Suami Hantu

Suami Hantu
Memulai Sesuatu Yang Baru


__ADS_3

Pagi harinya Mila Milka berangkat ke sekolah seperti biasa. Sesampainya di sekolah, Milka tanpa sengaja bertemu dengan Zandra di gerbang sekolah. Dan mereka pun berjalan bersama memasuki sekolah.


"Teman-teman kamu belum datang?" Tanya Zandra pada Milka saat mereka berjalan memasuki sekolah.


"Kayaknya sih belum." Jawab Milka, karena dia belum melihat Glydis dan Dennis.


"Tapi enggak tau deh, kalo mereka mungkin udah ada di kelas." Sambung Milka lagi.


"Kamu, gimana? Udah punya teman akrab enggak?" Tanya Milka.


"Belum, tapi kayaknya bakalan enggak lama lagi akan ada." Kata Zandra dengan pandangan lurus ke depan.


"Oyah? Siapa?" Tanya Milka ingin tahu siapa yang akan jadi teman akrab Zandra itu.


"Kamu." Sahut Zandra.


"Aku?" Tanya Milka menghentikan langkahnya lalu menunjuk dirinya sendiri.


"Yakin banget kamu kalo kita bakalan akrab." Canda Milka dengan senyum.


"Ini sekarang kita sudah mulai akrab." Kata Zandra yang juga menghentikan langkahnya lalu melihat Milka.


"Kenapa aku? Kamu bisa pilih yang lain buat akrab, di kelas kita banyak cewek-cewek yang mengidolakan kamu." Ucap Milka lalu kembali melangkah.


"Mereka bukan pilihanku." Kata Zandra yang juga melanjutkan langkahnya mengikuti Milka.


"Mil...." Terdengar suara Glydis yang memanggil Milka. Dan Milka pun kembali menghentikan langkahnya dan menoleh ke belakang untuk melihat sahabatnya itu. Lalu melambaikan tangannya pada Glydis.


Glydis pun berlari kecil untuk menghampiri Milka dengan Dennis di belakangnya yang berjalan santai dengan tangan yang di masukkan ke saku celana sekolahnya.


"Hai Zandra." Sapa Glydis dengan senyum malu-malu pada Zandra. Dan Zandra membalas sapaan Glydis dengan senyumnya yang hampir saja membuat Glydis melelah ke tanah.


"Aku duluan yah." Kata Zandra yang di balas anggukkan kepala dari Milka. Lalu Zandra pun berjalan memasuki sekolah.


"Kok kamu bisa sama Zandra Mil?" Tanya Glydis penasaran bagaimana bisa Milka berjalan bersama dengan siswa tertampan di sekolah mereka itu.


"Ketemu di depan tadi." Jawab Milka.


"Dia ngomong apa aja ke kamu?" Tanya Dennis menyelidiki.


"Enggak ada yang serius." Jawab Milka malas bercerita panjang tentang tadi yang dia dan Zandra bicarakan.

__ADS_1


"Masuk yuk." Ajak Milka lalu mereka pun berjalan masuk ke dalam sekolah.


"Eh tau enggak, semalam aku melihat berita, baru-baru ini ada kejadian aneh." Glydis memulai pembicaraan tentang berita yang ia tonton semalam di rumahnya saat mereka sudah sampai di dalam kelas.


"Berita apa?" Tanya Milka.


"Ada penemuan peti mati di sebuah danau." Kata Glydis mulai bercerita.


"Aku juga liat berita itu semalam." Sahut Dennis yang ternyata juga melihat berita semalam.


"Penemuan peti mati? Terus apanya yang aneh?" Tanya Milka, karena menurutnya penemuan peti mati itu bukanlah hal yang aneh. Karena bisa saja seseorang yang membuangnya ke danau itu.


"Yang aneh itu adalah, peti mati itu ada jasad di dalamnya. Dan, di perkirakan bahwa mayat itu sudah berada di dalam peti mati itu sekitar tujuh puluh tahun." Jelas Dennis.


"Tujuh puluh tahun?" Ulang Milka.


"Iya, dan itu artinya mayat yang berada di peti mati itu berada di dalam danau selama tujuh puluh tahun lamanya." Jelas Dennis lagi.


"Berarti udah jadi tengkorak dong." Kata Milka.


"Enggak sama sekali. Mayat itu masih utuh, dan enggak bau sama sekali." Ucap Dennis.


"Kamu kami tau sedetail itu Den? di berita kan enggak segitu detailnya." Heran Glydis karena di berita yang ia lihat tidak mengatakan tentang keseluruhan tentang kondisi mayat yang berada di dalam peti mati itu.


