
"Kenapa kau punya liontin seperti itu?" Tanya menunjuk liontin Milka degan bibirnya. Sepertinya dia tahu tentang liontin seperti yang di pakai oleh Milka.
"Liontin ini, ini milik pacarku, dia memberikan ini padaku." Sahut Milka ,dia tidak bohong, yang memberikan liontin itu kan adalah Raja.
Dia hanya diam, dan terus menatap liontin yang ada di leher Milka, Milka menjadi tidak nyaman di buat oleh pria itu.
"Kenapa terus menatapku?" Tanya Milka.
Dia tersenyum pada Milka hingga membuat Milka merasa merinding dengan senyuman itu.
"Apa kau tau tentang hal gaib? Atau pacarmu itu yang berasal dari dunia gaib?" Selidiknya.
"Pacarku, dia seorang paranormal." Jawab Milka, meskipun sebenarnya jawaban yang dia berikan tak sinkron dengan pertanyaan yang di ajukan oleh pria itu.
"Benarkah?" Tanyanya ingin memastikan.
"Ya." Angguk Milka.
"Hei, cepat katakan bagaimana caranya untuk menyelamatkan kita dari benda ini?" Tanya Milka.
Dia tiba-tiba mengulurkan tangan dan membuat kepala Milka mendekat padanya, Milka langsung mengangkat tangan menutup mulut kerena pria itu ingin menciumnya.
Dan, setelahnya Milka melayangkan tamparan keras ke pipi pria itu.
"Dasar buaya darat." Ujar Milka marah, karena pria itu ingin melecehkan dirinya.
"Itu adalah satu-satunya cara untuk menghisap energi negatif itu dari tubuhmu, kan. Di awal tadi aku sudah mengatakannya padamu, kau jangan marah dan salah paham padaku." Katanya kesal karena Milka menampar wajahnya.
"Apa hanya itu caranya? Apa tidak ada cara yang lain?" Tanya Milka. Karena, dia tidak mungkin berciuman dengan pria lain, apalagi pria itu baru saja di kenalnya beberapa menit lalu.
__ADS_1
Pria itu memutar bola mata kerena meskipun dia mengatakannya tadi, meminta agar Milka tak salah paham. Tetap saja Milka salah paham padanya.
"Terserah mau percaya atau tidak, sudahlah, aku pun tak ingin di tampar lagi oleh mu, tunggu saja, sekarang, roh jahat dan energi negatif telah berpencar di tubuhmu, aku sudah tidak mampu membuat mereka berkumpul dan memaksanya kelua dai tubuhmu itu, setelah roh jahat bertambah kuat dengan mengandalkan energi negatif, tunggu saja saat untuk mati. Aku tidaklah masalah, sedangkan kamu yang penuh dengan aura negatif, cepat atau lambat pasti akan jadi manusia kering, dan tidak akan ada yang bisa menyelamatkanmu." Ujarnya yang semakin menakuti Milka.
Milka mulai menjadi panik, Milka memegang liontinnnya ingin berteriak memanggil Darent untuk keluar, tapi sayangnya suara Milka sudah tak bisa keluar, meskipun dia mencoba berulang kali untuk mengeluarkan suaranya.
Milka tak ingin menjadi mayat kering, Milka pernah melihat mayat kering. Yaitu pacar Faby, Milka tidak ingin jadi seperti itu. Tapi, dia juga tidak ingin mencium atau di cium oleh sembarang pria.
"Kalau begitu, biarkan saja aku mati. Aku tidak mungkin berciuman denganmu." Kata Milka menolak untuk mencium pria itu, meskipun jika hal itu bisa menyelamatkan nyawanya.
"Dasar kau, kita tidak berciuman, tapi hanya membuat bibir kita bersentuhan agar aku bisa menghisap energi negatif dari tubuhmu itu, aku juga tidak akan berbuat hal yang memalukan." Katanya pad Milka.
"Tidak, biarkan saja aku mati jika seperti itu." Sahut Milka tetap tak ingin.
