
Para siswa dan siswi tengah asyik bernyanyi tanpa mereka sadari ada sekelebat bayangan hitam yang mengikuti bus. Lalu tiba-tiba saja menjadi gelap dan bus yang mereka tumpangi berhenti dengan tiba-tiba.
Semua saling melihat, menatap dengan heran, dan bertanya-tanya apa yang terjadi. Begitu pun dengan Milka dan Glydis.
Sedangkan Clona dan Grasil mulai merasakan bahwa ada yang tidak beres yang sedang terjadi. Dan mungkin itu adalah sesuatu yang berbahaya.
Clona dan Grasil yang duduk terpisah dari bangku tempat Milka duduk dengan segera menghampiri Milka.
"Apa yang terjadi?" Tanya Milka pada Clona dan Grasil. Ya, Clona dan Grasil adalah tempat bertanya yang paling tepat, karena mungkin mereka berdua lebih tau dari siapa pun yang ada di dalam bus itu.
"Entahlah Putri. Tapi firasat kami tidak baik, seperti ada yang tak beres." Ucap Grasil yang sudah siap siaga dengan segala kemungkinan yang akan terjadi. Dan, Milka adalah yang harus dia jaga dan lindungi.
"Putri sebaiknya kau tak jauh-jauh dari Grasil." Kata Clona. Karena diantara dia dan Grasil hanya Grasil yang tau cara berkelahi.
"Kalian ngomong apa sih?" Tanya Glydis yang tak mengerti dengan arah pembicaraan yang di bicarakan Milka, Clona dan Grasil. Dan, satu hal lagi. Keduanya memanggil sahabatnya itu dengan sebutan (Putri) di tambah logat mereka berbicara terdengar kuno di telinga Glydis.
"Kita bicara soal bus yang tiba-tiba berhenti dan suasana yang menjadi gelap Dis. Itu kan aneh." Jelas Milka pada Glydis.
"Tapi kamu kok di panggil Putri-Putri gitu?" Tanya Glydis lagi yang masih merasa bingung.
"Mereka emang suka manggil aku dengan sebutan itu Dis." Jawab Milka, dan berharap agar Glydis tak lagi bertanya, karena dia tak akan bisa menjelaskan yang sebenarnya.
"Anak-anak, harap tenang yah, duduk di kursi kalian dengan tenang dan jangan membuat keributan." Ucap pemandu tour meminta semua tak panik.
"Sopir akan memeriksa dulu sebentar." Ucapnya lagi. Lalu sopir bus pun turun memeriksa kerusakan apa yang di alami oleh bus sehingga tiba-tiba saja mesinnya mati. Tak lama kemudian pengemudi bus kembali dengan wajah paniknya dan seperti orang yang ketakutan.
"Bu, kita ada di tengah-tengah hutan!" Ucapnya pada pemandu tour dengan tubuh yang keringat dingin.
__ADS_1
"Apa! Bapak jangan bercanda! Jelas-jelas tadi jalan raya besar kok." Pemandu tour terlihat tak percaya begitu pun dengan para guru yang menemani.
Dan, untuk memastikan kebenaran pengemudi bus, pemandu tour dan guru turun untuk memeriksa dengan menyalahkan senter hanphone masing-masing. Betapa terkejutnya mereka saat mendapati apa yang di ucapkan oleh pengemudi itu benar. Mereka saat ini berada di tengah-tengah hutan tua.
Para siswa dan siswi yang mendengar lalu mengeluarkan hanphone masing-masing untuk mengecek sekitar. Apakah benar mereka kini berada di tengah-tengah hutan tua.
"Putri tetap berada dekat denganku." Kembali Grasil mengingatkan Milka untuk terus berada di dekatnya.
Dan, dengan mengejutkan tiba-tiba saja kabut menjadi tebal muncul membuat mata mereka menjadi berat.
"Kalian semua akan menjadi makananku, ha ha ha." Suara mengerikan pun terdengar. Membuat semua merinding ketakutan. Semua saling pengang untuk mendapatkan perlindungan. Mereka tak menyangka jika tour yang mereka kira akan menyenangkan akan berakhir mengerikan seperti itu. Sungguh di luar dugaan mereka semua, begitu pun juga dengan Milka.
"Dan aku mendapati ada makanan terlezat di sini! Ha ha ha." Kembali suara itu terdengar semakin dekat.
"Mil aku takut." Ucap Glydis yang memegang erat lengan Milka.
