
"Hei.. Ingat aku kan?" Tanya Evan yang menyapa Milka yang tengah berada di tempat pemotretan. Karena Putri Electra a.k.a Raina semalam menemuinya untuk kembali melakukan pemotretan bersama.
"Ingat kok." Ucap Milka jelas masih mengingat Evan yang kata Raina dia adalah Playboy.
"Kirain kamu udah lupa sama aku. Tapi syukurlah wanita cantik kayak kamu masih ingat aku." Ujar Evan pada, yang hanya di tanggapi senyum oleh Milka.
"Kamu benaran adiknya Raina?" Tanya Evan ingin memastikan. Karena waktu itu Raina mengatakan jika Milka itu adalah adiknya.
"Iya." Jawab Milka pendek tak ingin terlalu meladeni Evan.
"Adik kandung atau sepupu." Tanya Evan lagi.
"Sepupu." Jawab Milka lagi dengan singkat. Karena tak mungkin dia mengatakan jika dia dan Raina adalah saudara kandung, karena Evan pasti sudah tau latar belakang Raina karena mereka di bawa agensi yang sama.
"Kamu sekolah atau kuliah Mil?" Tanya Evan yang masih sok akrab.
"Aku masih sekolah." Milka mulai merasa tak nyaman. Dan, hari ini Clona dan Grasil tak menemaninya. Sementara Raina sedang pemotretan sendiri di ruangan yang berbeda.
"Milka..." Dennis melambaikan tangannya pada Milka. Saat melihat Dennis Milka merasa lega dan merasa terselamatkan.
Milka benar-benar tak nyaman dengan Evan, apalagi cara Evan memandangnya. Evan bahkan melihat Milka dari atas sampai bawa, dan seakan ingin menerkam. Atau mungkin hanya perasaannya saja.
"Dennis.. kamu kok bisa di sini?" Tanya Milka saat Dennis menghampirinya.
"Suamimu yang nyuru aku datang." Bisik Dennis membuat Evan melirik tak suka.
"Katanya Clona dan Grasil enggak bisa temenin kamu jadi aku yang di suruh." Kata Dennis lagi.
"Dia siapa?" Tanya Dennis terang-terangan menanyakan Evan.
"Ini Evan, manajer model di sini." Milka memperkenalkan Evan pada Dennis.
"Dennis.." Dennis memperkenalkan diri dan mengulurkan tangan pada Evan, namun dengan sombongnya Evan mengabaikan uluran tangan Dennis. Dennis pun kembali menarik tangannya, mengajak Milka berbicara dan mengabaikan Evan. Balasan yang setimpal sebenarnya.
"Mana Putri Electra?" Tanya Dennis.
"Jangan panggil Putri Electra kalo di sini. Dia di ruangan lain, lagi pemotretan." Kata Milka.
"Lah, kamu? Enggak pemotretan? Katanya kesini karna harus pemotretan lagi." Tanya Dennis.
"Udah tadi." Sahut Milka.
"Penasaran aku sama madumu itu Mil." Ucap Dennis yang ingin melihat Putri Electra.
__ADS_1
"Sss... Kamu iih, kalo ada yang dengar gimana?" Milka memukul bahu Dennis agar tak mengucapkan kata madu pada dirinya dan Raina.
"Iya deh, enggak lagi." Ucap Dennis lalu menutup mulutnya dengan tangan.
Tak lama kemudian Putri Electra a.k.a Raina pun datang menghampiri Milka dan Dennis.
"Maaf ya Mil, kamu tunggu lama." Ucap Putri Electra pada Milka berasa tak enak hati.
" Enggak apa-apa kok." Kata Milka senyum.
"Ini siapa?" Tanya Raina melihat Dennis.
"Ini Dennis, teman sekolah aku, yang waktu itu mencoba bongkar kasus pembunuhan misterius di sekolah, yang aku minta bantuan kamu list nama pembeli parfum limited itu." Kata Milka menjelaskan tentang Dennis.
Dan, Dennis hanya diam membatu karena telah terpesona dengan Raina. Wajah cantik dan tubuh langsing Raina membuat Dennis tak bisa berkata-kata dan menjadi gugup.
"Den... Kamu kenapa?" Milka menepuk pundak Dennis.
"Ya, kenapa Mil?" Tanya Dennis tak nyambung.
"Kamu kenapa?" Tanya Milka heran.
"Enggak, aku enggak kenapa-apa?" Sahut Dennis menggeleng.
"Ini Raina.. Kalo di dunia ini." Kata Milka memperkenalkan Putri Electra pada Dennis.