"Kamu liat sendiri?" Ulang Milka. Sedangkan Glydis sedikit kebingungan. Apa maksudnya dia melihatnya sendiri.


"Aku datang ke tempat di mana peti mati itu di simpan." Jawab Dennis membuat Glydis ternganga tak percaya.


"Menurut kamu itu ada kaitannya sama Roh?" Tanya Milka ingin tahu.


"Aku belum bisa menyimpulkan ke arah itu Mil. Tapi aku akan cari tau karena aku punya firasat buruk tentang itu." Ucap Dennis dengan wajah yang begitu serius.


"Moga-moga aja itu bukan sesuatu yang buruk." Harap Milka. Dan, di kursinya Zandra mendengar semuanya dengan jelas. Dan wajahnya terlihat menyimpan sesuatu.


****


"Putri Pangeran Ells ingin menemuimu." Kata Clona memberitahu Milka.


"Pangeran Ells? Di mana dia?" Tanya Milka. Dan, ada apa Pangeran Ells ingin menemuinya.


"Dia sedang menunggu di luar." Kata Clona bahwa Pangeran Ells sedang menunggu di luar ruangan Milka. Milka pun berjalan keluar untuk menemui Pangeran Ells.

__ADS_1


"Pangeran.. ada apa?" Tanya Milka langsung.


"Kau ini, tampaknya kau ini tanpa basa-basi ya." Ucap Pangeran Ells. Karena Milka tak menawarinya untuk masuk sekedar minum teh, mungkin.


Dan, Milka hanya menatap tak mengerti dengan apa yang di maksud oleh Pangeran Ells.


"Baiklah, kau tak mengerti dengan apa yang ku maksud. Apakah kau sedang sibuk? Atau sedang melakukan sesuatu yang penting?" Tanya Pangeran Ells.


"Tidak. Aku tak melakukan apa pun." Ucap Milka. Karena memang dia sedang tak melakukan apa pun dan sedang bosan di ruangannya.


"Ayo jalan-jalan dan melakukan sesuatu." Ajak Pangeran Ells. Mata Milka membulat lalu menutupi bagian dadanya dengan kedua tangannya.


"Pikiranmu itu.. aku tidak akan melakukan apa yang ada di pikiranmu itu." Ujar Pangeran Ells. Berani sekali Milka memikirkan hal kotor tentang dirinya.


"Lalu apa yang akan kita lakukan?" Tanya Milka ingin tahu. Dan, kemana Pangeran Ells akan membawanya.


"Ke dunia manusia. Duniamu." Ucap Pangeran Ells.


"Dunia manusia? Apa yang ingin kau lakukan di sana?" Tanya Milka, apa yang ingin Pangeran Ells lakukan di dunia manusia.


"Aku ingin membeli sesuatu. Jadi temani aku." Ucapnya.


"Baiklah, aku akan menemanimu. Aku akan mengganti bajuku dulu." Kata Milka lalu berjalan masuk untuk mengganti pakaiannya.


"Kita akan kemana?" Tanya Milka saat mereka berdua sudah berada di dunia manusia.


"Ayo ke sana." Pangeran Ells menarik tangan Milka untuk memasuki sebuah pusat belanja yang besar.


"Ayo masuk ke dalam." Kembali Pangeran Ells menarik tangan Milka untuk masuk ke sebuah tokoh pakaian yang berada di pusat belanja tersebut.


"Aku ke sana dulu, kamu tunggu di sini." Seketika Pangeran Ells mengubah gaya bicaranya.


"Lah, kok gitu?" Ucap Milka tak terima jika Pangeran Ells ingin meninggalkannya di tempat itu.


"Aku akan ke toilet, apa kamu mau ikut?" Tanya Pangeran Ells membuat Milka langsung menggelengkan kepalanya. Untuk apa dia ikut ke toilet.


"Kamu liat-liat aja, siapa tau kamu tertarik dengan sesuatu. Kamu boleh ambil apa aja yang kamu mau, nanti aku yang bayar." Kata Pangeran Ells lalu pergi meninggalkan Milka.


Dan, Milka pun melihat-lihat mungkin saja dia tertarik pada yang ada di sana. Lagi pula Pangeran Ells sudah menawarinya.


Namun setiap kali ada yang menarik di matanya. Saat Milka melihat harga yang tertera, membuat dia menelan ludahnya, karena melihat angka yang begitu besar, padahal itu hanya selembar baju. Milka pun tak berani untuk mengambilnya.

__ADS_1


bahkan setelah melihat Milka tak lagi berani menyentuh baju-baju yang ada di sana.


__ADS_2