Tepat saat Milka sudah merasa sangat sekarat, Niko tiba-tiba muncul dari arah sana.
Raja yang masih sebagai Niko berjalan ke hadapan Milka dan mengulurkan tangannya pada Milka. Dengan cepat Raja mencium Milka. Milka memejamkan matanya.
Setelah Raja melepaskan ciumannya, barulah Milka membuka matanya dan melihat wajah Raja.
Setelah itu Milka melihat tangannya, semua garis-garis biru dan hitam yang ada di tubuhnya yang tadinya terlihat merambat, sudah tak ada lagi.
Milka sudah merasa sangat baikan dan nyaman, Mika jadi tahu tenyata seperti itu rasanya jika tubuh di masuki energi negatif dan roh jahat, Milka jadi ingat tentang dukun busuk yang membiarkan tubuhnya d masuki oleh roh jahat dengan sukarela. Dan, pantas saja setelah roh jahat itu di tangkap dan pergi dari tubuhnya dia menjadi kurang waras, tapi mungkin setidaknya itu jauh lebih baik, daripada harus menjadi mayat kering kerontang.
Setelah selesai membuat roh jahat dan energi negatif pergi dari tubuh Milka. Raja berjalan ke hadapan pria tadi tanpa mengatakan apapun, lalu meletakkan tangan kanannya dengan roh jahat dan energi negatif pada keningnya pria itu.
Raja jiga menyembuhkan pria itu, tapi dengan cara yang berbeda dengan yang Raja lakukan pada Milka. Jika untuk menyembuhkan Milka Raja mencium bibir Milka, maka dengan membantu pria itu, Raja hanya menyentuh tangannya, setelah itu, garis yang seperti urat berwarna biru dan hitam itu menghilang.
"Aku tidak percaya dengan pengelihatan ku ini. Seorang Raja datang ke dunia manusia." Kata Pria itu seperti mengajak bicara Niko.
__ADS_1
Milka yang mendengarnya langsung menatapnya, bagaimana mungkin pria itu bisa mengetahui jika Raja adalah sang penguasa Underworld
"Lama tidak bertemu." Ucap pria itu pada Raja dengan senyuman yang sangat sulit di artikan.
Sepertinya dia mengenal Raja, Milka memandang gantian keduanya, Milka melihat ada ketidaksukaan terpancar dari wajah keduanya pada satu sama lain.
"Apa kalian saling kenal?" Tanya Milka ingin tahu.
"Siapa dia? Apakah dia selir mu?" Tanya pria itu yang bukannya menjawab pertanyaan Milka.
"Dia Permaisuri ku." Sahut Raja.
"Wah, jadi gadis yang hampir ku cium itu adalah Permaisuri Underworld ternyata." Ujarnya dengan senyum, seperti senyum meledak yang sengaja menas-manasi Raja.
"Aku sudah menyembuhkan mu, jadi pergilah." Kata Raja.
"Aku jadi penasaran, apa yang membuat Raja Underworld yang di segani dan di takuti datang ke dunia manusia, bahkan menyamar sebagai manusia." Katanya.
"Bukan urusanmu." Kata Raja, Raja mengambil tangan Milka dan akan mengajak Milka pergi, tapi ucapan pria itu membuat Raja jadi kesal dan kembali balik badan menatap pria itu.
"Sepertinya kau sengaja mencari masalah." Kata Raja dengan ekspresi yang susah di tebak, meskipun dia sedang menjadi Niko dan tak mengenakan topengnya.
"Aku ingin bertarung denganmu, bukankah pertarungan kita dulu belum tuntas, jadi ayo kita selesaikan sekarang." Kata pria itu menatap tajam ke arah Raja.
"Niko, ayo kita pergi dari sini." Milka mengambil tangan Raja dan menarik Raja pergi.
"Apa kau merasa takut padaku, hingga membiarkan istrimu itu menarikmu pergi?" Pria itu kembali memancing.
"Permaisuri mundurlah, dia harus di kasi pelajaran, agar dia bisa tahu diri." Ucap Raja.
__ADS_1