemungkinan mereka akan jatuh, Niko dan Darent membantu Milka, Cintya dan Natalie turun perlahan-lahan dari mobil.


Setelah berhasil keluar dari dalam mobil dan selamat, barulah Milka, Cintya dan Natalie bernafas lega. Sementara Niko dan Darent hanya biasa-biasa saja. Toh, jika pun mobil itu terjatuh keduanya tidak akan mati.


Setelah jantung ketiganya kembali berdetak dengan normal, mereka memutuskan untuk berjalan meninggalkan tempat itu dengan menggunakan cahaya dari ponsel masing-masing, kecuali Niko dan Darent, mereka tidak punya ponsel.

__ADS_1


"Maaf, karena aku lalai mengemudi. Aku hampir saja membuat kita semua terbunuh." Ucap Cintya merasa bersalah.


"Jangan menyalahkan dirimu Cin, kau tidak salah. Kita semua tidak ada yang menginginkan ini terjadi." Kata Milka.


"Iya Cin, apa yang di bilang Milka itu benar." Sahut Natalie.


Jika saja Milka bisa menyetir, dia juga akan ikut gantian menyetir mobil dengan Cintya dan Natalie. Jadi, keduanya tidak perlu merasa begitu kelelahan. Pikir Milka.


Mereka pun kemudian berjalan ke depan, malam sudah semakin larut, sudah pukul 2 malam.


"Apa mungkin ini ulah hantu?" Kata Natalie tiba-tiba.


"Bukankah tadi kau bilang, jika kau melihat jalan di depan?" Tanya Natalie pada Cintya. Dan Cintya lun mengangguk membenarkan.


"Lalu, kenapa kita bisa jatuh ke jurang itu? Ini pasti ulah hantu." Kata Natalie, sepertinya kejadian yamg di alaminya membuat dia semakin percaya pada adanya hantu.


Sementara Niko hanya diam, Milka berpikir, mungkin ada sesuatu yang telah terjadi. Tapi Milka tidak terlalu memusingkannya. Toh, ada Raja Underworld bersamanya. Raja yang di takuti oleh roh-roh jahat.


Saat Milka sibuk dengan lamunanya, Natalie tiba-tiba terjatuh.


"Ya, aku baik-baik saja, kakiku tadi tersandung sesuatu." Sahut Natalie.


Setelah berjalan agak jauh, sebuah cahaya menerangi mereka. Ternyata itu adalah cahaya dari sebuah mobil yang muncul dari belakang mereka.


"Mau kemana?" Tanya supir itu berhenti dan bertanya kepada mereka.


"Kami ingin ke Kota Dore Pak," Sahut Cintya.


"Naiklah, kita se-arah" kata supir itu dengan suara terdengar berat dan kasar.


Tanpa pikir panjang, mereka pun naik ke atas mobil Van itu.


Milka kemudian melihat supir yang duduk di belakang kursi kemudi, hatinya terasa sedikit tidak tenang.


Milka merasa gelisah, Raja yang melihat Milka seperti itu, langsung menggenggam tangan Milka untuk menenangkannya.

__ADS_1


Sementara Natalie dan Cintya sudah tertidur dengan begitu gampang, mungkin karena kelelahan dan memang jam itu sudah sangat sulit untuk menahan rasa kantuk yang menyerang.


Supir itu pun mengendarai mobil Van tua itu dengan diam.


Mobil Van tua itu sangat gelap, tidak banyak yang bisa terlihat, hati Milka semakin merasa ada yang tidak beres.


"Saya tidak menyangka kalau mobil bapak ini masih ada ACnya? Rasanya nyaman sekali." Niko bersuara bertanya mengajak supir bicara.


Milka pun semakin yakin ada sesuatu yang tak beres, Raja tidak akan mengajak bicara lebih dulu jika tidak ada apa-apanya.


"Van ini saya jaga dengan baik." Sahut Supir itu dam setelahnya diam, tak lagi berkata apa-apa.


Milka terus terjaga dengan menggenggam erat tangan Raja, setelah mobil itu melaju dijalan untuk beberapa saat, tak terjadi hal aneh papaun, Milka pun perlahan-lahan menjadi lebih tenang.


Tapi, mobil tiba-tiba berbelok kearah kanan.


"Pak, rasanya ini bukan jalan yang benar." Niko kembali bersuara, Milka jadi waspada, dan semakin mempererat genggaman tangannya pada Raja.


Namun perkataan Niko tidak di perdulikan oleh supir dan masih melalui jalan itu, Milka bahkan dapat merasakan kalau mobil semakin bertambah laju.


"Pak, kenapa mobilnya begitu laku?" Tanya Milka.


Natalie dan Cintya pun bangun karena merasakan jika laju mobil itu tidak dalam kelajuan normal.


Tapi pertanyaan Milkatidak menjawab oleh supir, dia hanya diam dengan mengendarai mobilnya yamg semakin melaju ke depan.


Darent sudah waspada pada sesuatu yang buruk yang mungkin akan terjadi.


Meskipun gelap. Milka masih bisa melihat raut wajah Raja yang menyamar itu, masih terlibat biasa-biasa saja. Tak ada kekhawatiran di wajahnya. Apalagi rasa takut.


Milka, Natalie dan Cintya melihat cahaya lampu yang menerangi jalan didepan memperlihatkan tidak ada jalan didepan sana, Milka, Natalie dan Cintya pun terbengong tak percaya.


"Pak tolong mobilnya di pelankan sedikit pak." Kata Cintya yang sudah berpegang erat dengan Natalie.


Bisa-bisa nyawa akan melayang dengan kelajuan mobil yang seperti itu. Rasanya keluar dari mulut buaya masuk ke mulut serigala.

__ADS_1


Baru saja bernafas lega karena selamat dari jurang, sekarang kembali merasa ketakutan, takut mati karena kecelakaan.


__ADS_2