
"Ada apa denganmu? apa ada yang tidak beres di sini?”
Karena melihat ekspresi Milka yang kelihatannya kurang baik, Cintya pun bertanya.
"Tidak tahu, aku juga tidak tahu pasti, tapi kalian jangan keluyuran sembarang tempat dulu di kampus, apalagi di tempat yang sepi, dan sebisa mungkin hindari tempat dimana peti mati dikeluarkan." Kata Milka mengigit bibirnya.
Natalie dan Cintya tahu kalau Milka memahami ilmu tentang hal gaib, tentu saja mereka percaya dan tidak meragukan perkataan Milka.
Setelah mengatakan itu pada Natalie dan Cintya Milka segera kembali ke kelas kemudian memanggil Darent keluar.
"Saat peti mati itu di keluarkan dari tanah, katanya di tanah itu ada bau darahnya, ada apa ini?" Milka khawatir.
"Hamba akan menyelidikinya Yang Mulia." Kata Darent.
Milka tidak berdaya, Milka bukan ingin ikut campur, Milka hanya ingin tahu, akan bisa sebesar apa masalah ini, dulu Milka tidak ingin jika orang sampai mati, Milka tidak ingin itu terjadi. Milka hanya ingin kuliah dengan tenang, tapi sepertinya itu tidak bisa.
Apa yang Milka khawatirkan sama sekali tidak terjadi, setidaknya sampai sekarang masih belum terjadi.
Keesokan harinya ketika bangun, Milka langsung duduk di ruang tengah dan menonton televisi yang sedang memutar sebuah berita, berita yang memberitakan tentang sebuah mayat yang di tutupi dengan kain putih, meskipun gambarnya sudah diburamkan, tapi Milka masih bisa melihat warna darah dengan jelas.
Benar-benar telah terjadi sesuatu, hal pertama yang terpikir oleh Milka adalah hal itu berhubungan dengan peti darah itu, karena berita itu memberitakan tiga belas wanita yang tewas di bunuh, cara mati mereka semuanya sama, di perkosa lalu di bunuh, dan mayatnya di temukan tanpa sehelai benang pun, Tubuh mereka akan mengeluarkan darah ketika di sentuh.
Mati diperkosa itu cukup wajar, tapi jika jumlah yang tewas sampai sebanyak itu, dan begitu disentuh mayat itu langsung mengeluarkan darah, merupakan hal yang sangat aneh. Dan dua diantaranya juga berasal dari kampus yang sama dengan Milka.
__ADS_1
Milka lantas mengomeli Raja, jika semalam setelah mengetahuinya Raja melakukan tindakan pencegahan, mungkin saja hal ini tidak akan terjadi. Ketika Milka menanyakannya, penjelasan yang diberikannya padanya adalah, ada hal yang sudah termasuk takdir, apa yang seharusnya terjadi tetap akan terjadi, peti darah yang sudah berusia ribuan tahun muncul adalah takdir.
Jika pemilik peti darah itu tidak melukai siapapun, dia tetap tidak bisa mengambil tindakan padanya, apalagi peti darah itu akan tercipta ketika seseorang di perlakukan dengan tidak adil dan mati dengan sangat menderita, karena dendam, pasti roh itu memilih tetap di dunia hingga menjadi roh jahat. Dan akan tetap terkurung dimayatnya, peraturan Underworld, mereka tidak bisa berlaku kasar pada roh yang tidak melakukan kesalahan dan kejahatan.
Asal roh itu tidak melukai mereka yang tidak berdosa, Underworld tidak akan mengunakan kekerasan pada roh itu.
Tapi, karena sekarang arwah orang yang berada didalam peti darah itu sudah melukai orang yang tidak berdosa, oleh karena itu Underworld sudah boleh ikut campur akan hal itu.
