Suami Hantu

Suami Hantu
Kepergian Milka


__ADS_3

Hari demi hari Milka lewati dengan hati yang luka saat melihat Raja selalu bersama dengan Ratu Dayana. Ternyata untuk melupakan dan melepaskan begitu sulit bagi Milka.


Begitu pun hari ini, langkah kakinya yang begitu saja membawanya berjalan ke kediaman Raja membuatnya harus melihat sesuatu yang melukai hatinya, ketika dia melihat Ratu Dayana dan Raja tengah berciuman mesra. Milka berlari meninggalkan kediaman Raja dengan hati yang begitu terluka.


"Putri ada apa?" Tanya Clona dan Grasil menghampiri Milka ketika Milka yang kembali ke kediamannya bersama dengan mata yang basah oleh air matanya


"Aku ingin keduaku. Bawa aku sekarang." Pinta Milka pada Grasil.


"Tapi Putri.. aku tidak bisa tanpa izin Yang Mulia." Kata Grasil pada Milka.


"Bawa aku kembali ke kediamanku." Kini nada suara Milka begitu lantang, dan setelahnya kembali isak tangisnya terdengar.


"Baik Putri. Aku akan membawamu ke duniamu." Kata Grasil menurut. Ia menurut bukan karena suara lantang Milka, tapi karena dia mengerti dengan apa yang Milka alami. Lagi pula Milka adalah tuannya. Dia akan menuruti permintaan Milka.


Jika Raja marah karena telah membawa Milka ke dunia manusia, maka dia siap untuk di hukum. Apa pun hukumannya dia akan menerimanya.


"Milka.." Sebut Glydis saat Milka tiba-tiba muncul di hadapannya bersama Grasil.


"Kamu boleh kembali ke Underworld." Kata Milka pada Grasil.


"Jaga dirimu Putri." Ucap Grasil lalu menghilang dari hadapan Milka setelah memberi hormatnya.


"Dis, kamu mau kan bantu aku?" Tanya Milka pada Glydis.


"Aku pasti bantu kamu Mil, tapi kita masuk dulu yuk," kata Glydis lalu mereka pun masuk kedalam rumah Glydis dan langsung ke kamar, agar Milka lebih leluasa untuk mengatakan apa yang terjadi.


Karena melihat Milka yang matanya sembab, membuat Glydis yang pemikirannya kadang ngelag langsung bisa mengetahui jika sesuatu telah terjadi pada Milka.


"Kamu kenapa? Apa ada yang terjadi?" Tanya Glydis dengan hati-hati. Dan Milka pun mulai menceritakan semuanya.


Bahwa dia telah jatuh hati pada Raja, dan Raja pun pada awalnya terlihat begitu mencintainya meskipun Raja tak pernah mengatakan jika dia mencintai Milka. Raja hanya mengatakan jika dia menyukainya.

__ADS_1


Namun setelah kedatangan Ratu Dayana, Raja langsung berubah padanya, seperti mereka tak pernah dekat. Dan, Raja benar-benar mengabaikan dirinya.


"Awalnya aku enggak mau pikirin, dan mencoba untuk melupakan semuanya, tapi..." Ucapan Milka terhenti, air matanya kembali menetes.


"Aku enggak bisa Dis,." Sambung Milka.


Glydis yang tak bisa berkata-kata, karena dia tak punya pengalaman apa pun dalam percintaan hanya bisa memeluk Milka dalam diam. Dia tak ingin salah bicara, takut jika nanti hanya akan tambah melukai hati Milka.


"Aku bisa kan menginap di sini sama kamu?" Tanya Milka penuh harap jika Glydis mengizinkan dirinya untuk sementara tinggal di rumah Glydis.


"Ya, bisa dong Mil, aku malahan senang." Sahut Glydis.


"Tapi Mil. Besok aku mau ke rumah tanteku, jadi kita menginap di rumahnya aja." Kata Glydis. Dan, Milka pun mengangguk setuju.


"Kamu siap? Kita berangkat sekarang." Tanya Glydis pada Milka saat pagi hari ketika Milka bangun.


"Sekarang?" Tanya Milka sambil mengucek matanya yang terasa masih lengket.


"Se-pagi ini?" Tanya Milka lagi ingin memastikan.


"Iya Mil." Sahut Glydis lagi.


Milka bangun dengan malas, dan, tubuh yang masih terasa lemas. Semalam dia tak tidur dengan nyenyak karena masih memikirkan perasaannya yang begitu terluka.


"Memangnya rumah tante kamu jauh ya?" Tanya Milka ketika dia dan Glydis sudah berada di dalam mobil yang di bawa oleh sopir Glydis.


"Dari sini ke sana, mungkin sekitar empat jam." Ucap Glydis, bahwa dari kota tempat mereka ke rumah tantenya akan memakan waktu sekitar empat jam.


"Bagus, kalo gitu boleh aku sambung tidur?" Tanya Milka. Rasanya matanya masih terasa sangat berat, dan dia masih butuh tidur.


"Iya, tidur aja." Ucap Glydis. Dia juga tahu jika Milka tak cukup tidur semalam.

__ADS_1


Lalu Milka pun memejamkan matanya untuk menuju alam mimpinya. Entah apakah dia akan mengalami mimpi indah ataukah mimpi buruk.


****


"Yang Mulia. Putri Aerish, dia meninggalkan istana." Nyonya West mendatangi Raja di kediamannya dan memberitahu Raja jika Milka telah kembali ke dunia manusia tanpa pemberitahuan.


"Apa?" Raja tampak begitu terkejut.


"Panggil dayang Clona dan Grasil untuk menghadapku." Perintah Raja. Lalu Nyonya West pun menurut dan membawa Clona serta Grasil untuk menghadap Raja.


"Yang Mulia.." Clona dan Grasil memberikan hormat mereka pada Raja.


"Apakah kau yang mengantar Putri Aerish kembali keduniaannya?" Tanya Raja pada Grasil.


"Iya Yang Mulia." Sahut Grasil tak membantah.


"Kenapa?" Tanya Raja.


"Karna itu permintaan Putri Aerish." Sahut Grasil lagi.


"Lalu kau menurutinya tanpa memberitahuku, dan tanpa izinku." Kata Raja dengan serius.


"Iya Yang Mulia." Jawab Grasil lagi tak menampiknya.


"Apa kau tau jika melakukan itu maka kau akan mendapat hukuman?" Tanya Raja lagi.


"Iya Yang Mulia, tapi, Putri Aerish dia begitu terluka. Aku tak bisa melihatnya seperti itu." Ujar Grasil. Lalu Raja yang mendengarnya lalu meminta Clona dan Grasil untuk pergi meninggalkan ruangannya tanpa memberikan Grasil dan Clona hukuman.


"Suruh Rafhael menghadap." Perintah Raja pada Pengawalnya. Lalu si pengawal pun bergegas untuk menemui Rafhael dan menyampaikan perintah Raja agar menemuinya.


"Aku tak menyangka jika dia akan pergi meninggalkan istana." Ucap Raja pada Nyonya West yang masih berdiri menemani Raja.

__ADS_1


"Hatinya terluka." Ucap Nyonya West. Lalu Raja tak lagi berkata apa pun lagi.


__ADS_2