"Raina.. kamu bisa panggil aku Rain atau Raina." Ucap Putri Electra dengan senyumnya yang membuat hati Dennis berdebar-debar.
Dan, di sisi lain Evan menatap tak suka dengan yang di lihatnya, Milka, Dennis dan Putri Electra.
****
Kembali ke Istana Milka dan Electra berpisah ke kediaman masing-masing untuk melepas lelah akibat pemotretan tadi.
"Bagaimana pemotretan tadi Putri? Apa semua berjalan lancar?" Tanya Grasil pada Milka.
"Semuanya lancar." Sahut Milka.
"Karena urusan Istana aku jadi tak bisa menemani Putri." Ucap Clona dengan wajah bersalah.
"Tak apa-apa Clo. Lagi pula tadi ada Dennis yang menemaniku. Dan juga kan ada Putri Electra." Kata Milka pada Clona.
"Yang Mulia Permaisuri tiba..." Penjaga mengumumkan kedatangan Permaisuri. Milka, Clona dan Grasil sigap untuk menyambut kedatangan Permaisuri.
__ADS_1
"Putri Aerish maaf tak mengabari terlebih dahulu tentang kedatanganku." Kata Permaisuri saat sudah berada di ruangan Milka.
"Tak apa Permaisuri. Aku senang kau mengunjungiku." Ucap Milka.
Lalu Milka dan Permaisuri pun duduk, sementara Clona menungkan air ke cangkir Milka dan Permaisuri.
"Ku dengar kau melakukan pemotretan dengan Putri Electra." Permaisuri membuka pembahasan.
"Iya Yang Mulia. Teman Putri Electra sedang sakit jadi aku mengantikkannya untuk melakukan pemotretan bersama Putri Electra." Ujar Milka menjelaskan.
"Itu bagus. Dia adalah model yang cukup populer di dunia kalian." Nada suara lembut Permaisuri membuat Milka merasa bahwa Permaisuri adalah wanita lembut yang baik. Dan itu adalah tanggapan Milka sejak awal bertemu dengan Permaisuri, tak pernah berubah.
"Aku senang jika kau akrab dengannya. Semoga saja kejadian Putri Selene tak terulang lagi." Ucap Permaisuri lembut, menyematkan kekawatiran dan harapan.
"Aku juga berharap seperti itu Yang Mulia." Kata Milka.
****
Di tempat lain, di kediamannya Raja begitu ingin melihat Milka di kediamannya, namun karena mendengar bahwa di kediaman Milka ada Permaisuri, Raja pun mengurungkan niatnya.
Dia harus menunggu Permaisuri kembali ke kediamannya terlebih dahulu, baru dia akan mendatangi Milka di kediamannya.
"Yang Mulia. Inferno Rafhael ingin menemui anda." Beritahu Pelayan pribadi Raja.
"Suruh dia masuk." Kata Raja.
"Yang Mulia.." Rafhael pun menghadap.
"Ada apa Inferno Rafhael?" Tanya Raja, karena jika Rafhael mendatanginya di kediamannya, pasti ada sesuatu yang ingin di laporkan oleh Rafhael.
"Salah satu pemburu roh mengatakan melihat roh ratusan tahun Yang Mulia." Ucap Rafhael.
"Dan, sepertinya dia adalah tingkat satu." Kata Rafhael lagi.
"Itu artinya dia sudah berada di dunia manusia selama tiga ratus tahun." Ucap Raja menebak.
"Sepertinya begitu Yang Mulia." Kata Rafhael.
"Kerahkan pemburu Roh, untuk menangkapnya dan bawa dia ke Helles." Perinta Raja.
"Baik Yang Mulia." Ucap Rafhael. Lalu setelah memberi hormat pada Raja dia pun pergi meninggalkan kediaman Raja untuk melaksanakan perintah Raja.
Raja terlihat serius mengingat Roh yang tadi di katakan Rafhael. Masih begitu banyak Roh yang belum bisa mereka bawa ke Helles. Dan, terkadang Roh seperti itu membuat kerusuhan.
__ADS_1
Ada yang merasuk manusia untuk memuaskan diri, seperti memaki tubuh seseorang untuk membunuh. Dan, menyenangkan diri mereka. Roh seperti itu harus diambil paksa dan di bawa ke Helles untuk di adili.
Raja tampak termenung memikirkan sesuatu, matanya menerawang jauh. Seketika Milka hilang dari pikirannya, entah kini pikiran itu di isi dengan apa. Tentang apa, dan siapa?.