"Kita berdoa aja semoga enggak akan ada hal buruk yang akan terjadi." Kata Milka. Padahal dia sendiri tak yakin jika tak akan ada hal buruk yang tak terjadi. Karena dari bus yang tadinya berada di jalan raya besar dengan tiba-tiba di tengah hutan tua, dan suara tadi. Semua itu bukanlah pertanda jika tak ada kejadian tak buruk yang akan berlaku..
Bus terguncang dengan hebat, kini bukan hanya para siswi yang berteriak histeris tapi juga para siswa pun ikut berteriak. Dan, seketika bus jatuh bagaikan di hempas. Membuat semakin menjadi tragis mengira bahwa mereka sudah tak punya kesempatan lagi untuk hidup.
Dengan sigap Grasil dan Clona menyelamatkan Milka, mengeluarkannya dari dalam bus itu.
Jiwa-jiwa para siswi dan siswa satu persatu terbang melayang meninggalkan tubuh mereka. Lalu sosok dari suara tadi pun terlihat menghisap jiwa-jiwa itu. Mengetahui jika sedang berhadapan dengan hantu jahat Grasil dengan cepat membawa Milka pergi.
"Mau lari kemana kau!!!" Sosok itu mengejar Milka.
"Kau adalah makanan terlezatku!" Ucapnya. Ternyata yang di maksud itu adalah Milka.
__ADS_1
Sementara yang lain, yang masih berada di dalam bus, yang jiwanya telah di hisap dan yang tidak, sudah tak sadarkan diri.
"Langkahi aku dulu jika kau ingin memakan tuanku." Ucap Grasil marah. Dan akan siap menyerang sosok itu. Namun sayangnya, sepertinya sosok itu bukan tandingan Grasil, karena sebelum menyentuh sosok itu Grasil sudah terpental jauh.
Sosok itu dengan tertawa mengerikan mendekati Milka.
Jangan menyentuh tuan Putriku!" Clona pasang badan untuk menghalangi sosok itu menyentuh Milka. Dan, akhirnya Clona ikut melayang dan terlempar jauh.
"Dengan memakan jiwamu aku akan kembali hidup, dan akan menjadi abadi. Ha ha ha." Dia tertawa dengan nyaring. Selangkah lagi dia akan mendapatkan Milka, namun saat akan menyentuh Milka, tiba-tiba cahaya menerangi tempat itu.
"Lewati aku dulu hantu jelek!" Dennis datang dari belakang dengan tangan yang di gerakkan ke hadapan dan mulut yang berkumat kamit seperti membaca mantra.
Lalu dengan cepat sambil membaca mantra dia mendekati Milka dan melindunginya. Akibat cahaya yang di hasilkan oleh Dennis wajah sosok jahat itu pun terlihat.
Wajah hitam melepuh, kukku panjang hitam. Dan juga memiliki taring. Sungguh menyeramkan sosok itu.
"Ternyata masih ada yang ingin menghalangiku untuk mendapatkan makanan lezatku." Dia tampaknya tak takut sedikit pun pada Dennis maupun mantra yang di baca oleh Dennis.
Saat akan mendekat, ternyata mantra Dennis sedikit berguna, hantu itu tak bisa melangkah.
"Jangan meremehkanku hantu jelek." Teriak Dennis dan menyerang hantu itu. Namun sayangnya, seperti Grasil dan Clona, Dennis pun terpental jauh sebelum menyentuh hantu itu. Bahkan darah segar keluar dari mulutnya.
"Jangan menyakiti teman-temanku! Dasar kau hantu sialan!" Teriak Milka marah melihat Clona, Grasil bahkan Dennis terbaring tak berdaya akibat hantu itu.
"Jika kau tak ingin teman-temanmu itu terluka, maka serahkan saja jiwamu dengan sukarela!" Ujar hantu itu dengan suara seperti dua orang sedang berbicara di waktu yang bersamaan.
Kembali dia berjalan dengan suara tawa yang mengerikan menghampiri Milka.
__ADS_1
Milka meronta-ronta ketika tangan berkuku panjang hitam itu mencekik lehernya dengan kuat membuat dia sulit untuk bernafas. Milka merasa seperti dejavu. Dia pernah mengalami itu. Dan, saat itu Grasil yang datang menolongnya. Namun kali ini, apakah mungkin dia akan selamat? Milka dengan rasa sakit seolah nafasnya akan segera habis masih bertanya siapa yang akan menolongnya? Dan siapa yang akan menolong teman-temannya. Atau apakah ini akhir dari hidupnya?
Penglihatan Milka semakin gelap, dia akan segera kehabisan nafasnya. Lehernya pun terasa akan segera meledek akibat cekikan hantu itu.