Setibanya Milka di sekolah, Dena tidak datang juga, Milka merasa agak penasaran, kemana perginya dia? Berita tadi membuat Milka merasa sangat tidak tenang, dan entah kenapa dia terus memikirkan Dena, Milka bertanya pada teman sekelas Dena di kampus, mengapa Dena tidak datang, jawaban yang oleh Milka dapatkan malah 'tidak tahu' Milka pun hanya bisa menanyakannya pada konselor, setelah itu Milka mendapatkan jawaban kalau Dena izin tidak masuk karena sedang sakit. Milka sangat khawatir padanya, Dena tinggal sendirian, jika terjadi sesuatu padanya, apa yang harus Milka katakan pada Ozald?
Sepulang kampus Milka mendatangi rumah Dena bersama Darent, sesampainya di rumah Dena, Milka menemukan kalau di depan rumah Dena telah diberi segel, didalamnya telah diberi garis batas polisi.
Perasaan Milka sudah tidak enak, dan bertanya-tanya, apakah sesuatu menimpa Dena.
Bagai di sambar petir di siang bolong, Milka tak percaya dengan apa yang di dengarnya. Dena tewas, itu bagaikan mimpi buruk.
"Apakah roh Dena akan bertemu dengan Ozald di Underworld?" Tanya Milka pada Darent.
"Arwah orang yang tewas karena ulah zombie darah dari peti darah, tidak bisa melepaskan diri dari tubuh mereka Yang Mulia, mereka memiliki nasib yang sama dengan orang yang berada di dalam peti itu, hanya saja kebencian mereka tidak terlalu besar. Asalkan arwah mereka di
keluarkan dari tubuh mereka sebelum mereka dikremasi maka semuanya akan baik-baik saja, kalau tidak mereka harus di bakar sampai tidak ada lagi yang tersisa agar roh mereka tidak menjadi roh pembunuh."
"Dena sudah meninggal, setidaknya kita bisa membuat arwahnya bisa bersatu dengan Ozald, kita tidak bisa sampai kehilangan arwahnya. Kita harus mencari cara agar roh Dena bisa ke Underworld." Kata Milka.
__ADS_1
"Kita harus membicarakannya pada Yang Mulia Raja terlebih dahulu Yang Mulia." Kata Darent.
Milka juga berpikiran seperti itu. Raja memang harus tahu tentang masalah itu. Dan semoga saja Raja punya jalan keluarnya.
"Kita harus membantu Dena Yang Mulia." Kata Milka pada Raja saat Raja sedang berada di kamarnya.
"Permaisuri, berapa kali kau ingin melibatkan aku dalam urusan orang lain?" Tanya Raja, Milka sudah cukup membuat dia ikut campur pada hidup orang. Hal yamg selama ini tidak pernah dia lakukan.
"Hati Ozald pasti terluka dan kecewa jika mengetahui jika Dena telah meninggal tapi dengan cara yang tidak adil, aku hanya kasihan pada cinta keduanya." Ujar Milka menjelaskan dan berharap jika Raja mau membantunya menemukan roh Dena dan membawanya ke Underworld.
"Ini adalah keinginan anak kita, dia terlaku suka membantu orang lain." Kata Milka lagi memakai jurus andalannya yang mengatasnamakan anaknya yang sedang dia kandung.
Raja tampak berpikir sebelum menyetujui permintaan Milka itu.
"Baiklah, aku melakukannya karena dirimu dan juga anak kita." Sahut Raja yang membuat Milka menjadi sangat senang dan langsung mencium pipi Raja.
Milka berharap mereka akan segera menemukan roh Dena dan juga roh jahat pembunuh itu.
Roh itu benar-benar kejam, dan bagaimana bisa roh memperkosa, atau jangan-jangan roh itu merasuki orang dan mengunakan tubuh orang itu. Pikir Milka.
Milka merasa tidak akan tenang sebelum pembunuh Dena itu di temukan. Dan, Milka akan pastikan roh itu mendapat balasan atas perbuatannya itu.
Tapi, dia harus tetap waspada karena bisa jadi dia juga menjadi incaran roh itu.
__ADS_1