Suami Hantu

Suami Hantu
Membantu Natalie part 5


__ADS_3

Saat pukul 3 subuh, Milka yamg kebelet ingin buang air kecil keluar. Saat membuka pintu dan berjalan beberapa langkah,, Milka mendengar suara yang tidak asing baginya.


Saat Milka akan pergi, dia mendengar erangan wanita di kamar milik Tante Sarah.


Milka berpikir sejenak, apa mungkin, suami Tante Sarah sudah kembali dari luar kota, karena sehari mereka menginap di rumah Tante Sara, suami Tante Sarah pamit untuk keluar kota.


"Ahh, a-aku sangat menyukaimu, aku ingin sentuhan yang lebih," Suara itu kembali terdengar oleh Milka.


"Aku akan memberimu lebih, aku juga menyukaimu."


Milka tersentak, itu adalah suara orang yang tengah melakukan sesuatu yang panas.


Milka semakin yakin, jika suami Tante Sarah memang sudah kembali dari luar kota.


"Ya, sentuh aku di bagian itu sayang, ahh itu nikmat sekali, membuat aku ingin melakukannya denganmu sepanjang waktu?"


Suara itu semakin jelas, Milka sampai menjadi malu mendengarnya, seharusnya Tante Sarah dan suaminya bisa melakukan itu diam-diam tanpa mengeluarkan suara.


Untungnya, dia sudah menikah, jadi dia tidak terlalu terganggu dengan suara itu.


"Aku pasti akan memberikan mu kenikmatan yang tidak pernah kau dapatkan. Aku akan memuaskan mu, sampai kau sulit untuk berjalan pagi nanti."


Suara seorang pria kini yang terdengar di telinga Milka, tapi dia tidak yakin, apakah itu suara suami Tante Sarah atau orang lain. Tapi, Milka membuang pikiran jeleknya, mungkin saja suami Tante Sarah, suaranya berubah karena melakukan itu, atau karena itu masih subuh.


Karena sudah jengah mendengar suara orang yang bercinta itu, Milka mempercepat langkahnya untuk turun ke bawah, bukankah tadi dia ingin membuang air kecil.


Saat keluar dari toilet, Niko juga keluar dari kamarnya dan melihat Milka.


"Apa kau baik-baik saja?" Tanya Niko tiba-tiba.


"Ya, aku baik, memangnya kenapa?" Tanya Milka.


"Mungkin saja telinga mu sakit karena mendengar sesuatu." Kata Niko.


"Apa?" Malika tak mengerti.


Niko melangkah mendekat, sehingga nafas keduanya beradu.


"Kau pasti mendengar suara orang yang sedang berhubungan. Apa,, kau tidak ingin melakukannya bersamaku!"


Wajah Malika menjadi merah karena marah.


"Jangan bicara sembarangan ya! Aku tidak menyangka, kau pria kurang ajar!"


Setelah mengatakan kemarahannya, Malika langsung kembali ke kamarnya dengan penuh emosi dengan ucapan Niko padanya.hu


"Dasar kurang ajar! Apa dia pikir, karena wajahnya tampan dia bisa se-enaknya sama orang! Suamiku jauh lebih tampan darinya! Apa dia tau!" Omel Milka sambil menaiki tangga.


Paginya, semua sudah bangun. Malika dan Darent menuruni tangga,. Dan tak sengaja bertemu Tante Sarah yang akan naik.

__ADS_1


Pandangan mereka bertemu, tapi, tatapan Tante Sarah pada Malika kini berbeda. Tante Sarah melihat Milka dengan tatapan dingin.


"Pagi Tante." Sapa Malika dengan senyum.


"Pagi." Sahut Tante Sarah yang membalas senyuman Milka, membuat Milka mengusir prasangka buruknya.


Milka bergabung dengan yang lain di meja makan. Lalu membahas tentang hantu Dilla.


Natalie mengatakan, jika dia menjadi heran, karena semenjak mereka di rumah Tante Sarah, hantu Dilla tidak pernah datang mengganggu dirinya, padahal dia tidak memakai jimat.


Tak lama kemudian, Niko muncul, melihat ketegangan di sana, karena yang lain tengah berpikir, kenapa hantu Dilla tidak muncul di rumah itu.


"Ada apa dengan kalian?" Tanya Niko.


"Kami memikirkan kenapa hantu Dilla tidak lagi pernah muncul." Sahut Cintya.


Sementara Milka, dia masih kesal pada Niko atas kejadian semalam.


"Tidak perlu pusing memikirkan hal itu, tidak lama juga kalian akan tau kenyataan yang tersembunyi di rumah ini." Ujar Niko.


Milka tak menggubrisnya perkataan Niko, dia tidak suka pada laki-laki mesum seperti Niko.


Karena malas berlama-lama duduk dengan Niko, Milka memilih pergi, naik kembali ke kamar.


