Suami Hantu

Suami Hantu
Milka si Putri Aerish vs Putri Selene part 2


__ADS_3

"Yang Mulia kenapa kau memerintahkan pengawal untuk mengurung Clona dan Grasil?" Tanya Milka saat nafasnya sudah stabil." Karena mereka bersalah sudah menjebak Putri Selene dan juga telah mencoba mencelakainya." Sahut Raja.


"Bukan seperti itu Yang Mulia, mereka tak bersalah. Yang bersalah itu adalah Putri Selene." Jelas Milka berkata yang sebenarnya.


"Oh, benarkah? Bagaimana kau tau? Atau kau berkata demikian karena ingin membela mereka karena mereka berdua adalah dayang yang melayanimu." Ucapan Raja membuat Milka menjadi geram.


"Kau! Seharusnya kau bisa melihat kenyataan yang sebenarnya Yang Mulia! bukan hanya karena seorang mengatakan sesuatu maka kau mempercayainya." Milka terlihat emosi.


"Bukankah demikian juga denganmu Putri? Haruskah aku mempercayai perkataanmu yang mengatakan bahwa kedua dayangmu itu tak bersalah?" Ucap Raja seperti tak percaya dengan apa yang di sampaikan oleh Milka.


"Apa karna kau mencintai Putri Selene kau tak mempercayaiku? Kau mempercayai orang yang salah Yang Mulia! Putri Selene mu itu yang mengusikku lebih dulu! Para dayangku itu hanya membantuku, membelaku dari selir licikmu itu!" Ucap Milka tak dapat menahan diri.


"Dapatkah kau membuktikannya Putri Aerish?" Tanya Raja meminta Milka membuktikan ucapannya.


"Lalu, dapatkah Putri Selene membuktikan bahwa kedua dayangku menjebaknya dan ingin mencelakainya?" Tanya Milka balik.


"Baiklah, kita akan memanggil Putri Selene kemari untuk membuktikan ucapannya, di antara kalian berdua siapa yang berbohong untuk memperdayaiku." Ujar Raja. Lalu meminta para pengawal untuk memanggil Putri Selene menghadapnya di ruang pertemuan. Milka dan Raja terlebuh dahulu ke ruang pertemuan dan menunggu Putri Selene.


Tak berapa lama Putri Selene pun datang bersama dayang dan para pelayannya menghadap di ruangan pertemuan.


"Yang Mulia Putri Selene menghadap." Ujar Putri Selene memberi hormat pada Raja.


Dasar cari muka! Ucap Milka dalam hati.


"Putri Aerish mengatakan bahwa yang kau tuduhkan kepada kedua dayangnya adalah salah, Putri Selene apakah yang di ucapkan oleh Putri Aerish adalah benar?" Tanya Raja yang duduk di singgasananya.

__ADS_1


"Yang Mulia aku tidak berdusta, dan yang aku katakan adalah benar bahwa kedua dayang Putri Aerish mencoba mencelakaiku. Mereka mendorongku hingga terjatuh." Putri Selene memasang wajah sedih bak orang benar-benar tertindas.


"Bohong! Justru aku yang terjatuh karna ulahnya!" Bantah Milka dengan suara keras. Ternyata Putri Selene pintar memutar balikkan fakta. Melempar batu sembunyi tangan, lalu mengambing hitamkan orang tak bersalah. Ternyata orang seperti ibu tiri dan saudara tirinya ada juga di dunia gaib. Dan, orang bodoh seperti ayahnya juga ada. Milka melirik Raja.


"Putri Aerish mengapa kau tega mengatakan kebenaran yang ku ucapkan sebagai kebohongan?" Sandiwara Putri Selene luar biasa sekali, dia begitu menghayati perannya hingga dia benar-benar menangis.


"Air mata buaya!" Ucap Milka kesal.


"Putri Aerish jaga ucapanmu." Tegur Raja.


"Apa kau memiliki buktinya Putri Selene?" Raja meminta Putri Selene untuk membuktikan ucapannya.


"Ini buktinya Yang Mulia." Putri Selene memperlihatkan luka yang ada di wajahnya.


Mata Milka membulat saat melihat luka yang ada di pipi kiri Putri Selene. Bukankah tadi wajahnya yang terluka. Tapi kenapa wajah Putri Selene juga terluka, dan itu seperti teriris benda tajam.


"Bohong! Justru dia yang membuatku jatuh aku." Bantah Milka atas perkataan Putri Selene yang penuh dengan kebohongan itu.


"Apa kau punya saksi Putri Selene." Tanya Raja pada Putri Selene tanpa menghiraukan bantahan Milka.


"Para dayang dan pelayanku saksinya Yang Mulia." Jawab Putri Selene.


"Apakah benar yang di ucapkan oleh Putri Selene?" Tanya Raja kepada dayang dan pelayan Putri Selene.


"Iya Yang Mulia, itu benar." Sahut dayang dan pelayan bersamaan. Membuat Milka semakin terkejut. Karena dayang dan para pelayan Putri Selene juga ikut berbohong.

__ADS_1


"Putri Aerish. Apa kau punya bukti dan saksi?" Kini Raja mengalihkan pertanyaannya pada Milka yang masih takjub dengan kekompakan yang di lakukan Putri Selene dengan dayang dan pelayannya. Kekompakan menjerumuskan orang tak bersalah ke lubang fitnah yang mereka buat.


"Wajahku merah dan masih sakit karena Putri Selene dengan sengaja menyandung kakiku dengan kakinya. Dan, saksiku adalah kedua dayangku yang kau kirim ke penjara bawah karena fitnah mereka!" Ujar Milka dengan lantang.


"Apa kau juga percaya bahwa Grasil mengores wajah Putri Selene dengan pedang miliknya Inferno Rafhael?" Milka mengalihkan pandangannya pada Rafhael juga berada di sana. Rafhael hanya diam mendapat pertanyaan itu. Entah dia tak ingin masuk campur atau dia tak lagi peduli pada Grasil, wanita yang pernah di cintainya.


"Putri Aerish jangan menanyakan sesuatu pada yang tiada sangkutannya dengan masalah ini." Ujar Raja menegur Milka.


"Yang Mulia apakah di perbolehkan seorang pesalah menjadi saksi? Aku takut mereka akan melakukan kebohongan jika mereka di jadikan saksi. Aku tak ingin di kambing hitamkan Yang Mulia." Putri Selene benar-benar aktris hebat dengan sandiwaranya.


"Baiklah. Dayang Clona dan Grasil tak akan di bebaskan sebelum memiliki bukti yang kuat bahwa mereka tak bersalah." Ujar Raja menyampaikan titahnya.


"Ternyata kau adalah Raja yang buta! Kau tak dapat membedakan mana madu dan mana yang racun!" Milka terlihat begitu marah pada Raja.


"Jika kau tak ingin membebaskan Grasil dan Clona atas apa yang tak pernah di perbuat, maka perintahkan juga pengawalmu untuk penjarakan aku bersama kedua dayangku!"


"Aku tak ingin mereka mendapat hukuman atas apa yang tak mereka lakukan lantaran fitna iblis betina yang benci padaku!" Lirik Milka pada Putri Selene. Milka tak lagi bisa menahan dirinya. Dia tak ingin ketidak-adilan terjadi pada kedua dayang yang begitu baik padanya.


Jika di dunia manusia dia tak mampu membela dirinya atas fitnah dan perlakuan ibu tiri dan saudara tirinya padanya, maka di dunia gaib ini dia tidak akan lagi membiarkan ada yang mengalami yang seperti itu, dirinya sendiri, ataupun orang lain. Clona dan Grasil adalah orang terdekatnya, dia tidak akan membiarkan mereka menderita karena dirinya dan karena fitnah.


Dia akan melindungi mereka yang baik padanya, dayang maupun pelayan. Dia tidak akan membiarkan mereka yang baik tertindas!


"Pengawal! Bawa Putri Aerish ke penjara bawah. Kurung dia bersama kedua dayangnya. Jangan bebaskan sebelum dia mengakui dan menyadari kesalahannya!" Perintah Raja. Dan, pengawal pun menuruti perintahnya dengan membawa Milka ke penjara bawah.


"Aku lebih rela di penjara dan di kurung seumur hidupku daripada aku harus mengakui sesuatu yang tak harusnya ku akui!" Ucap Milka menatap Raja dengan perasaan marahnya yang begitu besar.

__ADS_1


Melihat hal itu, Putri Selene senyum senang karena merasa telah menang. Siasat yang ia pakai ternyata berhasil. Menjatuhkan Milka dengan menjatuhkan orang terdekatnya sanggatlah ampuh. Dia benar-benar mendapatkan keberuntungan. Putri Selene begitu senang karena Raja lebih mempercayainya.


__ADS_2