"Mau kemana Mil?" Tanya Natalie.


"Mau ke kamar." Sahut Milka dengan raut wajah tak senang.


Niko mengejar Milka yang sudah lebih dulu naik ke lantai atas, saat Milka membuka pintu kamar dan akan masuk, Niko menahannya.


"Lepaskan! Kenapa kau mengikuti ku!" Marah Milka, dia menatap Niko bak pembunuh.


Niko tak berkata apa pun, dan langsung menarik Milka masuk ke dalam.


Pintu kamar langsung tertutup.


"Apa yang kau lakukan?! Jangan macam-macam Niko, atau aku akan teriak memanggil Darent! Kau tau aku ini siapa hah! Jika kau berbuat yang tidak-tidak padaku, kau akan membusuk di neraka!" Milka frustasi, dia takut Niko akan berbuat sesuatu yang buruk padanya.


Niko hanya tersenyum menangapi kata-kata dan ancaman Milka padanya, dengan secepat kilat Niko meraih pinggang Milka, lalu mencium Milka dengan dalam.


Milka meronta melepaskan diri. Dan saat itu juga tangan Milka melayang menampar Niko.


Plakkk!


Bunyinya begitu keras terdengar.


Milka mengeretakkan gigi saking marahnya pada Niko.


"Permaisuri ku, bagaimana bisa kau menampar suamimu sendiri." Ucap Niko yang sudah berubah wujud menjadi Raja.

__ADS_1


"Yang Mulia-" Milka menutup mulutnya tak percaya dengan apa yang di lihatnya, bagaimana mungkin, Niko bisa berubah menjadi Raja.


"Bagaimana bisa kau-"


Milka juga baru sadar jika saat itu, dia sudah berada di ruangannya di Istana Underworld.


"Bagaimana bisa kau tidak mengenaliku Permaisuri? Bahkan saat aku memberimu petunjuk, kau masih tidak sadar jika itu adalah aku." Sepertinya Raja ngambek pada Milka.


"Bagaimana mungkin aku bisa tau, jika itu kau. Kenapa tidak memberitahuku jika kau berubah wujud?" Kata Milka, seharusnya yang merajuk adalah dirinya, bukan Raja.


"Aku melakukannya karena ingin melindungi mu Permaisuri. Hanya dengan berubah wujud sebagai manusia aku bisa berada di sisimu." Ucap Raja memeluk Milka.


"Tapi kenapa kau tidak memberitahuku terlebih dahulu, apa kau tau, rasanya aku akan mati karena merindukanmu. Aku bahkan memikirkan kenapa kau tidak pernah datang menemuiku." Milka menangis di pelukan Raja.


"Maafkan aku." Ucap Raja dengan bersungguh-sungguh, dia memang salah karena tidak mengatakannya terlebih dulu pada Milka, bahkan dia juga bersikap usil dengan menggoda Milka.


Raja semakin mempererat pelukannya pada Milka, perlahan-lahan tangisan Milka mulai mereda.


"Jangan lakukan itu lagi padaku." Tatap Milka.


"Iya Permaisuri, tidak akan lagi." Sahut Raja.


Raja kembali mengecup lembut Milka, hingga lama kelamaan ciuman itu semakin dalam. Keduanya melepaskan rindu satu sama lain.


Milka bangun dan berada di pelukan Raja, ternyata tadi setelah melakukan permainan panas dengan Raja, Milka ketiduran, dia merasa sangat nyaman berada di pelukan Raja.


Tapi, kemudian Milka sadar, jika mereka berdua tidak bisa berlama-lama, dia dan Raja harus segera kembali ke rumah Tante Sarah.


"Yang Mulia apakah hantu Dilla sudah menyerah pada Natalie." Tanya Milka.


"Tidak, dia tidak menyerah." Sahut Raja.


"Lalu kenapa dia tidak pernah muncul lagi?" Tanya Milka lagi.


"Karena dia ada di rumah yang sama dengan kita." Kata Raja, Milka mengerutkan dahinya tak mengerti dengan maksud perkataan Raja.


"Aku akan memperlihatkan mu kenyataannya Permaisuri ku." Kata Raja.


"Tali kita harus kembali duku." Sambung Raja.


Raja menjentikkan jarinya, dan mereka berdua kembali ke kamar di rumah Tante Sarah.


"Mil, Niko, kalian dari mana? Sejak tadi kami memanggil kalian berdua." Tanya Cintya.


"Aku di kamar." Sahut Milka.


"Benarkah?" Tanta Natalie curiga.


"Tadi Milka mandi." Kata Darent yang datang entah dari mana.

__ADS_1


"Apakah malam ini kita akan ke gedung sekolah?" Tanya Natalie.


"Tidak, kita tidak akan kemana-mana malam ini." Ucap Raja yang sudah menjadi Niko, karena dia akan menunjukkan sesuatu.


__ADS_2